Your browser does not support JavaScript!
 12 Oct 2017    15:00 WIB
Apakah Bahaya Karena Terapi Testosteron Terlalu Dibesar-besarkan?
Terapi testosteron selama ini dianggap sebagai mata air yang memberikan kemudaan kembali bagi pria yang sudah melewati usia 50 tahun. Tetapi testosteron dipercaya dapat meningkatkan energi, daya ingat dan libido. Tetapi kekhawatiran baru muncul dengan adanya efek samping dari terapi hormon. Beberapa bulan terakhir FDA telah melakukan investigasi mengenai keuntungan dan resiko terapi testosteron, dipicu oleh sebuah studi yang mengatakan bahwa suplemen testosteron dapat menyebabkan berbabagai masalah jantung pada pria. Tetapi menurut David Samadi, penulis dari Men’s Health, peringatan tersebut terlalu dibesar-besarkan, terapi hormon testosteron cukup aman dan menyehatkan untuk dilakukan oleh pria  terutama oleh mereka yang mengalami penurunan produksi testosteron karena faktor usia, asalkan mereka tetap berkonsultasi dengan dokter selama mengkonsumsi suplemen tersebut dan juga mengkonsumsi suplemen testosteron dalam jumlah yang tepat. David Samadi mengatakan peringatan tentang bahaya terapi testosteron memang terlalu berlebihan, tetapi terapi ini memang harus diperlakukan secara individual. Kebutuhan hormon testosteron seseorang akan berbeda dengan kebutuhan orang lain. Bahaya yang ditimbulkan oleh kelebihan testosteron akan sama dengan bahaya yang timbul karena kekurangan testosteron. Saat Anda mengalami kelebihan hormon testosteron, darah Anda akan lebih mudah menggumpal, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya. FDA ingin Anda lebih waspada dengan hal ini. Sebagai tambahan. Untuk beberapa pria yang berisiko tinggi terhadap kanker prostat atau pembesaran prostat sebaiknya tidak melakukan terapi hormon testosteron karena akan membuat kondisi tubuhnya semakin buruk. Kunci untuk melakukan terapi testosteron tetap aman adalah tetap berkonsultasi dengan dokter secara teratur. Sebenarnya ada beberapa cara alami untuk meningkatkan hormon testosteron secara alami, misalnya dengan diet, olahraga dan mengatur tingkat stress.Sumber: newsmaxhealth
 16 Apr 2015    11:00 WIB
Waspadai Hal-hal Sederhana Pelenyap Hasrat Seksual ini
Berhubungan seks secara rutin merupakan cara yang baik untuk tetap sehat, bahagia, dan intim dengan pasangan. Meski berhubungan seksual merupakan aktivitas alamiah yang dibutuhkan oleh setiap orang, namun seringkali hasrat seksual yang rendah menjadi penghalang untuk melakukannya. Disadari atau tidak, hal-hal yang kita lakukan sehari-hari ini dapat memusnahkan hasrat seksual lho. Apa sajakah itu? KAFEIN Kafein merupakan stimulan yang dapat menurunkan hasrat seksual. Konsumsi kafein dalam takaran yang cukup memang baik untuk kesehatan, namun bila berlebihan, kafein akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada kelenjar adrenalin, sehingga tubuh akan merasa stres dan hasrat seksual menurun. KEDELAI, KARBOHIDRAT & DAGING MERAH Beberapa makanan memiliki dampak buruk pada libido. Produk keledai misalnya tahu, tempe, atau susu kedelai dapat menurunkan hasrat seksual pria. Karbohidrat dapat mengurangi produksi testosteron. Demikian juga dengan daging merah yang dapat membunuh libido. Baca Juga: Awas! Makanan Manis Lenyapkan Gairah Seks Pria KONSUMSI ALKOHOL Bila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, alkohol mungkin dapat meningkatkan hasrat seksual dan memompa rasa percaya diri, namun jika di konsumsi secara berlebihan akan berdampak pada libido. Pasalnya konsumsi alkohol berlebih tingkatkan resiko disfungsi ereksi dan kesulitan orgasme. KURANG OLAHRAGA Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan endorfin yang merangsang hormon seksual. Olahraga juga memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan otot performa. Olahraga memperbaiki sirkulasi darah, termasuk ke organ genital. OLAHRAGA TERLALU KERAS Sementara terlalu sedikit berolahraga dapat menurunkan hasrat seksual, terlalu banyak berolahragapun punya efek yang sama. Hal ini berhubungan dengan sistem hormon yang dipengaruhi oleh kelelahan akibat berolahraga.   Sumber: Berbagai Sumber