Your browser does not support JavaScript!
 08 Dec 2019    16:00 WIB
Deteksi Kanker Payudara Dengan Mammografi
Seperti yang kita ketahui penyakit kanker payudara adalah pembunuh nomor satu di Indonesia pada wanita, menggantikan posisi kanker leher rahim yang dahulunya pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Ada beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara. Salah satunya adalah mammografi. Berikut adalah penjelasan mengenai mammografi untuk membantu Anda yang ingin melakukan pemeriksaan tersebut:   Apa yang dimaksud dengan mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan sederhana dengan menggunakan mesin X-ray. Dengan menggunakan mesin mammografi tersebut, payudara ditempatkan di antara dua plat dari mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan. Keadaan ini mungkin menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, namun hal ini penting untuk mendapatkan hasil gambar yang baik. Penekanan tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Seluruh prosedur mammografi biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.   Mammografi merupakan pemeriksaan paling utama untuk melakukan deteksi kanker payudara pada stadium awal. Meskipun hasil dari mammografi tidak 100% akurat, namun mammografi merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara   Kapankah seorang wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan pada wanita mulai usia 35 tahun atau yang sudah menyusui Seberapa sering harus melakukan pemeriksaan mammografi? Sebaiknya dilakukan dua tahun sekali pada usia 35-50 tahun, dilakukan satu tahun sekali untuk usia diatas 50 tahun. Siapa sajakah yang sebaiknya melakukan pemeriksaan mammografi? Disarankan untuk semua wanita mulai usia 35 tahun, dengan atau tidak memiliki faktor risiko Apa yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan mammografi? Hasil dari mammografi adalah film (mammogram) yang akan dibacakan oleh dokter ahli radiologi Setelahnya Anda akan dikonsultasikan kepada dokter bedah atau dokter bedah onkologi   Sumber: medindia   
 29 Nov 2019    18:00 WIB
5 Cara Ini Dijamin Buat Wanita “Basah” Saat Bercinta, Berani Coba?
Saat bercinta, untuk memudahkan penetrasi maka dibutuhkan kondisi "basah" dari wanita. Yang berarti lubrikasi dari wanita yang cukup. Namun ada kondisi dimana terkadang wanita mengalami kekeringan dan hal ini bisa mengganggu saat berhubungan intim. Dimana saat dilakukan penetrasi, wanita akan mengalami nyeri dan pria pun juga merasa tidak nyaman.Banyak orang berpikir mereka tahu bagaimana cara membuat wanita "basah" dan mungkin termasuk Anda yang sangat yakin bisa membuat wanita mengalami hal tersebut. Namun yakinkah Anda??? Untuk membantu Anda mendapatkan malam-malam yang sempurna dibawah ini merupakan tips yang dapat Anda ikuti untuk membuatnya selalu "basah": 1.      Bersikap baikWanita adalah makhluk yang berbeda dengan pria, apabila untuk membuat pria "on" maka dengan melihat pasangan Anda berpakaian seksi saja sudah cukup. Namun untuk wanita, maka Anda para pria harus bisa bersikap baik kepadanya. Malam ini berilah kejutan manis untuk pasangan Anda seperti membelikan makanan kesukaannya, mengajaknya berkencan atau membantu pekerjaan rumah tangga. Anda tidak perlu membeli hadiah mahal dan bunga. Cukup memperlakukan dia dengan hormat, maka dia akan merasa lebih nyaman dan akan cepat "basah". 2.      Mencium seluruh bagian tubuhnyaMenciumnya di mana-mana. Sebelum Anda para pria langsung menuju bagian intimnya, cobalah untuk mencium bagian atas tubuhnya. Sebuah cara yang pasti bisa membuat wanita "basah" adalah mulai secara perlahan-lahan mencium bagian belakang telinga dan lehernya. Kemudian Anda bisa mencium terus sampai kebawah,  yaitu payudara dan perutnya. Cara ini bisa membuat wanita menjadi bergairah, saat Anda terus memberikan ciuman-ciuman kecil ini, terutama saat Anda mencium bagian dalam pahanya. Dan pada saat Anda sampai ke bagian intimnya, maka kondisi disitu "basah kuyup". 3.      Pijatan lembutUntuk membuat wanita mengalami "basah" yang cukup, maka Anda harus membuatnya merasa nyaman dan santai. Hal ini akan membuatnya merasa bahwa Anda menghargainya dan juga membuatnya cepat "basah". Caranya adalah dengan memberikan pijatan yang lembut. Gunakan lotion yang mengandung aroma yang membangkitkan gairah seperti vanila, lakukan pijatan lembut, untuk meregangkan otot-ototnya.Pijatan lembut akan membuatnya lebih santai dan juga saat Anda menyentuh bagian intimnya akan membuatnya merasa bergairah dan juga cepat "basah". 4.      Mainkan jari AndaUntuk benar-benar membuat wanita mengalami "basah", maka lakukan dengan perlahan. Karena bila Anda terlalu cepat ke menu utama maka dipastikan dia belum siap dan bagian intimnya masih kering.Untuk itu, sebelum Anda sampai ke menu utama. Mainkanlah jari-jari Anda untuk meraba di bagian intim dan membangkitkan gairahnya. Sekali lagi, mulailah secara perlahan benar-benar membuatnya "basah". 5.      Dengarkan diaDengarkan dia. Ok guys, ini adalah salah satu hal yang penting. Dengarkan apa yang dia katakan, sehingga Anda akan benar-benar tahu apa yang bisa membuatnya "basah". Seperti bila dia mengatakan dia menyukainya ketika Anda berbisik di telinganya, maka itu adalah petunjuk untuk berbisik ketelinganya untuk membuatnya "basah". Jadi Anda para pria, dengarkanlah apa yang wanita Anda butuhkan. Cara diatas adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda "basah". Namun perlu Anda ingat bila Anda melakukan hubungan dengan bukan pasangan resmi Anda, maka kondisi "basah" justru meningkatkan kemungkinan untuk menularkan penyakit menular seksual. Sehingga berhati-hatilah, lebih baik hindari risiko tersebut!!!   Baca juga: 7 Manfaat Pijatan Untuk Kesehatan Tubuh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mademan
 27 Nov 2019    18:00 WIB
8 Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Intim dan Cara Mengatasinya
Selalu atau kadang merasa nyeri saat berhubungan intim ternyata merupakan hal yang sering dialami oleh para wanita. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2009, sekitar 30% wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Akan tetapi, hanya karena hal ini sering ditemui bukan berarti keluhan yang satu ini bisa dianggap wajar dan normal. Nyeri saat berhubungan intim tidak hanya dapat merusak momen kebersamaan dengan pasangan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai konsekuensi lain seperti merasa takut saat berhubungan intim, gairah seksual yang rendah, dan hilangnya keintiman di antara Anda dan pasangan. Nyeri merupakan salah satu cara tubuh Anda memberitahu bahwa ada yang salah di dalamnya. Keluhan ini merupakan pertanda bagi Anda untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh Anda. Banyak wanita sering menganggap remeh keluhan ini, akan tetapi jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama. Setiap wanita harus tahu bahwa rasa nyeri yang Anda rasakan adalah nyata dan perlu segera dicari tahu penyebabnya. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja yang dapat memicu terjadinya nyeri saat berhubungan intim dan bagaimana cara mengatasinya.   Kurang Pemanasan Berbeda dengan pria, wanita lebih sulit merasa bergairah dan membutuhkan pemanasan yang lebih lama. Untuk mengatasinya, jadikan pemanasan sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Bagi sejumlah wanita, pemanasan dapat berarti berciuman dan bermesraan dengan pasangannya. Bagi wanita lainnya, pemanasan dapat berarti menonton film porno bersama pasangan atau stimulasi oral. Mengetahui apa yang membuat Anda merasa bergairah merupakan kunci untuk meningkatkan aliran darah ke daerah kemaluan, yang berarti meningkatkan lubrikasi.   Kurang Lubrikasi Bila vagina Anda tidak cukup "basah" saat penetrasi penis, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa nyeri. Jaringan vagina membutuhkan waktu sekitar 5-7 menit untuk benar-benar terlubrikasi. Selain itu, mandi air hangat atau berendam air hangat juga dapat membuat jaringan vagina kering. Pil alergi dan pil KB dosis rendah juga memiliki efek yang sama pda jaringan vagina. Bila vagina Anda sering kering, ada baiknya bila Anda menyediakan cairan lubrikan di rumah Anda. Jadi, Anda dapat menggunakannya saat diperlukan.   Stress dan Tegang Pekerjaan Anda membuat Anda sangat sibuk dan Anda membawa rasa stress ini ke dalam kamar tidur Anda. Merasa rileks merupakan hal yang paling penting bagi seorang wanita agar siap dan merasa tertarik untuk berhubungan intim. Solusinya adalah buang rasa stress Anda sebelum mulai berhubungan intim. Salah satu caranya adalah dengan saling memijat atau mengikuti kelas yoga.   Ukuran Tidak Sesuai Bagi sedikit pasangan, ketidaksesuaian antara ukuran liang vagina dengan ukuran penis dapat menyebabkan sang wanita merasa nyeri saat berhubungan intim, misalnya karena penis pasangan terlalu besar atau karena vagina Anda terlalu kecil. Pada beberapa kasus, penggunaan cairan lubrikasi dapat membantu. Akan tetapi, bila penis mengenai leher rahim (serviks) atau menyebabkan luka lecet, maka mengganti posisi bercinta mungkin dapat membantu.   Baca juga: Sering Tersedak Saat Melakukan Seks Oral? Lakukan Hal Ini!   Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual, yang paling sering adalah herpes genitalis, trikomoniasis, dan infeksi jamur dapat membuat hubungan intim terasa tidak nyaman. Bahkan pada wanita yang tidak mengalami atau tidak menyadari gejala infeksi dapat mengalami perubahan kecil pada daerah vaginanya, yang akan membuat hubungan intim terasa nyeri. Sebagian besar penyakit menular seksual mudah dikendalikan atau disembuhkan. Pemeriksaanya pun mudah untuk dilakukan. Jika Anda merasa nyeri saat berhubungan intim, beritahu dokter Anda dan lakukan pemeriksaan yang diperlukan.   Endometriosis Endometriosis merupakan suatu keadaan di mana jaringan rahim mulai bertumbuh di luar area rahim. Endometriosis mengenai sekitar 7% wanita. Endometriosis dapat menyebabkan terjadinya nyeri saat berhubungan intim, di mana nyeri yang dirasakan sangat hebat. Untuk mengatasi endometriosis, prosedur pembedahan mungkin harus dilakukan. Jadi, bila Anda merasa nyeri saat menstruasi dan nyeri saat berhubungan intim, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita endometriosis, dianjurkan agar Anda segera melakukan pemeriksaan ke seorang dokter.   Irritable Bowel Syndrome Walaupun irritable bowel syndrome merupakan gangguan saluran pencernaan, akan tetapi gangguan ini dapat menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Jadi, bila Anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti kram perut, sering sembelit, dan atau diare; serta mengalami nyeri saat berhubungan intim, maka kedua hal ini mungkin berhubungan. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai apa pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan pencernaan Anda tersebut, misalnya mengubah pola makan, obat-obatan, mengurangi stress, dan terapi perilaku. Tidak diketahui apa sebabnya, bila gangguan pencernaan diobati, maka keluhan nyeri saat berhubungan intim pun akan berkurang.   Perubahan Pada Vagina Perubahan yang terjadi pada vagina selama masa menopause tidak hanya menyebabkan vagina menjadi kering, terutama bila Anda telah benar-benar memasuki masa menopause. Beberapa bagian dari vagina dan vulva dapat menjadi sangat sensitif. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai pengobatan apa yang dapat membantu mengurangi gejala menopause yang Anda alami.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 21 Nov 2019    18:00 WIB
Bingung, Cara Membuat Istri Orgasme ?
Merasa bingung mengapa istri Anda tampaknya sulit sekali mencapai orgasme? Apakah ada yang salah dengan cara Anda atau justru ada gangguan pada organ kewanitaan istri Anda? Sebelum Anda mulai berpikir negatif, ada baiknya bila Anda mempelajari 10 pengetahuan dasar tentang orgasme wanita di bawah ini terlebih dahulu.   Hentikan Obsesi Anda dan Istri Untuk Selalu Mencapai Orgasme Seperti halnya Anda sebagai pria takut mencapai orgasme dan berejakulasi terlalu dini, para wanita pun merasakan ketakutan yang sama bila ia membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mencapai orgasme. Hal ini dapat membuatnya sering berpura-pura mencapai orgasme atau bahkan memutuskan untuk sama sekali tidak mencapai orgasme. Apa solusinya? Berhentilah merasa terobsesi untuk selalu mencapai orgasme, baik Anda maupun pasangan Anda. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia, merasa rileks merupakan salah satu cara terpenting untuk membuat seorang wanita mencapai orgasme. Jadi, setiap kali Anda dan istri berhubungan intim, jangan selalu terburu-buru. Buatlah diri Anda dan istri Anda menikmati setiap detiknya. Dengan demikian, istri Anda pun akan segera mencapai orgasme.   Istri Merasa Senang = Mudah Mencapai Orgasme Tahukah Anda bahwa pengalaman seks terbaik biasanya bukan dimulai dari saat Anda dan pasangan bercumbu tetapi jauh sebelum itu? Membuat istri Anda tertawa dengan melakukan berbagai hal konyol (perlu diingat bahwa rumah yang kotor dan berantakan akan membuatnya kehilangan gairah untuk berhubungan intim). Jadi buatlah si dia tertawa dan senang sepanjang hari.   Beritahu Betapa Indah Tubuhnya Sebagian besar wanita seringkali merasa khawatir mengenai penampilan dan bentuk tubuhnya setiap kali ia berhubungan intim dengan pasangannya. Bahkan sebuah penelitian baru menemukan bahwa wanita yang merasa malu akan bentuk tubuhnya lebih sulit mencapai orgasme. Jadi, bila Anda ingin membuat si dia lebih cepat mencapai orgasme, jangan ragu untuk memuji bentuk tubuhnya yang indah tersebut.   Mainkan Payudaranya Saat pemanasan, mainkanlah payudaranya dengan lembut, jangan hanya memfokuskan perhatian Anda pada puting susunya saja, tetapi juga pada seluruh payudaranya. Hal ini dikarenakan seluruh payudara justru lebih sensitif daripada puting susu (bila putting susu belum distimulasi). Setelah istri Anda merasa bergairah, maka darah pun akan mengalir ke dalam puting susunya, yang akan membuatnya menjadi lebih sensitif.   Ubah Gerakan Anda Untuk memaksimalkan kepuasan istri Anda, tingkatkan jumlah kontak Anda dengan berbagai area sensitif pada tubuhnya. Saat Anda melakukan penetrasi, fokuskanlah gerakan Anda pada gerakan naik-turun, bukannya gerakan keluar-masuk. Dengan demikian, Anda pun dapat menstimulasi klitorisnya dengan maskimal.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Wanita Selalu Mencapai "Big O" Saat Bercinta   Ketahui Tanda-tanda Si Dia Akan Mencapai Orgasme Saat Anda melakukan pemanasan, mulailah dengan perlahan (jangan langsung menyerang istri Anda), sambil memperhatikan bagaimana reaksinya. Dengan melakukan hal ini, Anda pun dapat mengetahui gerakan apa yang ia sukai dan tidak sukai. Selain itu, perhatikan juga warna kulit bibir vagina dan otot perutnya. Saat seorang wanita akan mencapai orgasme, bibir vaginanya biasanya akan menjadi lebih gelap karena peningkatan volume darah. Otot perutnya pun akan mengeras.   Ikuti Petunjuknya Berbeda dengan pria yang tidak dapat diinterupsi saat akan mencapai orgasme, para wanita bisa. Jadi, saat istri Anda tampaknya sudah akan mencapai orgasme, jangan coba-coba mengganti gaya atau gerakan atau bahkan berhenti karena hal ini dapat membuat istri Anda batal mencapai orgasme.   Biarkan Si Dia Mencapai Orgasme Terlebih Dahulu Bagi banyak wanita, terutama mereka yang memiliki klitoris yang sangat sensitif, akan lebih baik bila mereka terlebih dahulu mencapai orgasme. Hal ini dikarenakan stimulasi berlebihan pada klitorisnya saat Anda melakukan penetrasi, dapat membuat klitorisnya menjadi terlalu nyeri atau malah mati rasa atas berbagai stimulasi seksual. Jadi, puaskanlah istri Anda sebelum Anda memulai penetrasi.   Perlu diketahui bahwa ambang batas orgasme seorang wanita biasanya akan menurun setelah ia berhasil mencapai orgasmenya yang pertama, yang berarti si dia lebih mudah mencapai orgasme pada kesempatan berikutnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 09 Nov 2019    16:00 WIB
Ini Tanda Wanita Masuk Masa Subur
Masa subur pada wanita adalah masa terjadinya ovulasi, dimana sel telur dilepaskan dari indung telurnya dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini kemudian di simpan dalam saluran indung telur, menunggu dibuahi. Penting untuk Anda sebagai seorang wanita untuk mengetahui kapan masa subur anda, terlebih jika anda sedang berusaha untuk hamil, karena wanita yang dalam masa suburnya memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya kehamilan. Dalam siklus yang terjadi 14 hari setelah menstruasi pertama tersebut, wanita sering mengalami hal yang tidak nyaman. Beberapa wanita yang mengalami hal tersebut dikarenakan adanya perubahan hormon, sehingga kerap mengalami nyeri perut. Meski demikian, keluhan itu akan hilang bersamaan dengan usainya masa subur, tetapi beberapa wanita merasa tidak nyaman hingga berlanjut sampai menstruasi selesai. Bila keluhan tersebut muncul, maka sudah selayaknya untuk berkonsultasi pada dokter. 1.       Perut bagian bawah sedikit nyeri Rasa nyeri seperti ditarik tersebut merupakan akibat aktivitas indung telur. Ketidaknyamanan ini terjadi sebelum menstruasi merupakan sebagai sinyal seorang wanita sedang dalam masa subur. Sedangkan beberapa wanita, rasa nyeri ini berlanjut saat dirinya mengalami menstruasi. 2.       Perut terasa kembung Jika Anda merasa celana yang Anda pakai semakin sempit padahal Anda sedang tidak hamil atau tidak sedang mengalami penambahan berat badan, bisa jadi Anda sedang memasuki masa subur. Pada masa subur, tubuh Anda akan menyimpan cairan lebih banyak sehingga perut akan terasa lebih kembung. 3.       Suhu tubuh meningkat Wanita yang dalam masa subur biasanya memiliki suhu tubuh yang meningkat sekitar 1-2 derajat dibanding biasanya. Bila suhu wanita dalam keadaan normal sekitar 35-36 derajat celsius, maka ketika wanita subur suhu tubuhnya meningkat sekitar 37-38 derajat celsius. Peningkatan suhu tubuh diakibatkan terbentuknya progesteron yang berfungsi menyiapkan jaringan dalam rahim. Jaringan ini nantinya menerima sel telur yang telah dibuahi dan kelak menjadi janin. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh yang hanya sedikit ini kerap kali sulit dilakukan jika tidak teratur mengukur suhu tubuh. Karena itu disarankan agar wanita setiap pagi sehabis bangun tidur untuk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. 4.       Peningkatan produksi cairan vagina Setiap bulannya wanita mengalami peningkatan produksi cairan, akibat perubahan hormon ketika memasuki masa subur. Cairan jernih, licin, dan elastis. Peningkatan produksi dimaksudkan mempermudah sperma memasuki tuba falopii dan membuahi ovum. 5.       Wanita merasa lebih bergairah Wanita akan meras lebih bergairah saat memasuki masa subur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon lutein pada puncak masa subur dan beberapa hari sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. 
 30 Oct 2019    18:00 WIB
Bagaimana Cara Membuat Istri Anda Bergairah
Untuk wanita berhubungan seksual biasanya lebih sedikit rumit dibandingkan dengan pria. Mungkin bagi pria berhubungan seksual bisa kapan saja dan dimana saja. Namun untuk wanita memerlukan perasaan yang lebih tenang, keadaan yang lebih romantis, saat tidak lelah atau banyak pikiran. Untuk Anda para pria yang bingung bagaimana cara membuat istri Anda lebih bergairah. Berikut cara yang dapat Anda ikuti: 1.      Mulai dari kepala Gairah wanita sedikit lebih rumit bila dibandingkan dengan pria. Apabila Anda ingin agar istri Anda lebih bergairah bukan dengan langsung menyentuh tubuhnya. Pertama Anda harus membuat istri Anda merasa Anda membutuhkannya. Bertanya kepadanya sesuatu yang tidak berhubungan dengan seks. Tanyakan apa yang dia sukai buatlah dia merasa tenang. 2.      Bantu pekerjaannya Apabila istri Anda membutuhkan bantuan Anda misal membetulkan kran air yang rusak, maka sebaiknya Anda segera melakukannya. Hal ini akan membuat istri Anda senang dan memberikan "hadiah" pada Anda. 3.      Buat istri Anda relaks dan nikmati waktu bersamanya Anda bisa mengatur waktu untuk jalan-jalan nonton bioskop, makan malam bersama atau bersantai dirumah menonton film yang romantis dengan ditemani lilin aromaterapi sehingga suasana makin romantis 4.      "Sentuh" dia tidak hanya dikamar Saat Anda bersamanya seperti nonton TV, makan bersama Anda bisa memberikan sentuhan yang lembut. 5.      Apabila Anda memiliki anak, urus bersama Mengurus anak bukan tugas istri Anda saja namun tanggung jawab bersama. Dengan membantunya mengurus anak hal ini akan membuat istri Anda semakin sayang dan mau mengerti "keinginan" Anda. Sumber: getawingman
 05 Oct 2019    18:00 WIB
13 Hal Tentang Wanita yang Harus Diketahui Oleh Pria
1. Wanita Menyukai Pria yang Sensitif Wanita menghargai pria yang sensitif, terutama saat mereka merasa sedih. Menemaninya saat menangis dapat makin mendekatkan hubungan anda dan pasangan.   2. Wanita Menyukai Pria yang Sopan Sebagian besar wanita menyukai bila pasangannya membukakan pintu untuknya dan bahkan membantu menarik kursinya saat ia akan duduk. Jangan ragu-ragu atau malu untuk bersikap romantis dan sopan pada pasangan anda.   3. Pakailah Pakaian yang Disukai Oleh Pasangan Anda Perhatikan dan gunakanlah pakaian yang disukai oleh pasangan anda. Berdasarkan penelitian, saat pria menggunakan pakaian berwarna merah, anda terlihat lebih jantan, menarik, dan bahkan dapat pasangan anda bergairah.   4. Wanita Menyukai Pria yang Perhatian Setiap wanita menyukai pria yang baik, terutama bila pria tersebut perhatian dan sensitif. Wanita sangat senang bila saat mereka marah atau lelah saat pulang kerja, anda berusaha melakukan sesuatu untuk membuat mereka merasa lebih baik.   5. Jangan Hanya Mengangguk Jika ada sesuatu masalah yang sedang dialami oleh pasangan anda, maka yang paling ia butuhkan saat itu bukanlah nasehat anda mengenai berbagai jalan keluar terhadap permasalahan tersebut, tetapi telinga anda dan hati anda yang mau mendengarkan semua keluhan dan cerita mereka dengan penuh perhatian. Perlu diingat bahwa pasangan anda juga ingin tahu bahwa anda mendengarkan mereka dengan sungguh-sungguh. Mengganggukan kepala saja tidak cukup. Pasangan anda ingin agar saat ia bercerita anda pun memberikan reaksi dengan merespon perkataannya, tetapi ingat jangan coba untuk menasehati pasangan anda. 6. Ketahuilah Apa yang Disukai Pasangan Anda Saat Berhubungan Seksual Tidak seperti pria yang terburu-buru dalam berhubungan seksual, wanita menginginkan adanya suatu "pemanasan" sebelum benar-benar memulai hubungan seksual. Selain itu, tanyakanlah pada pasangan anda mengenai apa yang ia sukai saat berhubungan seksual.   7. Wanita Merasa Bersalah Bila Pasangannya Tidak Puas Saat anda tidak dapat mencapai ejakulasi, pasangan anda dapat merasa bersalah. Ia mungkin khawatir bahwa anda tidak lagi tertarik padanya. Pada keadaan ini, wanita ingin agar pasangannya menyakinkannya bahwa anda masih tertarik padanya dan tetap menginginkannya. Selain itu, pasangan anda juga mungkin menanyakan apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Masalah ini merupakan hal yang sensitif, tetapi dengan membicarakannya bersama pasangan, maka dapat membantu anda dan menjaga hubungan anda dan pasangan tetap dekat.   8. Wanita Suka Meniru Perilaku Pasangannya Pernahkah anda menyadari bahwa pasangan anda seringkali memesan makanan yang sama dengan anda, atau mengenakan pakaian yang warnanya merupakan warna favorit anda, atau tersenyum saat anda juga tersenyum padanya ? Hal ini merupakan salah satu cara pasangan anda mengatakan bahwa ia mencintai anda.   9. Wanita Menyukai Bau Badan Pasangannya Apakah anda pernah melihat pasangan anda menciumi pakaian anda ? Berdasarkan beberapa penelitian, bau badan pria memiliki efek yang dapat membuat wanita merasa lebih santai dan relaks.   10. Wanita Suka Dipuji Wanita sangat senang bila pasangannya memuji mereka dan memperhatikan perbedaan yang mereka lakukan tanpa perlu diberitahu. Misalkan saat ia mengenakan baju tertentu atau mengubah potongan rambutnya, puji dan beritahu pasangan anda bahwa anda menyadari perubahan tersebut.   11. Lihatlah Pasangan Anda Wanita menyukai kontak mata saat berbicara dengan pasangannya dan bahkan saat berhubungan seksual. Hal ini dapat memperdalam dan mendekatkan hubungan anda dan pasangan anda.   12. Ketahuilah Saatnya Wanita akan memberitahu anda saat mereka sudah siap untuk memiliki suatu komitmen dengan anda. Ia tidak akan mengatakannya secara langsung pada anak, perhatikanlah tandanya dan jangan lewatkan kesempatan tersebut.   13. Tetaplah Romantis Wanita menyukai pria yang romantis, akan tetapi jangan kehilangan romantisme tersebut setelah lama menjalin hubungan. Romantisme merupakan sesuatu yang selalu pasangan anda harapkan, baik setelah anda berhubungan selama beberapa bulan atau puluhan tahun.   Sumber: webmd
 07 Sep 2019    08:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit yang sering terjadi pada orang lanjut usia, walapun sekarang ini juga banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor resiko Alzheimer. Faktor resiko ini terbagi menjadi dua, yaitu yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.   Faktor Resiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi 1.      Usia Alzheimer lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, resikonya semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. 2.      Riwayat Keluarga Bila anda mempunyai keluarga yang menderita Alzheimer, maka anda mempunyai resiko yang lebih tinggi. 3.      Faktor Genetik Adanya gen APOE (apolipoprotein E) meningkatkan resiko terkena Alzheimer 3-8 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai gen ini. 4.      Jenis Kelamin Wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada pria.   Faktor Resiko yang Dapat Dimodifikasi 1.      Gangguan Pembuluh Darah Berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis dapat meningkatkan resiko Alzheimer. Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya stroke yang merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya demensia. 2.      Riwayat Cedera Kepala Cedera kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. 3.      Gangguan Tidur Berbagai penyakit dan hal yang menyebabkan gangguan tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer, misalnya sindrom tidur apnea. 4.      Faktor Hormonal Terapi sulih hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer.
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail
 31 Jan 2019    11:00 WIB
Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Haid!
Endometriosis merupakan penyakit kornik. Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim. Endometriosis dapat tumbuh pada indung telur, saluran telur, dinding luar rahim, usus, atau berbagai organ lain di dalam perut. Pada kasus yang jarang, endometriosis juga dapat menyebar hingga ke luar perut. Saat seorang wanita yang menderita endometriosis mengalami menstruasi, maka endometriosis juga akan mengalami pertumbuhan, kehancuran, dan perdarahan seperti halnya dinding rahim saat menstruasi. Keadaan inilah yang membuat penderita merasakan nyeri perut beberapa hari sebelum waktu menstruasi dan nyeri ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat menstruasi selesai. Akan tetapi, bila endometriosis tumbuh di area tubuh yang sensitif, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri konstan atau nyeri saat melakukan beberapa aktivitas seperti saat berhubungan intim, berolahraga, atau pergerakan usus. Beberapa orang wanita yang menderita endometriosis dapat tidak mengalami gejala apapun. Sementara sejumlah wanita lainnya mungkin akan mengalami gejala ringan hingga berat atau bahkan mengalami kemandulan. Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memprediksi apakah endometriosis akan semakin memburuk, membaik, atau tetap sama hingga seorang wanita memasuki masa menopause.   Gejala Endometriosis Sejumlah wanita yang menderita endometriosis dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, sejumlah wanita lainnya mungkin dapat mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala endometriosis yang biasa ditemukan adalah: Nyeri yang dapat berupa nyeri panggul, kram perut hebat saat menstruasi, nyeri pinggang 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai (atau lebih cepat), nyeri saat berhubungan intim, nyeri di daerah anus, dan nyeri perut saat ada pergerakan usus Gangguan kesuburan Perdarahan abnormal, seperti adanya darah di dalam air kemih atau tinja, perdarahan per vaginam di sebelum masa menstruasi dimulai, dan perdarahan per vaginam paska hubungan intim Berbagai gejala ini paling sering memburuk tepat sebelum dan selama masa menstruasi berlangsung. Gejala biasanya akan membaik saat masa menstruasi selesai. Akan tetapi, sejumlah wanita, khususnya para remaja, dapat mengalami nyeri di sepanjang waktu. Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama dengan endometriosis. Gangguan kesehatan lain tersebut adalah menstruasi yang memang nyeri, adenomiosis, dan mioma uteri.   Gangguan Kesuburan Sekitar 20-40% wanita yang mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan menderita endometriosis. Hingga kini para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa endometriosis dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Para ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh 2 hal, yaitu: Dapat terbentuk jaringan parut pada daerah tempat endometriosis tumbuh dan perubahan bentuk atau fungsi indung telur, saluran telur, atau rahim Endometriosis dapat mengubah susunan zat kimia dan hormon di dalam cairan yang mengelilingi organ di dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi atau mencegah terjadinya kehamilan   Gangguan Indung Telur Komplikasi yang paling sering ditemukan pada endometriosis adalah terbentuknya kista pada indung telur. Kista berisi darah ini biasanya disebut dengan kista endometrial. Ukuran kista ini dapat bervariasi mulai dari 1 mm hingga lebih dari 8 cm. gejala kista indung telur ini biasanya sama dengan gejala endometriosis. Selain itu, resiko terjadinya kanker indung telur sedikit lebih tinggi pada wanita yang menderita endometriosis. Kanker indung telur jenid ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia lebih dari 60 tahun.   Baca juga: 5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd