Your browser does not support JavaScript!
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 18 Aug 2019    16:00 WIB
Apa Itu Tekanan Darah Rendah?
Tekanan darah rendah terjadi saat suplai darah ke organ-organ vital, termasuk otak, berkurang. Hal inilah yang membuat Anda merasa pusing. Penurunan tekanan darah ini disebut suatu keadaan syok bila penurunan tekanan terjadi cukup parah dan persisten. Jika tidak segera diobati, syok dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ vital tubuh, yang dapat berakibat pada kematian. Seseorang disebut menderita tekanan darah rendah bila tekanan darahnya kurang dari 90/60 mmHg. Akan tetapi, pada beberapa kasus, orang yang memiliki tekanan darah rendah tidak mengalami gejala apapun sehingga tidak dianggap berbahaya. Ada beberapa jenis tekanan darah rendah, yaitu hipotensi postural dan refleks vaso vagal.   Hipotensi Postural Hipotensi postural terjadi saat seseorang merasa pusing saat mereka berdiri terlalu cepat. Akan tetapi, gejala biasanya akan segera membaik setelah beberapa detik, segera setelah tubuh Anda beradaptasi dengan perubahan posisi dan tekanan darah serta saat aliran darah sudah kembali normal ke dalam otak. Seseorang disebut mengalami hipotensi postural saat tekanan darah turun secara abnormal dalam waktu 3 menit setelah berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Hal ini terjadi karena adanya pengumpulan darah di daerah kaki akibat gravitasi bumi. Pada orang lanjut usia, rasa pusing ini dapat meningkatkan resiko terjatuh. Bila keadaannya cukup berat, penderita bahkan harus dirawat di rumah sakit. Untuk mencegah timbulnya gejala, bangunlah secara perlahan dari posisi duduk maupun berbaring.   Baca juga: Bagaimana Menjaga Tekanan Darah Tetap Konstan?   Refleks Vaso Vagal Refleks vaso vagal merupakan suatu keadaan di mana Anda merasa ingin pingsan saat Anda melihat atau mendengar suatu hal yang buruk. Penyebab lainnya adalah melihat darah, merasa kesakitan, dan emosi. Refleks vaso vagal merupakan tipe lain dari tekanan darah rendah. Pada penderita, pemicu akan menyebabkan perlambatan denyut jantung dan pelebaran pembuluh darah, yang menyebabkan menurunnya tekanan darah, yang membuat penderita merasa ingin pingsan.   Kedua jenis tekanan darah rendah ini sangat sering ditemukan dan pada sebagian besar kasus tidak membutuhkan pengobatan karena gejala biasanya hanya berlangsung sementara. Jika merasa pusing, duduk biasanya dapat membantu mengatasi gejala. Pada beberapa kasus, tekanan darah rendah juga dapat disebabkan oleh perdarahan atau dehidrasi (misalnya akibat diare berat) atau akibat konsumsi obat penurun tekanan darah, terutama bila penderita baru mulai mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tersebut atau berusia lanjut. Akan tetapi, bila Anda tidak mengkonsumsi obat penurun tekanan darah dan merasa pusing atau ingin pingsan, maka mungkin ada gangguan medis lain yang Anda derita, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 01 Jul 2018    08:00 WIB
Makanan Untuk Menurunkan Tekanan Darah
Guys, kita pasti tahu memiliki tekanan darah tinggi sangat beresiko terhadap kesehatan kita. Tekanan darah tinggi menyebabkan seorang beresiko lebih besar mengidap penyakit seperti sakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Untuk mencegah dan mengatasi hal ini diperlukan pengobatan, perubahan pola makan dan juga pola hidup. Mengubah makanan kita akan membantu menurunkan tekanan darah kita secara signifikan. Riset yang telah dilakukan selama ini telah membuktikan bahwa makanan tertentu bisa menurunkan tekeanan darah tinggi baik yang hasilnya seketika maupun jangka waktu yang lama. So, guy check out daftar makanan di bawah ini yang bisa membantu kita menurunkan tekanan darah   1.         Berry             Baik bluberry maupun strawberry mengandung senyawa antioksidan yang disebut sebagai anthocyanin yang sejenis dengan flavonoid. Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 34.000 penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak anthocyanin bisa menurukan 8% resiko tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang sedikit mengkonsumi anthocyanin ini. Jadi kita perlu tambahkan buah ini dalam camilan, makanan atau minuman kita agar kita bisa menurunkan tekanan darah tinggi kita.   2.         Pisang             Buah yang satu ini tentu tidak asing bagi kita di Indonesia. Buah yang mudah untuk kita dapatkan. Nah, ternyata buah ini mengandung potassium, suatu mineral yang memiliki peranan penting dalam dalam mengatur hipertensi. Menurut the American Heart Association, potassium menurunkan efek natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Untuk dewasa disarankan untuk mengkonsumsi 4.700 mg potassium dalam satu hari. Untuk mereka yang ada penyakit ginjal disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter karena terlalu banyak potassium bisa membahayakan.   3.         Beet/Bit             Buah yang berwarna merah satu ini ternyata bisa menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu singkat dan lama melalui meminum jusnya. Pada tahun 2015, para peneliti melaporkan bahwa mereka yang mengidap tekanan darah tinggi setelah meminum jus buah bit selama 4 minggu sebanyak 250 ml atau sekitar 1 gelas, tekanan darahnya menjadi lebih rendah. Para meneliti menemukan hasil postif dari minum jus ini dalam waktu 24 jam.   4.         Dark coklat             Camilan yang manis ini ternyata dapat menurunkan tekanan darah juga. Berdasarkan 15 percobaan yang dilakukan terhadap penderita hipertensi dan prehipertensi ditemukan bahwa coklat yang kaya akan kandunga kakao ini bisa menurunkan tekan darah. Disarankan untuk memilih coklat yang kandungan kakaonya sekitar 70 persen dan cukup mengkonsumsinya satu potong saja atau sekitar 1 ons setiap harinya.   5.         Kiwi             Buah satu ini kaya akan kandungan vitamin C dan jika dikonsumsi setiap hari bisa mengurangi tekanan darah pada orang yang tingkat hiperensinya agak tinggi. Para peneliti membandingkan dengan buah apel dan ditemukan bahwa mereka yang makan tiga buah kiwi setiap hari selama 8 minggu menghasilkan penurunan darah mereka baik sistolik maupun diastolik dibandingkan dengan makan apel.   6.         Semangka             Buah yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Semangka mengandung asam amino yang disebut citrulline, yang dapat membantu mengatur tekanan darah tinggi. Citrulline membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas dalam arteri. Efek ini membantu aliran darah, yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.   7.         Oat             Guys, oat dan gandum ternyata berbeda sekalipun berasal dari satu famili yaitu serelia. Kalau oat bisa dimakan langsung sedangkan gandum tidak bisa. Keduanya terkenal akan kandungan seratnya. Lebih tepatnya lagi oat ini mengadung serat yang disebut beta-glukan, yang dapat mengurangi kadar kolesterol darah. Sehingga, menurut beberapa penelitian oat dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini didasarkan pada suatu tinjauan terhadap 28 percobaan yang didapati bahwa dengan mengonsumsi serat beta-glukan yang lebih tinggi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selain oat yang lebih umum lagi buat kita di Indonesia. Makanan yang mengandung serat beta-glukan ini adalah jelai atau jali.   8.         Sayuran yang daunnya berwarna hijau             Sayuran hijau ini kaya akan kandungan nitrat yang berguna untuk mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian sendiri menunjukan bahwa makan 1-2 porsi sayuran ini setiap hari dapat mengurangi hiperensi hingga 24 jam.   9.         Bawang putih             Untuk yang satu ini, mereka yang suka masak tentu tidak asing lagi karena bisa meningkatkan rasa gurih pada masakan atau makan kita. Ternyata berdasarkan penelitian bawang putih meningkatkan produksi nitrat oksida tubuh, yang membantu otot-otot halus untuk rileks dan pembuluh darah membesar. Sehingga hasilnya, ekstrak bawang putih mengurangi baik tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang hipertensi.   10.       Makanan fermentasi             Makanan fermentasi kaya akan probiotik yaitu bakteri menguntungkan yang menjaga kesehatan usus kita yang diantaranya menurunkan juga tekanan darah. Makan fermentasi  ini diantaranya adalah: yogurt, kimchi, cuka apel, tempe. Untuk yogurt khusunya yang alami menurut The American Heart Association dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi pada wanita. So, ladies jangan lupakan menambah yogurt dalam camilan sehat kita.   11.       Delima             Buah yang satu ini menurut studi yang dilakukan pada tahun 2012 ternyata sanggup menurunkan tekanan darah dalam waktu yang singkat melalui meminum jusnya setiap hari selama 28 hari. Ini disebabkan karena kandungan antioksidan di dalamnya.   12.       Kayu Manis             Kayu manis juga bisa menurunkan tekanan darah setidaknya untuk sejangka waktu.   13.       Pistachios             Jenis kacang satu ini merupakan jenis kacang sehat yang mampu menurunkan hipertensi. Bahkan satu studi melaporkan bahwa memasukan kacang ini dalam daftar menu diet rendah lemak kita dapat mengurangi tekanan darah selama masa stress. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: medicalnewstoday , cnnindonesia.com
 21 Jun 2018    13:00 WIB
Pengobatan Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah merupakan suatu istilah medis saat tekanan darah anda kurang dari 90/60 mmHg. Pengobatan terhadap tekanan darah rendah dipengaruhi oleh berbagai hal yang menyebabkan tekanan darah anda menurun. Bila tekanan darah rendah anda disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan tertentu, maka mengobati gangguan kesehatan tersebut biasanya juga dapat mengobati tekanan darah rendah anda.Bagi banyak orang yang menderita tekanan darah rendah kronik (telah berlangsung lama), masalah ini biasanya dapat diatasi dengan diet sehat dan perubahan gaya hidup. Terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu meningkatkan tekanan darah anda, yaitu:•    Konsumsilah makanan yang mengandung lebih banyak garam•    Kurangi atau tingkatkanlah konsumsi kafein anda, tergantung pada keadaan kesehatan anda dan saran dokter anda•    Minumlah banyak air putih, setidaknya 8 gelas setiap harinya. Anda juga dapat mengkonsumsi minuman berenergi yang mengandung lebih banyak natrium dan kalium, terutama saat berolahraga atau saat cuaca panas•    Konsumsilah lebih banyak air putih saat cuaca panas dan saat sakit•    Bila anda menggunakan obat-obatan tertentu, tanyakanlah pada dokter anda apakah obat-obatan yang anda konsumsi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala yang anda alami•    Berolahragalah secara teratur untuk memperlancar aliran darah anda•    Berhati-hatilah saat berdiri dari posisi tidur atau duduk. Untuk memperbaiki sirkulasi darah anda, gerakkanlah kaki dan pergelangan kaki anda beberapa kali sebelum berdiri, lalu berdirilah dengan perlahan•    Saat bangun dari tempat tidur anda, duduklah dulu pada pinggir tempat tidur anda selama beberapa menit sebelum berdiri•    Posisikan kepala anda lebih tinggi saat tidur•    Jangan mengangkat barang berat•    Jangan mengedan saat buang air besar•    Jangan terlalu lama berendam di dalam air panas•    Letakkanlah kursi di dalam kamar mandi anda sehingga anda dapat duduk bila merasa pusing Untuk menghindari terjadinya penurunan tekanan darah dan mengurangi timbulnya pusing setelah makan, makanlah dengan porsi kecil dan lebih sering, lalu beristirahatlah setelah makan. Selain itu, jangan mengkonsumsi obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi) sebelum makan. Bila diperlukan, anda juga dapat menggunakan stoking pada betis dan paha anda untuk membantu mencegah mengalirnya darah ke kaki anda sehingga terdapat lebih banyak darah pada tubuh bagian atas anda.Obat-obatanBila berbagai tips di atas tidak dapat membantu meningkatkan tekanan darah anda, maka anda membutuhkan bantuan obat-obatan. FludrokortisonFludrokortison merupakan obat golongan mineralokortikosteroid yang telah terbukti dapat mengatasi hampir semua jenis hipotensi postural (menurunnya tekanan darah saat berdiri) dan tekanan darah rendah.Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan retensi natrium oleh ginjal, sehingga menyebabkan terjadinya retensi cairan dan kadang pembengkakan, yang mana diperlukan untuk memperbaiki tekanan darah. Akan tetapi, obat ini juga menyebabkan tubuh kehilangan kalium. Oleh karena itu, penting agar anda tetap mencukupi kebutuhan kalium anda, baik melalui makanan maupun suplemen. Obat ini tidak memiliki efek anti inflamasi (anti peradangan) dan tidak dapat digunakan untuk membentuk otot. MidodrineMidodrine bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor pada pembuluh darah kapiler dan vena untuk meningkatkan tekanan darah. Menurut penelitian, obat ini telah terbukti efektif untuk mengatasi hipotensi postural yang terjadi akibat disfungsi sistem saraf seperti pada sindrom Shy-Drager.Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Mengalami gejala tekanan darah rendah seperti pusing, kepala terasa ringan, pandangan kabur, dan sebagainya•    Mengalami gejala tekanan darah rendah yang berat sehingga mengganggu aktivitas anda sehari-hari atau meningkatkan resiko cedera akibat terjatuh•    Menduga bahwa tekanan darah rendah yang alami mungkin merupakan efek samping dari obat-obatan yang anda gunakan•    Tekanan darah anda sangat rendah yang menyebabkan tubuh anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya karena kekurangan oksigen Kekurangan oksigen dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi jantung dan otak serta kesulitan bernapas. Saat berbagai organ tubuh anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya akibat kekurangan oksigen, maka anda dapat pingsan atau mengalami syok. Baca juga: Apakah Saya Menderita Tekanan Darah Rendah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 07 Jun 2018    16:00 WIB
Merasa Berdebar-debar Setelah Minum Kopi? Mengapa Demikian?
Kopi merupakan suatu stimulan karena mengandung kafein yang dapat membuat Anda lebih bersemangat, tidak mengantuk, dan meningkatkan fungsi otak serta tubuh Anda di pagi hari. Seperti halnya semua stimulan, kafein dapat mempengaruhi jantung, otak, dan otot-otot tubuh Anda.  Mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau mengkonsumsi kopi pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jantung terasa berdebar-debar akibat peningkatan denyut jantung. Kafein di dalam kopi dapat memicu sistem saraf simpatik yang merupakan pengendali respon "fight" atau "flight" tubuh, yang dapat bereaksi dengan cara melepaskan sejumlah energi pada otot, meningkatkan kewaspadaan mental, dan meningkatkan aliran darah yang menuju pada anggota gerak tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.  Pada sebagian besar kasus, efek ini hanya menyebabkan suatu perubahan kecil, akan tetapi kadangkala dapat terjadi gangguan irama jantung yang membuat Anda merasa berdebar-debar karena adanya peningkatan denyut jantung. Pada keadaan normal, Anda mungkin tidak akan menyadari denyut jantung Anda, kecuali saat Anda sedang berolahraga. Merasa jantung Anda berdebar lebih cepat atau bahkan tidak teratur dapat membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Walaupun sebagian besar kasus tidak berbahaya, akan tetapi bila hal ini terjadi berulang kali, maka Anda mungkin harus memeriksakan keadaan jantung Anda pada dokter. Peningkatan denyut jantung dapat disebabkan oleh berbagai stimulan. Mengkonsumsi kafein berlebihan merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan jantung terasa berdebar-debar. Bahkan, beberapa orang merasakan peningkatan denyut jantung walau hanya mengkonsumsi sedikit kafein. Satu gelas kopi mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap harinya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala, badan terasa gemetar, dan peningkatan denyut jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh hitam, teh hijau, teh putih, minuman bersoda, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis obat-obatan; terutama obat yang digunakan untuk mencegah rasa kantuk. Berbagai penyebab lain dari peningkatan denyut jantung adalah anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, stress, dan demam.   Kapan Hubungi Dokter? Peningkatan denyut jantung yang tidak berbahaya biasanya hanya terjadi satu kali dan tidak berulang. Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau lebih dari biasanya dan merasa bahwa denyut jantung Anda meningkat, maka denyut jantung Anda biasanya akan kembali normal dalam waktu beberapa menit. Segera hubungi dokter Anda bila peningkatan denyut jantung berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang kali. Hal ini dapat merupakan gejala adanya gangguan jantung. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila Anda merasa nyeri atau mati rasa pada lengan, dada terasa seperti tertekan, nyeri ulu hati yang terjadi bersamaan dengan peningkatan denyut jantung.  Baca juga: Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate
 30 Nov 2017    08:00 WIB
Penyebab dan Gejala Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun hingga kurang dari 90/60 mmHg. Pada beberapa kasus, penurunan tekanan darah ini tidak menimbulkan gejala apapun dan orang yang mengalaminya tampak sehat. Akan tetapi, pada kasus lainnya, orang yang mengalami tekanan darah rendah dapat mengalami berbagai gejala, seperti: Pusing Pingsan Sulit berkonsentrasi Pandangan kabur Mual Tangan terasa dingin dan basah Kulit mendadak tampak pucat Napas cepat dan dangkal Merasa lelah   Berbagai gejala di atas terjadi saat aliran darah ke organ-organ vital Anda kurang memadai. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan tekanan darah menjadi sangat rendah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.   Gangguan Jantung Tekanan darah dapat menurun jika jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif. Beberapa gangguan jantung bahkan dapat membahayakan jiwa penderitanya, seperti irama jantung abnormal, serangan jantung, kelainan katup jantung, dan gagal jantung.   Penurunan Volume Darah Penurunan volume darah di dalam tubuh dapat disebabkan oleh kehilangan cairan atau darah dari dalam tubuh. Perdarahan hebat akibat trauma luar (kecelakaan) atau perdarahan internal (akibat ulkus peptikum atau volume darah menstruasi yang berlebihan) dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Selain itu, kehilangan cairan tubuh akibat muntah dan diare berat juga dapat menyebabkan tekanan darah turun.   Infeksi Berat Saat bakteri masuk ke dalam darah, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi berat yang dikenal dengan nama sepsis. Di dalam darah, bakteri akan melepaskan suatu racun yang menyebabkan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah, yang akan menyebabkan tekanan darah menurun dengan cepat.   Gangguan Hormonal Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Kadar hormon kortisol atau hormon stress yang rendah juga dapat menyebakban tekanan darah menjadi rendah.   Reaksi Alergi Berat Sebenarnya ada banyak jenis reaksi alergi. Reaksi alergi yang dimaksud di sini adalah alergi yang disebabkan oleh obat-obatan, makanan (kacang), atau gigitan serangga (lebah atau tawon). Reaksi alergi yang paling berat dikenal dengan nama anafilaksis. Anafilaksis akan menyebabkan tekanan darah menurun drastis dan dapat berakibat fatal.   Kabar baiknya adalah sebagian besar kasus tekanan darah rendah tidak membutuhkan pengobatan bila tidak menimbulkan gejala apapun. Tekanan darah rendah yang membahayakan jiwa jarang terjadi. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala dan gejala bersifat persisten, segera periksakan diri ke seorang dokter.   Baca juga: Makanan Ini Bisa Bantu Naikkan Tekanan Darah Lho…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 14 Jun 2017    18:00 WIB
5 Gejala Dari Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah atau hipotensi merupaka jenis kondisi yang sering terjadi terutama diantara mereka yang menjalani diet yang tidak sehat atau mereka yang mengalami kekurangan nutrisi. Kekurangan darah didalam tubuh dan stress juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Setiap kali terjadi denyut jantung, darah akan menekan dinding pembuluh darah dengan tekanan rata-rata yang normal. Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHG, dan tekanan ini dapat berkurang karena berbagai alasan sehingga menyebabkan hipotensi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti pusing yang disebabkan kurangnya aliran darah ke organ vital seperti jantung, otak dan ginjal. Gejala dari tekanan darah rendah dapat diketahui melalui pengukuran tekanan darah. Selain itu penurunan tekanan darah dapat memberikan gejala-gejala khas seperti dibawah ini.1.  PusingPusing atau kepala terasa melayang merupakan gejala yang paling terjadi saat tekanan darah rendah terjadi. Hal ini terjadi karena aliran darah ke otak tidak mencukupi kebutuhan sehingga kebutuhan otak akan oksigen tidak cukup. Bahkan terkadang tekanan darah rendah dapat menyebabkans seseorang pingsan. 2.  Nafas pendek-pendek dan cepatSaat tekanan darah tidak mencukupi, aliran darah dapat terhambat oleh otot jantung. Hal ini menyebabkan nafas sesak dan pendek-pendek bahkan terkadang sampai menyebabkan nyeri dada. 3.  Kulit pucatSaat aliran darah ke bagian permukaan kulit tidak tercukupi, warna kulit akan terlihat pucat. Terkadang gejala disertai rasa dingin di telapak tangan dan kaki, denyut nadi yang lemah. 4.  Denyut jantung tidak teraturKarena tekanan darah rendah jantung tidak dapat memompa darah dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan irama jantung tidak teraturt atau dikenal dengan aritmia. 5.  Nyeri kepalaTekanan darah rendah dapat menyebabkan nyeri kepala. Nyeri kepala yang disebabkan karena variasi dari tekanan darah disebut orthostatic dan secara umum terjadi ketika ada perubahan tekanan darah secara tiba-tiba. Terkadang kondisi ini dapat menyebabkan muntah. Tekanan darah rendah walaupun tidak seberbahaya tekanan darah tinggi harus tetap mendapat perhatian secara medis, terutama jika gejala yang dirasakan semakin memburuk. Jika tekanan darah rendah menyebabkan seseorang pingsan, maka yang harus Anda lakukan Adalah membaringkan orang itu di permukaan yang rata dan angkat kakinya lebih tinggi dari tubuh. Saat aliran darah kembali normla, kesadaran orang tersebut akan kembali.Sumber: magforwomen