Your browser does not support JavaScript!
 27 Mar 2015    12:00 WIB
Bukti Bahwa Wanita Lebih Mampu Menghadapi Stress Daripada Pria!
Berdasarkan pada sebuah penelitian baru, stress ternyata memiliki efek sosial yang berbeda di antara pria dan wanita. Para peneliti di Austria menemukan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan tekanan, para pria akan berubah menjadi lebih egois, sedangkan wanita justru menjadi lebih dapat berempati dan memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Para peneliti menemukan bahwa kemampuan interaksi sosial seorang wanita justru akan meningkat saat sedang berada di bawah tekanan, sedangkan pria justru akan berubah menjadi defensif dengan melakukan respon “lawan atau kabur” saat berada di bawah tekanan, yang bertujuan untuk menyimpan tenaga mereka untuk menghadapi konfrontasi yang mereka takutkan akan terjadi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 64 orang peserta penelitian. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana reaksi mereka terhadap stress dengan cara membuat para peserta penelitian melakukan sebuah tugas yang membuat mereka merasa tertekan atau stress seperti berpidato. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian untuk melakukan tugas lainnya yang mengharuskan para peserta penelitian untuk berempati terhadap orang lain seperti menghibur orang lain atau mengikuti suatu instruksi atau mengikuti gerakan orang lain. Hasilnya adalah para pria yang stress menunjukkan penurunan kemampuan untuk mengerti pikiran dan perasaan orang lain, sedangkan para wanita justru dapat lebih mengerti perasaan dan pikiran orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menunjukkan reaksi psikologis yang sama saat stress, hanya saja metode mereka untuk bertahan dari stress tersebut berbeda. Jadi, mengapa wanita dan pria memiliki metode yang berbeda saat menghadapi stress? Salah satu teorinya adalah karena seorang wanita memiliki kadar oksitosin (hormon yang berhubungan dengan perilaku sosial) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini berarti, secara kimiawi, seorang wanita cenderung akan mencari dukungan dari orang lain saat stress, sedangkan seorang pria justru akan menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Apapun penyebabnya, perbedaan metode pertahanan diri terhadap stress di antara pria dan wanita ini justru dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan justru membuat mereka menjadi lebih stress. Jadi, ingatlah hal ini saat Anda dan pasangan sedang berada dalam situasi penuh tekanan nantinya. Mengertilah saat si dia marah atau tiba-tiba tidak mengacuhkan Anda. Hal ini mungkin merupakan caranya bertahan menghadapi situasi penuh tekanan yang sedang ia alami saat ini.   Sumber: sheknows
 23 Mar 2015    14:00 WIB
9 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Merasa Sangat Stress
1.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Walaupun mengkonsumsi minuman beralkohol pada saat sangat stress dapat membantu mengurangi rasa stress Anda, akan tetapi hal ini dapat membuat Anda memiliki kebiasaan buruk baru yaitu mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (binge). Selain itu, karena minuman beralkohol sebenarnya merupakan suatu zat depresan, maka Anda justru akan merasa jauh lebih buruk setelah Anda mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol. Jika Anda merasa sangat stress dan ingin mengkonsumsi minuman beralkohol, silakan saja, akan tetapi pastikan Anda tidak menjadi seorang alkoholik.   2.      Bertengkar Bertengkar dengan pasangan atau anggota keluarga Anda yang lain juga merupakan sesuatu hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan, walaupun Anda sedang merasa sangat stress. Mereka bukanlah kantong pasir yang dapat Anda “pukuli” kapan saja Anda merasa stress dan kesal. Hal ini justru dapat membuat Anda merasa lebih buruk karena merasa bersalah setelah bertengkar.   3.      Kurang Tidur Anda sangat sibuk dengan pekerjaan Anda hingga tidak mempunyai cukup waktu untuk tidur? Sebenarnya, tidur sangatlah penting dan kurang tidur justru dapat membuat Anda semakin stress. Oleh karena itu, daripada bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan Anda akan lebih baik bila Anda tidur lebih cepat dan “mencharge” diri Anda sehingga Anda pun siap menghadapi berbagai kesibukan yang telah menanti Anda.   4.      Makan Berlebihan Saat stress, Anda mungkin ingin langsung makan banyak untuk membantu memperbaiki mood Anda yang sedang buruk. Akan tetapi, hal ini justru dapat membuat Anda merasa lebih buruk setelahnya karena rasa menyesal yang Anda rasakan. Beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi stress adalah alpukat, buah beri, dan kacang mede.   5.      Berbelanja Tanpa Berpikir Berbelanja memang dapat membuat mood Anda lebih baik, akan tetapi tagihan kartu kredit yang datang di awal bulan depan mungkin akan membuat Anda jauh lebih stress daripada saat ini. Berolahraga dan berpergian bersama dengan teman merupakan cara yang lebih baik untuk mengatasi stress Anda daripada berbelanja.   6.      Menggunakan Obat-obatan Terlarang Obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol tidak akan membuat Anda merasa lebih baik. Keduanya justru dapat menyebabkan terjadinya masalah lainnya. Cobalah untuk melakukan meditasi atau yoga untuk membantu mengurangi rasa stress Anda.   7.      Tidak Berolahraga Memang terasa sangat menggoda untuk tidak berolahraga saat Anda merasa sangat stress, akan tetapi pada kenyataannya, di saat Anda merasa sangat stress, Anda justru sangat membutuhkan olahraga.   8.      Mengurung Diri di Rumah Saat merasa sangat stress, Anda mungkin akan merasa tergoda untuk mengurung diri di rumah, jauh dari berbagai masalah yang harus Anda hadapi. Jika hal ini dikarenakan Anda membutuhkan waktu sejenak untuk memikirkan segala sesuatunya, maka Anda pun boleh melakukannya. Akan tetapi, bila Anda hanya ingin kabur dari semua masalah Anda dan mengurung diri di rumah, maka sudah saatnya bagi Anda untuk memberitahu masalah Anda pada orang lain. Dengan demikian, Anda dapat mendapatkan bantuan dan dukungan yang Anda perlukan dari orang-orang di sekitar Anda.   9.      Mengkonsumsi Kafein Secara Berlebihan Kafein juga merupakan sesuatu hal yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena justru dapat memicu terjadinya stress. Anda mungkin merasa sangat lelah dan membutuhkan tambahan tenaga, akan tetapi mengkonsumsi kafein secara berlebihan justru akan membuat Anda merasa lebih lelah. Oleh karena itu, batasilah konsumsi kopi Anda hanya 1-2 gelas di pagi hari dan hindari konsumsi kopi di sore dan malam hari.   Sumber: allwomenstalk
 20 Mar 2015    13:00 WIB
Benarkah Stress Dapat Membuat Seseorang Menjadi Lebih Cuek?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa stress ternyata memiliki hubungan langsung dengan kemampuan seseorang untuk menunjukkan rasa empati pada orang lain. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa stress dapat membuat seseorang lebih sulit menunjukkan rasa kasih sayangnya pada orang lain. Pada penelitian ini, para peneliti memberikan tikus dan manusia sebuah obat yang berfungsi untuk menghambat pelepasan hormon stress. Para peneliti kemudian menemukan hasil yang menakjubkan, yaitu saat kadar stress rendah (terkendali), maka seseorang pun menjadi lebih perhatian pada orang-orang di sekitarnya dan lebih dapat menunjukkan rasa empati pada orang lain. Perubahan perilaku ini juga terjadi pada tikus percobaan, di mana tikus menjadi lebih berempati pada teman sekandangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu penyebab mengapa seseorang tampaknya enggan menolong orang lain ternyata adalah karena seseorang merasa lebih stress saat berada di sekitar orang-orang yang tidak dikenalnya. Jadi, semakin tinggi kadar stress seseorang, maka makin rendahnya rasa empati yang dimilikinya. Pada penelitian ini, para peneliti memberikan penghambat hormon stress (metirapon) pada tikus dan menemukan bahwa tikus tersebut langsung mau berinteraksi dengan tikus asing yang tampak kesakitan dan bukannya menyerang tikus asing tersebut. Obat yang sama juga diberikan oleh para peneliti pada para mahasiswa yang ikut serta dalam penelitian ini. Para mahasiswa ini kemudian dipasangkan dengan orang-orang asing dan diminta untuk menyaksikan saat orang asing tersebut memasukkan tangannya ke dalam air es. Para peneliti kemudian menemukan respon yang sangat berbeda pada para mahasiswa tersebut. Mereka menunjukkan raut wajah nyeri dan melakukan berbagai gerakan tubuh saat menyaksikan orang asing tersebut kesakitan.   Sumber: sheknows
 18 Mar 2015    09:00 WIB
Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Anda Saat Stress?
Tubuh manusia memang diciptakan untuk dapat beradaptasi terhadap stress dalam jangka pendek. Akan tetapi, bila stress berlangsung dalam waktu lama, maka tubuh manusia pun menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis gangguan kesehatan. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai pengaruh stress terhadap tubuh manusia.   Sistem Saraf Respon “lawan atau kabur” dimulai di sini. Saat Anda stress, sistem saraf simpatis di dalam otak akan mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepaskan sekumpulan zat kimia, termasuk epinefrin (adrenalin) dan kortisol. Peningkatan kadar kedua zat kimia tersebut dalam waktu lama dapat mengganggu daya ingat dan kemampuan belajar Anda serta meningkatkan resiko terjadinya depresi.   Endokrin Hormon stress akan memicu hati untuk melepaskan lebih banyak gula ke dalam darah untuk memberikan Anda energi yang cukup untuk melawan “bahaya”. Akan tetapi, bila “bahaya” ini berlangsung dalam waktu lama dan Anda beresiko tinggi untuk menderita diabetes tipe 2, maka peningkatan kadar gula darah yang terjadi dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Saluran Pernapasan Saat merasa sangat stress, pernapasan Anda pun akan mengalami perubahan yaitu menjadi lebih cepat, merasa sesak napas, atau bahkan bernapas sangat cepat dan pendek (hiperventilasi). Bila terus berlangsung dalam jangka waktu lama, maka hal ini akan membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai infeksi saluran pernapasan atas.   Jantung dan Pembuluh Darah Stress akut yang berlangsung sementara akan membuat jantung Anda berdenyut lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Saat stress berlangsung dalam waktu yang lama, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri dan peningkatan kadar kolesterol, yang akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.   Organ Reproduksi Stress dapat membuat menstruasi datang lebih cepat atau justru lebih lambat, atau membuatnya terhenti, atau membuat Anda mengalami nyeri menstruasi. Kadar stress yang tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Stress saat hamil juga dapat meningkatkan resiko bayi Anda untuk mengalami asma atau alergi pada kehidupannya nanti.   Sistem Kekebalan Tubuh Stress jangka pendek dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang membuat tubuh Anda dapat melawan berbagai infeksi. Akan tetapi, stress yang berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh; yang membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat, lebih rentan terhadap infeksi, dan memperburuk berbagai gangguan kulit seperti eksim dan jerawat.   Sistem Pencernaan Stress berat dapat menyebabkan mulut menjadi kering, gangguan pencernaan, mual, perut kembung, diare, atau sembelit. Bila Anda terus mengalami berbagai gejala ini dalam waktu lama, maka Anda pun akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami irritable bowel syndrome, nyeri ulu hati berat, dan ulkus lambung.   Otot dan Tulang Otot akan menegang saat tubuh Anda menghadapi sesuatu hal yang dianggap berbahaya. Otot yang terus tegang dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala, nyeri leher, nyeri bahu, dan nyeri pinggang. Selain itu, stress kronik juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.   Sumber: sheknows
 19 Dec 2014    09:00 WIB
8 Hal Penyebab Peningkatan Berat Badan yang Dilakukan Saat Stress
1. Merasa Khawatir Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hanya dengan memikirkan kejadian yang akan membuat Anda stress di masa mendatang dapat membuat Anda makan lebih banyak dengan meningkatkan kadar ghrelin, hormon lapar. Oleh karena itu, fokuskanlah perhatian Anda pada apa yang sedang Anda lakukan daripada mengkhawatirkan hal yang telah terjadi di masa lalu atau akan terjadi di masa mendatang.  2.      Lupa Makan Apakah pekerjaan Anda membuat Anda sangat sibuk hingga tidak memiliki cukup waktu untuk makan? Terlambat makan dapat memperlambat laju metabolisme tubuh dan membuat Anda makan lebih banyak nanti. Selain itu, kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat pekerjaan Anda tampak lebih sulit dan membuat Anda semakin stress.  3.      Makan Berlebihan Saat stress, beberapa orang mungkin akan makan lebih banyak daripada biasanya untuk membantu mengurangi rasa stress atau menghilangkan emosi negatif (emotional eating), yang bila berlangsung lama dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan dan tentu saja tidak membuat Anda merasa lebih baik. 4.      Kurang Tidur Saat stress, tidur merupakan salah satu hal yang sangat Anda butuhkan untuk menghadapi stress di hari berikutnya. Selain itu, cukup tidur juga dapat mencegah terjadinya peningkatan berat badan dengan cara menjaga laju metabolisme tubuh tetap sehat, mencegah tubuh menyimpan terlalu banyak lemak, dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri. 5.      Membuat Keputusan Tanpa Berpikir Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, stress dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang salah karena otak Anda sedang disibukkan dengan hal lainnya. Oleh karena itu, pastikan Anda menjauhi supermarket di saat stress. Jika Anda memang harus berbelanja, pastikan Anda telah menuliskan berbagai hal yang harus dibeli dalam sebuah daftar sehingga Anda tidak terlalu tergoda.  6.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kafein Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi lebih dari 5 atau 6 gelas kopi setiap harinya dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan mengganggu kerja insulin.  7.      Tidak Berolahraga Terlalu sibuk bekerja hingga tidak memiliki waktu untuk berolahraga? Tahukah Anda bahwa berolahraga dapat mengurangi kadar stress Anda? Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, berolahraga, bahkan yang dilakukan dengan terpaksa dapat membantu melindungi diri Anda dari rasa cemas dan stress. Selain itu, berolahraga juga dapat membantu membakar kalori yang dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal walaupun sedang stress.  8.      Tidak Mengatasi Stress Tidak memperdulikan rasa stress dan menganggapnya sebagai hal yang normal atau mencoba untuk tidak memikirkan atau menyelesaikannya tidak akan membuat rasa stress Anda menghilang. Selain itu, sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa mengatasi stress juga penting bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan.     Sumber: womenshealthmag
 11 Dec 2014    08:00 WIB
4 Cara Berpikir Yang Salah Dapat Menghambat Penurunan Berat Badan
Untuk dapat menurunkan berat badan bukan hanya Anda harus mengurangi makanan dan berolahraga saja, namun pola berpikir Anda juga mempunyai pengaruh yang besar untuk dapat menurunkan berat badan Anda. Berikut adalah cara berpikir yang salah yang dapat menghambat kesuksesan penurunan berat badan: 1.      Anda selalu menggangap diri Anda rendah Apabila Anda terus merasa diri Anda rendah, menganggap diri Anda buruk hal ini akan membuat Anda terus merasa terpuruk, alih-alih Anda berusaha untuk memperbaiki diri. Anda justru cenderung melakukan pola hidup yang tidak sehat seperti pola makan dan pola kehidupan yang tidak teratur dan tidak sehat. 2.      Anda tidak pernah membayangkan diri Anda yang “baru” Apabila Anda tidak pernah membayangkan diri Anda yang “baru”, maka Anda tidak akan berusaha untuk menjadi diri yang “baru”. Hal ini membuat Anda tidak termotivasi untuk berubah dan menjadi lebih baik. 3.      Anda terlalu fokus pada angka Untuk Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan mungkin jadi sangat terpaku dengan angka. Apabila Anda merasa sudah melakukan olahraga dan membatasi makanan, namun Anda tidak mengalami penurunan berat badan yang Anda impikan dan Anda terlalu fokus pada angka hal ini akan membuat Anda merasa gampang kecewa bila tidak mendapatkan angka penurunan berat badan yang impikan. Sebaiknya Anda tetap menghargai usaha Anda meski hanya turun perlahan dan membuat Anda termotivasi untuk terus berusaha. 4.      Anda stres Apabila Anda merasa terlalu stres saat akan menurunkan berat badan, hal ini dapat mengganggu diet Anda. Karena saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memompa keluar hormon kortisol secara berlebihan yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk membakar lemak. Jadi bila Anda ingin usaha diet Anda tidak terganggu cobalah hilangkan pemikiran salah yang ada diatas. Sumber: popsugar
 10 Dec 2014    12:00 WIB
Bagaimana Perjalanan Infeksi Virus Herpes Simpleks?
Tahukah Anda bahwa stress ternyata juga dapat memicu terjadinya herpes simpleks pada daerah bibir? Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana perjalanan virus herpes simpleks mulai dari pertama kali masuk ke dalam tubuh hingga timbulnya gejala.   1.      Virus Masuk ke Dalam Tubuh Infeksi herpes simpleks tidak disebabkan oleh infeksi virus flu, tetapi oleh virus herpes simpleks tipe 1. Anda dapat tertular penyakit ini saat Anda berciuman dengan seorang penderita. Hal ini dikarenakan membran mukosa pada bibir Anda merupakan tempat masuk kuman.   2.      Virus Masuk ke Dalam Sel Setelah masuk ke dalam tubuh melalui sel-sel kulit , maka DNA virus akan memperbanyak dirinya di dalam inti sel, sehingga virus dapat menyebar ke dalam lebih banyak sel-sel tubuh. Pada akhirnya, infeksi virus ini pun akan mencapai ujung saraf Anda dan masuk ke dasar saraf trigeminal.   3.      Antibodi Terbentuk dan Menyerang Virus Dalam fase ini, tubuh Anda pun telah mengetahui bahwa telah terdapat virus di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus akan mengirimkan sinyal pada kelenjar getah bening terdekat, yang memicu pergerakan sel-sel darah putih (limfosit) sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap virus. Akan tetapi, pada saat ini limfosit Anda hanya mampu menampung virus dan tidak menghancurkannya.   4.      Stress Membuat Daya Tahan Tubuh Melemah Di saat Anda merasa stress, maka kadar hormon kortisol akan meningkat, yang dapat melemahkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.   5.      Gejala Tampak Pada Bibir Setelah sang virus mengetahui bahwa limfosit tidak lagi banyak, maka ia pun akan mencoba “kabur” dan akan melanjutkan perjalanannya di dalam sel-sel saraf dan menyerang sel-sel kulit Anda. Pada saat inilah Anda telah dapat merasakan berbagai gejala infeksi virus herpes simpleks pada bagian bibir dan dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari bagi sistem kekebalan tubuh Anda untuk menghentikan virus.     Sumber: menshealth
 12 Nov 2014    13:00 WIB
Benarkah Stress Dapat Mempengaruhi Kesuburan Anda?
Sebuah penelitian menemukan bahwa tingginya kadar stress pada seseorang dapat meningkatkan resiko terjadinya kemandulan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 373 pasangan dan memfokuskan pada wanita, yang berusia antara 18-40 tahun, yang sedang berusaha untuk hamil, selama 12 bulan atau hingga mereka hamil. Para peserta penelitian ini tidak diketahui memiliki gangguan kesuburan dan baru saja memulai usahanya untuk memiliki momongan selama kurang dari 2 bulan. Para peneliti mengambil contoh air liur pada awal penelitian dan segera setelah menstruasi dimulai untuk mengukur kadar hormon stress, hormone kortisol dan alfa amilase. Para peneliti kemudian menemukan bahwa wanita yang memiliki kadar alfa amilase yang tinggi (hormon stress yang berhubungan dengan sistem saraf simpatik) memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk hamil (28% leibh rendah) dan memiliki resiko kemandulan 2 kali lebih tinggi. Akan tetapi, para peneliti justru tidak menemukan adanya hubungan antara kadar hormon kortisol dengan kehamilan. Para peneliti juga tidak menemukan mengapa hormon stress ini berhubungan dengan kesuburan seseorang, walaupun mereka berhasil menemukan 2 mekanisme yang mungkin menjadi penyebabnya yaitu wanita yang stress biasanya lebih jarang berhubungan seks dan kadar hormon stress yang sangat tinggi juga dapat mengganggu proses ovulasi seorang wanita. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti mekanisme apa sebenarnya yang menyebabkan stress dapat mengganggu kesuburan seseorang dan apakah mengurangi stress dapat membantu mempercepat kehamilan seseorang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2014    10:00 WIB
9 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Stress
Banyak orang mengatasi stress yang dialaminya dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan, terutama makanan asin, berlemak, dan manis. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa sering mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak saat stress dapat memperlambat laju metabolisme tubuh, yang dapat berujung pada peningkatan berat badan dan obesitas. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi saat merasa stress.   Donut Mengkonsumi donut justru dapat meningkatkan rasa cemas dans tress Anda. Hal ini dikarenakan banyaknya gula yang terdapat di dalamnya justru dapat meningkatkan kadar hormon kortisol.   Pretzel Pretzel merupakan makanan yang terdiri dari karbohidrat sederhana yang memang dapat memperbaiki mood, akan tetapi hanya untuk sementara dan mood Anda pun akan kembali seperti sediakala.   Keripik Kentang Hal yang lebih buruk daripada mengkonsumsi banyak karbohidrat sederhana adalah mengkonsumsi lemak trans. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa diet tinggi lemak trans dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan, terutama di bagian perut, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda.   Latte Kafein memang terbukti dapat memperbaiki mood, menstimulasi aktivitas dopamin di dalam otak, dan menurunkan resiko terjadinya stroke. Akan tetapi, berbagai jenis minuman kopi manis yang mengandung banyak kalori justru dapat memperburuk keadaan Anda.   Kentang Goreng Kentang goreng merupakan makanan yang mengandung banyak lemak, karbohidrat, dan mungkin lemak trans; yang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi dan penumpukkan lemak perut.   Es Krim Kandungan gula di dalam es krim dapat meningkatkan kadar gula darah Anda, tetapi begitu juga dengan kadar hormon kortisol (hormon stress). Selain itu, es krim juga mengandung laktosa yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan bila Anda menderita intoleransi laktosa.   Minuman Bersoda Sekaleng minuman soda biasa memiliki kadar gula yang sama dengan 10 sendok teh gula. Diet soda juga tidak lebih baik. Sebuah penelitian di Israel menemukan bahwa pemanis buatan yang terdapat di dalam diet soda dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri di dalam usus yang dapat memicu terjadinya obesitas dan diabetes.   Nachos Banyaknya keju dan karbohidrat sederhana yang terdapat di dalam nachos tidak dapat membuat mood Anda menjadi lebih baik.   Koktail Koktail merupakan minuman manis yang mengandung alkohol serta tinggi kalori. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan hormon kortisol.   Sumber: womenshealthmag