Your browser does not support JavaScript!
 30 Jun 2019    16:00 WIB
Meletakkan Telepon Genggam Di Kantong Celana Bisa Mempengaruhi Sperma?
Menurut penelitian di University of Exeter pria yang sering menyimpan telepon genggamnya di kantong celana bisa menurunkan tingkat kesuburan dari sperma mereka. Kebanyakan pria usia produktif yang tinggal di negara maju maupun berkembang saat ini mempunyai telepon genggam dan sebanyak 14% pasangan di negara industri memiliki kesulitan untuk memiliki anak. Dan ternyata infertilitas pada pria mempunyai peranan hampir 40% dari kasus ketidaksuburan tersebut. Penelitian ini menghasilkan pendapat bahwa terekspos radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam yang disimpan di saku celanan bisa memperburuk kualitas dari sperma dan penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan untuk implikasi klinis pada masyarakat umum. Penelitian sebelumnya sudah mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam dapat mempengaruhi kesuburan pria. Paparan dari telepon genggan terkait dengan beberapa percobaan menggunakan hewan percobaan ternyata terbukti mengurangi jumlah dan motilitas (kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur) dari sperma walaupun hasil yang didapat belumlah konsisten. Pada manusia, penggunaan telepon genggam yang berkepanjangan sangat terkait dengan penurunan motilitas sperma, konsentrasi dari sperma (jumlah sperma per unit semen) dan viabilitas (proporsi sperma saat hidup). Tetapi bukti-bukti yang didapat masih belum memuaskan. Untuk mencoba menglarifikasi peranan paparan telepon genggam terhadap sperma, Dr Mathews dari Biosciences di the University of Exeter mengadakan analisa sistematik dari 10 penelitian yang mencakup 1.492 sampel. Partisipan yang ikut pada studi ini mengikuti klinik fertilitas dan juga penelitian fertilitas, kemudian kualitas dari sperma diukur berdasarkan 3 cara yaitu: motilitas, viabilitas dan konsentrasi. Pada grup kontrol, sebanyak 50%-85% memiliki pergerakan yang normal. Para peneliti menemukan sebanyak 8% partisipan memiliki gangguan sperma karena radiasi elektromagnetik dari telepon genggam.  Dr Mathews mengatakan diperlukan penelitian dengan skala lebih besar untuk mengetahui dengan pasti apa dampak radiasi telepon genggan terhadapa kualitas dari sperma, karena jumlah penelitian yang ada saat ini masih sangat terbatas. Lebih jauh diperlukan juga implikasi klinis penuh baik untuk pria yang tidak subur dengan pria yang tidak mengalami masalah kesuburan secara umum.   Sumber: webmd
 30 Oct 2018    11:00 WIB
Tidak Dapat Hidup Tanpa Ponsel? Awas Nomophobia
Nomophobia merupakan rasa takut tidak dapat selalu terhubung dengan ponsel setiap saat. Kebanyakan orang tidak dapat membayangkan hidupnya tanpa ponsel, terutama smartphone, dan mereka secara konstan memeriksa ponselnya untuk memastikan apakah ada notifikasi atau email masuk ke ponselnya. Mereka yang menderita nomophobia akan menganggap ponsel sebagai bagian terpenting dari hidupnya agar tetap terhubung dengan orang lain, dengan demikian mereka akan merasa lebih tenang dan merasa lebih dekat dengan kenalannya yang jauh. Secara umum mereka yang menderita nomophobia akan merasa cemas, gugp dan juga tingkat stress akan meningkat tajam saat menyadari betere handphonenya habis atau saat masuk ke daerah dimana tidak ada sinyal. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan diatas maka Anda menderita nomophobia. Apakah nomophobia baik atau buruk?Fobia ini sebenarnya timbul karena kecanduan yang menyebar ke seluruh dunia seperti api. Nomophobia dapat memberi pengaruh yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan juga kehidupan sosial seseorang. Fobia itu sendiri sudah berasosiasi buruk. Dengan pertumbuhan jalur komunikasi dan tehnologi yang semakin canggih di seluruh penjuru dunia membuat kita bergantung pada penggunaan ponsel agar tetap terhubung dengan orang lain sepanjang hari. Masalah yang timbul saat Anda mengalami nomophobiaNomophobia dapat berpengaruh pada kesehatan Anda dan juga pada kehidupan sosial Anda. Telah diketahui jika penggunaan tehnologi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, carpal tunnel sindrom, gangguan syaraf pusat. Juga sudah banyak kasus terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan penggunaan ponsel saat berkendara. Sama seperti internet, ponsel juga membuat kemampuan sosial kita berkurang dan dapat memberikan masalah sosial terhadap keseimbangan kehidupan kita di tengah masyarakat.Sumber: healthmeup
 04 Sep 2018    18:00 WIB
Sibuk Dengan Ponsel Bisa Berdampak Buruk Pada Kehidupan Asmara Lho!
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Arizona, hubungan seseorang dengan telepon genggam alias ponselnya dapat memiliki konsekuensi berat terhadap hubungan asmaranya di dunia nyata lho! Hasil dari penelitian mereka tidaklah mengejutkan, yaitu orang yang memiliki pasangan yang lebih "mesra" dengan ponselnya cenderung merasa tidak terlalu bahagia dengan hubungan asmaranya tersebut. Memang benar bahwa sekarang ini ponsel telah dilengkapi oleh berbagai fitur yang dapat membuat Anda terbebas dari rasa bosan dan kesepian. Akan tetapi, sibuk sendiri dengan ponsel Anda di setiap saat dapat membuat Anda terisolasi dari pasangan Anda sendiri dan membuat si dia merasa harus berkompetisi dengan ponsel Anda untuk mendapatkan perhatian Anda.   Baca juga: Sering Memeriksa Telepon Pasangan Anda? Cemburu Mungkin Bukanlah Masalah Terbesar Anda! Bagaimana cara mengetahui apakah Anda telah mengalami kecanduan terhadap ponsel Anda atau belum? Tanda khas dari kecanduan ponsel adalah Anda terus saja memainkan ponsel Anda walaupun Anda tahu sudah saatnya bagi Anda untuk berhenti dan meletakkan ponsel Anda, misalnya saat mengemudi, makan bersama keluarga, atau bahkan saat Anda dan pasangan berhubungan intim. Tanda bahaya lainnya adalah Anda merasa bête atau kesal atau panik saat ponsel Anda mati atau tidak ada di samping Anda. Jika Anda pernah mengalami salah satu atau kedua hal di atas, maka ada baiknya bila Anda mulai menjauhkan diri dari ponsel Anda. Hal ini berarti Anda harus mematikan ponsel Anda saat bekerja atau saat sedang melakukan suatu aktivitas, misalnya saat berkencan atau berolahraga, dan tentu saja saat Anda sedang mengemudi. Bila Anda tidak ingin mematikan ponsel Anda, jauhkanlah ponsel Anda dari pandangan Anda, misalnya dengan memasukkannya ke dalam tas, laci meja, atau loker Anda. Jika Anda sudah berhasil membebaskan diri selama 1 jam dari ponsel Anda saat berolahraga, maka Anda mungkin juga sudah dapat melalui waktu makan malam atau seks tanpa ponsel Anda tersebut. Hal ini tentu saja akan membuat pasangan Anda merasa sangat senang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth Tags: telepon genggam, percintaan, pernikahan, hubungan asmara, komunikasi, 1love
 21 Sep 2017    08:00 WIB
Dampak Telepon Genggam Pada Otak Anak-anak
Berbagai penelitian telah banyak meneliti mengenai dampak gelombang radio dari telepon genggam pada kesehatan, khususnya otak orang dewasa dan resiko terjadinya kanker otak.  Berbagai penelitian ini menemukan bahwa paparan gelombang radio dari telepon genggam tidak memiliki hubungan dengan terjadinya kanker otak pada orang dewasa dalam waktu kurang dari 10 tahun.  Namun belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai apa dampak gelombang radio telepon genggam pada otak anak-anak yang masih berkembang. Para peneliti di Inggris sedang melakukan sebuah penelitian besar mengenai apakah penggunaan telepon genggam dan berbagai alat elektronik lainnya dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Pada penelitian ini, para peneliti akan memfokuskan penelitian pada dampak telepon genggam pada fungsi kognitif anak, yaitu yang berperanan dalam daya ingat dan perhatian atau konsentrasi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 2.500 anak-anak yang berusia antara 11-12 tahun dan mengamati perkembangan fungsi kognitif mereka dalam waktu 2 tahun serta mengumpulkan data mengenai seberapa sering, untuk apa, dan berapa lama mereka menggunakan telepon genggam atau smart phone atau berbagai alat elektronik lainnya. Para orang tua dan anak-anak yang bersedia ikut serta dalam penelitian ini harus menjawab beberapa pertanyaan seputar penggunaan telepon genggam atau berbagai alat elektronik lainnya pada anak serta bagaimana gaya hidup anak. Para anak juga akan melalui suatu pemeriksaan kemampuan kognitif. Fungsi kognitif merupakan suatu fungsi yang mengatur proses berpikir Anda, bagaimana cara Anda membuat keputusan, dan bagaimana Anda memproses dan mengingat sebuah informasi. Fungsi kognitif ini berhubungan dengan kecerdasan intelektual dan prestasi pendidikan yang membentuk kreativitas seseorang. Walaupun para peneliti tidak menemukan adanya dampak berbahaya dari gelombang radio telepon genggam pada otak, baik pada orang dewasa maupun anak-anak; tetapi para ahli tetap menganjurkan agar anak-anak hanya menggunakan telepon genggam seperlunya saja untuk menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan.  Selain itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai apakah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh telepon genggam memang bersifat karsinogenik.   Sumber: newsmaxhealth
 10 Oct 2015    16:00 WIB
Telepon Genggam Merusak Penglihatan Anda, Benarkah?
Apakah Anda sebagian besar waktu Anda di depan layar komputer, tablet, televisi, dan telepon genggam Anda? Bila ya, maka Anda mungkin sedang membuat mata Anda menderita. Setelah 2 jam mengamati berbagai alat canggih tersebut, mata Anda akan mulai terasa nyeri dan lelah, yang dapat menyebabkan mata menjadi merah, tegang, dan bahkan juga dapat menyebabkan nyeri pada daerah bahu dan kepala. Apakah Anda juga menyadari bahwa segala sesuatu tampak kabur saat Anda mengalihkan pandangan Anda dari depan layar komputer Anda atau betapa merahnya mata Anda setelah menatap komputer atau telepon genggam Anda dalam waktu yang lama? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat seseorang terus menatap layar, baik layar komputer, televisi, tablet, maupun telepon genggam, maka orang tersebut pun akan lebih jarang berkedip dibandingkan dengan saat orang tersebut menatap lingkungan sekitarnya atau membaca buku. Keadaan ini akan membuat mata Anda menjadi kering dan lebih tegang. Selain itu, sebenarnya merupakan suatu hal yang sulit bagi mata untuk terus memfokuskan pandangan pada layar karena layar sebenarnya miring. Tulisan dan gambar yang sangat kecil pada layar telepon genggam dan tablet juga tidak membantu mata Anda bekerja dengan lebih baik. Hal ini hanya akan membuat mata Anda harus bekerja lebih keras untuk membaca dan melihat apa yang tertulis. Cahaya biru yang terpancar dari layar juga memiliki efek negatif pada kesehatan mata Anda. Jadi bagaimana caranya menjaga kesehatan penglihatan Anda tanpa berhenti menggunakan berbagai benda elektronik tersebut? Berisitirahatlah sejenak dari layar alat elektronik Anda tersebut setiap 10-20 menit dengan cara alihkan pandangan Anda dari layar komputer atau telepon genggam Anda dan fokuskan pandangan Anda pada berbagai benda di kejauhan. Hal ini akan mengembalikan kedipan mata normal Anda dan mengembalikan kelembaban mata Anda. The vision council menganjurkan agar setiap orang yang banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer atau televisi untuk melakukan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit alihkan pandanan Anda dari layar kaca selama 20 detik dan fokuskan pandangan Anda pada sesuatu hal sejauh 20 kaki (6 meter). Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa hal lainnya untuk mengurangi beban kerja mata Anda seperti: Aturlah layar komputer Anda sehingga berada sejauh jangkauan tangan Anda dari mata Anda seperti saat Anda sedang membaca buku Kurangi kesilauan layar komputer atau televisi atau telepon genggam Anda (jangan terlalu terang) Gantilah latar belakang layar Anda dari warna putih ke warna abu-abu Baca juga: Cara ampuh turunkan mata minus  Sumber: womenshealthmag
 18 Sep 2015    18:00 WIB
Kurangi Efek Radiasi Ponsel Dengan Tips Berikut Ini!
Benarkah radiasi dari telepon genggam yang Anda gunakan setiap hari berbahaya bagi otak Anda? Hingga saat ini para ahli masih berdebat mengenai jawaban dari pertanyaan di atas. Radiasi telepon genggam diduga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan; mulai dari nyeri kepala, kemandulan, hingga kanker. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar dapat menguatkan pernyataan di atas. Radiasi telepon genggam sendiri sebenarnya merupakan suatu gelombang elektromagnetik yang sangat kuat, yang diduga dapat menyebabkan terganggunya fungsi berbagai sel dan sistem saraf pada tubuh manusia. Untuk menghindari berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkan dari radiasi telepon genggam Anda, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu mengurangi paparan radiasi dari telepon genggam Anda tersebut.   Gunakan Pengeras Suara Tahukah Anda bahwa dari seluruh radiasi gelombang yang dipancarkan oleh telepon genggam, sekitar 97-99% di antaranya akan diserap masuk ke dalam otak, terutama ke bagian otak yang berdekatan dengan tempat Anda menggunakan telepon genggam Anda? Lobus temporal merupakan bagian otak yang menerima paling banyak radiasi telepon genggam. Bagian otak yang satu ini berfungsi untuk mengatur pendengaran, memproses suara, membentuk ingatan jangka panjang, berbicara, dan melihat. Untuk mengurangi efek radiasi pada otak Anda, maka dianjurkan agar saat Anda menelepon seseorang atau menerima telepon dari orang lain, gunakanlah pengeras suara. Bila tidak memungkinkan, Anda dapat menggunakan headphone atau earphone (headphone atau earphone tanpa kabel lebih baik karena telepon genggam tidak harus diletakkan di kantong celana yang tetap berdekatan pada tubuh).   Gunakan telepon di Ruangan Terbuka Karena radiasi telepon genggam akan menjadi lebih tinggi di ruangan tertutup maka dianjurkan agar Anda lebih sering bertelepon di ruangan terbuka.   Jangan Terlalu Dekat, Terlalu Lama, Terlalu Sering Saat Anda meletakkan telepon genggam Anda, pastikan Anda tidak meletakkannya terlalu dekat dengan Anda karena radiasi yang Anda terima akan semakin tinggi. Selain itu, jangan gunakan telepon genggam Anda terlalu sering, terutama bila Anda sedang hamil.   Pesan Singkat Lebih Baik Daripada Telepon Saat Anda ingin menghubungi seseorang, bila memungkinkan, gunakanlah pesan singkat daripada meneleponnya secara langsung untuk mengurangi efek radiasi ke otak Anda. Hal ini dikarenakan efek radiasi telepon genggam ke otak manusia ternyata dapat memicu timbulnya berbagai gangguan pada otak atau organ lain di kepala. Menurut berbagai penelitian, radiasi telepon genggam dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan di bawah ini, yaitu: Kanker otak. Resiko terjadinya glioma dan neuroma akustik akan meningkat 50-90% Tumor kelenjar air liur. Sebuah penelitian di Israel menemukan bahwa orang yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko tumor kelenjar air liur yang lebih tinggi yaitu hingga 50-60% Gangguan perilaku. Sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa anak-anak yang sering menggunakan telepon genggam memiliki resiko lebih tinggi (hingga 80%) untuk menderita gangguan emosional dan perilaku hiperaktif. Keadaan ini terutama terjadi pada anak-anak yang ibunya sering menggunakan telepon genggam saat hamil Migrain dan vertigo. Menurut sebuah penelitian yang juga dilakukan di Denmark, orang dewasa yang sering menggunakan telepon genggam lebih sering (10-20%) menderita migrain dan vertigo dibandingkan dengan orang yang lebih jarang menggunakan telepon genggamnya   Gunakan Hanya Bila Sinyal Baik Saat sinyal telepon kurang baik, maka telepon genggam Anda pun akan mengeluarkan “tenaga” ekstra untuk mendapatkan sinyal. Hal ini berarti akan lebih banyak radiasi yang akan dipancarkan ke dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, bila sinyal telepon genggam Anda sedang kurang baik, tunggulah sebentar hingga sinyalnya membaik sebelum menelepon atau menggunakan telepon genggam Anda.   Baca Juga: Dampak Telepon Genggam Pada Otak Anak-anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: bodyecology