Your browser does not support JavaScript!
 02 Sep 2019    08:00 WIB
Jenis Tumor Yang Muncul Di Usus Halus
Apakah kanker usus halus itu?Tumor ganas yang kurang sering ditemukan meliputi karsinoma, limfoma dan tumor karsinoid. Kebanyakan tumor usus halus adalah jinak. Tumor jinakTumor jinak pada usus halus meliputi: •  Lipoma (sel-sel lemak) •  Neurofibroma (sel-sel saraf) •  Fibroma (jaringan ikat) •  Leiomioma (sel-sel otot). Kebanyakan tumor jinak tidak menyebabkan gejala. Tetapi tumor yang berukuran besar bisa menyebabkan terdapatnya darah salam tinja, penyumbatan usus (sebagian atau total), atau penjeratan usus bila satu bagian usus masuk ke usus yang berada di depannya (intususepsi). Bisa dilakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengamati tumor dan mengambil contoh untuk pemeriksaan mikroskopik. Foto rontgen barium dapat menunjukkan seluruh usus halus dan bisa digunakan untuk menggambarkan keadaan tumor. Arteriografi (foto rontgen yang diambil setelah zat warna disuntikkan ke dalam pembuluh darah) bisa dilakukan pada pembuluh darah usus, terutama bila tumornya berdarah. Teknetium radioaktif bisa disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan dilihat hasilnya pada foto rontgen. Prosedur ini membantu menentukan lokasi dari tumor yang berdarah. Perdarahan kemudian dikoreksi dengan pembedahan. Pertumbuhan kecil bisa dihancurkan melalui endoskopi dengan elektrokauter, panas atau fototerapi laser.  Untuk pertumbuhan yang besar, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Tumor ganasKarsinoma pada usus halus jarang terjadi. Tetapi lebih sering terjadi pada penderita penyakit Crohn di usus halus.  Limfoma, kanker yang terjadi pada sistem getah bening, bisa tumbuh pada bagian tengah usus halus (jejunum) atau bagian bawah usus halus (ileum).  Limfoma bisa menyebabkan bagian usus menjadi kaku dan memanjang. Kanker ini lebih sering ditemukan pada penderita penyakit seliak. Usus halus, terutama ileum, adalah bagian yang paling sering terkena tumor karsinoid. Tumor bisa menyebabkan penyumbatan dan perdarahan ke dalam usus, yang bisa menimbulkan gejala berupa darah dalam tinja, nyeri kram perut, perut menggelembung dan muntah. Tumor karsinoid bisa mengeluarkan hormon yang menyebabkan diare dan kemerahan di kulit. Diagnosis kanker usus halus dibuat berdasarkan hasil foto rontgen barium, endoskopi atau pembedahan eksplorasi. Pengobatan terbaik adalah pengangkatan tumor. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai kanker usus halus? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 16 Jun 2019    11:00 WIB
Ameloblastoma, Tumor Rahang yang Bisa Berubah Ganas
Ameloblastoma merupakan tumor langka yang biasanya bermula dari rahang, biasanya di dekat gigi geraham bungsu atau gigi geraham. Tumor ini terbentuk dari sel yang berfungsi untuk membentuk email gigi, yang berfungsi untuk melindungi gigi. Tumor dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan serta dapat mengubah bentuk wajah penderita. Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan dalam waktu lama, maka tumor dapat berubah menjadi ganas dan menyebar  ke kelenjar getah bening atau paru-paru. Siapa saja dapat menderita tumor ini, tetapi tumor paling sering mengenai orang dewasa yang berusia antara 30-60 tahun.   Penyebab Hingga saat ini para ahli masih tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti dari ameloblastoma atau mengapa orang tertentu lebih beresiko mengalami tumor ini. Namun, para ahli menemukan bahwa tumor ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita dan tampaknya gen tertentu juga turut berperan dalam terjadinya tumor. Selain itu, pernah menderita cedera pada rahang atau infeksi pada mulut juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tumor. Sejumlah ahli menduga bahwa sejumlah virus atau kurangnya asupan protein atau mineral tertentu juga dapat meningkatkan resiko terbentuknya ameloblastoma.   Gejala Tumor ini biasanya tumbuh secara perlahan selama beberapa bulan atau bahkan tahun. Satu-satunya gejala yang mungkin dirasakan penderita adalah pembengkakan pada bagian belakang rahang. Penderita juga mungkin mengalami sakit gigi atau nyeri rahang. Namun, pada beberapa kasus, penderita sama sekali tidak mengalami gejala apapun. Tumor baru ditemukan saat mereka melakukan pemeriksaan radiologi untuk alasan lain. Kadangkala ameloblastoma dapat bertumbuh dengan cepat dan terasa sangat nyeri. Tumor bahkan dapat membuat gigi Anda tanggal atau bergeser. Tumor juga dapat menyebar hingga ke hidung, rongga mata, atau tulang tengkorak. Pada kasus yang jarang, tumor dapat menjadi sangat besar hingga menghambat saluran napas, hingga penderita kesulitan membuka dan menutup mulutnya. Tumor bahkan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap nutrisi dari makanan.   Diagnosa Dokter gigi seringkali menemukan tumor melalui pemeriksaan foto rontgen, MRI, atau CT scan. Dokter mungkin juga perlu melakukan pemeriksaan biopsi dengan mengambil sedikit jaringan tumor untuk memastikan apakah benar tumor tersebut merupakan ameloblastoma. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menemukan seberapa cepat tumor bertumbuh.   Baca juga: Penyebab dan Pengobatan Pergeseran Rahang Bawah   Pengobatan Obat-obatan dan terapi radiasi tampaknya tidak terlalu efektif untuk mengatasi ameloblastoma non kanker, jadi biasanya perlu dilakukan tindakan pembedahan utnuk mengatasinya. Untuk memastikan sel tumor tidak tumbuh kembali, dokter biasanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan sehat di sekitarnya. Pada tindakan pembedahan ini, sejumlah bagian rahang, pembuluh darah arteri, dan saraf wajah mungkin juga perlu diangkat. Oleh karena itu, paska operasi dokter biasanya akan menganjurkan tindakan pembedahan lain untuk memperbaiki bentuk rahang. Paska operasi penderita juga perlu melakukan terapi rehabilitasi untuk belajar bagaimana caranya tersenyum dan mengunyah. Paska operasi, penderita juga diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala selama 5 tahun untuk memastikan apakah tumor kembali tumbuh atau tidak. Jika tumor kembali tumbuh, maka resiko tumor berubah menjadi kanker akan menjadi lebih tinggi. Jika tumor sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka terapi radiasi perlu segera dilakukan untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan tumor.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd
 30 Apr 2019    18:00 WIB
Awas, Tumor Ini Sering Sekali Muncul di Tangan!
Pernahkah Anda mendengar istilah kista ganglion? Kista ganglion adalah sebuah tumor jinak yang seringkali tumbuh pada bagian tangan, terutama pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion terbentuk karena adanya kebocoran pada pembungkus cairan sendi sehingga terbentuklah suatu gelembung seperti kapsul. Selain pada pergelangan tangan, kista ganglion juga dapat tumbuh pada pergelangan kaki. Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan berisi cairan kental seperti gel. Ukurannya dapat bervariasi mulai dari sebesar kacang polong hingga sebesar bola ping pong (diameter 2.5 cm). Kista ganglion dapat terasa nyeri jika kista menekan saraf di dekatnya. Karena terletak pada daerah persendian, kista dapat menyebabkan gangguan pergerakan sendi.   Apa Penyebabnya? Hingga saat ini para peneliti masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari kista ganglion. Kista ganglion biasanya terjadi akibat pemakaian atau pergerakan sendi yang berlebihan, misalnya karena seseorang terlalu banyak mengetik atau terlalu banyak menggunakan sendi di daerah pergelangan tangan. Hal lainnya yang juga seringkali meningkatkan resiko terbentuknya kista ganglion adalah trauma atau benturan pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi paling sering mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun.   Apa Saja Gejalanya? Untuk membedakan kista ganglion dari berbagai jenis kista lainnya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala dari kista ganglion, yaitu: Kista biasanya berbentuk bulat atau oval dan berdiameter sekitar 1-2 cm. Ukuran kista dapat membesar bila sendi yang terkena terus melakukan gerakan berulang Teraba kenyal Kista dapat bertambah besar dan menjadi keras Tumbuh di sekitar persendian, terutama di daerah pergelangan tangan  dan tangan. Kista juga dapat tumbuh di daerah pergelangan kaki dan kaki atau persendian lainnya Tidak terasa nyeri. Akan tetapi, bila kista menekan saraf, maka kista dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Kista ganglion sendiri biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, misalnya saat terbentur, kista dapat pecah dan cairan di dalamnya pun akan kembali diserap oleh tubuh sehingga kista pun tampak menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila dirasa mengganggu kista dapat diangkat melalui tindakan pembedahan atau dengan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan menggunakan jarum suntik.   Baca Juga: Apa Itu Kista dan Di Mana Kista Biasa Tumbuh?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic
 02 Apr 2019    18:00 WIB
Sering Berjemur Sebabkan Tumor Ganas Kulit, Benarkah ?
Basalioma adalah suatu tumor ganas kulit (kanker) yang berasal dari pertumbuhan neoplastik sel basal epidermis dan apendiks kulit. Lebih dari 90 % penyebab basalioma adalah akibat terpapar sinar matahari atau paparan sinar ultraviolet lainnya. Basalioma merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan. Kanker sel basal biasanya terjadi pada daerah kulit yang terbuka, yang biasanya terpapar oleh sinar matahari, seperti wajah, kepala, dan leher.  Pada wajah, sel kanker paling sering ditemukan pada pipi, dahi, hidung, lipatan nasolabial, dan daerah sekitar mata. Walaupun sangat jarang, basalioma juga dapat mengenai kulit di daerah lengan, tangan, kaki, badan, dan kulit kepala. Penyakit ini paling sering mengenai orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya basalioma adalah faktor genetika dan seberapa banyak paparan sinar ultraviolet terhadap kulit seseorang. Spektrum sinar matahari yang bersifat karsinogen adalah sinar yang panjang gelombangnya bekisar antara 280-320 mm. Spektrum inilah yang membakar dan membuat kulit menjadi cacat. Oleh karena itu, penderita kanker sel basal harus selalu menggunakan tabir surya atau pakaian pelindung untuk menghindari paparan sinar matahari yang bersifat karsinogen. Pengobatan kanker yang biasanya dilakukan adalah dengan mengangkat bagian kulit yang terkena kanker melalui proses pembedahan. Terapi radiasi biasanya dilakukan untuk mencegah terjadinya kekambuhan.   Baca Juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan   Sumber: infosehat
 19 Jan 2019    11:00 WIB
Tumor Jinak (Penyebab, Gejala dan Pengobatan)
Tumor jinak adalah pertumbuhan non-kanker yang terjadi didalam tubuh. Tidak seperti tumor kanker, tumor jinak tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja. Jika Anda menemukan ada benjolan atau pembengkakan masa di tubuh Anda yang bisa dirasakan dari luar, maka sudah sewajarnya Anda bepikir tentang kemungkinan kanker. Sebagai contoh, seorang wanita yang menemukan benjolan di payudara, dengan segera akan berfikir apakah benjolan itu kanker. Tetapi ternyata sebagian besar benjolan yang tumbuh di payudara ternyata jinak dan bahkan kebanyakan pertumbuhan masa didalam tubuh adalah jinak. Penyebab dari tumor jinak Walaupun tumor jinak dapat disebabkan oleh berbagai macam alasan, tetapi proses pertumbuhan biasanya sama. umumnya sel didalam tubuh Anda meremajakan diri sendiri dengan membelah diri. Hal ini memungkinkan untuk sel mati dibuang secara alami. Pada kasus tumor, sel mati dapat tetap tinggal dan melakukan proses pertumbuhan yang dikenal dengan sebutan tumor. Pertumbuhan sel kanker juga terjadi dengan cara yang sama, tetapi pada kasus kanker, mereka juga mampu menginvasi jaringan sehat disekitarnya. Pertumbuhan diluar kendali dari sel tubuh dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dan organ dan dapat menimbulkan pertumbuha kanker di bagian tubuh yang lainnya. Gejala dari tumor jinak Tidak semua jenis tumor, baik itu kanker maupun jinak, menunjukkan gejala. Semua bergantung pada lokasi tumor, beberapa gejala dapat dipengaruhi oleh fungsi organ yang terkena. Sebagai contoh, jika Anda mengalami tumor jinak di otak, maka Anda bisa mengalami nyeri kepala, masalah penglihatan, memori yang kacau dan lain sebagainya Jika tumor tumbuh dekat dengan kulit atau didaerah jaringan lunak seperti perut, benjolan atau massa tersebut mungkin bisa dirasakan dengan sentuhan. Bergantung dari lokasi, kemungkinan gejala dari pertumbuhan tumor jinak adalah: Meriang Ketidaknyamanan Kelelahan Demam Penurunan nafsu makan Keringat malam Penurunan berat badan Gejala lain yang tidak dapat dijelaskan Mendiagnosa tumor jinak Tumor jinak dapat didiagnosa menggunakan berbagai macam tehnik. Kunci dari diagnosis adalah membedakan mana tumor jinak dan ganas. Perbedaan ini hanya dapat ditentukan melalui tes laboratorium. Dokter Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan menelusuri sejarah kesehatan Anda. Dokter Anda juga akan menanyakan mengenai gejala apa saja yang Anda rasakan. Beberapa jenis pemeriksaan yang mungkin akan dokter minta Anda lakukan: Pencitraan dengan menggunakan alat seperti USG, CT scan, MRI Biopsi Pengobatan untuk tumor jinak Tidak semua tumor jinak memerlukan terapi. Jika tumor yang Anda derita kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter Anda mungkin hanya akan menyarankan mengawasi saja. Dalam hal ini pengobatan hanya akan memberikan resiko lebih tinggi daripada dibiarkan saja. Jika dokter Anda memutuskan untuk melakukan pengobatan, akan sangat tergantung pada lokasi tumor. Tumor bisa dipindahkan dengan alasan kosmetika, misalnya jika berlokasi di leher atau wajah. Tumor jenis lain yang mempengaruhi oragn, syaraf atau pembuluh darah dapat saja dioperasi jika diduga akan menimbulkan gejala yang lebih berat di masa yang akan datang.   Sumber: healthline
 19 Sep 2015    18:00 WIB
Pria Rentan Terkena Kanker Dibanding Wanita?
Pria memiliki kemungkinan mati 50% lebih tinggi dibandingkan perempuan, hal ini menurut global statistic yang baru. Data yang dipublikasikan oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa lebih dari 4,6 juta pria meninggal karena disebabkan kanker setiap tahunnya, ini sama dengan 126 orang pria per 100.000. Hal ini dibandingkan dengan 3,4 juta perempuan yang meninggal disebabkan kanker setiap tahunnya. Angka ini mewakili 82 orang perempuan per 100.000. Terdapat 126,05 kematian yang disebabkan kanker per 100.000 pria di Inggris setiap tahunnya, dibandingkan dengan 97,28 per 100.000 wanita. Angka ini menggambarkan perbedaan yang paling sedikit yang terlihat di seluruh Eropa, tetapi tetap terlihat ketimpangan yang cukup besar. 4 penyebab kanker terbesar di seluruh dunia adalah paru-paru, hati, perut dan usus. Jika digabungkan, kanker tersebut penyebabkan hamper setengah angka kematian yang disebabkan oleh kanker secara keseluruhan. Data yang dikumpulkan oleh  the International Agency for Research on Cancer juga menunjukkan lebih dari 14 juta orang diseluruh dunia didiagnosa kanker setiap tahunnya. Pria hampir seperempat lebih  didiagnosis dengan penyakit kanker dibanding wanita. “perbedaan yang kontras antara pria dan wanita dapat diturunkan jika dibedakan diagnose yang diderita pria dan wanita. Pria lebih dering didiagnosa dengan kanker yang sulit diobati, seperti kanker kandung kemih, kanker hati, kanker paru-paru dan kanker esophagus”. Hal ini dikatakan oleh Nick Ormiston-Smith, kepala statistik dari Cancer Research UK. Kanker menyebabkan angka kematian sebesar 16% dari angka kematian seluruh dunia. Usia merupakan faktor resiko terbesar pada kebanyakan kanker dan sebagaimana meningkatnya tingkat harapan hidup dunia, kita dapat melihat semakin banyak orang terkena kanker. Gaya hidup juga memainkan peranan penting.  Di seluruh dunia, konsumsi tembakau telah bertanggung jawab untuk sekitar 100 juta kematian pada abad terakhir dan, jika kecenderungan ini terus berlanjut, akan membunuh satu miliar di abad ke-21. Merokok adalah jauh penyebab dicegah paling penting dari kanker di dunia.   Sumber: dailymail