Your browser does not support JavaScript!
 11 Sep 2019    16:00 WIB
Hati-hati Ini 10 Penyebab Nyeri Punggung Bawah
Apakah punggung Anda selalu terasa sakit setiap saat? Apakah Anda sulit untuk duduk pada satu tempat dalam waktu yang lama? Apakah Anda merasa nyeri yang intens di punggung bagian bawah? Jika iya maka kemungkinan Anda mengalami nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP). Rasa sakit yang ditimbulkan pada nyeri punggung bawah terkadang dapat ditoleransi terkadang tidak.   Berikut adalah 10 penyebab nyeri punggung bawah yang terjadi pada wanita: 1.  Otot tegangPenyebab paling sering dari nyeri punggung bawah pada wanita adalah otot tegang. Setiap gerakan atau aktifitas yang melibatkan peregangan otot dan ligamen dapat memberi resiko terjadinya nyeri punggung belakang. 2.  Cedera Cedera pada tulang yang disebabkan oleh kecelakaan, operasi atau trauma lain dapat mempengaruhi punggung bawah Anda. Hal yang sederhana seperti mengangkat objek yang berat denga cara yang salah dapat menyebabkan cedera punggung belakang atau jika punggung Anda terkena benda yang keras, hal tersebut juga dapat menyebabkan nyeri punggung belakang. 3.  Kondisi medis Kondisi medis seperti arthritis, spondilolistesis, osteoarthritis, aterosklerosis dan spondilitis dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. 4.  Tumor Tumor yang tumbuh dekat area pelvis atau tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung belakang. 5.  Masalah ovariumKista ovarium merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita dan dapat menyebabkan nyeri punggung belakang. Sering kali kista ovarium tidak dapat dideteksi karena orang-orang salah membaca gejala yang timbul dan sulit dibedakan dengan nyeri punggung belakang. 6.  Infeksi Infeksi rahim. Infeksi kandung kemih, usus buntu merupakan contoh penyakit infeksi yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Jika Anda mengalami penyakit yang disebutkan diatas dan diikuti oleh nyeri punggung bawah yang tidak tertahankan segeralah untuk pergi ke dokter atau unit gawat darurat. 7.  KehamilanKehamilan juga merupakan salah satu penyebab nyeri punggung belakang pada wanita. Saat janin tumbuh didalam rahim seorang ibu, si ibu akan mengalami peningkatan berat badan dan akan menitikberatkan tumpuan tubuhnya di punggung. Hasilnya otot dida erah punggung menjadi tegang dan kaku. Hal inilah yang menyebabkan nyeri punggung belakang. 8.  Masalah ginjalBatu ginjal, infeksi ginjal dan masalah ginjal lainnya dapat menimbulkan gejala nyeri punggung bawah. Selain itu perdarahan pada ginjal juga dapat menjadi penyebab terjadinya nyeri punggung belakang. 9.  Postur tubuhPostur tubuh yang salah dan pergerakan tubuh yang salah dapat menyebabkan ketegangan pada otot punggung sehingga timbul nyeri. 10.  StressStress, depresi dan gugup juga dapat menyebabkan nyeri punggung belakang. Biasanya nyeri punggung belakang timbul saat orang tersebut mengalami stress atau depresi. Jika hal ini terjadi pada Anda maka segera temui psikiater untuk berkonsultasi mengenai gejala yang Anda rasakan. Sumber: magforwomen
 06 Jun 2019    16:00 WIB
Cara Mengecilkan Tumor dan Kista Secara Alami
Pada zaman sekarang ini, kasus mioma uteri (tumor jinak rahim) dan kista indung telur, merupakan hal yang cukup sering ditemui pada wanita, terutama saat mereka berada pada usia produktif. Secara keseluruhan, kedua hal ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, walaupun pada beberapa orang wanita ketidakseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut dan perut kembung. Jika Anda mengalami berbagai keluhan yang berhubungan dengan mioma uteri dan kista indung telur, maka di bawah ini ada beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman Anda secara alami. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum memulai pengobatan apapun, baik pengobatan alami ataupun medis.   Ganti Jenis Karbo yang Anda Konsumsi Gantilah berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti tepung putih dengan berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah, sayuran, dan gandum utuh. Menurut Mayo Clinic, sebagian besar wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes. Jadi, mengganti pilihan karbo Anda dengan jenis yang lebih sehat juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes. Selain itu, para ahli juga menyebutkan bahwa wanita yang menderita mioma uteri biasanya juga memiliki pola makan yang tidak sehat, yang membuat kadar gula darahnya tinggi.   Pilih Makanan Dengan Indeks Glikemik Rendah Walaupun makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi seperti jagung dan kentang seringkali dianggap sebagai makanan sehat, akan tetapi tidak demikian halnya bagi wanita yang menderita mioma atau kista. Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar insulin yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, menurut the National Uterine Fibroids Foundation, obesitas juga telah diketahui berhubungan dengan terjadinya mioma uteri. Menurut Mayo Clinic, mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah seperti sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan juga dapat membantu mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik.   Baca juga: 6 Makanan Musuh Bebuyutan Jantung…   Berolahraga Secara Teratur Berolahragalah selama setidaknya 30 menit 5 hari seminggu. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa wanita yang berolahraga teratur lebih jarang mengalami kekambuhan mioma uteri. Selain itu, menurut mayo clinic berolahraga teratur juga dapat membantu menstabilkan kadar gula darah Anda, yang sangat penting bagi seorang wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik. Berolahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda dan menjaga berat badan Anda tetap ideal, yang menurunkan resiko terjadinya obesitas, mioma uteri, dan kista.   Tingkatkan Konsumsi Protein Sehat Perbanyaklah konsumsi berbagai jenis protein sehat seperti ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak daripada daging merah atau daging unggas berwarna gelap (bebek). Menurut the National Uterine Fibroids Foundation, salah satu faktor resiko dari mioma uteri adalah konsumsi daging sapi dan daging merah lainnya. Hal ini dikarenakan daging merah dan daging unggas berwaran gelap cenderung memiliki lebih banyak lemak di dalamnya yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan dan obesitas. Karena obesitas dan peningkatan kadar insulin merupakan faktor resiko dari terjadinya mioma uteri dan sindrom ovarium polikistik, maka mengurangi konsumsi keduanya tentu dapat membantu mengecilkan tumor dan kista serta menurunkan resiko terjadinya kekambuhan.   Hindari Minuman Berkafein Menurut seorang ahli di Amerika Serikat, minuman berkafein mengandung suatu zat yang disebut dengan metilxanthin yang dapat mengganggu kerja berbagai jenis enzim di dalam tubuh, yang akan memicu terjadinya penumpukkan zat beracun di dalam tubuh. Berbagai jenis racun yang menumpuk di dalam tubuh ini akan membentuk kista atau mioma uteri. Menurut beberapa penelitian, terbentuknya mioma uteri telah diketahui berhubungan dengan konsumsi berlebihan dari metilxanthin. Oleh karena itu, daripada mengkonsumsi minuman lain, konsumsilah setidaknya 1.5 L air putih setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 30 Apr 2019    18:00 WIB
Awas, Tumor Ini Sering Sekali Muncul di Tangan!
Pernahkah Anda mendengar istilah kista ganglion? Kista ganglion adalah sebuah tumor jinak yang seringkali tumbuh pada bagian tangan, terutama pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion terbentuk karena adanya kebocoran pada pembungkus cairan sendi sehingga terbentuklah suatu gelembung seperti kapsul. Selain pada pergelangan tangan, kista ganglion juga dapat tumbuh pada pergelangan kaki. Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan berisi cairan kental seperti gel. Ukurannya dapat bervariasi mulai dari sebesar kacang polong hingga sebesar bola ping pong (diameter 2.5 cm). Kista ganglion dapat terasa nyeri jika kista menekan saraf di dekatnya. Karena terletak pada daerah persendian, kista dapat menyebabkan gangguan pergerakan sendi.   Apa Penyebabnya? Hingga saat ini para peneliti masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari kista ganglion. Kista ganglion biasanya terjadi akibat pemakaian atau pergerakan sendi yang berlebihan, misalnya karena seseorang terlalu banyak mengetik atau terlalu banyak menggunakan sendi di daerah pergelangan tangan. Hal lainnya yang juga seringkali meningkatkan resiko terbentuknya kista ganglion adalah trauma atau benturan pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi paling sering mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun.   Apa Saja Gejalanya? Untuk membedakan kista ganglion dari berbagai jenis kista lainnya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala dari kista ganglion, yaitu: Kista biasanya berbentuk bulat atau oval dan berdiameter sekitar 1-2 cm. Ukuran kista dapat membesar bila sendi yang terkena terus melakukan gerakan berulang Teraba kenyal Kista dapat bertambah besar dan menjadi keras Tumbuh di sekitar persendian, terutama di daerah pergelangan tangan  dan tangan. Kista juga dapat tumbuh di daerah pergelangan kaki dan kaki atau persendian lainnya Tidak terasa nyeri. Akan tetapi, bila kista menekan saraf, maka kista dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Kista ganglion sendiri biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, misalnya saat terbentur, kista dapat pecah dan cairan di dalamnya pun akan kembali diserap oleh tubuh sehingga kista pun tampak menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila dirasa mengganggu kista dapat diangkat melalui tindakan pembedahan atau dengan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan menggunakan jarum suntik.   Baca Juga: Apa Itu Kista dan Di Mana Kista Biasa Tumbuh?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic
 03 Mar 2019    16:00 WIB
Penyakit Tumor Otak (Gejala, Penyebab dan Pengobatan)
Halo sahabat setia Dokter.ID! tahukah salah satu penyakit berbahaya di bagian otak kita, salah satunya adalah tumor otak. Karena itu kita perlu mengenal jenis dan gejala serta tindakan apa yang harus dilakukan jika kita atau kerabat serta teman terdekat kita terserang penyakit ini. Apa itu tumor otak? Tumor otak adalah massa atau pertumbuhan sel-sel abnormal di otak kita. Ada berbagai jenis tumor otak. Beberapa tumor otak bersifat non-kanker (jinak), dan beberapa tumor otak bersifat kanker (ganas). Tumor otak dapat dimulai di otak kita (tumor otak primer), atau kanker dapat dimulai di bagian lain dari tubuh kita dan menyebar ke otak kita (tumor otak sekunder, atau metastasis). Seberapa cepat tumor otak tumbuh dapat sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasi tumor otak menentukan bagaimana hal itu akan mempengaruhi fungsi sistem saraf kita. Tumor otak dinilai dari 1 hingga 4 berdasarkan perilaku mereka, seperti seberapa cepat mereka tumbuh dan seberapa besar kemungkinan mereka akan tumbuh kembali setelah perawatan. Tumor otak jinak adalah tingkat rendah (grade 1 atau 2), yang berarti mereka tumbuh lambat dan cenderung kembali setelah perawatan. Tumor otak ganas adalah tingkat tinggi (grade 3 atau 4) dan dapat dimulai di otak (tumor primer) atau menyebar ke otak dari tempat lain (tumor sekunder); mereka lebih cenderung tumbuh kembali setelah perawatan. Gejala tumor otak tergantung pada lokasi dan ukuran tumornya. Beberapa tumor menyebabkan kerusakan langsung dengan menyerang jaringan otak dan beberapa tumor menyebabkan tekanan pada otak di sekitarnya. Kita akan memiliki gejala yang terlihat ketika tumor yang tumbuh memberi tekanan pada jaringan otak kita. Sakit kepala adalah gejala umum dari tumor otak. Kita mungkin mengalami sakit kepala yang: lebih buruk di pagi hari ketika bangun tidur terjadi saat kita sedang tidur diperburuk dengan batuk, bersin, atau olahraga Kita mungkin juga mengalami: muntah penglihatan kabur atau penglihatan ganda kebingungan kejang (terutama pada orang dewasa) kelemahan anggota tubuh atau bagian dari wajah perubahan fungsi mental Gejala umum lainnya termasuk: kecanggungan Hilang ingatan kebingungan kesulitan menulis atau membaca perubahan kemampuan mendengar, merasakan, atau mencium penurunan kewaspadaan, yang mungkin termasuk kantuk dan kehilangan kesadaran kesulitan menelan pusing atau vertigo masalah mata, seperti kelopak mata terkulai dan pupil yang tidak merata gerakan tak terkendali getaran tangan kehilangan keseimbangan kehilangan control pada kandung kemih atau usus mati rasa atau kesemutan pada satu sisi tubuh kesulitan berbicara atau memahami apa yang orang lain katakan perubahan mood, kepribadian, emosi, dan perilaku sulit berjalan kelemahan otot di wajah, lengan, atau kaki Gejala tumor hipofisis. Gejala-gejala berikut dapat terjadi dengan tumor hipofisis: keputihan, atau galaktorea kurangnya menstruasi pada wanita perkembangan jaringan payudara pada pria, atau ginekomastia pembesaran tangan dan kaki sensitivitas terhadap panas atau dingin peningkatan jumlah rambut tubuh, atau hirsutisme tekanan darah rendah kegemukan perubahan dalam penglihatan, seperti penglihatan kabur atau gelap. Lalu apa penyebabnya? Penyebab sebagian besar tumor otak tidak diketahui, tetapi ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang kita terkena tumor otak. Faktor risiko meliputi: usia - risiko terkena tumor otak meningkat dengan bertambahnya usia, meskipun beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi pada anak-anak. kanker sebelumnya - anak-anak yang menderita kanker memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak di kemudian hari; orang dewasa yang menderita leukemia atau limfoma non-Hodgkin juga memiliki peningkatan risiko. radiasi - paparan radiasi menyumbang sejumlah kecil tumor otak; beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi pada orang yang pernah menjalani radioterapi, CT scan atau sinar-X ke kepala. riwayat keluarga dan kondisi genetik - beberapa kondisi genetik diketahui meningkatkan risiko terkena tumor otak, termasuk tuberous sclerosis, neurofibromatosis tipe 1, neurofibromatosis tipe 2 dan sindrom Turner. HIV atau AIDS - dibandingkan dengan populasi umum, kita memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita tumor otak jika kita menderita HIV atau AIDS. Diagnosis tumor otak dimulai dengan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan kita. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan neurologis yang sangat rinci. Dokter kita akan melakukan tes untuk melihat apakah saraf kranial kita masih utuh. Ini adalah saraf yang berasal dari otak kita. Dokter kita akan melihat ke dalam mata kita dengan ophthalmoscope, yang merupakan alat yang menyinari murid-murid kita dan ke retina kita. Ini memungkinkan dokter kita untuk memeriksa bagaimana murid-murid kita bereaksi terhadap cahaya. Ini juga memungkinkan dokter kita untuk melihat langsung ke mata kita untuk melihat apakah ada pembengkakan saraf optik. Ketika tekanan meningkat di dalam tengkorak, perubahan saraf optik dapat terjadi. Dokter juga dapat mengevaluasi kita: kekuatan otot koordinasi ingatan kemampuan melakukan perhitungan matematika Dokter juga akan menyarankan kita menjalani: CT scan kepala. MRI kepala. Angiografi. Sinar-X tengkorak. Biopsi. Tetapi ketika kita divonis terkena penyakit tumor otak jangan putus asa dulu yah sahabat. Karena ada beberapa macam perawatan untuk tumor otak yang meliputi: Steroid. Operasi. Radioterapi. Kemoterapi. Setelah didiagnosis dengan tumor otak, steroid mungkin diresepkan untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar tumor. Pembedahanpun sering digunakan untuk mengangkat tumor otak. Tujuannya adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin jaringan abnormal seaman mungkin. Tidak selalu mungkin untuk mengangkat semua tumor, jadi perawatan lebih lanjut dengan radioterapi atau kemoterapi mungkin diperlukan untuk mengobati sel-sel abnormal yang tertinggal. Perawatan untuk tumor non-kanker seringkali berhasil dan pemulihan penuh dimungkinkan. Terkadang, ada kemungkinan kecil tumor bisa kembali, jadi kita mungkin perlu temui dokter kita kembali dan mengambil tindak lanjut secara teratur untuk memantau ini.
 12 Dec 2017    18:00 WIB
Vaksin Tetanus Dapat Membantu Mengobati Tumor Otak, Benarkah?
Sebuah penelitian kecil menemukan petunjuk bahwa vaksin tetanus ternyata memiliki manfaat lain selain dari mencegah terjadinya tetanus. Satu dosis vaksin tetanus dapat membuat seorang penderita tumor otak yang mematikan untuk hidup lebih lama saat diberikan bersamaan dengan pengobatan tumor tersebut. Hal ini dikarenakan pemberian vaksin membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih "waspada", yang membuat pengobatan pun menjadi lebih efektif.   Baca juga: Apa Efek Samping Vaksin DPT?   Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 12 orang penderita tumor otak. Beberapa orang di antaranya yang telah menerima vaksin tetanus dapat hidup beberapa tahun lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang tidak pernah diberikan vaksin tetanus. Walaupun hasil penelitian ini tampak menjanjikan, akan tetapi karena penelitian ini hanya merupakan sebuah penelitian kecil, maka perlu dilakukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan hasil penelitian ini. Penelitian ini berfokus pada pengobatan glioblastoma, sejenis tumor otak yang sering ditemukan dan cukup ganas. Tumor otak ini dapat kembali tumbuh dan membunuh penderitanya, bahkan setelah penderita melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor. Berbagai pengobatan yang digunakan untuk mengobati tumor ini pun hanya memiliki sedikit efek. Sekitar setengah dari penderita glioblastoma meninggal dalam waktu 15 bulan setelah diagnosa. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan imunoterapi sebagai dasar penelitiannya. Imunoterapi merupakan suatu terapi yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan sebuah strategi spesifik yaitu vaksin sel dendritik. Pada keadaan ini, para peneliti mengangkat sel darah tertentu dari seorang penderita dan melengkapi mereka dengan sebuah zat kimia tertentu yang dapat ditemukan di dalam tumor. para peneliti kemudian mengembalikan sel ini ke dalam tubuh penderita, di mana mereka akan "melatih" sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker. Para peserta penelitian di dalam penelitian ini telah melalui berbagai pengobatan seperti tindakan pembedahan, radiasi, dan kemoterapi. Kemudian para peserta penelitian menerima satu dosis vaksin DPT dan 3 kali suntikan yang terdiri dari sel tubuh mereka sendiri yang telah dimodifikasi seperti di atas, yang masing-masing berjarak 2 minggu. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama mendapat dosis kedua vaksin DPT (dosis sangat kecil) pada tempat di mana sel-sel tubuhnya akan disuntikkan kembali keesokkan harinya. Sedangkan kelompok ke 2 hanya menerima plasebo. Para peneliti menduga bahwa suntikan vaksin tetanus mini ini akan membuat sistem kekebalan tubuh terstimulasi pada daerah kulit tersebut sehingga tubuh pun menjadi lebih siap menghadapi apa yang akan datang berikutnya. Penyuntikan sel dilanjutkan setiap bulannya hingga hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan bahwa tumor terus berkembang. Di antara para peserta penelitian pada kelompok ke 2, hanya 1 orang yang dapat bertahan hidup selama 2 tahun setelah diagnosa ditegakkan. Ia berhasil bertahan hidup selama sekitar 3.5 tahun. Hasil ini lebih baik pada para peserta penelitian yang menerima vaksin tetanus mini. 4 orang di antara para peserta di kelompok pertama dapat hidup selama lebih dari 2 tahun, sementara itu 1 orang di antaranya dapat bertahan hidup selama hampir 5 tahun, dan 1 orang lainnya dapat bertahan hidup selama hampir 6 tahun. Salah seorang di antara peserta penelitian berhasil bertahan hidup hingga sekarang, dialah Sandy Hillburn, 68 tahun dari Fort Lee, New Jersey. Saat pertama kali didiagnosa menderita glioblastoma, dokternya memberitahunya bahwa ia hanya akan hidup selama 2-3 bulan lagi. Akan tetapi, keluarganya pun kemudian membawanya ke Duke University Medical Center di Carolina Utara karena mereka memiliki reputasi yang sangat baik mengenai glioblastoma. Ia pun ditawari kesempatan untuk ikut serta dalam sebuah penelitian. Ia pun segera menerima tawaran tersebut dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Beberapa tahun sejak itu, ia pun masih dapat menghadiri acara pernikahan putranya dan melihat kelahiran 5 orang cucunya. Hingga saat ini pun ia masih sering bermain sepak bola bersama 6 orang cucu laki-lakinya di Ohio dan Boston. Hillburn tetap datang ke Duke sebulan sekali untuk menerima suntikan sel. Para peneliti pun masih tidak mengetahui mengapa ia dapat bertahan hidup hingga sekarang ini.   Sumber: huffingtonpost
 19 Sep 2015    18:00 WIB
Pria Rentan Terkena Kanker Dibanding Wanita?
Pria memiliki kemungkinan mati 50% lebih tinggi dibandingkan perempuan, hal ini menurut global statistic yang baru. Data yang dipublikasikan oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa lebih dari 4,6 juta pria meninggal karena disebabkan kanker setiap tahunnya, ini sama dengan 126 orang pria per 100.000. Hal ini dibandingkan dengan 3,4 juta perempuan yang meninggal disebabkan kanker setiap tahunnya. Angka ini mewakili 82 orang perempuan per 100.000. Terdapat 126,05 kematian yang disebabkan kanker per 100.000 pria di Inggris setiap tahunnya, dibandingkan dengan 97,28 per 100.000 wanita. Angka ini menggambarkan perbedaan yang paling sedikit yang terlihat di seluruh Eropa, tetapi tetap terlihat ketimpangan yang cukup besar. 4 penyebab kanker terbesar di seluruh dunia adalah paru-paru, hati, perut dan usus. Jika digabungkan, kanker tersebut penyebabkan hamper setengah angka kematian yang disebabkan oleh kanker secara keseluruhan. Data yang dikumpulkan oleh  the International Agency for Research on Cancer juga menunjukkan lebih dari 14 juta orang diseluruh dunia didiagnosa kanker setiap tahunnya. Pria hampir seperempat lebih  didiagnosis dengan penyakit kanker dibanding wanita. “perbedaan yang kontras antara pria dan wanita dapat diturunkan jika dibedakan diagnose yang diderita pria dan wanita. Pria lebih dering didiagnosa dengan kanker yang sulit diobati, seperti kanker kandung kemih, kanker hati, kanker paru-paru dan kanker esophagus”. Hal ini dikatakan oleh Nick Ormiston-Smith, kepala statistik dari Cancer Research UK. Kanker menyebabkan angka kematian sebesar 16% dari angka kematian seluruh dunia. Usia merupakan faktor resiko terbesar pada kebanyakan kanker dan sebagaimana meningkatnya tingkat harapan hidup dunia, kita dapat melihat semakin banyak orang terkena kanker. Gaya hidup juga memainkan peranan penting.  Di seluruh dunia, konsumsi tembakau telah bertanggung jawab untuk sekitar 100 juta kematian pada abad terakhir dan, jika kecenderungan ini terus berlanjut, akan membunuh satu miliar di abad ke-21. Merokok adalah jauh penyebab dicegah paling penting dari kanker di dunia.   Sumber: dailymail