Your browser does not support JavaScript!
 18 Feb 2019    11:00 WIB
Jika Telinga Berdenging Terus Menerus
Apa, sih, gejala trauma bising? Hampir 90 persen kasus menunjukkan gejala telinga berdenging (tinnitus). Denging yang dialami ini ada dua macam, yaitu denging nada tinggi seperti bunyi pesawat dan nada rendah seperti bunyi air conditioner (AC). Dua-duanya bisa terjadi dan ini biasanya disertai gangguan pendengaran. Seringkali, yang terjadi adalah cocktail party deafness atau tuli di keramaian. Pada saat berada di tempat yang ramai, orang sulit mendengar karena fungsi cochlea menurun. Kebisingan akan sangat mengganggu kualitas penerimaan bunyi oleh cochlea. Sebetulnya, kasus trauma bising ini dapat dicegah dengan upaya promotif preventif. Yaitu dengan waspada terhadap bising di sekitar kita. Misalnya dengan menggunakan perangkat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume (tingkat suara) penuh. Baca Juga: Hindari Stress! FYI Stress Membuat Kita Menjadi Pelupa Atau, ketika orang tua mengajak anak-anak ke mal, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika memang terlalu bising,  tak perlu berlama-lama. Kita harus menghindari atau mengurangi paparan bising secara aktif. Yang tak kalah penting adalah kesadaran para pemilik tempat usaha, seperti mal. Ada baiknya mereka mengukur kebisingan ruangan (sound level meter). Efek trauma bising sendiri ada dua, yaitu temporer dan permanen. Pada trauma bising temporer, dengan istirahat cukup, fungsi telinga bisa dipulihkan. Namun, trauma bising permanen sulit disembuhkan. Akan tetapi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, kan. Baca juga: Telinga Berdenging dan Pengobatannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Proteksi Kesehatan
 13 Feb 2019    11:00 WIB
Awas! Jangan Pencet Jerawat di Telinga!
Jerawat muncul di telinga??? Hal ini memang sangat mengganggu dan tentu saja sakit, akan tetapi, jangan coba-coba untuk memencetnya!!! Anda mungkin telah mencuci bersih tangan Anda, akan tetapi apakah Anda yakin kuku Anda bebas dari kuman? Adanya kuman di dalam kuku atau tangan Anda saat Anda memencet jerawat di telinga Anda tersebut akan membuat kuman masuk atau "berpindah" dari tangan ke dalam kulit Anda dan memperburuk infeksi yang telah terjadi di sana.   Baca juga: 10 Jenis Makanan Pemicu Jerawat   Daripada memencet jerawat Anda tersebut, gunakanlah cotton bud untuk mengoleskan benzoil peroksida 10% pada permukaan jerawat hingga jerawat menghilang. Benzoil peroksida memiliki zat anti radang dan anti kuman, yang berarti dapat mengurangi bengkak pada jerawat sekaligus membunuh kuman di dalamnya. Untuk mencegah timbulnya kembali jerawat di area telinga Anda, mulailah perhatikan kebersihan telinga Anda tersebut. Caranya adalah dengan membersihkan telinga Anda juga saat Anda sedang mencuci wajah Anda. Selain itu, setelah Anda mengeringkan area telinga dengan handuk bersih dan kering, oleskanlah astringen yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat akan membuat pori-pori kulit yang tersumbat oleh kotoran dan minyak berlebih. Dan saat Anda membersihkan telinga, jangan lupa untuk membersihkan daun telinga Anda dengan kapas beralkohol setidaknya 1 minggu sekali atau saat Anda melihat daun telinga Anda tampak berminyak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 27 Dec 2018    08:00 WIB
Kenali Gejala Barotrauma Telinga
Barotrauma telinga adalah istilah sakit di bagian telinga karena tekanan udara yang tinggi, misalkan jika kita sering bepergian keluar kota atau keluar negeri dengan menggunakan pesawat. Kita pasti pernah mengalami tekanan udara di dalam pesawat sehingga telinga kita terasa tersumbat, kadang-kadang menyakitkan telinga kita terutama ketika tekanan udara berubah dengan cepat. Ini merupakan masalah kesehatan terbesar bagi kita yang sering naik pesawat. Dan itu bisa sangat menyakitkan bagi bayi dan anak-anak kecil karena telinga mereka masih dalam tahap perkembangan  seiring pertumbuhan mereka, sehingga telinga mereka lebih sensitif. Barotrauma telinga juga bisa terjadi ketika kita naik lift atau berkendara di pegunungan. Dan itu bisa terjadi di air juga, khususnya bagi kita yang hobby menyelam (diving) ataupun hiking. Bagaimana hal ini bisa Terjadi. Telinga kita pada dasarnya sangat sensitif terhadap perubahan tekanan udara dan air. Karena di dalam telinga kita ada yang namanya saluran Eustachius atau tuba Eustachius, yang merupakan saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung (naso- faring). Saluran ini berfungsi menjaga keseimbangan tekanan udara di sebelah luar dan di sebelah dalam gendang telinga. Pada keadaan normal, saluran Eustachius tertutup dan akan terbuka pada waktu kita menelan. Pembukaan ini akan lebih lebar lagi bila udara pernapasan dihembuskan ke luar sementara mulut dan lubang hidung tertutup. Saluran Eustachius sering tersumbat bila terjadi perubahan tekanan udara yang mendadak, misalnya seperti bila kita sedang naik mobil ke pegunungan. Saluran dapat pula tersumbat sebagai akibat proses peradangan di sekitarnya, misalnya pada infeksi nasofaring dan influenza, atau tumor faring. Sumbatan ini menyebabkan tekanan udara di dalam telinga tengah meningkat, sehingga gendang telinga terdorong ke luar. Gejala-gejala yang dialami ketika kita mengalami telinga barotrauma, berbeda menurut seberapa parah dan panjangnya itu. Awalnya, kita mungkin hanya merasakan tekanan yang tidak nyaman di dalam telinga, tetapi kadang-kadang kondisi itu bisa berkembang dan memburuk. Ketika terjadi perubahan pada tekanan udara atau air secara signifikan, hingga menyebabkan telinga barotrauma, itu akan segera hilang, setelah tekanan udara di luar telah dinormalisasi, dan tidak  menyebabkan gejala lebih lanjut. Namun, kita mungkin mengalami gejala tambahan ketika barotrauma telinga disebabkan oleh penyakit atau sumbatan pada telinga bagian tengah. Biasanya dokter mengklasifikasikan telinga barotrauma sebagai dua hal, yaitu akut atau kronis. Kasus akut cukup umum dan umumnya tidak berbahaya. Kasus kronis terjadi untuk jangka waktu yang lama dan berpotensi menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Dalam kasus ringan, atau ketika kita mengalami telinga barotrauma, seseorang mungkin mengalami: Kesulitan mendengar atau gangguan pendengaran ringan. Pusing. Rasa seperti ada tekanan di dalam telinga. Ketidaknyamanan diseluruh telinga. Dalam kasus sedang hingga berat, atau jika barotrauma telinga menetap tanpa pengobatan, seseorang mungkin mengalami gejala tambahan atau memburuk. Ini mungkin termasuk: Cedera pada gendang telinga. Kebocoran cairan atau pendarahan dari telinga. Rasa sakit yang meningkat di telinga. Sensasi tekanan di telinga, mirip dengan bagaimana rasanya berada di bawah air, gangguan pendengaran sedang hingga berat. Jika kita mengalami gejala-gejala ini mungkin perlu mencari pengobatan untuk mendapatkan bantuan segera. Sebagian besar kasus telinga barotrauma akan sembuh setelah beberapa waktu tanpa perlu intervensi medis. Namun, ada beberapa tehnik yang dapat membantu mengatasi Barotrauma telinga, yaitu: Mengunyah permen karet, mengisap permen, menelan, atau menguap. Mengonsumsi dekongestan hidung, antihistamin hidung, atau keduanya secara over-the-counter (OTC). Bagi yang mengalami Barotrauma telinga kronis, sangat penting untuk menjaga telinga bersih dan jauh dari kontaminasi untuk mencegah infeksi saat penyembuhan. Jika ada infeksi, dokter mungkin akan meresepkan terapi antibiotik. Dalam kasus barotrauma telinga kronis atau berat, dokter dapat memutuskan bahwa operasi diperlukan. Dengan menggunakan prosedur operasi tertentu, adalah mungkin untuk menanamkan silinder kecil yang disebut tabung telinga ke telinga. Ini dapat meringankan masalah di telinga tengah. Penggunaan operasi penempatan tabung telinga adalah umum pada anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran karena infeksi berulang atau pengumpulan cairan yang sedang berlangsung di telinga tengah. Namun, ahli bedah jarang menggunakan prosedur ini untuk mengobati telinga barotrauma. Pencegahan dan menghindari resiko mengalami telinga barotrauma adalah dengan mengambil dekongestan, antihistamin, atau keduanya sebelum kita melakukan kegiatan di mana perubahan tekanan umum terjadi. Ini termasuk scuba diving, hiking, dan terbang di pesawat terbang. Jika barotrauma disebabkan oleh alergi atau infeksi saluran pernafasan, barotrauma akan sering teratasi ketika penyebab yang mendasari telah teratasi. Kasus ringan hingga sedang membutuhkan rata-rata hingga dua minggu untuk pulih total. Kasus yang parah bisa memakan waktu enam hingga 12 bulan untuk pulih total setelah operasi. Ketika barotrauma mengarah ke infeksi atau jika rasa sakitnya hebat dan gejala tidak membaik atau memburuk, ingat jangan menunda untuk segera menemui dokter.   Sumber : www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com.
 01 Sep 2018    08:00 WIB
Alasan Untuk Mengunjungi Dokter THT
Dokter spesialis THT adalah dokter yang ahli menangani berbagai penyakit di telinga, hidung dan tenggorokan. Dokter THT akan lebih spesifik menegakkan diagnosa dibandingkan dokter umum untuk penyakit-penyakit seperti tonsilitis, keluar air dari telinga, masalah pendengaran, suara serak dan lain-lain. Berikut adalah beberapa alasan yang dapat menjadi pertimbangan apakah Anda perlu berkonsultasi dengan seorang dokter THT. Dibawah ini merupakan beberapa jenis penyakit yang paling sering ditangani oleh dokter THT•  Anak-anakNyeri di telinga, gangguan pendengaran, hidung tersumbat,mengorok, masalah bicara, nyeri tenggorokan yang berulang, mimisan•  Dewasa Tonsilitis, keluar cairan dari telinga, masalah pendengaran, suara serak, nyeri tenggorokan, masa di leher, masa di kepala, kanker leher Mengapa dokter THT?•  Seorang ahli THT memiliki pengetahuan lebih detil mengenai organ telinga, hidung dan tenggorokan•  Seorang ahli THT memiliki peralatan pemeriksaan yang cukup lengkap untuk menegakkan diagnosa dan mengobati penyakit•  Seorang ahli THT memiliki pengalaman lebih untuk mengambil benda asing yang ada di daerah telinga, hidung, tenggorokan. Terutama untuk anak-anak yang suka memasukkan benda asing ke hidung dan telinganya.•  Untuk masalah hidung, seorang ahli THT mengetahui bagaimana mengoperasikan kamera endoskopi untuk memeriksa masalah hidung dan menegakkan diagnosanya•  Untuk masalah tenggorkan, seperti suara serak yang kronis, seorang ahli ENT akan melakukan pemeriksaan menggunakan laringoskop atau teleskop rigid yang bisa ditekuk sampai 90° untuk memeriksa tenggorokan dan menegakkan diagnosa dengan akurat.•  Untuk masalah hilangnya pendengaran, terutama pada anak-anak, dokter THT bersama dengan audiologis akan dapat menegakkan diagnosis, mencari penyebabnya dan juga solusinya. Sumber: healthmeup
 10 Jun 2018    13:00 WIB
Bagaimana Cara Mengeluarkan Air Dari Telinga Anda?
Kadang-kadang saat mandi, telinga dapat kemasukan air yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada daerah telinga Anda, seperti kesemutan.  Kadang-kadang juga dapat menyebabkan rasa sakit dan menyebabkan penurunan pendengaran. Meskipun ini bukan kondisi yang serius, namun rasa kesemutan disebabkan karena adanya air yang terjebak dalam saluran telinga. Sehingga Anda harus mengeluarkan air tersebut dari telinga Anda.  Berikut adalah cara sederhana untuk mengeluarkan air dari telinga Anda: Cara 1: Miringkan kepala Anda sedemikian rupa sehingga telinga Anda sejajar dengan lantai. Tempatkan telapak tangan Anda mendatar pada telinga yang kemasukan air, menekannya selama beberapa detik dan kemudian singkirkan tangan Anda dengan cepat. Tindakan ini dapat menimbulkan suasana seperti vakum sementara yang mampu menyedot air tersebut keluar.  Kemudian Anda dapat menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga Anda dan memastikan bahwa semua air keluar. Cara 2: Tutup mulut Anda dan tahan lubang hidung Anda dengan jari Anda. Ambil napas dalam-dalam dan kemudian dengan lembut meniup udara melalui lubang hidung Anda. Ini akan mengatur tekanan udara dan membuka tabung Eustachius (Saluran ini menghubungkan ruangan telinga tengah dengan rongga  hidung belakang serta tenggorokan bagian atas)  sehingga mengurangi sensasi kesemutan dari telinga Anda. Cara 3: Anda juga dapat menggunakan hair dryer untuk mengeluarkan air dari telinga Anda. Pegang hair dryer sekitar 20 cm dari telinga Anda, kemudian atur panas dan kecepatan yang rendah.  Nyalakan hair dryer dan memungkinkan untuk meniup daerah telinga Anda. Pegang  hair dryer selama beberapa detik dan ulangi sesuai dengan kebutuhan Anda. Cara 4: Isi seperempat cangkir dengan garam kemudian panaskan dalam microwave. Masukkan kain katun kemudian peras. Taruh kain tersebut didaerah telinga Anda yang kemasukan air selama beberapa detik untuk membantu menyerap air tersebut. Cara 5: Anda dapat menggunakan beberapa siung bawang putih kemudian diekstrak. Ambil sekitar dua atau tiga tetes ekstrak bawang putih tersebut letakkan pada telinga yang kemasukan air. Tunggu satu atau dua menit kemudian keringkan telinga Anda dari jarak yang aman, dapatkan gunakan hair dryer. Hal ini akan meredakan rasa nyeri dan kesemutan yang Anda rasakan. Sumber: healthmeup
 03 Mar 2018    18:00 WIB
Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!
Kotoran telinga merupakan salah satu jenis cairan tubuh yang biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh banyak orang. Saat ini banyak orang membersihkan kotoran telinganya dengan menggunakan cotton bud (kapas). Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan telinga Anda?   Kotoran telinga merupakan kombinasi antara serumen (suatu zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak tubuh Anda untuk menjaga kelembaban kulit di dalam telinga) dan sel-sel kulit mati yang dihasilkan oleh liang telinga setiap orang.   Tahukah Anda bahwa telinga manusia telah diciptakan untuk dapat membersihkan dirinya sendiri? Telinga dibentuk sedemikian rupa sehingga ia dapat membersihkan dirinya sendiri dengan mendorong kotoran telinga keluar dari dalam liang telinga dengan sendirinya. Jadi, saat Anda mengorek telinga Anda dengan menggunakan cotton bud, maka hal ini dapat mengganggu proses pengeluaran kotoran telinga secara alami dan membuat telinga Anda menghasilkan lebih banyak kotoran telinga.   Selain itu, seiring dengan berlalunya waktu, mengorek telinga justru dapat mendorong kotoran telinga masuk ke dalam liang telinga dan menyumbat liang telinga Anda, yang membuat Anda membutuhkan pertolongan tenaga medis (dokter spesialis THT) untuk mengeluarkannya.   Selain cotton bud, berbagai alat pengorek telinga atau berbagai benda lainnya yang Anda gunakan untuk mengeluarkan kotoran telinga juga dapat berbahaya bagi kesehatan telinga Anda, terutama bila Anda menggunakan benda-benda tajam. Karena selain dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan kotoran pada liang telinga, benda-benda tajam ini juga dapat membuat gendang telinga robek. Cara membersihkan kotoran telinga lainnya yang juga perlu dihindari adalah ear candle dan menggunakan air dan alat suntik.   Ear candle merupakan suatu teknik membersihkan telinga dengan cara memasukkan lilin yang berongga ke dalam telinga Anda, menyalakannya, dan berharap lilin tersebut dapat menarik kotoran telinga karena panas yang dihasilkannya. Akan tetapi, tindakan ini sebenarnya lebih banyak memiliki dampak negatif daripada positif. Panas dari ear candle ini dapat menyebabkan gendang telinga Anda mengalami luka bakar atau lilin justru tersangkut di dalam liang telinga.   Membersihkan telinga Anda dengan menggunakan bantuan air dan alat suntik juga tidak seaman yang Anda duga karena air dapat tersangkut di bagian belakang kotoran telinga atau membuat kotoran telinga mengembang karena peningkatan kelembaban di dalam liang telinga.   Jadi apa cara terbaik untuk membersihkan liang telinga Anda dan mengeluarkan kotoran telinga Anda? Anda dapat menggunakan hidrogen peroksida. Teteskanlah 1-2 tetes hidrogen peroksida ke dalam liang telinga Anda dan diamkan selama 10 menit sebelum membersihkannya dengan air. Peroksida akan membuat kotoran telinga menjadi lebih cair dan dapat ikut keluar saat Anda mandi. Lakukanlah hal ini 1 kali setiap bulannya.   Akan tetapi, bila gendang telinga Anda pernah robek sebelumnya atau pernah menjalani tindakan pembedahan telinga, maka dianjurkan agar Anda tidak melakukan hal di atas. Hal ini dikarenakan hidrogen peroksida dapat masuk ke telinga bagian dalam dan menyebabkan terjadinya infeksi atau membuat Anda merasa pusing. Anda dapat menggunakan kain basah untuk membersihkan telinga bagian luar.   Jika telinga Anda memang memproduksi lebih banyak kotoran telinga daripada orang lain pada umumnya, maka dianjurkan agar Anda mengunjungi dokter spesialis THT setiap 6 bulan atau 1 tahun untuk membantu Anda membersihkan kotoran telinga Anda tersebut.     Sumber: womenshealthmag
 04 Jan 2018    08:00 WIB
Jangan Bersihkan Telinga Dengan Cotton Bud, Berikut Alasannya...
Apakah Anda termasuk salah satu orang yang selalu membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud? Bila ya, maka Anda mungkin sedang membahayakan kesehatan telinga Anda. Mengapa demikian? Selain dapat menyebabkan luka pada liang telinga, ternyata kotoran telinga yang selalu Anda bersihkan tersebut juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan lho. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan mengapa membersihkan telinga dengan cotton bud buruk bagi kesehatan Anda.   Baca juga: Apa Cara Terbaik Untuk Membersihkan Telinga?   Kotoran Telinga Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Walaupun tampak kotor, kotoran telinga sebenarnya memiliki efek antibakteri yang dapat mencegah terjadinya infeksi. Selain itu, kotoran telinga juga berfungsi sebagai pengusir serangga sehingga tidak ada serangga yang mau masuk ke dalam liang telinga Anda. Kotoran telinga juga berfungsi untuk melumasi liang telinga dan mencegahnya menjadi kering serta gatal.   Cotton Bud Justru Dapat Mendorong Kotoran Masuk ke Dekat Gendang Telinga Cotton bud dapat menyebabkan robeknya gendang telinga dan menyebabkan hilangnya fungsi pendengaran. Hal ini dikarenakan cotton bud justru akan mendorong kotoran telinga ke arah gendang telinga.   Kotoran Telinga Dapat Keluar Dengan Sendirinya Telinga manusia sebenarnya telah didesain untuk dapat mengeluarkan kotorannya sendiri, seperti halnya vagina yang dapat membersihkan dirinya sendiri. Gerakan rahang saat Anda berbicara, makan, atau menguap akan mendorong kotoran telinga ke telinga bagian luar. Jadi, yang Anda perlukan hanyalah membersihkan telinga Anda dengan tisu atau handuk bersih.   Terlalu Sering Membersihkan Kotoran Telinga Akan Membuat Telinga Menjadi Kering Kotoran telinga berfungsi untuk melumasi dan memiliki zat antibakteri, jadi saat Anda sering membersihkannya, maka telinga Anda dapat terasa gatal dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: indiatimes