Your browser does not support JavaScript!
 02 Oct 2014    13:00 WIB
Bolehkah Menggunakan Obat Alami Untuk Penyakit Asma?
Mungkin Anda pernah mendengar beberapa obat alami untuk membantu mengatasi asma bahkan dapat menghilangkan gejala asma.  Seperti yang kita ketahui Asma merupakan peradangan kronis yang terjadi pada saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Terjadi penyumbatan saluran pernapasan dan penyempitan saluran pernapasan yang bersifat hilang timbul. Gejala umum asma seperti: Mengi  Batuk Dada terasa berat Sesak napas Biasanya gejala asma sering dirasakan malam hari disaat udara dingin Asma pada awalnya diperkirakan disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.  Apabila Anda ingin menggunakan obat alami untuk penyakit asma, yang harus Anda perhatikan: Jangan gunakan suplemen makanan alami tanpa memeriksa terlebih dahulu kesehatan Anda dan keadaan asma Anda dengan dokter. Beberapa produk obat alami, seperti bee pollen, dapat memicu serangan asma apabila Anda alergi terhadap tanaman tersebut.  Apabila Anda mau minum produk suplemen obat alami, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Karena dokter akan menilai produk tersebut mengenai kandungan obat dan apakah boleh dikonsumsi untuk penyakit asma.  Usahakan tidak mencampur obat alami dan obat dari dokter tanpa sepengetahuan dokter Jangan hentikan penggunaan obat dokter secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter. Bila Anda tidak mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Kemudian bahan yang terkandung dalam obat alami tersebut tidak sesuai untuk keadaan Anda, hal ini dapat memperburuk keadaan asma Anda bahkan dapat mengancam kematian.  Ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi asma. Misalnya menghilangkan efek negatif dari stress emosional yang dapat menyebabkan serangan asma. Selain itu ada beberapa latihan seperti: Latihan bernapas perut dalam-dalam Latihan relaksasi otot Makan makanan seperti asam lemak omega-3 yang ditemukan secara alami pada ikan tinggi lemak seperti salmon, makarel, atau cod yang memungkinkan tubuh untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang cenderung mengurangi peradangan.Namun hal ini belum dibuktikan secara pasti.   Sumber: webmd
 10 Sep 2014    09:00 WIB
4 Jenis Makanan yang Mampu Mengurangi Stress dan Menurunkan Berat Badan
Saat Anda merasa stress, Anda mungkin akan merasa sangat tergoda untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan tinggi lemak dan karbohidrat seperti es krim, kentang goreng, dan keripik kentang. Akan tetapi, selain makanan tinggi karbohidrat di atas, terdapat beberapa jenis makanan lainnya yang benar-benar dapat mengurangi rasa stress Anda tanpa meningkatkan berat badan Anda.   1.     Alpukat Alpukat mengandung vitamin B kompleks, yang telah terbukti dapat membantu mengurangi rasa stress. Selain itu, alpukat juga mengandung lemak tidak jenuh tunggal dan serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang.   2.     Susu Coklat Cobalah mengkonsumsi susu coklat kesukaan Anda bila Anda sedang ingin mengkonsumsi makanan manis. Susu coklat mengandung kalium yang dapat membantu mengatasi spasme otot saat Anda sedang melakukan aktivitas fisik berat. Untuk mencegah terjadinya peningkatan berat badan, pastikan Anda memilih susu coklat rendah lemak.   3.     Oatmeal Oatmeal merupakan makanan kaya serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang dan menghilangkan stress Anda dalam waktu singkat. Oatmeal membantu tubuh memproduksi serotonin, yaitu suatu zat kimia di dalam tubuh Anda yang dapat membuat Anda merasa lebih baik.   4.     Raspberi Berbagai jenis buah rendah kalori merupakan salah satu cara sehat untuk mengganti keinginan Anda untuk mengkonsumsi makanan manis. Raspberi merupakan salah satu jenis buah yang mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu mengatasi stress dan vitamin C yang dapat membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.     Sumber: womenshealthmag
 09 Sep 2014    10:00 WIB
Atur Otak Anda Untuk Atasi Stress
Anda dapat mengatur otak Anda pada saat mengalami stress. Ada tiga langkah mudah untuk menjaga keseimbangan Anda dan mendapatkan hasil yang terbaik untuk diri Anda: 1. Mengalihkan pikiran Anda. Kegiatan sehari-hari, rutinitas yang selalu dijalankan akan membuat berat pikiran Anda. Masalah yang menjulang besar dalam pikiran Anda. Cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda yang memikirkan atau beraksi terhadap konflik dan mulai fokus bagaimana menemukan solusi. Tanyakan pada diri Anda: Bagaimana cara mengatasi masalah ini? Otak mencintai pertanyaan dan mencari jawabannya apabila Anda dalam keadaan fokus. Semua pikiran yang dihasilkan kemudian akan mengikuti jalan yang berbeda apabila Anda sedang mencari jawaban untuk pertanyaan Anda. 2. Bernapaslah, bernapas dan bernapas Ketika Anda bernapas dengan kecepatan yang konsisten. Hal ini akan menyebabkan perlambatan denyut jantung. Kemudian kerja jantung akan berpengaruh kepada sistem saraf dan hiperfokus terhadap suatu masalah untuk memberikan solusi. 3. Membuat pilihan dengan tenang Kendurkan otot Anda, yang secara spontan akan menegang apabila sedang mengalami konflik atau bahaya. Dimana tubuh Anda akan bersiap untuk membuat tubuh Anda terhadap suatu keadaan yang dihadapi seringkali menimbulkan reaksi tubuh yang berlebihan terhadap peristiwa yang genting. Namun bila Anda dalam keadaan tenang masalah yang dihadapi akan lebih mudah untuk diselesaikan. Dalam keadaan tenang akan menimbulkan kreativitas yang lebih besar dan kecerdasan yang lebih tinggi dalam mengatasi masalah. Ingat, Anda yang menciptakan kehidupan Anda sendiri. Semakin sadar bahwa apa yang Anda hasilkan, berhubungan dengan apa yang sudah Anda perbuat, maka Anda akan mencapai kehidupan yang Anda inginkan. Tetap cerdas dalam hidup dengan mengelola otak Anda sendiri. Sumber: cnn
 25 Jun 2014    16:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Berbagai Reaksi Stress yang Anda Alami
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda saat mengalami stress. Mengetahui penyebab stress dan apa reaksi Anda saat stress tentunya dapat sangat membantu Anda dalam mengatasi stress tersebut dan menghindari terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk peningkatan berat badan.Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda mengatasi berbagai reaksi stress yang mungkin Anda alami.    •    Kurangi Aktivitas atau Jumlah Pekerjaan AndaKurangi jumlah pekerjaan Anda sebanyak mungkin. Hal ini mungkin sulit dilakukan bila Anda merupakan orang yang sibuk. Akan tetapi, berusahalah untuk mengurangi jadwal kerja Anda.    •    Lakukan Persiapan Dengan BaikLakukan berbagai persiapan rapat atau perjalanan yang baik sebelum hal ini benar-benar membuat Anda merasa stress. Aturlah waktu Anda dengan baik dan buatlah tujuan akhir yang sesuai, baik untuk pekerjaan kecil maupun besar.     •    Jalin KomunikasiJalinlah persahabatan dan komunikasi dengan orang lain. Buatlah diri Anda dikelilingi oleh anggota keluarga, teman, teman kerja, atau orang lainnya yang mendukung Anda secara positif. Hal ini akan membantu menjaga keadaan mental Anda dan membuat Anda dapat bertahan saat menghadapi stress.    •    Lakukan Kegiatan atau Hal yang Anda SukaiWalaupun terdengar biasa, akan tetapi melakukan berbagai hal seperti hobi yang Anda sukai dapat membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang dan rileks.    •    Berolahraga Secara TeraturBerbagai aktivitas fisik (olahraga), meditasi, yoga, pijat dan berbagai teknik relaksasi lainnya dapat membantu Anda mengatasi stress. Apapun pilihan Anda untuk merasa lebih rileks tidaklah penting, yang penting adalah hal tersebut dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan bersemangat.    •    Tidur yang CukupKurang tidur dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi Anda dalam membuat keputusan serta membuat Anda lebih mudah marah. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam setiap malamnya.    •    Cari Pertolongan MedisJika berbagai hal di atas tidak dapat membantu mengatasi rasa stress Anda, maka segera hubungi dokter Anda. Stress yang berlangsung lama dan tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan, termasuk depresi dan nyeri otot.Sumber: mayoclinicTags: stress
 24 Jun 2014    09:00 WIB
Bagaimana Kebiasaan Membaca Bisa Membuat Anda Lebih Sehat?
Ada masanya dimana orang-orang membaca buku dengan serius, di rumah-rumah memiliki perpustakaan kecil dan anak-anak menerima buku sebagai hadiah ulang tahun. Ada masanya dimana membaca merupakan sesuatu yang indah dan sebenarnya memang membaca membuat Anda lebih pintar. Tetapi di masa kini, kita sudah mengalihkan perhatian kita kepada televisi dan gadget dibandingkan buku. Lupakan buku, bahkan kita sudah tidak membaca satu paragrafpun. Kebudayaan menulis surat dengan saudara jauh sudah ditinggalkan jauh-jauh hari. Saat ini internet dan gadget sudah menyita waktu kita, bahkan lebih tepatnya membuang waktu kita. Tetapi membaca masih bisa menjadi pilihan Anda untuk mengisi waktu Anda yang lebih berharga. Berikut adalah beberapa cara bagaimana membaca dapat membuat Anda lebih sehat dan berubah menjadi orang lebih baik. Membantu mencegah munculnya alzheimer Penelitian membuktikan bahwa orang tua yang membaca buku secara teratur ternyata secara mengejutkan mampu menurunkan resiko terjadinya alzheimer sampai dua setengah kali lipat. Tentu saja kita tidak dapat melupakan faktor lainnya dan dengan aktivitas membaca saja dapat menjauhkan Anda dari alzheimer. Tampaknya ada hubungan yang erat antara melatih intelektual dengan pencegahan alzheimer. Membaca dapat mengurangi stress Salah satu keuntungan membaca yang juga dapat membuat Anda lebih sehat adalah membaca dapat menurunkan tingkat stress. Tanyakan pada diri Anda sendiri, bagaimana membaca dapat membuat Anda lebih sehat?  Kemudian, hal pertama yang harus Anda lakukan pasti akan langsung muncul di pikiran Anda adalah dengan membaca dapat menghilangkan stress. Dengan membaca Anda akan merasa berada di dunia lain dan membuat Anda bebas dari rasa khawatir. Anda akan memiliki kekuatan mental baru dalam menghadapi masalah. Anda menjadi lebih berbudaya Membaca dapat membuat Anda lebih berbudaya. Ketika Anda membaca, Anda menjadi semakin pintar. Anda akan menjadi lebih tertarik dengan kebudayaan setempat dan bahkan turut ambil bagian. Dengan membaca juga Anda menjadi lebih sadar dengan hak-hak dasar Anda seperti misalnya memberikan suara dalam pemilihan umum. Meningkatkan kosa kata  Menurut para peneliti, dengan membaca buku dapat memperkaya Anda dengan kosa kata baru. Buku merupakan sumber dari kata-kata yang baru. Jadi jika Anda ingin mempelajari kata-kata baru, kemudian Anda mulai menggunakannya dalam kehidupan Anda sehari-hari. Dengan begitu Anda bisa megekspresikan diri dengan lebih jelas dan dengan efek yang lebih dramatis. Membaca sebagai terapi Menurut para peneliti, membaca buku dapat memberikan pengalaman seperti mendengarkan musik maupun menonton film. Jadi saat Anda sedang mengalami putus cinta, maka obatilah luka hati Anda dengan membaca buku. Menghilangkan rasa sendirian Ketika Anda membaca buku, Anda tidak akan pernah merasa sendirian. Ini adalah keuntungan membaca yang paling jelas dirasakan oleh kebanyakan orang. Membaca akan membantu Anda melawan rasa kesendirian dan menghadirkan banyak teman dari tokoh fiksional didalam buku.   Sumber: boldsky
 20 Jun 2014    12:00 WIB
Berbagai Reaksi Manusia Terhadap Stress
Stress merupakan salah satu hal yang pastinya pernah dialami oleh setiap orang, terutama pada keadaan sekarang ini. Mengatasi stress yang Anda alami tentunya akan sangat membantu Anda dan kesehatan Anda.  Langkah pertama untuk mengatasi stress adalah dengan mengetahui apa yang Anda lakukan atau apa reaksi tubuh Anda terhadap stress dan mengubahnya bila diperlukan.  Reaksi setiap orang terhadap stress atau tekanan dalam kehidupannya dapat berbeda-beda. Di bawah ini terdapat beberapa reaksi umum seseorang saat menghadapi suatu tekanan atau saat merasa stress.   Nyeri Otot Anda mungkin secara tidak sadar akan mengatupkan rahang atau tinju atau mengalami ketegangan otot (terutama di daerah leher dan pundak) saat merasa stress, yang menyebabkan terjadinya berbagai nyeri otot pada tubuh Anda. Selain itu, tubuh Anda pun dapat memiliki reaksi lainnya terhadap stress seperti nyeri ulu hati, sesak napas, nyeri punggung, nyeri kepala, dan insomnia.   Makan Berlebihan Stress mungkin dapat memicu seseorang untuk makan, bahkan di saat ia tidak merasa lapar atau membuat seseorang malas berolahraga. Sebaliknya, beberapa orang lainnya justru kehilangan nafsu makannya dan mengalami penurunan berat badan saat merasa stress.   Marah Stress dapat membuat Anda menjadi mudah marah. Saat Anda berada dalam suatu tekanan di dalam pekerjaan Anda, maka Anda mungkin bertengkar dengan teman kerja, teman, atau bahkan pasangan Anda. Kemarahan Anda ini seringkali dapat dipicu hanya oleh suatu masalah kecil atau berbagai hal lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan penyebab stress Anda.   Menangis Stress juga seringkali dapat membuat Anda menangis tersedu-sedu, bahkan tanpa pemicu apapun. Anda dapat menangis hanya karena adanya suatu hal kecil yang sebenarnya tidak berhubungan dengan penyebab stress Anda. Selain itu, Anda juga mungkin merasa kesepian atau terisolasi saat stress.   Depresi Kadangkala, tekanan yang Anda alami mungkin lebih berat daripada yang dapat Anda tanggung dan membuat Anda merasa tidak berdaya atau ingin menyerah. Stress yang berlangsung dalam waktu lama dapat menjadi salah satu hal yang memicu terjadinya depresi atau gangguan cemas.   Berpikir Negatif Saat Anda tidak dapat menghadapi tekanan atau stress dalam kehidupan Anda, maka secara otomatis Anda dapat mulai berpikiran negatif atau membesar-besarkan suatu hal negatif dari berbagai situasi yang tidak diinginkan.   Merokok Jika Anda merupakan seorang perokok yang telah berhenti merokok, maka kadangkala saat Anda merasa sangat stress, Anda mungkin tergoda untuk kembali merokok karena merokok tampaknya merupakan salah satu hal yang dapat membuat Anda merasa lebih rileks. Bahkan, stress sebenarnya merupakan salah satu pemicu kambuhnya seorang perokok. Selain itu, Anda bahkan mungkin mulai menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan untuk membuat Anda merasa lebih baik.   Sumber: mayoclinic
 07 Jun 2014    13:00 WIB
Penggunaan Obat Alergi (Antihistamin) Untuk Mengobati Insomnia
Antihistamin dapat menyebabkan rasa kantuk, dan dapat menyebabkan Anda tertidur untuk beberapa hari, tetapi penggunaan antihistamin secara rutin tidaklah direkomendasikan. Antihistamin dapat memicu munculnya rasa ngantuk dengan bekerja melawan histamin, suatu bahan kimia yang diproduksi oleh sistem syaraf pusat. Faktanya,penggunaan antihistamin ini dapat menyebabkan terlalu banyak tidur. Produk ini dimaksudkan untuk digunakan selama dua atau tiga hari saja. Tetapi saat stress, dalam perjalanan atau kesulitan tidur dapat membuat Anda tetap terjaga. Toleransi terhadap efek sedasi pada obat antihistamin dapat berlangsung dengan cepat, sehingga semakin lama Anda mengkonsumsi obat antihistamin ini, semakin kurang efek tidur yang akan dihasilkannya. Efek samping yang mungkin muncul karena penggunaan antihistamin adalah rasa kantuk sepanjang hari, mulut kering, pusing dan masalah daya ingat. Juga yang harus diingat, diphenhidramin dan doxylamine yang merupakan jenis antihistamin sedasi yang paling banyak digunakan dalam pengobatan insomnia, tidak direkomendasikan untuk mereka yang menderita glaukoma sudut tertutup, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit hati kronis atau retensi urin karena dapat memperlemah kemampuan berkemih atau kesulitan untuk memulai berkemih. Kebanyakan obat tidur tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Jika Anda memang mengalami masalah insomnia kronis, jangan bergantung dengan antihistamin atau obat yang membantu Anda untuk tidur. Mulailah dengan perubahan gaya hidup, misalnya: Memgikuti jadwal tidur dengan teratur Menghindari konsumsi kafein dan menghindari tidur siang Lakukan aktivitas siang dengan aktif Mengatasi stress Jika Anda tetap mengalami kesulitan tidur setelah menjalankan gaya hidup diatas, konsultasikan dengan dokter Anda. sebagai tambahan dari perubahan gaya hidup yang Anda lakukan, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan cara untuk menciptakan lingkungan yang mendukung Anda cepat tidur atau mengajarkan terapi perilaku yang akan membantu Anda mempelajari cara baru untuk tidur. Pada kasus tertentu penggunaan resep obat mungkin dapat membantu.   Sumber: mayoclinic
 19 May 2014    14:00 WIB
Dapatkah Anda Kehilangan Memori Karena Stress?
Apakah Anda pernah menonton film 50 first date? Di film ini si tokoh utama wanita mengalami kehilangan ingatan. Dia tidak dapat mengingat segala sesuatu lebih dari satu hari dan keesokan harinya dia akan memulai hari dengan memori yang sudah terhapus. Cerita ini bukan sekedar fantasi dari sutradara yang mempunyai plot cerita yang menarik. Faktanya memang terkadang masalah ini bisa ada. Tentu saja disini kita tidak membicarakan masalah kehilangan ingatan yang besar, tetapi sesuatu yang normal terjadi pada setiap orang. Bayangkanlah Anda harus mengingat banyak hal penting setiap harinya seperti membanyar tagihan atau harus membayar denda kemudian Anda lupa untuk melakukannya. Bukankah hal ini sering terjadi pada diri Anda? Ada hari dimana Anda lupa harus melakukan pertemuan dengan orang penting. Ada hari dimana Anda lupa melakukan kegiatan sederhana seperti minum air, makan siang dan lain sebagainya. Ternyata memang ada maslah penurunan daya ingat dan harus dilihat apa penyebab dari penurunan daya ingat tersebut. Berikut adalah beberapa alasan untuk penurunan daya ingat. Stress Mempengaruhi daya ingatBanyak alasan yang menyebabkan Anda mengalami stress. Dan kebanyakan dari Anda sering bertanya-tanya apakah stess dapat mempengaruhi daya ingat. Ternyata benar jika stress memang dapat menyebabkan penurunan daya ingat bahkan kehilangan daya ingat. Saat Anda mengalami stress yang tinggi terkadang Anda melupakan beberapa hal didalam hidup. Misalnya ketika Anda harus melakukan kegiatan yang penting tanpa memberikan tubuh Anda kesempatan untuk bersantai. Inilah yang akan menyebabkan timbulnya  masalah penurunan daya ingat. Daya ingat memiliki tiga versi terkait dengan pengaruh stress. Daya ingat jangka panjang berguna untuk menyimpan ingatan-ingatan dalam waktu yang lama. Anda memiliki kapasitas penyimpanan tidak terbatas di sini. Ketika Anda berada di bawah tekanan berat, memori jangka panjang Anda cenderung mengecewakan  Anda. Anda akan melihat bahwa saat Anda menghadapai situasi yang menimbulkan stress Anda justru tidak dapat mengingat apapun. Sumber: boldsky