Your browser does not support JavaScript!
 15 Sep 2019    16:00 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Toksoplasma Saat Hamil
Bagaimana Menegakkan Diagnosa Toksoplasmosis Saat Hamil?Untuk menegakkan diagnosa toksoplasmosis, maka dokter biasanya akan melakukan suatu pemeriksaan darah untuk memeriksa adanya antibodi terhadap parasit toksoplasma. Akan tetapi, karena hasil pemeriksaan awal kadangkala berupa positif palsu, maka pemeriksaan darah ini biasanya akan diulang kembali dalam waktu 2-3 minggu setelah pemeriksaan pertama.Apakah Bayi Saya Telah Tertular Toksoplasma?Jika saat anda hamil, hasil pemeriksaan toksoplasma menunjukkan bahwa anda baru saja mengalami infeksi toksoplasma, maka dokter anda akan melakukan berbagai pemeriksaan lainnya untuk memeriksa apakah bayi anda juga telah terinfeksi oleh toksoplasma. Salah satu pemeriksaan untuk memastikan penularan toksoplasma pada bayi anda adalah dengan melakukan amniosintesis. Tindakan amniosintesis ini memang beresiko menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun sangat rendah (1%). Pemeriksaan amniosintesis dapat dilakukan kapan saja setelah kehamilan berusia 15 minggu. Pada amniosintesis, dokter akan memasukkan sebuah jarum kecil ke dalam perut ibu untuk mengambil contoh cairan amnion yang berada di sekeliling janin anda di dalam kandungan. Contoh cairan amnion ini kemudian akan diperiksa apakah terdapat antibodi terhadap toksoplasma. Akan tetapi, hasil dari pemeriksaan amniosintesis ini hanya dapat memastikan apakah bayi anda telah terinfeksi oleh toksoplasma atau tidak dan tidak dapat memeriksa sejauh mana gangguan perkembangan yang telah terjadi pada bayi anda.Pengobatan Toksoplasmosis Saat HamilJika anda mengalami toksoplasmosis saat hamil, maka toksoplasmosis biasanya akan diatasi dengan pemberian antibiotika. Mulailah pengobatan sedini mungkin. Spiramisin merupakan antibiotika yang dapat mengurangi resiko penularan infeksi toksoplasma pada bayi anda dan membatasi keparahan infeksi pada bayi anda. Setelah lahir, bayi anda mungkin harus melalui berbagai pemeriksaan meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan foto rontgen atau CT scan untuk memeriksa apakah bayi anda telah tertular oleh toksoplasma. Jika bayi anda terbukti telah terinfeksi oleh toksoplasmosis, maka bayi anda harus menerima berbagai pengobatan pada tahun pertama kehidupannya atau mungkin lebih lama.Pencegahan Infeksi Toksoplasma Saat HamilBeberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah infeksi toksoplasma adalah:•  Hindari kontak dengan kotoran kucing dan kucing liar•  Masaklah makanan hingga matang dan simpanlah pada kulkas yang bersuhu 5°C atau kurang•  Bersihkanlah buah dan sayuran yang akan dikonsumsi dengan baik•  Bersihkanlah talenan, celemek, dan pisau anda dengan air panas serta sabun setelah digunakan untuk mengolah makanan mentah•  Selalu gunakan sarung tangan saat berkebun atau saat menyentuh tanah atau pasir dan cucilah tangan dengan baik setelahnyaSumber: webmd
 23 Jul 2019    18:00 WIB
Gejala dan Komplikasi Toksoplasmosis Kongenital
Gejala Toksoplasmosis KongenitalToksoplasmosis kongenital merupakan suatu keadaan di mana seorang bayi yang baru saja lahir telah menderita infeksi toksoplasma. Hal ini biasanya disebabkan karena sang ibu mengalami infeksi toksoplasma saat hamil. Jika bayi anda mengalami toksoplasmosis kongenital, gejala yang dialaminya dapat berbeda-beda tergantung pada kapan anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma. Jika anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma pada awal terjadinya kehamilan (saat pembuahan, yaitu saat sperma dan sel telur bertemu) atau sebelum kehamilan berusia 27 minggu, maka gejala yang timbul dapat lebih berat. Gejala yang dapat terjadi adalah:•  Adanya penumpukkan cairan otak di dalam kepala (hidrosefalus)•  Kerusakan otak•  Epilepsi•  Jaundice (kulit dan bagian putih mata bayi berwarna kuning)•  Tuli•  Cerebral palsy (suatu keadaan yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan otak)•  Gangguan pertumbuhan•  Infeksi mata atau gangguan penglihatan Jika anda (ibu) terinfeksi oleh toksoplasma setelah kehamilan berusia 27 minggu, gejala toksoplasmosis mungkin tidak tampak saat bayi baru lahir dan baru muncul di kemudian hari, kadang-kadang beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Gejala yang dapat terjadi adalah:•  Gangguan penglihatan•  Kesulitan belajar•  Hilangnya pendengaran Pada sebagian besar kasus, bayi yang terlahir dengan toksoplasmosis kongential dapat diobati dengan pemberian antibiotika sehingga bayi dapat bertumbuh dan berkembang dengan normal.Komplikasi Toksoplasmosis KongenitalSekitar 4% bayi dengan toksoplasmosis kongenital dapat mengalami komplikasi berat pada beberapa tahun pertama kehidupannya. Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah:•  Gangguan penglihatan permanen (hilangnya penglihatan sebagian atau total, walaupun jarang)•  Kerusakan otak permanen Berbagai komplikasi lainnya yang dapat terjadi pada mata bayi anda adalah:•  Retinokoroiditis yaitu suatu keadaan yang menyebabkan setidaknya satu lesi (luka) okular (mata), walaupun sangat jarang terjadi•  Toksoplasmosis okular yaitu suatu kondisi yang dapat terjadi saat anak berusia 9 tahun, atau dapat pula terjadi saat anak berusia akhir 20 atau 30 tahun Pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu menemukan berbagai gangguan di atas sedini mungkin, akan tetapi tidak dapat memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.Sumber: webmd
 12 Feb 2019    08:00 WIB
Pelihara Kucing Tapi Takut Kena Toksoplasma ? Cegah Dengan Cara Ini
Apakah Anda suka memelihara kucing? Bila iya mungkin Anda merasa takut akan terinfeksi toksoplasma.  Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T.gondii). Apa akibat toksoplasma pada manusia? WanitaInfeksi toksoplasma dapat menginfeksi saluran telur wanita dan menyebabkan saluran ini menyempit atau tertutup. Sehingga sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. Janin Kista toksoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan saraf seperti terjadi gangguan saraf mata yang berakibat kebutaan. Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan atau hidrosefalus PriaToksoplasma juga dapat menginfeksi pria. Infeksi akut toksoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan kemandulan. Toksoplasma dapat menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Ada beberapa cara mengapa seseorang dapat terinfeksi parasit toksoplasma : - Menyentuh atau kontak dengan kotoran binatang misalnya kucing atau anjing yang terinfeksi. Kucing biasanya mendapatkan infeksi ini jika makan tikus, burung atau binatang lain yang mengonsumsi daging mentah.- Mengonsumsi daging mentah yang terkontaminasi atau dimasak kurang matang.- Mencuci buah atau sayuran kurang bersih, yang telah terkontaminasi oleh pupuk kandang.- Anak yang lahir dari ibu yang terkontaminasi, hal ini karena parasit bisa melewati aliran darah dan menginfeksi janin.- Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Selain itu kasus toksoplasma umumnya paling banyak terjadi akibat kucing atau anjing mengonsumsi daging mentah atau kurang matang yang sudah terinfeksi. Berikut cara yang dapat Anda ikuti dalam merawat kucing Anda agar terhindar dari toksoplasma yaitu : 1.      Hindari kontak langsung dengan kotoranApabila ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing 2.      Makanan khusus Beri makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah. 3.      Pelihara kucing dalam rumahDengan memelihara kucing di dalam rumah akan membantu mencegah kucing mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi toksoplasma. 4.      Jaga kebersihan kucingMandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan sampo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering. 5.      Berikan vaksinBerilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies. 6.      Konsultasi dokter hewanJika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan. 7.      Cuci tanganSelain itu jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.Jadi rawat terus kucing Anda atau binatang peliharaan Anda agar Anda dan binatang peliharaan kesayangan Anda selalu sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: KF
 21 Apr 2017    08:00 WIB
Bagaimana Toksoplasmosis Mengenai Wanita Hamil?
Toksoplasmosis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh sebuah parasit bersel tunggal, toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menginfeksi manusia dan hewan berdarah panas lainnya. Parasit ini tidak dapat ditularkan melalui kontak antar manusia dan biasanya hanya dapat ditularkan melalui makanan.Seorang wanita yang mengalami toksoplasmosis sebelum atau selama kehamilan dapat menularkan infeksi ini pada bayi yang berada di dalam kandungannya dan menyebabkan terjadinya toksoplasmosis kongenital, yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan berat pada bayi, seperti kerusakan otak atau kebutaan sebagian (parsial).Cara PenularanParasit toxoplasma gondii dapat ditemukan pada tinja kucing yang terinfeksi atau pada daging hewan yang terinfeksi. Penularan infeksi dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:•  Mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh kotoran kucing, misalnya pada buah atau sayuran•  Menggunakan pisau atau talenan yang pernah digunakan untuk menyiapkan daging mentah atau daging setengah matang yang terinfeksi•  Memakan atau menyentuh daging mentah atau daging setengah matang yang terinfeksi•  Memakan atau meminum produk hewani yang tidak dipasteurisasi, misalnya susu kambing atau beberapa jenis kejuSangat jarang, infeksi toksoplasma juga dapat ditularkan melalui transfuse darah yang terinfeksi atau melalui organ transplan yang terinfeksi.GejalaPada orang dengan keadaan kesehatan yang baik, gejala toksoplasmosis biasanya sangat ringan sehingga tidak disadari oleh penderita. Hanya sekitar 10-15% penderita menunjukkan gejala. Beberapa  gejala infeksi toksoplasma yang dapat ditemukan adalah:•  Demam•  Nyeri tenggorokan•  Nyeri otot•  Pembengkakan kelenjar getah bening Resiko terinfeksi oleh toksoplasma selama kehamilan sebenarnya cukup rendah (5 dari 1.000 wanita hamil). Bila anda pernah mengalami toksoplasmosis sebelumnya, maka biasanya anda akan memiliki kekebalan tubuh terhadapnya dan tidak dapat terinfeksi kembali. Akan tetapi, bila anda terinfeksi oleh toksoplasma beberapa saat sebelum kehamilan atau selama kehamilan, maka anda dapat menularkan parasit ini pada bayi di dalam kandungan anda. Infeksi tidak dapat ditularkan melalui ASI. Selain menyebabkan toksoplasmosis kongenital, infeksi toksoplasma pada wanita hamil juga dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran (kematian bayi sebelum kehamilan berusia 23 minggu) dan bayi lahir mati (kematian bayi setelah kehamilan berusia lebih dari 24 minggu).Sumber: webmd