Your browser does not support JavaScript!
Alasan Utama Penyebab Putus Hubungan
Alasan Utama Penyebab Putus Hubungan

Sangat jarang untuk seseorang memikirkan akan putusnya sebuah hubungan di saat sedang menjalani hubungan yang baik-baik saja. Namun nyatanya, putus hubungan bisa terjadi kepada siapapun. 

Berdasarkan riset dari American Psychological Association mengungkapkan adanya beberapa tanda dan atau prediksi tentang langgeng atau tidaknya suatu hubungan.

  • Menghindari argument
    Dalam Journal Psychological Assessment (2015), Prof. Keith Sanford mengungkapkan bahwa pasangan yang menghindari argument cenderung lebih tidak bahagia di dalam hubungan yang mereka tengah jalani.  "Menghindar adalah sikap yang paling bermasalah dalam sebuah hubungan," ujar Prof. Sanford.

  • Terlalu banyak rahasia di dalam hubungan
    Rahasia merupakan hal yang wajar untuk dimiliki oleh setiap orang, namun apabila terdapat banyak rahasia di dalam suatu hubungan, maka itu bukanlah pertanda yang baik. Bila hal tersebut terjadi di dalam hubungan yang kamu tengah jalani, kemungkinan akan sangat sulit untuk mempertahankan hubungan tersebut.

  • Memiliki "trust issue"
    Kepercayaan merupakan suatu hal yang harus dibentuk dan didapatkan, bukan sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma. Kepercayaan merupakan pondasi dari suatu hubungan, jika adanya rasa kurang percaya kepada pasangan di dalam suatu hubungan, jelas akan mempengaruhi kualitas hubungan tersebut.

    Memiliki trust issue bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah terlukainya perasaan dengan pasangan sebelumnya atau dengan orang terdekat tertentu. Kamu memang tidak bisa menjamin bahwa pasangan kamu tak akan melukaimu, namun kamu bisa berikan dia kesempatan untuk berubah dan menilai secara objektif.

  • Dihantui oleh masa lalu
    Sulit untuk dapat focus di dalam suatu hubungan ketika kamu masih dihantui oleh bayang-bayang masa lalu kamu. Kamu harus melepaskan masa lampau dan menerima bahwa masa lalu telah berlalu dan menjalani hubungan saat ini tanpa bayang-bayang dari masa lampau.

  • Tak bisa kontrol amarah diri
    Dalam sebuah penelitian dari Journal Current Directions in Psychological Science (2014) mengungkapkan bahwa orang yang paling dekat dengan kamu merupakan orang yang paling sering mendapatkan pelampiasan amarah kamu. 

    Dengan selalu melampiaskan amarah kamu kepada pasangan, jelas akan mempengaruhi ketahanan terhadap hubungan yang tengah kamu jalani.

  • Memandang pasangan lebih rendah 
    Psikolog Amerika, John Gottman, dalam penelitiannya mengutarakan bahwa menghina pasangan menjadi salah satu dari empat perilaku yang menjadi indikator pecahnya suatu hubungan. Dalam risetnya, Gotmann menemukan bahwa 90% pasangan yang memiliki kecenderungan mengkritik, hingga menutup diri akan mengakhiri hubungannya dengan pasangan.

  • Ekspektasi yang terlalu tinggi
    Tiap orang tentu akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk pasangannya, namun ada kalanya manusia melakukan kesalahan. Pasangan yang suportif akan cenderung memaafkan kesalahan pasangan mereka, berbeda dengan orang yang memiliki ekspektasi yang tinggi.

    Pasangan yang memiliki ekspektasi terlalu tinggi kemungkinan besar menginginkan pasangan kamu untuk seutuhnya bersikap sempurna. 

Ditulis oleh Cory Elisabeth, Expert dalam Marriage Counseling

 

Konsultasikan masalah relationship melalui layanan Telekonsultasi

Digital Dokterid
Nov 02  -  3 min read