Your browser does not support JavaScript!
5 Tanda Kamu Berada Di Dalam Rebound Relationship Menurut Ekspert
5 Tanda Kamu Berada di Dalam Rebound Relationship Menurut Ekspert

Pernah merasa bahwa hubungan kamu tidak jelas? Atau merasa pasangan kamu belum sepenuhnya berpaling dari mantan kekasihnya? Bisa jadi kamu berada di dalam rebound relationship.

Menurut pekerja sosial klinis berlisensi, Micaela Stein rebound relationship didefinisikan dengan berada di suatu hubungan yang terbentuk berdasarkan hasil reaksi dari hubungan sebelumnya, di saat salah satu atau kedua belah pihak masih memiliki keterkaitan dengan hubungan sebelumnya.

"Hubungan rebound biasanya singkat, dan biasanya membingungkan secara emosional sebagaimana salah satu pihak masih belum jelas apa yang mereka inginkan dan masih memiliki keterikatan secara emosional dengan masa lalu mereka," tutur Stein.

Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban rebounding ataupun pelaku rebounding di dalam hubungan yang mereka jalani. Lantas apa saja tanda untuk mengetahui bahwa kamu sedang berada di dalam rebound relationship?

  • Baru putus hubungan

Menurut Stein, salah satu tanda yang pasti bahwa kamu berada di dalam rebound relationship adalah pasangan kamu baru saja keluar dari suatu hubungan yang serius. Meskipun pasangan kamu telah mengatakan kepadamu bahwa mereka sudah move on dari mantannya, namun sangat memungkinkan kalau kamu hanya sebatas rebound-nya.

"Jika mereka mengatakan bahwa hubungan sebelumnya baru saja berakhir dan mengatakan bahwa mereka telah move on dan belagak seperti senang namun terlihat seperti menutupi perasaan sakit yang dialaminya, bisa jadi kamu adalah rebound mereka," ucap sexologist dan relationship expert Sadie Allison, PhD.

  • Tidak tahu penyebab berakhirnya hubungan

Bila pasangan kamu tidak mengetahui alasan dari berakhirnya hubungan mereka di masa lalu, maka ini bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang berada di dalam rebound relationship. "Ini biasanya memberitahu kepada kita bahwa pasangan kita belum melakukan banyak cerminan dan tidak sadar akan hubungan sebelumnya," kata Vienna Pharaon, terapis keluarga dan pernikahan berlisensi.

  • Membandingkan dengan mantan

Tanda lain bahwa kamu berada di dalam rebound relationship adalah pasangan kamu kerap membandingkan kamu dengan mantan kekasihnya, baik membandingkan bahwa kamu lebih baik maupun lebih buruk dari mantannya.

"Jika kamu merasa hal tersebut sebagai kompetisi, itu mungkin disebabkan oleh bagaimana seseorang membuktikan entah bahwa akhirnya itu keputusan yang baik – karena kamu lebih baik dari mantannya – atau mereka khawatir kalau mereka mengambil keputusan yang salah karena menetapkan mantan mereka sebagai patokan," ucap Pharaon.

  • Tidak mau terbuka

Hubungan yang baru merupakan tentang eksplorasi untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Ketika pasangan kamu bersikap tertutup kepadamu, maka itu menandakan bahwa hubungan yang kamu jalani hanya sebatas rebound.

"Mungkin mereka terlihat amat menyukai kamu, menghabiskan banyak waktu denganmu, namun terlihat seperti tidak menjadi diri mereka sendiri atau tidak membiarkan kamu masuk ke dalam hidup mereka," jelas Allison.

  • Memamerkan diri kamu ke dunia dengan cepat

Tentu kamu merasa senang ketika menjalani suatu hubungan baru dan ingin mengumumkannya kepada dunia dengan segera, namun hal tersebut justru menjadi pertanda buruk. 

"Itu normal di dalam hubungan yang baru untuk memamerkan pasangan kamu ke dunia – namun dikatakan normal jika kamu sudah yakin bahwa hubungan kamu itu kukuh dan terjamin," ungkap terapis seks Stephen Snyder, MD.

 

Konsultasikan masalah hubungan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

Digital Dokterid
Feb 03  -  3 min read