Your browser does not support JavaScript!
Akui Jarinya Diserang Amber Heard, Ahli Bedah Ortopedi Sebut Johnny Depp Bohong
Akui Jarinya Diserang Amber Heard, Ahli Bedah Ortopedi Sebut Johnny Depp Bohong

Seorang ahli bedah tangan bersaksi pada hari Senin (23/05) bahwa Johnny Depp tidak mungkin kehilangan ujung jari tengahnya seperti yang dia katakan kepada juri yang terjadi di dalam gugatan perdatanya terhadap mantan istrinya Amber Heard.

Cedera jari yang terjadi dalam perkelahian Maret 2015 di Australia antara Depp dan Heard, telah menjadi salah satu dari beberapa poin utama perselisihan dalam gugatan tersebut. Depp mengatakan dia mengalami cedera pada jari ketika Heard melemparkan botol vodka ke arahnya.

Dalam kesaksiannya, ahli bedah ortopedi asal California Utara Richard Moore bersaksi terkait jari yang cedera saat juri melihat foto-foto mengerikan dari cedera itu. Dia mengatakan bahwa pengakuan Depp tidak masuk akal.

Moore bersaksi bahwa deskripsi Depp tidak masuk akal, sebagian besar disebabkan oleh kuku jarinya yang tetap utuh. Melansir USA Today, Moore mengatakan akan ada luka lain di sisa tangannya dari kaca yang pecah akibat benturan bila benar Depp mendapatkan lemparan botol vodka oleh Heard.

"Lukanya tidak benar-benar tampak seperti cedera kaca yang tajam," Moore bersaksi dikutip dari New York Post.

Sebaimana diketahui, pada saat kecelakaan, Depp pun mengaku memberi tahu orang-orang dan mengirim pesan teks dengan mengatakan bahwa dirinya telah melukai jarinya sendiri dengan alasan jarinya terjepit di antara pintu akordeon yang kokoh. Hal tersebut kini diakui sebagai bentuk pelindungan yang dilakukan Depp terhadap Heard.

"Menurut analisis Anda, apakah cedera terjadi karena botol vodka yang dilemparkan ke arahnya?" tanya pengacara Heard. Menjawab pertanyaan tersebut Moore tak menyetujuinya, "Tidak," jawab Moore dikutip dari Detik.

Meski diketahui bukan dokter utama yang menangani Depp, namun Moore bersikeras bahwa deskripsi yang dijelaskan oleh Depp tidak masuk akal dengan adanya bukti foto saat jarinya terluka.

Digital Dokterid
May 24  -  2 min read