Your browser does not support JavaScript!
Akhirnya Disahkan, Ini Yang Perlu Diketahui Dari Uu Tpks
Akhirnya Disahkan, Ini yang Perlu Diketahui dari UU TPKS

Setelah menuai pro dan kontra yang cukup lama, Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS akhirnya disahkan. Sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, UU TPKS mengalami berbagai penolakkan selama sekitar 6 tahun.

Sebelumnya, pada draf RUU TPKS dan DIM hanya terdapat 7 jenis kekerasan seksual, namun kini UU TPKS berisi 9 jenis kekerasan seksual. Sebagaimana dilansir dari Detik, terdapat 9 jenis kekerasan seksual yang diatur di dalam Pasal 4 ayat 1, yakni sebagai berikut.

Pasal 4

(1)    Tindak Pidana Kekerasan Seksual

  1. Pelecehan seksual nonfisik
  2. Pelecehan seksual fisik
  3. Pemaksaan kontrasepsi
  4. Pemaksaan sterilisasi
  5. Pemaksaan perkawinan
  6. Penyiksaan seksual
  7. Ekploitasi seksual
  8. Perbudakan seksual, dan
  9. Kekerasan seksuual berbasis elektronik.

Pada rapat paripurna dalam pembahasan tingkat I, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu penentang RUU TPKS. Hal ini disebabkan oleh frasa yang tak disetujui, yakni "persetujuan untuk melakukan hubungan seksual" serta mengenaik kekerasa seksual atas dasar pilihan orientasi seksual berbeda. Tak hanya itu, PKS pun tak setuju dengan pasal mengenai pemaksaan perkawinan dan aborsi.

Namun pada hari ini, Selasa 12 April 2022, Ketua DPR RI Puan Maharani menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan UU TPKS ini. Rapat paripurna ini terllihat dihadiri oleh beberapa koalisi LSM perempuan dan kalangan aktivis, seperti Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual dan LBH APIK.

Pengesahan ini didukung dengan persetujan seluruh fraksi yang hadir untuk menjadikan RUU TPKS sebagai produk undang-undang. "Apakah RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual disahkan menjadi undang-undang?" tanya Puan. Peserta sidang pun menyetujuinya, "Setuju," jawab para peserta.

Digital Dokterid
Apr 12  -  2 min read