Your browser does not support JavaScript!
 25 Apr 2019    18:00 WIB
Hipogonadisme Penyebab Hormon Testosteron Pria Menjadi Rendah
Salah satu fungsi buah zakar (testis) adalah untuk mensekresi (menghasilkan) hormon testosteron. Hormon ini berperan penting untuk perkembangan dan menjaga karakteristik fisik pada pria. Yang dimaksud dengan karakteristik fisik adalah kekuatan dan massa otot, distribusi lemak, massa tulang, produksi sperma, dan gairah seksual. Hipogonadisme adalah suatu keadaan di mana testis tidak menghasilkan testosteron dalam jumlah yang memadai. Hipogonadisme primer terjadi akibat adanya gangguan atau kelainan pada testis. Hipogonadisme sekunder terjadi akibat adanya gangguan pada kelenjar pituitari di otak, yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal kepada testis untuk memproduksi hormon testosteron. Hipogonadisme dapat terjadi pada saat perkembangan janin, saat pubertas, atau pada pria dewasa.   Penyebab Hipogonadisme Sindrom Klinefelter Sindrom ini disebabkan oleh adanya kromosom seks yang abnormal. Seorang pria normal hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y. Kromosom Y merupakan kromosom yang membawa gen yang berhubungan dengan jenis kelamin laki-laki dan karakteristiknya. Pria yang menderita sindrom Klinefelter memiliki 2 kromosom X, yang menyebabkan gangguan perkembangan testis. Testis Undescended Merupakan suatu keadaan di mana testis tidak turun dari perut ke kantong zakar (skrotum) saat bayi lahir. Hemokromatosis Merupakan suatu kondisi di mana terlalu banyak zat besi di dalam darah, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi testis dan kelenjar pituitari. Trauma Testis Cedera atau trauma pada testis yang menyebabkan kerusakan pada testis dapat mempengaruhi produksi testosteron. Pengobatan Kanker Berbagai pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radiasi dapat mengganggu produksi testosteron dan sperma oleh testis. Penuaan Kadar hormon testosteron menurun seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Gangguan Kelenjar Pituitari Berbagai hal yang menyebabkan gangguan pada kelenjar pituitari seperti cedera kepala atau tumor, dapat mempengaruhi kemampuan kelenjar untuk mengirimkan sinyal kepada testis untuk memproduksi testosteron. Obat-obatan Beberapa efek samping obat dapat mempengaruhi kemampuan produksi testosteron. Contoh obat-obatan tersebut adalah obat anti psikosis.   Komplikasi Hipogonadisme Pada Pria Dewasa Beberapa hal yang dapat terjadi bila hipogonadisme terjadi pada pria dewasa adalah: Disfungsi ereksi (ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi) Infertilitas (kemandulan) Penurunan gairah seksual Penurunan pertumbuhan janggut dan rambut tubuh lainnya Penurunan ukuran atau perubahan tekstur testis Penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh Penurunan massa tulang (osteoporosis) Pembesaran jaringan payudara Perubahan status mental dan emosional seperti menopause pada wanita (perubahan mood, mudah marah, depresi, rasa lelah, dan tubuh terasa panas)   Pengobatan Hipogonadisme Pengobatan hipogonadisme tergantung pada penyebabnya. Terapi sulih atau pengganti hormone testosteron seringkali digunakan untuk mengobati berbagai gangguan pada testis. Jika hipogonadisme disebabkan oleh kelainan pada kelenjar pituitari, maka pemberian hormon pituitari dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron dan meningkatkan produksi sperma.   Sumber: webmd  
 01 Jan 2019    18:00 WIB
Cara Alami Untuk Meningkatkan Libido
Libido atau dorongan seks akan dimulai pada masa pubertas. Karena berbagai alasan libido dapat menurun, seperti faktor penuaan, stres, beberapa penyakit, penggunaan obat-obatan dan efek samping dari obat. Berikut adalah cara alami untuk meningkatkan libido: Langkah 1 Lakukan olahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Olahraga akan membantu menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot Anda, meningkatkan produksi hormon testosteron (untuk pria), meningkatkan mood Anda dan meningkatkan citra akan diri Anda. Dengan olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah ke organ seksual Anda. Langkah 2 Lakukan beberapa latihan relaksasi. Jika mengurangnya dorongan seks adalah karena stres, maka ikut serta dalam beberapa kegiatan menenangkan dapat membantu mengurangi stres. Seperti yoga, Tai-chi, Pilates, meditasi pernapasan dan menikmati alam. Langkah 3 Mencoba beberapa tanaman herbal yang bermanfaat. Seperti yohimbe, ginkgo biloba, ginseng. Langkah 4 Bereksperimenlah saat Anda akan melakukan hubungan seksual. Rasa bosan akan menurunkan libido seseorang. Anda bisa mencoba gaya baru, tempat yang baru untuk meningkatkan gairah seks Anda. Langkah 5 Meningkatkan libido Anda dengan beberapa makanan, seperti tiram, pisang, buah ara, bawang putih, alpukat, almond, cokelat dan seledri. Makanan ini membantu memproduksi hormon seksual dan meningkatkan stamina Langkah 6 Buang rokok Anda. Merokok dapat merusak paru-paru Anda dan menurunkan gairah seks. Ketika Anda merokok, oksigen yang diperlukan untuk sirkulasi darah berkurang. Hal ini akan  mempengaruhi semua area tubuh termasuk organ seksual. Sumber: livestrong
 22 Apr 2017    12:00 WIB
Terapi testoteron : kunci vitalitas pria ?
Banyak yang ingin melakukan terapi testosteron karena tertarik dengan hasil yang bisa didapatkan, yaitu otot yang lebih kencang, meningkatnya daya ingat & konsentrasi, meningkatnya vitalitas serta stamina. Semakin bertambahnya usia hal-hal tersebut umum dirasakan oleh para pria, sehingga terapi testosteron ini terdengar seperti formula anti penuaan yang tepat. Tetapi apakah terapi testostero itu baik dan aman? Mari kita bahas lebih lanjut Apakah testosteron itu ? Testosteron adalah hormon yang diproduksi sebagian besar di testis. Jadi testosteron berfungsi untuk membentuk fitur-fitur tubuh khas pria & juga membantu menjaga kesehatan pria secara umum. Berikut adalah fungsi testosteron bagi tubuh pria :• Menjaga kepadatan tulang• Menjaga distribusi lemak di tubuh• Menjaga kekuatan & massa otot• Menjaga produksi sel darah merah• Menjaga gairah seksual• Menjaga produksi sperma Hipogonadisme adalah penyakit dimana tubuh tidak bisa memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang cukup karena adanya masalah pada testis atau pada kelenjar dibawah otak yang mengatur testis. Bila mengalami masalah tersebut, maka terapi pengganti testosteron dapat membantu mengurangi tanda & gejala gangguan kesehatan akibat kadar testosteron yang rendah pada pasien tersebut. Dokter dapat memberikan testosteron tersebut dalam bentuk suntikan, koyo atapun gel yang dioles. Apa yang terjadi pada testoteron di usia tertentu ? Kadar testosteron akan memuncak pada pria dimasa remaja & dewasa muda. Semakin bertambahnya usia, maka kadar testosteron dalam tubuh akan berkurang, sekitar 1% per-tahun, dimana penurunan ini biasanya dimulai sejak usia 30 tahun. Oleh karena itu pada pria yang mengalami kadar testosteron yang rendah, penting untuk memastikan apakah penurunan kadar testosteron tersebut disebabkan oleh efek penuaan normal atau karena adanya masalah kesehatan (hipogonadisme). Apakah penurunan kadar testosteron secara alami juga menyebabkan tanda & gejala penuaan ?Penurunan kadar testosteron secara alami tidak selalu akan menyebabkan timbulnya tanda & gejala penuaan. Dengan semakin bertambahnya usia, pria dapat mengalami beragam tanda & gejala kesehatan tapi tidak semuanya berkaitan dengan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh.Berikut adalah tanda & gejala kesehatan yang berkaitan dengan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh :• Adanya perubahan dalam fungsi seksual. Hal ini seperti berkurangnya gairah seksual, berkurangnya ereksi spontan (biasa terjadi saat tidur) serta gangguan kesuburan.• Adanya perubahan dalam pola tidur. Terkadang kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan insomnia atau gangguan pola tidur lainnya.• Adanya perubahan fisik. Berbagai perubahan fisik dapat terjadi, termasuk diantaranya meningkatnya lemak tubuh, berkurangnya massa & kekuatan otot serta berkurangnya kepadatan tulang. Payudara yang membesar (gynecomastia) & rambut yang rontok juga dapat terjadi. Selain itu juga bisa mengalami rasa panas di wajah & berkurangnya tenaga dari yang biasa dirasakan.• Adanya perubahan emosi. Rendahnya kadar testosteron juga bisa mengakibatkan menurunnya motivasi atau kepercayaan diri. Selain itu, bisa juga merasa sedih atau depresi atau mengalami masalah konsentrasi & gangguan daya ingat. Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa sebagian tanda & gejala ini merupakan hal yang normal dialami seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, tanda & gejala tersbeut juga bisa juga disebabkan oleh hal lain, seperti misalnya efek samping pengobatan, adanya masalah pada kelenjar tiroid, depresi & konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemeriksaan darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah kadar testosteron dalam tubuh rendah atau tidak.Bisakah terapi testosteron menjaga vitalitas & membuat awet muda ?Terapi testosteron dapat membantu membalik efek dari hipogonadisme, tetapi masih belum jelas apakah terapi testosteron memberikan manfaat pada pria yang tidak mempunyai masalah hipogonadisme. Meskipun beberapa pria percaya bahwa dengan melakukan terapi testosteron membantu mereka menjadi tetap awet muda & lebih bertenaga serta menjaga vitalitas saat usia bertambah, tetapi masih sedikit penelitian menyeluruh yang dilakukan mengenai terapi testosteron terhadap pria dengan kadar testosteron sehat, karena penelitian-penelitian kecil yang telah dilakukan memberikan hasil yang beragam. Sebagai contoh pada salah satu penelitian yang dilakukan, pria sehat yang diberikan terapi testosteron meningkat massa ototnya tetapi tidak bertambah kekuatannya. Apa resiko terapi testosteron terhadap penuaan normal ? Terapi testosteron mempunyai resiko yang beragam, contohnya :• Dapat menimbulkan apneu tidur, yaitu gangguan tidur yang bisa berbahaya dimana terjadi henti nafas yang berulang.• Dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak sel darah merah (polycythemia), sehingga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.• Menyebabkan timbulnya jerawat atau reaksi kulit lainnya.• Menstimulasi pertumbuhan non-kanker dari prostat (benign prostatic hyperplasia) & kemungkinan juga menstimulasi pertumbuhan kanker prostat yang sudah ada.• Menyebabkan pembesaran pada payudara• Mengurangi jumlah produksi sperma atau menyebabkan testis menciut. Apakah perlu berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan terapi testoteron ?Bila masih ragu apakah terapi testosteron merupakan tindakan yang tepat untuk mengatasi gejala yang dirasakan, maka sebaiknya berkonsultasi langsung ke dokter untuk mengetahui apa manfaat & resiko dari terapi testosteron yang ingin dilakukan. Bila penurunan kadar testosteron yang dialami adalah akibat dari kondisi kesehatan tertentu, maka terapi testosteron dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut. Tetapi, bila untuk mengatasi kondisi penuaan normal, maka tidak terlalu disarankan untuk melakukan terapi testosteron. Sumber : mayoclinic
 22 Jul 2016    18:00 WIB
Terapi Testosteron Tingkatkan Resiko Serangan Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa terapi testosteron yang digunakan untuk membantu mengatasi disfungsi seksual dan penurunan gairah seksual dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 55.000 pria, di mana pria yang berusia lebih dari 65 tahun dan menggunakan terapi testosteron mengalami peningkatkan resiko terjadinya serangan jantung hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan obat atau terapi testosterone ini.Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya serangan jantung yang tidak terlalu berat hingga 2 kali lipat pada pria yang berusia kurang dari 65 tahun dengan riwayat penyakit jantung setelah memulai penggunaan terapi testosteron. Pria yang tidak menggunakan terapi testosterone memiliki resiko serangan jantung sebesar 5 per 1.000 pria setiap tahunnya. Sementara itu, pria yang menggunakan terapi testostern dan berusia 65 tahun atau kurang dari 65 tahun dengan riwayat penyakit jantung mengalami peningkatan resiko hingga 10 per 1.000 pria setiap tahunnya. Para peneliti juga telah mempertimbangkan faktor resiko serangan jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka produksi testosteron pun akan menurun. Pada beberapa pria, kadar testosteron sangat rendah hingga menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2010 menemukan bahwa terjadi peningkatan kasus serangan jantung, stroke, dan kematian di antara 1.223 pria yang menggunakan terapi testosterone dibandingkan dengan 7.486 pria yang tidak menggunakan terapi ini. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak testosteron pada kesehatan jantung seorang pria untuk menemukan bukti kuat mengenai peningkatkan resiko serangan jantung pada para pengguna terapi testosteron.Sumber: npr
 08 Mar 2016    11:00 WIB
Pengaruh Testosteron Pada Wanita
Jika Anda pikir testosteron hanya ada pada pria, maka Anda salah. Testosteron merupakan bahan anabolisme dan hormon seksual yang penting dalam tubuh manusia, bertanggung jawab terhadap keinginan dan fungsi seksual, pembesaran otot, kepadatan tulang dan pertumbuhan rambut. Pria memang memiliki kadar kolesterol 10 kali lebih tinggi dibanding wanita. Tetapi mengesampingkan pentingnya hormon testosteron pada wanita merupakan kesalahan besar, dan untuk menggambarkan pentingnya hormon tersebut mari kita bahas pentingnya kadar testosteron pada tubuh wanita: Keinginan seksualLibido wanita terkait dengan kadar testosteron. Efek samping yang paling sering terjadi pada penggunaan pil KB adalah pil KB mengikat hormon seksual, terutama testosteron dan estradiol, yang menyebabkan penurunan nafsu seks. Juga pada saat wanita mendekati masa menopause, mereka akan memproduksi testosteron lebih sedikit daripada sebelum masa menopause. Hal tersebut menjadi alasan mengapa wanita menopause memiliki tingkat seksual yang rendah. Produksi estrogenEstrogen merupakan hormon yang penting untuk hormon seksual wanita, ternyata terbentuk dari hormon testosteron. Estrogen bertanggung jawab untuk pematangan organ seksual wanita, perkembangan kelenjar serviks, penebalan dinding rahim dan produksi estrogen sangat penting dalam kehamilan terutama dalam pencegahan keguguran. Testosteron bertanggung jawab untuk memproduksi estradiol yang merupakan bentuk primer dari estrogen yang terdapat pada wanita yang tidak hamil sampai menjelang masa menopause. Setelah menopause, tubuh akan memproduksi estrone, dan pada wanita hamil akan memproduksi estriol. Dengan demikian tanpa testosteron, seorang wanita tidak mungkin bisa memproduksi estrogen. Pembentukan ototSebagaimana pada pria, testosteron penting untuk membangun massa otot pada wanita. Tanpa otot yang bebas lemak, Anda tidak akan bisa mempertahankan tingkat metabolisme dengan baik. Anda juga tidak akan mampu membakar lemak dan Anda juga akan menurunkan tingkat kepadatan tulang, yang menyebabkan masalah kesehatan di masa akan datang. Berita baiknya adalah wanita tidak perlu memproduksi hormon testosteron sebanyak pada pria, cukup hanya untuk terlihat baik.Terdapat banyak mitos yang beredar mengenai hubungan wanita dan testosteron. Beberapa orang berpikir testosteron murni hormon pria yang diproduksi hanya di testis padahal wanita juga mempunyai ovarium yang memiliki fungsi sama dengan testis. Sementara yang lain takut untuk memakan protein dan melakukan latihan angkat beban akan menyebabkan tubuh terlihat seperti atlet binaragawan. Tetapi dengan makan protein dan melakukan latihan angkat beban akan membuat Anda lebih sehat, dan pada wanita akan memastikan tubuh memproduksi testosteron dalam kadar yang normal.Sumber: healthmeup
 20 Oct 2015    20:00 WIB
Berbagai Penyebab Osteoporosis
Tulang anda tidak pernah berhenti bertumbuh, setiap harinya tulang anda akan membentuk sel-sel tulang baru untuk menggantikan sel-sel tulang lama (remodeling). Anda mungkin tidak akan bertambah tinggi lagi setelah melewati masa pubertas karena telah tertutupnya lempeng pertumbuhan pada tulang, akan tetapi anda dapat terus meningkatkan kepadatan tulang anda. Pada penderita osteoporosis atau pengeroposan tulang, terjadi penipisan pada tulang karena pertumbuhan sel-sel tulang baru tidak dapat menyamai hilangnya sel-sel tulang lama. Hal ini menyebabkan tulang menjadi berongga, rapuh, dan mudah mengalami patah tulang. Kepadatan tulang anda mencapai masa keemasannya saat anda berusia 20 tahunan. Akan tetapi, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, kepadatan tulang anda pun akan berkurang yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Osteoporosis atau osteopenia (berkurangnya massa atau kepadatan tulang) terjadi akibat ketidakseimbangan antara kematian dan pertumbuhan sel tulang baru  yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.   1.      Penurunan Kadar Estrogen Pada Wanita Penurunan kadar estrogen pada wanita merupakan salah satu penyebab terjadinya osteoporosis. Setelah menopause dapat terjadi peningkatan penurunan kepadatan tulang akibat penurunan kadar estrogen ini. Wanita muda yang berhenti mendapat menstruasi karena terlalu kurus juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda. Selain itu, pengangkatan kedua indung telur melalui tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis karena penurunan kadar estrogen.   2.      Penurunan Kadar Testosteron Pada Pria Pria membutuhkan testosteron dan juga estrogen untuk menjaga kesehatan tulangnya. Hal ini karena testosteron akan diubah menjadi estrogen. Pria yang mengalami osteoporosis biasanya juga mengalami penurunan kadar testosteron.   3.      Gangguan Keseimbangan Hormonal Selain estrogen dan testosteron, beberapa hormon lainnya juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda, seperti hormon paratiroid dan hormon pertumbuhan. Kedua hal ini berperan dalam penggunaan kalsium di dalam tulang dan proses remodeling. Akan tetapi, tingginya kadar hormon paratiroid (hiperparatiroidisme) dapat menyebabkan keluarnya kalsium melalui air kemih yang menyebabkan tubuh harus memenuhi kebutuhannya akan kalsium dengan mengambilnya pada tulang. Kekurangan kalsium dapat membuat tulang anda menjadi lebih lemah. Selain itu, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, tubuh anda juga memproduksi lebih sedikit hormon pertumbuhan, yang mana sebenarnya anda butuhkan untuk membentuk tulang yang kuat.   4.      Kekurangan Kalsium Tanpa kalsium, anda tidak dapat membentuk sel tulang baru yang diperlukan dalam proses remodeling tulang. Tulang merupakan tempat penyimpanan 2 mineral, yaitu kalsium dan fosfor. Anda membutuhkan kalsium dalam jumlah tertentu dalam darah anda agar berbagai organ penting anda seperti jantung, otot, dan saraf dapat bekerja dengan baik. Saat berbagai organ ini membutuhkan kalsium, maka mereka akan mengambilanya dari tulang anda. Bila hal ini berlangsung lama, maka kadar kalsium di dalam tulang anda akan berkurang, dan menyebabkan tulang anda menjadi rapuh.   5.      Kekurangan Vitamin D Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan menurunnya kepadatan tulang. Vitamin D berperan dalam membantu penyerapan dan penggunaan kalsium di dalam tubuh anda.   6.      Kurang Aktif Tulang anda akan melemah saat anda tidak banyak menggunakannya. Bila anda jarang bergerak atau beraktivitas atau mengalami kondisi tertentu seperti kelumpuhan, maka penurunan kepadatan tulang akan berlangsung lebih cepat. Berolahraga dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis akibat kurang aktif.   7.      Peningkatan Kadar Hormon Tiroid Tingginya kadar hormon tiroid telah lama diduga memiliki hubungan dengan penurunan kepadatan tulang. Anda dapat mencegah terjadinya osteoporosis dengan berolahraga dan mengkonsumsi cukup kalsium serta vitamin D.   8.      Merokok Perokok memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan resiko patah tulang yang lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sebuah penelitian menemukan bahwa efek toksik dari nikotin yang terdapat di dalam rokok dapat mempengaruhi sel-sel tulang anda dengan cara membuat tubuh anda tidak dapat menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D sebagaimana mestinya.   9.      Obat-obatan Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan resiko patah tulang. Obat yang paling sering menyebabkan hal ini adalah obat golongan kortikosteroid. Obat lainnya yang juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anda adalah obat anti kejang.   10.  Gangguan Kesehatan Lainnya Berbagai gangguan kesehatan lainnya dapat menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang. Beberapa gangguan kesehatan tersebut adalah fibrosis kistik, berbagai penyakit yang menyerang sistem pencernaan, dan mieloma multipel (sebuah tumor yang dapat menyusup ke dalam tulang). Pengeluaran kalsium secara berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan tulang anda, seperti pada penderita gagal ginjal.   11.  Alkohol Alkohol dapat menghentikan proses remodeling tulang anda dan meningkatkan pengeluaran kalsium.   Sumber: webmd
 18 Oct 2015    18:00 WIB
Apa yang Membuat Suara Menarik?
Mengapa suatu suara lebih menarik dibandingkan dengan suara yang lain? Ini adalah suatu hal yang rumit. Penelitian sebelumnya menunjukkan kalau pria tertarik pada wanita dengan suara bernada tinggi, yang dikaitkan dengan tingkat estrogen yang tinggi. Bagaimana dengan wanita? Mereka lebih memilih pria yang bersuara dalam karena berkaitan dengan testosteron. Tetapi penemuan terbaru menunjukkan jika kita juga dapat tertarik pada suara yang mirip dengan suara kita sendiri, karena persamaan membuat kita merasa dalam satu grup sosial yang sama. “Suara merupakan alat yang mengagumkan dan sangat  fleksibel yang kita gunakan untuk membentuk identitas diri. Sangat sedikit yang bisa kita ubah dari suara kita, sehingga preferensi kita harus lebih dari bentuk dan ukuran seseorang” kata Dr. Molly Babel, seorang professor ahli bahasa di the University of British Columbia di Kanada. Di penelitian terbaru yang dilakukan terhadap mahasiswa dan mahasiswi di California menunjukkan ketertarikan terhadap 60 jenis suara (30 pria, 30 wanita) yang dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di Mississippi River. Para peneliti menemukan banyak pria dan wanita memilih suara  orang-oran g yang berasal dari daerah mereka sendiri. Suara yang digunakan kebanyakan berasal dari California, tetapi ada beberapa yang berasal dari daerah tetangga. 3 suara berasal dari daerah yang jauh seperti Minnesota. Suara-suara ini bervariasi karena mencakup berbagai daerah sehingga terdapat rentang dialek, tetapi termyata mereka tidak terlalu bervariasi. Tidak mudah untuk mengenali aksen dari selatan Amerika atau aksen New York/New Jersey. Pemilihan kata yang kami gunakan juga membantu mempersempit variabilitas yang ada. Semua pendengar pada studi yang dilakukan ini adalah kelahiran dan besar di California paling tidak sejak masa balita, dan juga merupakan mahasiswa dari the University of California, Santa Cruz, saat studi ini dilakukan. Studi ini juga menggunakan lebih banyak populasi pada pendengar daripada populasi pembicara. Yang menarik adalah para pendengar yang berasal dari California ini memiliki preferensi untuk suara yang terdengar khas, tapi  sebenarnya ini berarti berbeda untuk suara pria dan wanita.   Sumber: huffingtonpost
 31 Jan 2015    10:00 WIB
Tips Untuk Meningkatkan Kadar Testosteron
1.      Tidur yang Cukup Kurang tidur dapat mempengaruhi berbagai hormon dan zat kimia tubuh lainnya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kadar kolesterol anda. Tidurlah setidaknya 7-8 jam setiap harinya. Bila anda mengalami kesulitan tidur, hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan segera.   2.      Jaga Berat Badan Pria dengan berat badan berlebih atau mengalami obesitas seringkali memiliki kadar testosteron yang rendah. Menurunkan berat badan dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron. Demikian pula pada pria dengan berat badan kurang, meningkatkan berat badan anda hingga mencapai berat badan ideal dapat mempengaruhi keseimbangan hormon anda.   3.      Tetap Aktif Testosteron dapat beradaptasi pada kebutuhan tubuh anda. Bila anda jarang beraktivitas, maka otak akan mengirimkan sinyal bahwa tubuh anda tidak membutuhkan hormon testosteron dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi, bila anda tetap aktif maka otak anda akan mengirimkan pesan yang sebaliknya. Satu hal yang perlu diingat bahwa, olahraga dan tetap aktif baik bagi kesehatan anda dan juga dapat meningkatkan kadar hormon testosteron di dalam tubuh anda, akan tetapi olahraga secara berlebihan justru dapat menurunkan kadar testosteron.   4.      Atasi Stress Rasa stress yang terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan hormon stress yaitu kortisol, yang pada akhirnya dapat menurunkan produksi testosterone. Untuk mengurangi stress, dianjurkan agar anda mengurangi lembur dan habiskanlah setidaknya 2 jam untuk melakukan kegiatan yang anda sukai selain bekerja dan berolahraga, seperti membaca buku atau hal lainnya yang anda sukai.   5.      Obat-obatan dan Suplemen Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat menurunkan kadar testosterone, seperti: Obat golongan opioid Obat golongan glukokortikoid Steroid anabolik yang sering digunakan untuk meningkatkan massa otot dalam waktu singkat Bila anda sedang menggunakan obat-obat tertentu, jangan langsung menghentikan penggunaan obat tersebut sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Para ahli biasanya tidak menyarankan anda untuk mengkonsumi berbagai suplemen yang diduga dapat meningkatkan kadar testosteron, karena biasanya hanya dapat sedikit meningkatkan kadar testosteron anda.   Sumber: webmd  
 13 Dec 2014    14:00 WIB
Penurunan Hormon Testosteron dan Pengaruhnya Pada Libido
Hormon testosteron memang bukan satu-satunya yang mempengaruhi libido dan kemampuan berhubungan seksual. Akan tetapi, kadar testosteron yang rendah dapat mengurangi kemampuan anda untuk mendapatkan seks yang memuaskan. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.   Testosteron dan Libido Para ahli masih tidak dapat menemukan hubungan pasti antara kadar hormon testosteron dengan libido. Penurunan libido biasanya terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia. Selain kadar hormon testosteron, libido juga dipengaruhi oleh berbagai hal lainnya, seperti stress, waktu tidur, dan seks itu sendiri. Gejala penurunan atau rendahnya testosteron tidak selalu berhubungan dengan libido atau gairah seksual anda. Pada beberapa pria, kadar testosteron yang rendah tetap tidak mempengaruhi gairah seksual mereka, sebaliknya beberapa pria dengan kadar testosteron normal justru mengalami penurunan libido. Akan tetapi, bila kadar testosteron terlalu rendah, setiap pria pasti merasakan penurunan libido. Selain rendahnya kadar testosteron, terdapat beberapa hal lainnya yang juga menyebabkan penurunan libido, yaitu: Stress Gangguan tidur Depresi Penyakit kronik   Testosteron dan Disfungsi Ereksi Rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab utama disfungsi ereksi, walaupun terdapat sebagian kecil pria yang mengalaminya. Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan di mana ereksi tidak dapat terbentuk atau tidak dapat bertahan cukup lama untuk melakukan penetrasi atau berhubungan seksual. Gangguan ereksi biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu suatu keadaan di mana terjadi pengerasan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah dan berakibat pada gangguan aliran darah. Jika pembuluh darah kecil yang membawa darah ke penis mengalami kerusakan, maka darah tidak dapat lagi mengalir ke dalam penis. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Berbagai penyebab aterosklerosis yang sering ditemukan adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan tingginya kadar kolesterol. Rendahnya kolesterol dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi pada pria yang juga menderita aterosklerosis pada pembuluh darah penis atau bahkan memperburuk gangguan ereksi yang telah terjadi. Penurunan kadar testosteron juga sering ditemukan pada beberapa penyakit lainnya, seperti sindrom metabolik, obesitas, disfungsi endothelial, dan diabetes. Terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki libido dan kepuasan dalam berhubungan seksual pada banyak pria. Akan tetapi, efek samping penggunaan jangka panjang terapi pengganti hormon ini belum diketahui. Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan ini.   Sumber: webmd
 18 Oct 2014    13:00 WIB
Menopause Pada Pria
Menopause ternyata tidak hanya dapat terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria. Beberapa dokter telah menemukan beberapa gejala perimenopause dan menopause yang juga terjadi pada pria. Selain itu, seperti halnya pada wanita, terapi sulih hormon ternyata dapat mengurangi berbagai gejala tersebut.   Apa yang Dimaksud Dengan Menopause Pada Pria ? Karena pria tidak mengalami seluruh gejala dan keadaan yang sama dengan menopause pada wanita, maka beberapa dokter mendiagnosa para pria dengan keadaan ini sebagai penurunan androgen (testosteron). Pria juga mengalami penurunan produksi hormon testosteron seiring dengan bertambahnya usia, sama seperti wanita yang juga mengalami penurunan produksi hormon estrogen. Akan tetapi, penurunan produksi hormon testosteron ini juga dapat disebabkan oleh diabetes. Beberapa gejala yang dapat ditemukan pada pria bersamaan dengan penurunan kadar testosteron adalah: Kelelahan Kelemahan Depresi Gangguan fungsi seksual Walaupun demikian, hubungan antara berbagai gejala tersebut dengan penurunan hormon testosteron masih kontroversial. Tidak seperti menopause pada wanita, di mana produksi hormon terhenti total, penurunan testosteron pada pria terjadi dalam waktu yang lebih lama. Tidak seperti ovarium, testis tidak kehabisan bahan pembuat testosteron. Seorang pria yang sehat bahkan masih dapat membentu sperma sampai ia berusia 80 tahun atau lebih. Akan tetapi, penurunan produksi hormon testosterone ini menyebabkan beberapa perubahan kecil pada fungsi testis, yang biasa timbul pada awal usia 45-50 tahun dan perubahan lebih besar terjadi pada usia lebih dari 70 tahun.   Apakah Saya Mengalami Menopause ? Untuk menentukan apakah anda mengalami menopause atau tidak, maka dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, mulai dari menanyakan berbagai gejala yang terjadi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon testosteron, sampai pada beberapa pemeriksaan lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya.   Apakah Pilihan Pengobatan Untuk Mengatasi Menopause Pada Pria ? Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi hormon testosteron adalah terapi sulih hormon. Dengan terapi sulih (pengganti) hormone ini, maka beberapa gejala seperti penurunan gairah seksual, depresi, dan rasa lelah dapat berkurang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa terapi sulih hormon mempunyai beberapa efek samping yang berbahaya seperti makin memburuknya kanker prostat yang telah ada. Selain terapi sulih hormon, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat anda lakukan untuk membantu mengatasi menopause ini, yaitu: Diet sehat Olahraga teratur Penggunaan obat-obatan seperi anti depresan bila mengalami depresi Sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum memutuskan pengobatan apa yang ingin anda lakukan untuk mengetahui manfaat dan efek samping pengobatan anda serta mengetahui pilihan pengobatan yang terbaik untuk anda.   Sumber: webmd