Your browser does not support JavaScript!
 07 Apr 2018    16:00 WIB
5 Alasan Sulit Hilangkan Lemak di Area Perut
Memiliki berat badan yang ideal adalah impian semua orang. Banyak orang yang bermasalah dengan berat badan. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Terutama untuk menghilangkan lemak di area perut. Tidak peduli seberapa keras usah Anda untuk menghilangkan lemak di perut Anda, lemak tersebut tidak pernah bergeming. Tapi jangan menyerah dahulu.   Mungkin ada beberapa alasan mengapa lemak di perut Anda tak kunjung hilang, seperti: Usia bisa menjadi alasan Seiring pertambahan usia, akan terjadi perubahan  pada tubuh  dan  Human Growth Hormone (HGH) mulai turun. HGH adalah hormon penting yang membantu metabolisme lemak dan  membangun otot. Oleh karena itu penurunan berat badan jauh lebih sulit ketika seseorang semakin tua. Anda melakukan latihan yang salah  Banyak orang melakukan  latihan kardio dalam sebagian besar sesi latihan mereka. Melakukan latihan  kardio seperti treadmill dan berjalan hampir tidak berpengaruh terhadap ukuran pinggang Anda. Sebaliknya, apabila melakukan latihan kardio dan latihan beban yang seimbang, hal ini berguna untuk mengurangi lemak di perut. Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana dan mengapa tidur mempengaruhi berat badan Anda? Namun dalam kenyataannya, tidur mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Apabila Anda tidak tidur yang cukup, hal ini secara langsung dapat mempengaruhi metabolisme Anda. Sehingga akan menyebabkan tubuh Anda membakar lebih sedikit lemak dan meningkatkan nafsu untuk memakan makanan. Pastikan bahwa Anda tidur setidaknya 8 jam setiap malam untuk membantu tubuh Anda dapat berfungsi normal kembali. Kelola stress Anda Stress menyebabkan tubuh Anda memproduksi kortisol (hormon stress). Hormon ini dikenal dapat menguras otot dan membuat tubuh Anda lebih mudah menyimpan lemak di area perut. Hal ini juga dapat memperbesar sel-sel lemak Anda sehingga membuat mereka menyimpan lebih banyak lemak. Oleh karena itu, mengelola stress merupakan faktor penting ketika mencoba untuk menghilangan lemak perut atau berat pada umumnya. Anda makan makanan yang salah Tubuh akan bereaksi secara berbeda terhadap makanan yang berbeda. Makan terlalu banyak makanan olahan dan makanan cepat saji akan menimbulkan masalah untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Mengkonsumsi terlalu banyak lemak juga akan membuat Anda sulit menghilangkan lemak di perut Anda.      Sumber: healthmeup
 24 Jan 2018    08:00 WIB
Ingin Selalu Tampak Awet Muda? Cobalah Tips Berikut Ini…
Banyak orang, terutama para wanita, ingin selalu tampil awet muda berapa pun usia mereka. Nah bagi Anda para wanita dan pria yang ingin tetap tampil awet muda walaupun usia terus bertambah, di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda.   Jangan Lupa Tersenyum Pada sebuah penelitian, para ahli meminta para peserta untuk menebak berapa usia orang yang berada dalam foto yang ditunjukkan. Hasilnya adalah ekspresi wajah netral membuat hampir semua tebakan para peserta benar, ekspresi takut membuat model tampak lebih tua, sedangkan ekspresi bahagia membuat para model berusia lebih muda daripada seharusnya.   Makan Banyak Buah Anggur Sorbitol, yang membuat buah anggur, berri, plum, dan pir rasa manis, sebenarnya merupakan humektan, yaitu senyawa yang dapat menarik air saat dioleskan pada kulit, yang dapat membantu menghidrasi dan menjaga kelembaban kulit.   Perhatikan Gaya Rambut Saat rambut Anda semakin menipis, gunakan berbagai jenis produk perawatan rambut yang dapat membuat rambut Anda tampak lebih tebal. Selain itu, pilihlah pewarna rambut yang lebih terang untuk menyamarkan rambut yang semakin menipis. Selalu gunakan conditioner setiap kali selesai keramas untuk mencegah rambut menjadi kering.   Baca juga: Unik dan Agak Gila! Demi Menarik Perhatian Pria, Para Wanita Ini Rela Merubah Tubuhnya   Selalu Jaga Kebersihan dan Kelembaban kulit Anda Membersihkan dan melembabkan kulit dapat membantu melindungi dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu, jangan gunakan berbagai jenis sabun yang membuat kulit Anda tampak kering. Hindari juga penggunaan pembersih wajah (toner) yang mengandung astringent atau alkohol dan selalu gunakan pelembab di pagi dan malam hari.   Pilih Pakaian yang Sesuai Jika kulit leher Anda tampak berkerut, hindari menggunakan pakaian ketat atau atasan dengan bentuk leher bundar (crew neck top), yang akan membuat kulit tertekan ke atas. Pilihlah pakaian berkerah yang dapat membantu menutupi kerutan di sekitar leher Anda. Bila perut Anda cukup besar, gunakanlah pakaian berwarna gelap.   Gunakan Krim Tangan Gunakanlah krim tangan secara teratur dan pastikan krim tangan Anda juga mengandung tabir surya. Selain itu, mengeksfoliasi kulit tangan dengan mengoleskan campuran garam dan sari buah lemon juga dapat membantu membuat tangan terasa lebih halus.   Banyak Makan Sayuran Vitamin K yang terdapat di dalam kale dan berbagai jenis sayuran hijau lainnya dapat membantu sirkulasi darah Anda dan mencegah terjadinya memar. Selain itu, likopen yang terdapat di dalam tomat juga dapat membantu melindungi kulit dari radiasi sinar UV.   Konsumsilah Ikan Salmon dan berbagai jenis ikan berminyak lainnya mengandung banyak DMAE (dimethylaminoethanol), suatu senyawa yang dapat meningkatkan tonus otot. Mengkonsumsi ikan berminyak ini sebanyak 2 kali seminggu dapat membantu membuat kulit Anda tampak lebih kencang.   Berolahraga Secara Teratur Dengan berolahraga selama 4 kali atau lebih setiap minggunya, Anda akan mencegah terjadinya pengenduran otot dan dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari. Kombinasikanlah olahraga cardio yang baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru dengan olahraga resistensi yang baik bagi otot dan peregangan (stretching) yang dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih fleksibel serta olahraga keseimbangan yang akan membuat koordinasi otot tubuh Anda menjadi lebih baik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: readersdigest
 06 Nov 2017    12:00 WIB
Tahu Kah Kamu Siapa 7 Orang Paling Tua di Dunia?
Setiap orang di dunia ini tentunya ingin memiliki umur yang panjang dan tetap sehat walaupun sudah bertambah tua seperti 7 orang paling tua di dunia berikut ini.    1.      Kamato Hongo, 116 Tahun Kamato Hongo dilahirkan pada tanggal 16 September 1887 di Jepang. Wanita ini dianggap sebagai orang tertua di dunia mulai dari bulan Maret 2002 hingga saat kematiannya. Selama hidupnya ia tinggal di Kagoshima dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 116 tahun sebulan sebelum kematiannya yang disebabkan oleh pneumonia. Ia meninggal pada tanggal 31 Oktober 2003.    2.      Maria Esther Heredia Lecaro de Capovilla, 116 Tahun 347 Hari María Esther Heredia Lecaro de Capovilla atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Capovilla dilahirkan pada tanggal 14 September 1889 di Ekuador. Ia meninggal saat usianya telah mencapai 116 tahun 347 hari pada tanggal 27 Agustus 2006. Maria merupakan putri dari seorang colonel dan hidup berkelimpahan di sepanjang hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol di sepanjang hidupnya.    3.      Elizabeth "Lizzie" Bolden, 116 Tahun 118 Hari Elizabeth "Lizzie" Bolden dilahirkan pada tanggal 15 Agustus 1890. Ia merupakan wanita keturunan Afrika Amerika yang diakui oleh Guinness World Records sebagai manusia tertua karena usianya yang mencapai 116 tahun 118 hari. Ia meninggal pada tanggal 11 Desember 2006.   Baca juga: Berdiri Membuat Usia Anda Menjadi Lebih Panjang, Benarkah?    4.      Jeanne Louise Calment, 122 Tahun 164 Hari Jeanne Louise Calment dilahirkan pada tanggal 21 Febuari 1875 di Arles, Perancis. Ia meninggal pada tanggal 4 Agustus 1997 di usianya yang ke 122 tahun 164 hari.    5.      Shigechiyo Izumi, 121 Tahun Shigechiyo Izumi dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1865 di Jepang. Ia dinobatkan sebagai orang yang bekerja paling lama di sepanjang hidupnya, yaitu selama 98 tahun. Ia meninggal pada tanggal 21 Febuari 1986 saat berusia 121 tahun.    6.      Carrie C. White, 117 Tahun Carrie C. White dilahirkan pada tanggal 18 November 1874 dan diakui sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Records saat ia berulang tahun ke 114 tahun pada tahun 1988.ia meninggal pada tanggal 14 Febuari 1991 setelah sempat didiagnosa menderita gangguan jiwa pada tahun 1909 yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.    7.      Tane Ikai, 166 Tahun Tane Ikai merupakan salah satu wanita Jepang tertua di dunia. Ia dilahirkan pada tanggal 18 Januari 1879 dan meninggal pada tanggal 12 Juli 1995 di usianya yang ke 166 tahun, setelah sebelumnya mengalami 2 kali serangan stroke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dorogists
 24 Sep 2017    18:00 WIB
Posisi Bercinta Terbaik Untuk Berapa Pun Usia Anda!
Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda dan pasangan, maka Anda dan pasangan mungkin tidak lagi dapat bercinta dengan posisi yang biasanya karena berbagai gangguan kesehatan yang dialami. Agar kehidupan seksual Anda tetap nikmat, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa posisi bercinta yang sesuai dengan usia Anda.   Usia 30 Tahun Sekitar 25% wanita hamil mengalami nyeri di daerah panggul dan sekitar 8% di antaranya masih mengalami keluhan ini hingga 2 tahun paska melahirkan. Akibatnya, banyak wanita yang berusia 30 tahun mengalami nyeri panggul saat berhubungan intim dengan posisi tertentu. Untuk mencegah nyeri panggul, dianjurkan untuk berhubungan intim dengan posisi doggy style karena posisi panggul Anda akan lebih netral. Selain doggy style, Anda juga dapat mencoba posisi spooning, terutama bila Anda baru saja melahirkan karena Anda dapat mengendalikan kecepatan dan kedalaman penetrasi penis.   Usia 40 Tahun Saat Anda berusia antara 30-40 tahun, nyeri pinggang akibat terjepitnya saraf di daerah pinggang sering terjadi. Posisi bercinta terbaik bagi Anda yang mengalami nyeri pinggang adalah doggy style dan spooning. Akan tetapi, bila Anda ingin sedikit "berpetualang", maka posisi reverse cowgirl juga dapat Anda lakukan. Pastikan saja tubuh Anda tegak saat melakukannya untuk mencegah semakin memburuknya nyeri pinggang yang Anda rasakan.   Baca juga:  Kurangi Nyeri Saat Bercinta Dengan Posisi Berikut Ini…   Usia 50 Tahun Saat Anda telah memasuki masa menopause, penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat seks terasa lebih menyakitkan karena vagina yang mengering dan menipis. Posisi bercinta yang paling tepat bagi Anda yang telah berusia 50 tahun adalah posisi duduk. Duduklah di atas pangkuan pasangan Anda dengan saling berhadapan wajah. Posisi ini memungkinkan Anda untuk mengendalikan gerakan dan kedalaman penetrasi penis. Pilihan lainnya adalah berbaringlah terletak, kemudian letakkan sebuah bantal di bawah pinggul dan paha Anda sehingga vagina terbuka dan penis pun lebih mudah masuk.   Usia 60 Tahun Sekitar sepertiga pria dan wanita yang berusia 60 tahun menderita radang sendi. Jika Anda atau pasangan merupakan salah satu di antaranya, maka tidak dianjurkan untuk bercinta dengan posisi doggy style atau cowgirl. Posisi bercinta yang dianjurkan adalah posisi berdiri. Berdirilah membelakangi pasangan Anda (penetrasi dilakukan dari belakang), kemudian letakkan tangan Anda pada bangku atau meja atau perlengkapan rumah tangga lainnya untuk menjaga keseimbangan dan menyangga tubuh Anda. Akan tetapi, bila Anda mengalami nyeri punggung atau nyeri pinggang, maka posisi bercinta yang terbaik adalah posisi missionaris, dengan menyangga pinggang Anda dengan bantal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 09 Jul 2017    11:00 WIB
10 Jenis Orang yang Sering Berselingkuh!
Siapa pun di dunia ini pasti tidak ingin berkencan atau berhubungan dengan seorang tukang selingkuh, akan tetapi seringkali seseorang tidak dapat melihat tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pasangannya merupakan tukang selingkuh. Untuk membantu Anda, di bawah ini Anda dapat melihat 10 jenis orang yang paling sering berselingkuh berdasarkan berbagai penelitian.  1.      Orang yang Usianya Memiliki Angka 9Apakah Anda sedang berkencan dengan seorang pria yang sebentar lagi akan berulang tahun ke 29? Bila ya, maka Anda mungkin harus menunggu 1 tahun lagi sebelum mulai menjalin hubungan asmara dengan si dia!Menurut sebuah penelitian baru, orang yang memiliki angka 9 pada usianya cenderung lebih sering berselingkuh. Mengapa? Hal ini dikarenakan orang yang berusia 29,39, 49, dan seterusnya cenderung sedang mengalami perubahan jati diri atau pilihan hidup. 2.      Pria Bertubuh TinggiSebuah survei yang dilakukan oleh IllicitEncounter.com, sebuah situs perselingkuhan menemukan bahwa pria yang memiliki tinggi badan lebih dari 175 cm memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk berselingkuh. 3.      Penggemar Musik Rock n RollMasih menurut survei yang dilakukan oleh IllicitEncounter.com, sekitar 41% orang yang berselingkuh merupakan penggemar musik rock n roll. Ingin tahu penggemar musik apa yang paling setia? Penggemar musik rap! Baca juga: Teror Mental! Selingkuh Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan Lho! 4.      Pria yang Bekerja di Bidang ITLadies, jangan tertipu oleh penampilan mereka yang tampak rapi, mengenakan kacamata, dan tampak sangat sabar saat memperbaiki telepon genggam Anda! Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh situs AshleyMadison, mereka merupakan tipe pria licik dan tukang selingkuh! Wow…! 5.      Orang PerancisOrang Perancis memang merupakan seorang kekasih yang luar biasa, akan tetapi sayangnya mereka bukanlah kekasih yang setia. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh LELO, sebuah merk mainan seks mewah, sekitar 75% orang Perancis mengaku bahwa mereka pernah atau sedang berselingkuh. 6.      Orang yang Suka Belanja (Shopaholic)Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Ashley Madison, wanita yang paling sering berselingkuh adalah seorang wanita yang sangat suka belanja! Lebih dari 1/3 wanita yang mengikuti survei mengatakan bahwa mereka lebih sering berbelanja untuk menjaga penampilannya sejak mereka mulai berselingkuh. Bahkan, sekitar 27% di antaranya mengaku bahwa mereka memiliki kartu kredit rahasia untuk berbelanja! 7.      Wanita yang Berprofesi Sebagai GuruSeperti halnya pria yang bekerja di bidang IT, wanita yang bekerja sebagai guru juga merupakan wanita yang lebih sering berselingkuh. Menurut survei yang dilakukan oleh AshleyMadison.com istri yang lebih sering berselingkuh adalah mereka yang berprofesi sebagai seorang guru. 8.      Pengguna TwitterAnda mungkin sudah tidak asing lagi dengan pernyataan ini, yaitu media sosial sangatlah berbahaya bagi suatu hubungan asmara. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Missouri, semakin sering seseorang menggunakan akun twitternya, maka semakin sering terjadi masalah dalam hubungan asmaranya, termasuk berselingkuh. 9.      Pria Bernama WayneMenurut sebuah penelitian yang menganalisa lebih dari 2.000 orang wanita, nama Wayne merupakan nama pria yang paling tidak dapat dipercaya dalam hubungan asmara. 10.  Wanita Berambut PirangMenurut sebuah survei yang dilakukan oleh CheaterVille.com, sekitar 42% wanita yang berselingkuh memiliki rambut berwarna pirang. Jadi, warna rambut apa yang lebih baik, masih menurut survei yang sama, hanya sekitar 11% wanita berambut hitam yang pernah berselingkuh. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 31 Dec 2016    18:00 WIB
Hamil di Usia Tua Justru Dapat Membuat Wanita Lebih Panjang Umur, Benarkah?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa seorang wanita yang dapat melahirkan secara normal setelah berusia lebih dari 33 tahun memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memiliki umur panjang dibandingkan dengan wanita lain yang melahirkan anak terakhirnya saat berusia kurang dari 30 tahun. Akan tetapi, para peneliti tidak menyarankan agar para wanita menunda hamil dan melahirkan hingga berusia lebih dari 30 tahun. Para peneliti menduga bahwa kemampuan alami seorang wanita untuk memiliki anak di usia tua kemungkinan merupakan suatu indikasi bahwa sistem reproduksinya menua dengan perlahan, begitu juga dengan bagian tubuhnya yang lain. Hal ini berarti para wanita ini memiliki proses penuaan yang berlangsung lebih lambat dibandingkan wanita lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari sebuah survei yang dilakukan pada 551 keluarga, di mana para anggota keluarganya banyak memiliki umur panjang. Para peneliti kemudian mencatat berapa usia 462 orang wanita melahirkan anaknya yang terakhir dan berapa lama mereka hidup. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para wanita yang melahirkan anak terakhirnya setelah berusia lebih dari 33 tahun (kelompok pertama) memiliki peluang 2 kali lebih tinggi untuk hidup hingga berusia 95 tahun atau lebih, dibandingkan dengan wanita lainnya yang melahirkan anak terakhirnya saat berusia 29 tahun. Para peneliti menduga bahwa para wanita pada kelompok pertama mungkin memiliki variasi genetik pada DNA nya yang membuatnya menua dengan lebih lambat dan menurunkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan penuaan, yang juga dapat mempengaruhi kesuburan seseorang seperti kanker indung telur atau diabetes. Para wanita dengan variasi genetika demikian tampaknya lebih memungkinkan untuk memiliki anak lebih lama daripada biasanya, di mana mereka mungkin juga menurunkan gen-gen ini pada anak-anaknya. Hal ini juga mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa lebih banyak wanita yang hidup hingga berusia 100 tahun atau lebih (85%) dibandingkan dengan pria (hanya 15%). Berdasarkan hasil penelitian di atas, para peneliti juga menyarankan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki gen yang mempengaruhi kesehatan organ reproduksi wanita, karena gen-gen ini mungkin juga turut berperan dalam pengaturan proses penuaan dan kerentanan terhadap penyakit akibat proses penuaan. Sumber: ozy
 11 Nov 2016    15:00 WIB
Mengapa Angka Bunuh Diri Meningkat Para Pria Paruh Baya???
Menurut sebuah laporan dari the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), angka bunuh diri secara keseluruhan telah mengalami peningkatan sebanyak 24% di antara tahun 1999-2014. Pada pria paruh baya, angka ini bahkan menjadi lebih tinggi lagi! Angka kematian akibat bunuh diri pada pria yang berusia antara 45-64 tahun meningkat hingga 43% dalam kurun waktu yang sama.   Apa yang Membuat Angka Bunuh Diri Meningkat Pada Pria Berusia Paruh Baya? Sayangnya tidak ada 1 penyebab pasti yang dapat menjelaskan mengapa tingkat bunuh diri di kalangan pria berusia paruh baya meningkat. Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai hal, salah satunya adalah karena para pria seringkali lebih enggan mencari bantuan medis atas permasalahan psikologis atau gangguan mental yang dialaminya. Selain itu, stress ekonomi selama beberapa tahun terakhir, resesi ekonomi, kehilangan pekerjaan, dan di PHK juga dapat akan memberikan pukulan yang lebih besar pada pria yang berusia lebih tua dibandingkan pada para pria muda.   Kapan Anda Perlu Mencari Pertolongan? Pada banyak kasus, pria biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda khas depresi seperti merasa sedih terus-menerus. Gejala depresi yang sering ditemukan pada pria adalah perubahan pola tidur, tampak tidak bersemangat, berkurangnya ketertarikan terhadap seks, tidak memiliki tujuan hidup, atau merasa tidak terhubung dengan dunia. Selain itu, para pria juga seringkali melampiaskan rasa stress dan sedihnya dengan mengkonsumsi berbagai obat-obatan terlarang atau lebih sering mengkonsumsi minuman beralkohol. Jika Anda menemukan 2 gejala di atas dan gejala ini tidak menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau menghilang tetapi timbul kembali, maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: Hidup Terasa Sangat Sulit? Coba Tips Berikut Ini!   Dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa berbagai gejala yang Anda alami di atas bukanlah gejala dari suatu gangguan fisik. Jika Anda memang ternyata mengalami depresi, maka dokter Anda dapat memberikan resep obat anti depresi atau menganjurkan Anda untuk melakukan konseling dengan seorang terapis atau psikiater atau keduanya.   Apa yang Harus Dilakukan Bila Orang Terdekat Beresiko Melakukan Bunuh Diri? Jika Anda menemukan bahwa orang terdekat menunjukkan beberapa gejala di atas dan mulai menarik diri dari kehidupan sosial atau mulai membagi-bagikan harta berharganya, maka ia beresiko untuk melakukan bunuh diri. Untuk mencegahnya, mulailah dengan mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Beritahu mereka bahwa Anda menyadari ada perubahan di dalam diri mereka dan berikan contoh nyatanya. Tanyakan apa yang sebenarnya sedang ia alami dan bersiaplah untuk mendengarkan. Biarkan mereka berbicara dan jangan menginterupsinya. Jika hasil pembicaraan ini membuat Anda semakin merasa cemas, maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mendorongnya untuk mencari pertolongan medis dan bahkan bila memungkinkan, tawarkan untuk menemaninya pergi ke dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth  
 26 Apr 2015    11:00 WIB
Usia 30 Tahun? Haruskah Sudah Menikah?
Menikah. Tentu semua orang ingin memiliki keluarga sendiri. Mempunyai pasangan dan mempunyai anak adalah impian semua orang. Namun ada juga begitu banyak orang yang belum menikah. Kemudian permasalahan yang menjadi dilema adalah masalah usia. Seringkali usia menjadi salah satu alasan seseorang untuk segera menikah,  terlebih untuk wanita. Usia yang dikatakan mulai rawan adalah usia 30 tahun keatas. Namun menikah hanya karena usia sebenarnya bukanlah hal yang baik. Berikut adalah alasan Anda jangan menikah karena usia: Pasangan yang belum tepat Apabila saat ini Anda sudah memiliki pasangan mungkin tidak menjadi masalah maka Anda mulai bisa membicarakan pernikahan Anda dengannya, namun bagaimana bila Anda belum memiliki pasangan. Bila Anda terdesak umur bisa saja Anda jadi sembarangan dalam memilih pasangan. Ini tentu saja tidak baik untuk Anda. Mental belum siap Mental yang belum siap tidak akan menjadi awal yang baik untuk keluarga Anda nantinya. Sebaiknya Anda mematangkan pemikiran Anda terlebih dahulu sebelum jauh melangkah dengan pasangan Setengah hati Apabila Anda merasa belum siap untuk menikah, namun terpaksa melakukan pernikahan maka hal ini akan membuat Anda setengah hati dalam menjalani kehidupan keluarga. Dan hal ini bisa menjadi awal permasalahan dengan pasangan. Semoga kajian diatas dapat membantu Anda untuk menentukan pilihan kapan waktu terbaik untuk Anda menikah. Baca juga: Punya Pasangan Pria Yang Lebih Muda Sumber: keen
 26 Apr 2015    09:00 WIB
Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Pedas Dapat Perpendek Usia?
Hati-hati, jangan berlebihan menikmati makanan pedas seperti keripik-keripik pedas yang banyak dijual saat ini. Meskipun menantang, namun aneka keripik pedas atau ramen yang menyediakan level-level tertentu sangat berbahaya bagi kesehatan, Mengonsumsi makanan terlalu pedas, memiliki banyak efek negatif bagi tubuh.   Makanan pedas dapat mempercepat gerakan usus yang menyebabkan diare. Ketika makanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi. Perlu disadari, setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda sehingga daya tahan terhadap makanan pedas akan berbeda pula. Jika kamu termasuk orang yang sensitif pada makanan pedas, segera batasi konsumsi makanan ini. Konsumsi makanan pedas yang terlalu sering dapat menyebabkan permukaan lambung menjadi rapuh dan mudah mengalami luka. Penyakit itu disebut gastritis alias mag, yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan lambung. Pasalnya, lambung yang sering ditimpa makanan pedas mengakibatkan lapisan-lapisannya menipis dan rentan terkena infeksi.   Pernah merasa lidah terbagi menjadi pola-pola tertentu yang mengakibatkan makanan jadi terasa hambar? Hal tersebut dipercaya sebagai akibat dari alergi pada lidah. Sama halnya dengan makanan atau minuman yang terlalu panas, makanan pedas pun dapat mengakibatkan beberapa bagian lidah alergi sehingga nafsu makan berkurang karena ketidaknyamanan.   Nah, dengan mengetahui berbagai bahaya makanan pedas tersebut semoga kita lebih bijak lagi dalam memilah-milah makanan yang kita konsumsi J.    Sumber: Info Sehat