Your browser does not support JavaScript!
 30 Jun 2019    11:00 WIB
Kenali Tanda-Tanda Awal Terjadinya Stroke
Serangan stroke dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Stroke saat ini juga tidak saja didominasi oleh kalangan usia tua, tetapi banyak usia muda yang terkena stroke. Stroke pada usia muda banyak terkait dengan gaya hidup, kurang berolahraga, tingkat stress yang tinggi, pola makan yang tidak sehat. Kita harus dapat mengenali apa saja gejala stroke supaya kita bisa mendapatkan penanganan lebih dini. Serangan stroke merupakan salah satu kegawatdaruratan medis yang harus segera segera ditangani secara cepat, tepat dan cermat. Jika stroke tidak ditangani secara cepat, tepat dan cermat dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian, time is brain. Stroke adalah suatu gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak, dan dapat mengakibatkan kematian. Stroke dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu : • Stroke hemoragikStoke hemoragik adalah stroke yang terjadi karena perdarahan di jaringan otak• Stroke iskemikStroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otakBagaimana kita dapat mengidentifikasi gejala awal stroke? Berbagai organisasi kesehatan telah membuat suatu system untuk mempermudah orang awam untuk mengenal tanda awal stroke dengan FAST. Apakah FAST itu ? FAST merupakan singkatan dari Face, Arm, Speech dan Time.• Face (wajah)Wajah tidak simetris. Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan, apakah wajahnya tampak tidak simetris? Perhatikan mata kanan dan kiri, apakah simetris atau mata sebelah lebih sipit• Arms (lengan)Tangan dan kaki mengalami kelumpuhan, biasanya hanya 1 sisi.Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah ia hanya dapat mengangkat satu lengan saja? Bila ia dapat mengangkat kedua lengannya, apakah salah satu lengan terlihat turun?• Speech (bicara)Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah ia mampu berbicara jelas atau terdengar pelo atau cadel? Akan lebih jelas bila kalimat yang diucapkan mengandung banyak konsonan huruf R seperti, ular melingkar-lingkar di atas pagar.• Time (waktu)Seperti disebutkan sebelumnya, time is brain, setiap detik sangat berharga. Bila ditemukan salah satu gejala di atas, segera hubungi atau bawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke terpadu.   Baca Juga: Berjalan Kaki Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Stroke
 05 May 2019    18:00 WIB
Efek Samping Mengonsumsi Vitamin E
Vitamin E cukup aman untuk dikonsumsi (melalui mulut atau dioleskan pada kulit) oleh sebagian besar orang yang sehat. Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping apapun saat mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan yaitu 15 mg setiap harinya. Mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan mungkin aman bagi ibu hamil dan menyusui. Sebaiknya jangan mengkonsumsi vitamin E pada 4 bulan pertama kehamilan karena mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan anda, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelumnya. Vitamin E mungkin berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Jika anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, maka jangan mengkonsumsi vitamin E sebanyak 400 IU atau lebih setiap harinya.Beberapa penelitian menduga bahwa dosis tinggi mungkin dapat meningkatkan resiko kematian dan terjadinya efek samping berat. Semakin tinggi dosis vitamin E yang anda konsumsi, maka semakin besar resiko terjadinya efek samping berat.1.  Meningkatkan Resiko Stroke HemoragikVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 300-800 IU vitamin E setiap harinya dapat meningkatkan resiko stroke hemoragik hingga 22%.Akan tetapi, vitamin E justru mungkin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah.2.  Meningkatkan Resiko Kanker ProstatVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat, walaupun hal ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi berbagai vitamin dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin E dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat pada pria.3.  Efek Samping LainnyaMengkonsumsi vitamin E dosis tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya mual, diare, kram perut, merasa sangat lelah, badan terasa lemas, nyeri kepala, penglihatan kabur, bercak kemerahan pada kulit, memar, dan perdarahan.Sumber: webmd
 23 Sep 2018    11:00 WIB
Beberapa Resiko Yang Dapat Terjadi Karena Stroke
Stroke terjadi ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya, terjadi penghentian aliran darah ke bagian otak tersebut, yang menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen dan glukosa. Jika penghentian ini hanya terjadi dalam waktu singkat, jaringan otak masih dapat dipulihkan. Tetapi bila penghentian ini terjadi selama 3 atau 4 menit, maka dapat terjadi kematian pada jaringan otak di bagian tersebut, yang menyebabkan kerusakan permanen jaringan otak. Klasifikasi Stroke Stroke Iskemik Sekitar 80% stroke yang terjadi adalah stroke iskemik. Stroke jenis ini terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah yang menyebabkan penghentian aliran darah ke otak. Stroke Hemoragik 20% stroke yang terjadi adalah stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah lemah di otak. Saat pembuluh darah ini pecah, dapat terjadi kerusakan pada jaringan otak di sekitar pembuluh darah tersebut. Stroke hemoragik merupakan jenis stroke yang lebih berat.   Faktor Resiko Stroke Terdapat 2 jenis faktor resiko stroke, yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Faktor resiko yang dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang masih dapat dimodifikasi untuk mengurangi resiko stroke, seperti tekanan darah tinggi maupun hiperkolesterolemia yang dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat-obatan dan merubah gaya hidup.Sedangkan, faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, ras, atau jenis kelamin. Faktor Resiko yang Dapat Dikendalikan Aterosklerosis Plak lemak yang terbentuk di dalam dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan atau mempersempit lumen pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan stroke. Hiperkolesterolemia Tingginya kadar kolesterol di dalam darah dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan aterosklerosis. Diabetes Para penderita diabetes mempunyai resiko terkena stroke yang lebih tinggi dikarenakan oleh berbagai komplikasi diabetes, seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia, dan penyakit jantung. Alkoholisme Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan resiko stroke. Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi 1 gelas per hari pada wanita, dan 2 gelas pada pria. Usia Stroke dapat terjadi pada semua umur, bahkan pada anak-anak. Akan tetapi, lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Setiap penambahan 10 tahun setelah berumur 55 tahun, terdapat peningkatan resiko stroke sebanyak 2 kali lipat. Ras Kematian akibat stroke lebih banyak terjadi pada orang Afrika-Amerika daripada orang kulit putih, karena mereka mempunyai resiko lebih tinggi menderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Riwayat Stroke atau Serangan Jantung Sebelumnya Resiko mengalami serangan stroke lebih tinggi pada orang yang pertama mengalami serangan stroke sebelumnya atau pada orang yang pernah mengalami serangan jantung. Kelainan Pembuluh Darah Resiko terjadinya stroke hemoragik meningkat pada orang dengan aneurisma (pelebaran pembuluh darah) pembuluh darah otak. Selain itu, malformasi arteriovenosa (adanya suatu hubungan abnormal antara arteri dan vena) juga merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke hemoragik. Patent Foramen Ovale Patent foramen ovale adalah adanya suatu lubang yang menghubungkan antara jantung kiri dan kanan. Kelainan ini biasanya tidak bergejala dan mengenai sekitar 15-20% orang. Akan tetapi, kelainan ini meningkatkan resiko terjadinya stroke melalui masuknya bekuan darah melalui lubang tersebut, yang kemudian akan sampai ke otak dan menyebabkan terjadinya stroke. Penderita patent foramen ovale dapat terkena stroke walaupun tidak memiliki faktor resiko stroke lainnya.
 22 Aug 2016    18:00 WIB
Migrain dan Stroke
Stroke dan migrain mempunyai gejala-gejala yang mirip dan terkadang tertukar satu dengan yang lain. Tetapi apakah migrain dapat menyebabkan stroke dan sebaliknya? Para peneliti belum bisa mengungkapkannya. Penelitian menunjukkan jika Anda sering mengalami migrain, Anda mungkin akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke di kemudian hari. Hubungan antara stroke dengan migrainJika Anda tiba-tiba mengalami sakit kepala yang berat, penurunan penglihatan di salah satu mata dan kelemahan otot di satu sisi tubuh, segeralah pergi ke unit gawat darurat terdekat. Hal tersebut bisa saja tanda dari migrain, tetapi mungkin juga tanda stroke. Anda harus menemui dokter untuk memastikannya.Orang dengan migrain akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke karena terbentuknya endapan darah. Wanita lebih sering menderita migrain dibanding pria karena faktor hormon.Beberapa orang dengan migrain biasanya akan mengetahui ia akan mengalami episode migrain berikutkan karena biasanya akan didahului peringatan seperti aura, seperti kilatan lampu. Mereka yang mengalami aura saat migrain akan mengalami peningkatan resiko stroke lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengalami aura. Kemungkinan akan semakin meningkat jika disertai faktor berikut:•  Merokok•  Mengkonsumsi pil kb•  Berusia dibawah 45 tahun Jika Anda mengalami migrain lebih sering, segera temui ahli syaraf. Dokter ahli syaraf akan dapat mengetahui dan mengatasi masalah di otak. Beberapa obat-obatan dapat membantu mencegah migrain dan membuat migrain tidak terlalu menyakitkan dan lebih jarang terjadi. Turunkan resiko strokePola hidup dapat membuat Anda menurunkan resiko mengalami kanker:•  Jika Anda mengkonsumsi pil kb, sebaiknya Anda mengkonsultasikan dengan dokter apakah metode kontrasepsi terbaik untuk Anda•  Jika Anda berhenti merokok•  Jika Anda mengontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke•  Menjaga kadar kolesterol•  Menjaga kadar gula darah•  Menjaga tubuh tetap sehat. Baca juga: Tes Resiko Stroke Anda Dengan Melakukan Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd