Your browser does not support JavaScript!
 26 May 2014    13:30 WIB
Migrain Dapat Menyebabkan Terjadinya Stroke, Benarkah?
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang lanjut usia yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke tersembunyi. Stroke tersembunyi merupakan suatu cedera otak yang tidak bergejala, yang disebabkan oleh adanya bekuan darah yang menyebabkan gangguan aliran darah yang menuju ke otak. Para peneliti menduga bahwa cedera otak ini merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya stroke di masa yang akan datang. Walaupun migrain dapat menyebabkan meningkatkan resiko terjadinya stroke iskemik, bukan berarti setiap orang yang menderita migrain pasti akan mengalami stroke. Akan tetapi, penderita migrain yang juga memiliki resiko gangguan pembuluh darah harus lebih memperhatikan keadaan kesehatannya.  Perubahan gaya hidup seperti berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi diet sehat (rendah lemak dan banyak mengkonsumsi buah serta sayuran) dapat membantu menurunkan resiko stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekelompok orang lanjut usia dengan berbagai ras di Amerika. Sekitar 100 orang peserta penelitian memiliki riwayat serangan migrain, sementara 450 peserta lainnya tidak pernah menderita migrain. Sekitar 41% peserta penelitian merupakan pria yang rata-rata berusia 71 tahun. Karena ras Hispanik dan orang kulit hitam memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita stroke, maka sekitar 65% peserta penelitian merupakan ras Hispanik. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti membandingkan gambaran otak peserta yang menderita migrain dengan peserta yang tidak pernah menderita migrain. Setelah mempertimbangkan bebagai faktor resiko stroke lainnya, penelitian ini menunjukkan bahwa peserta yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita stroke tersembunyi. Pada penelitian ini, para peneliti juga menemukan bahwa resiko stroke tersembunyi meningkat, baik pada orang yang menderita migrain dengan aura maupun migrain tanpa aura. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti menduga bahwa mengobati migrain mungkin dapat membantu menurunkan resiko terjadinya stroke.   Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara migrain dan stroke, tetapi penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa migrain dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.   Sumber: newsmaxhealth