Your browser does not support JavaScript!
 21 Aug 2019    16:00 WIB
Manfaat Spirulina Bagi Kesehatan
Spirulina merupakan suatu ganggang laut berwarna biru kehijauan, yang sekarang ini telah banyak dikenal sebagai salah satu suplemen makanan. Anda dapat menemukannya dalam bentuk pil, bubuk, atau tablet suplemen. Di bawah ini terdapat beberapa manfaat spirulina bagi kesehatan. 1. Mencegah Kanker Berbagai antioksidan kuat yang terdapat di dalam spirulina diduga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker. Berdasarkan pada sebuah penelitian pada hewan percobaan (tikus), spirulina telah menunjukkan adanya efek anti tumor. Sebuah penelitian lainnya di Cina menemukan bahwa kombinasi spirulina dan selenium dapatmembantu mencegah terjadinya kanker payudara. Selain itu, pada sebuah penelitian in vitro, para peneliti menemukan bahwa spirulina ternyata juga dapat membantu mencegah kekambuhan kanker hati (20-80%). Berbagai antioksidan yang terdapat di dalam spirulina adalah vitamin E, selenium, karotenoid, dan asam fenoleat. Berbagai antioksidan ini dapat membantu melindungi tubuh dari kanker, penyakit jantung, penuaan, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya akibat efek radikal bebas pada sel-sel tubuh dan DNA. 2. Membantu Melawan Infeksi Pada sebuah penelitian di laboratorium, spirulina ternyata juga mampu melawan berbagai jenis infeksi seperti herpes, influenza, dan HIV. 3. Antibiotika dan Antimikroba Berbagai penelitian di laboratorium menemukan bahwa spirulina juga dapat membunuh berbagai jenis bakteri dan virus. Oleh karena itu, para ahli menduga bahwa spirulina mungkin cukup efektif untuk melawan influenza, gondongan, campak, herpes simpleks, HIV, dan sebagainya. Selain itu, spirulina juga dapat menstimulasi produksi makrofag di dalam sistem kekebalan tubuh, yang berfungsi untuk menemukan dan membunuh berbagai patogen. 4. Probiotik Selain mengandung berbagai antioksidan, spirulina ternyata juga merupakan suatu probiotik. Berdasarkan berbagai penelitian di laboratorium, spirulina ternyata dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat seperti L. acidophilus di dalam saluran pencernaan. 5. Membantu Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan Beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa spirulina juga dapat membantu mengurangi gejala berbagai gangguan pernapasan seperti asma dan rhinitis alergika. Sebuah penelitian di tahun 2001 menemukan bahwa mengkonsumsi 1 gram spirulina setiap harinya dapat membantu meningkatkan fungsi paru pada seorang penderita asma bronkial. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2005 menemukan bahwa spirulina dapat membantu menurunkan kadar sitokin dan menghambat pelepasan histamine pada seorang penderita rhinitis alergika. 6. Membantu Meningkatkan Kekuatan Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan beberapa penelitian, spirulina ternyata juga dapat menstimulasi pembentukan berbagai antibodi pembunuh berbagai jenis patogen di dalam sistem kekebalan tubuh. Pada hewan percobaan, para ahli memastikan bahwa spirulina dapat melawan berbagai infeksi dan berbagai penyakit kronik dengan cara meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh. 7. Melindungi Hati Sebuah penelitian awal pada hewan percobaan menemukan spirulina juga dapat membantu melindungi hati. Spirulina dapat membantu mengurangi peradangan pada hati, menghambat oksidasi lemak, dan memperlambat penumpukkan trigliserida di dalam hati. Selain itu, spirulina diduga juga dapat melindungi hati dari berbagai kerusakan akibat racun yang berasal dari logam berat seperti timah dan merkuri. 8. Mencegah Terjadinya Diabetes Tipe 2 Berdasarkan berbagai penelitian, spirulina dapat membantu mengurangi peradangan sistemik di dalam tubuh, yang dapat mengurangi resiko terjadinya resistensi insulin. Selain itu, spirulina juga dapat membantu mengubah profil lemak tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. 9. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung Spirulina dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan berbagai cara. Spirulina dapat membantu memperbaiki profil lemak, mengatasi tekanan darah tinggi, dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Selain itu, spirulina juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan tekanan darah. Pada sebuah penelitian di tahun 2007, para peneliti menemukan bahwa spirulina dapat membantu mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah). 10. Mencegah Terjadinya Stroke Pada berbagai penelitian di laboratorium dan hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa spirulina juga memiliki efek neuroprotektif dan mungkin dapat membantu mencegah terjadinya stroke. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa pada hewan percobaan (tikus) yang menderita stroke dan diberi makan spirulina menunjukkan adanya penurunan kerusakan otak hingga 75%. 11. Membantu Menjaga Kesehatan Otak Antioksidan di dalam spirulina diduga dapat melawan stress oksidatif di dalam otak dan diduga dapat menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, Parkinson, dan berbagai gangguan saraf lainnya. 12. Membantu Menjaga Kesehatan Mata Pada berbagai penelitian awal mengenai spirulina, para peneliti menemukan bahwa spirulina mungkin mengandung beberapa komponen tertentu yang dapat membantu mencegah terjadinya gangguan mata akibat penuaan seperti degenerasi makula dan katarak. Sumber: healthdiaries
 10 Dec 2018    08:00 WIB
Apa Efek Samping dari Konsumsi Spirulina?
Spirulina merupakan sebuah ganggang laut berwarna biru kehijauan, yang sekarang ini banyak dikonsumsi sebagai suplemen karena berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Spirulina diduga memiliki efek antibakteri, anti kanker, dan probiotik. Selain itu, spirulina juga dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan dan membantu meningkatkan kesehatan jantung serta fungsi hati. Spirulina juga dapat membantu meningkatkan kesehatan saluran pernapasan dan meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh. Walaupun spirulina memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan, akan tetapi konsumsi spirulina ternyata juga memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan. Beberapa dampak negatif atau efek samping dari konsumsi spirulina dapat Anda temukan di bawah ini: Edema (Pembengkakan) Orang yang memiliki fungsi ginjal yang lemah atau terganggu mungkin sebaiknya tidak mengkonsumsi spirulina. Spirulina telah terbukti berhubungan dengan pembengkakan pada ekstremitas (alat gerak seperti tangan dan kaki) dan berbagai bagian tubuh lainnya. Pembengkakan ini disebut dengan edema. Demam Beberapa orang dapat mengalami demam ringan saat mengkonsumsi spirulina. Walaupun spirulina biasanya tidak menyebabkan demam tinggi yang berbahaya, akan tetapi konsumsi pirulina mungkin dapat menyebabkan demam ringan yang lama dan demam tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila demam terus berlangsung. Gangguan Pencernaan Spirulina dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan seperti nyeri perut, perut kembung, dan sembelit. Para ahli menduga hal ini dikarenakan spirulina dapat menyebabkan pembentukan racun di dalam usus besar. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih saat mengkonsumsi spirulina untuk membantu mengeluarkan berbagai racun dari dalam tubuh. Kerusakan Hati Kadangkala, spirulina yang Anda konsumsi dapat terkontaminasi oleh berbagai logam berat berbahaya, bakteri, dan berbagai zat lainnya yang dapat merusak hati. Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri perut, mual, dan muntah. Spirulina tidak boleh dikonsumsi oleh anak kecil yang lebih rentan terhadap gangguan ini. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda mengalami efek samping apapun setelah mengkonsumsi spirulina. Sumber: healthdiaries