Your browser does not support JavaScript!
 04 Dec 2019    18:00 WIB
8 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Sperma
• Sperma Tinggal Lebih Lama Daripada Perkiraan Anda Sperma biasanya akan tetap berada di dalam tubuh hingga 48 jam setelah berhubungan seks, akan tetapi pada beberapa keadaan, sperma dapat bertahan hingga 5-7 hari di dalam tubuh, tergantung dari bagaimana keadaan cairan serviks Anda. Yang menarik adalah bahwa cairan serviks ternyata juga berfungsi untuk melindungi sperma dan membantu sperma dapat tinggal leibh lama di dalam tubuh hingga saatnya ovulasi, masa paling subur.   Sering Berhubungan Seks atau Masturbasi Tidak Akan Menurunkan Jumlah Sperma Walaupun banyak ahli yang mengatakan bahwa terlalu sering ejakulasi dapat mengurangi jumlah sperma, akan tetapi seorang ahli endokrinologi di Amerika mengatakan bahwa terlalu banyak ejakulasi tidak akan terlalu mempengaruhi jumlah sperma seseorang.   Jumlah Sperma Memang Dipengaruhi Oleh Suhu Lingkungan Ternyata jumlah sperma juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan di sekitar Anda. Jumlah sperma biasanya akan mencapai jumlah terendahnya di musim panas dan mencapai jumlah tertinggi di musim dingin. Hal ini dikarenakan udara panas dapat mengurangi jumlah sperma. Akan tetapi, bukan hanya udara yang dapat mempengaruhi jumlah sperma Anda, meletakkan laptop di atas paha dan berendam di dalam bak berisi air panas ternyata juga dapat menurunkan jumlah sperma, terutama bila suhu air mencapai 40 derajat Celcius. Berkurangnya jumlah sperma ini dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah paparan terhadap suhu yang sangat panas.   Nanas Tidak Mempengaruhi Rasa Cairan Mani Memang benar cairan mani mengandung fruktosa, suatu jenis gula, yang membuat cairan mani terasa sedikit manis, akan tetapi sampai saat ini belum ada penelitian yang memeriksa ada tidaknya hubungan antara apa yang dikonsumsi seorang pria dengan rasa cairan maninya.    Jumlah Sperma Pembawa Jenis Kelamin Perempuan dan Laki-laki Sama Di dalam sperma, terkandung suatu kromosom yang berguna untuk menentukan jenis kelamin, yaitu kromosom X dan kromosom Y dalam jumlah yang sama dan dengan kecepatan yang sama.   Alergi Terhadap Sperma Sangat Jarang Terjadi Walaupun sangat jarang, beberapa orang wanita ternyata dapat mengalami suatu reaksi alergi terhadap sperma, yang membuat vagina menjadi meradang dan merah. Bila Anda atau pasangan Anda merupakan salah satu dari wanita tersebut, maka penggunaan kondom dapat membantu mencegah terjadinya iritasi.   Sperma Butuh Waktu Lama Untuk Mencapai Tempatnya Dibutuhkan waktu sekitar dua setengah bulan bagi sperma untuk siap dan berada di tempatnya, menunggu untuk dikeluarkan. Sperma dibentuk di dalam buah zakar, kemudian akan bergerak menuju ke epididimis hingga matang. Setelah matang, sperma akan menuju ke vas deferens dan terus ke vesica seminalis, di mana sperma akan bercampur dengan cairan untuk membentuk cairan mani.   Kesehatan Seorang Pria Juga Mempengaruhi Keadaan Spermanya Seorang ahli mengatakan bahwa sperma seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun biasanya lebih sehat daripada sperma yang berasal dari pria yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, sperma Anda juga akan lebih sehat bila Anda tidak merokok, tidak mengkonsumsi diet tinggi lemak, dan tidak terpapar dengan berbagai racun lingkungan lainnya.       Sumber: womenshealthmag
 28 Oct 2019    18:00 WIB
5 Tanda Bahwa Anda Mungkin Memiliki Sperma yang Sehat!
1. Memiliki Berat Badan yang Sehat Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa pria yang memiliki lingkar perut sebesar 100 cm atau lebih memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah dan memiliki jumlah sperma sehat (normal) yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria yang memiliki ukuran lingkar perut yang lebih kecil. Para peneliti tidak mengetahui secara pasti mengapa ukuran lingkar perut mempengaruhi kesehatan sperma, akan tetapi mereka menduga kelebihan berat badan, terutama di daerah perut, dapat mengganggu pengeluaran hormon seks, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi dan perkembangan sperma.  2.      Menyukai Ikan Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang paling banyak mengkonsumsi daging olahan memiliki jumlah sperma normal yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang jarang mengkonsumsi daging olahan. Sebaliknya, ikan justru memiliki manfaat positif bagi kesehatan sperma Anda. Para peneliti menemukan bahwa pria yang sering mengkonsumsi ikan, terutama ikan salmon dan tuna, memiliki konsentrasi sperma yang lebih banyak (65% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang jarang mengkonsumsi ikan. Hal ini dikarenakan kandungan omega 3 di dalam ikan tersebut turut berperan dalam proses produksi sperma.  3.      Menggunakan Boxer Sebuah penelitian di Inggris yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa pria yang menggunakan boxer memiliki jumlah sperma sehat yang lebih banyak dibandingkan dengan pria yang menggunakan celana dalam ketat. Menggunakan celana dalam yang longgar dapat menurunkan suhu kantong zakar Anda dibandingkan dengan celana dalam yang ketat, yang dapat memperbaiki kualitas sperma Anda.  4.      Berolahraga Secara Teratur Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga secara teratur selama 15 jam atau lebih setiap minggunya memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi (73% lebih tinggi) dibandingkan dengan pria yang tidak berolahraga sama sekali. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa pria yang menonton televisi lebih dari 20 jam setiap minggunya memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah (44% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang jarang menonton televisi.  5.      Jarang Menggunakan Tempat Makan Bisphenol A (BPA) yang banyak ditemukan pada berbagai jenis tempat makan berbahan plastik dapat mengganggu kesehatan sperma Anda. Zat ini dapat berpindah dari plastik ke makanan Anda saat makanan Anda dipanaskan. Para peneliti dari Denmark menemukan bahwa pria yang memiliki kadar bisphenol A tertinggi di dalam air kemihnya memiliki jumlah sperma bergerak yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria lainnya yang memiliki kadar BPA yang rendah. Walaupun tidak mengetahui secara pasti, para peneliti menduga BPA mungkin dapat mempengaruhi aktivitas estrogen dan androgen di dalam buah zakar seorang pria, yang mengganggu perkembangan sperma normal.     Sumber: menshealth
 25 Jul 2019    11:00 WIB
Ganja Dapat Sebabkan Kerusakan Sperma
Menurut penelitian yang baru dilakukan penggunaan ganja atau mariyuana dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk sperma dari pria, bahkan kemungkinan dapat menyebabkan gangguan fertilitas. Dari data yang dikumpulkan oleh para peneliti di  the University of Sheffield di Inggris menunjukkan bahwa pengguna ganja disarankan untuk mulai menghentikan penggunaan dari ganja jika ingin merencanakan atau memulai berkeluarga dan memiliki anak. Menurut hasil penelitian, penggunaan ganja dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk dari sperma. Gangguan pada bentuk dan ukuran sperma ini dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Banyak pria yang sangat khawatir dengan kondisi ini dan bahkan mencari tahu apa yang menyebabkan kondisi tersebut, sampai bersedia merubah pola hidup yang mungkin dapat menyebabkan kondisi tersebut. Penelitian ini melibatkan hampir 2.000 pria yang mengunjungi salah satu dari ke14 klinik kesuburan dan mereka menjawab berbagai pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan gaya hidup selama ini. Dari antara peserta, sebanyak 310 pria memiliki sperma yang dianggap "abnormal". Dan sebanyak 1.652 pria lain memiliki bentuk sperma yang dianggap "normal". Kemudian pada peneliti mencari tahu bagaimana gaya hidup dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk dari sperma dan menemukan beberapa faktor resiko yang mudah dikenali. Walaupun rokok dan juga alkohol mempunyai pengaruh kecil, para peneliti mencatat kedua faktor ini ternyata tidak mempengaruhi bentu sperma pada pria mudah berusia sekitar 30 tahun. Tetapi merokok ganja selama tiga bulan ternyata mempunyai peranan penting dalam merusak kondisi dari sperma. Para peneliti juga mencatat jika ukuran dan bentuk dari sperma pria juga dapat terkait dengan faktor lain yang tidak diukur, misalnya saja faktor DNA. Penelitian sebelumnya yang dilakukan membuktikan bahwa sperma memerlukan ukuran dan bentuk yang baik supaya dapat membuahi sel telur.   Sumber: webmd
 21 Jul 2019    18:00 WIB
Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda
Semua orang tentunya sudah mengetahui dampak buruk konsumsi alkohol berlebihan dan merokok pada kesehatan manusia secara keseluruhan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa keduanya ternyata juga berdampak buruk pada kesuburan seorang pria? Mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok secara berlebihan dapat berdampak buruk pada produksi cairan mani, produksi sperma, dan kualitas sperma. Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana alkohol dan merokok dapat mempengaruhi produksi sperma dan menurunkan kesuburan Anda.   Dampak Rokok Pada Produksi Cairan Mani dan Sperma Tembakau diyakini dapat mengubah kadar hormon di dalam tubuh pria, yang dapat mempengaruhi produksi sperma dan cairan mani di dalam organ reproduksi pria. Merokok juga cenderung menyebabkan cairan mani yang dikeluarkan sangat beracun sehingga dapat membunuh sperma dan menghambat terjadinya pembuahan. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman, para ahli mencoba menemukan apa sebenarnya dampak merokok pada protein spesifik yang disebut dengan protamine di dalam sel-sel sperma. Protamine yang dikenal dengan nama P1 dan P2 diduga memiliki peranan penting dalam terjadinya pembuahan, baik secara alami (melalui hubungan intim) maupun pada IVF (bayi tabung) dan inseminasi. Kekurangan protein ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa kadar protein P2 lebih rendah 14% pada sperma pria yang merokok dibandingkan dengan sperma pria yang tidak merokok. Hal ini berarti merokok dapat menyebabkan terjadinya kemandulan pada pria. Selain itu, DNA sperma juga dapat mengalami kerusakan akibat dampak radikal bebas yang terdapat di dalam rokok. Karena merusak DNA sperma, maka hal ini berarti merokok juga dapat mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan dan akan meningkatkan resiko terjadinya kanker. Dengan kata lain, merokok dapat berdampak buruk pada kualitas dan kuantitas sperma di dalam organ reproduksi pria. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda berhenti merokok.   Baca juga: Mengapa Cairan Mani Rasanya Agak Aneh???   Dampak Alkohol Pada Produksi Cairan Mani dan Sperma Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Hal ini dikarenakan alkohol dapat masuk ke dalam buah zakar melalui aliran darah dan merusak bentuk sel-sel sperma. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya sperma yang memiliki bentuk tidak sempurna dan mengganggu pergerakan sperma. Selain itu, cairan mani pria juga dapat mengandung alkohol dan sampai pada sel telur. Hal ini dapat merusak embrio yang sudah terbentuk dan dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan dan keguguran. Pada penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan, alkohol dapat menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron dan mengganggu fungsi hormon. Selain itu, alkohol juga dapat menurunkan produksi cairan mani pada tikus percobaan. Alkohol juga dapat mengubah komposisi cairan mani, yang akan membahayakan sperma yang terdapat di dalamnya, misalnya akan membunuh sperma atau mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu fungsi normal hati, yang akan meningkatkan kadar hormon estrogen, yang tentu saja kan menyebabkan gangguan pada proses produksi sperma. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menurunkan jumlah sperma untuk sementara waktu. Bila Anda berhenti mengkonsumsi alkohol, maka jumlah sperma akan kembali normal. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa proses pematangan sperma membutuhkan waktu 3 bulan. Jadi, bila Anda ingin melakukan pemeriksaan analisa sperma, tunggulah selama setidaknya 4 bulan. Jika Anda benar-benar tidak dapat berhenti mengkonsumsi alkohol, maka batasilah konsumsi alkohol Anda menjadi hanya 1-2 gelas sehari. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada produksi sperma. Hal ini berarti walaupun Anda sudah berhenti minum alkohol, jumlah sperma Anda tetap tidak akan meningkat lagi. Kesimpulannya adalah jika Anda benar-benar ingin memiliki anak, berhentilah merokok dan batasi konsumsi alkohol Anda. Keduanya tidak hanya dapat mempengaruhi jumlah sperma dan menurunkan produksi sperma, tetapi juga dapat berdampak buruk pada kualitas dan kesehatan sperma serta cairan mani. Hal ini akan membuat pembuahan sulit terjadi dan meningkatkan resiko terjadinya kelainan bawaan atau keguguran. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: increasespermvolume
 01 Jul 2019    18:00 WIB
6 Hal yang Dilakukan Oleh Pria yang Dapat Mengganggu Kesuburannya
Sebagian besar orang beranggapan bila sepasang suami istri belum juga memiliki momongan setelah lama menikah, maka kesalahan pasti ada di pihak istri. Akan tetapi, sekarang ini para ahli telah menemukan sebuah terobosan baru yang dapat menyingkirkan pandangan negatif dan tidak adil tersebut. Menurut seorang ahli, sekitar 50% kasus gangguan kesuburan terjadi akibat adanya gangguan pada alat reproduksi pria dan gaya hidup pria tersebut. Sebuah penelitian baru yang dilakukan pada hewan menemukan adanya suatu hubungan antara gangguan produksi sperma dan bisphenol A (BPA), sejenis bahan kimia yang banyak ditemukan pada botol plastik dan makanan kalengan. Hal ini dikarenakan BPA dapat mengganggu kerja endokrin dan menurunkan kualitas dan jumlah sperma karena BPA menyerupai hormon estrogen, yang pada akhirnya dapat mengganggu kadar hormon seks pria (testosteron). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kesuburan seorang pria selain daripada BPA.   1.      Membawa Telepon Genggam Pada Kantong Celana Depan Berdasarkan pada hasil dari 10 buah penelitian, para ahli menemukan adanya penurunan jumlah sperma hidup (sekitar 9%) pada setiap contoh cairan mani akibat radiasi telepon genggam yang diletakkan berdekatan dengan buah zakar.   2.      Sering Stress Stress dapat menyebabkan gangguan pada setiap fungsi tubuh, termasuk proses produksi sperma. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang sering merasa cemas atau stress cenderung memiliki sperma dengan bentuk abnormal dan sperma yang tidak dapat bergerak dengan baik   3.      Merokok Selain dapat mengganggu kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga memiliki dampak negatif pada kualitas sperma. Oleh karena itu, semakin cepat Anda berhenti merokok, maka tubuh Anda pun dapat semakin cepat membentuk sperma yang sehat.   4.      Memiliki Berat Badan Berlebih Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dapat menurunkan produksi sperma. Hal ini dikarenakan sel lemak memproduksi hormon estrogen. Selain itu, pria yang memiliki berat badan berlebih juga lebih sering mengalami disfungsi ereksi.   5.      Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Ruangan Panas Tahukah Anda bahwa terlalu lama duduk di sauna atau terlalu lama berendam di dalam bak yang berisi air panas dapat mengganggu proses produksi sperma Anda? Akan tetapi, efek ini hanya akan terjadi bila Anda terpapar panas setiap harinya misalnya karena pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk duduk di atas benda panas. Mengapa panas berbahaya bagi kesehatan sperma? Hal ini dikarenakan buah zakar (penghasil sperma) tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik pada lingkungan panas. Buah zakar memerlukan suhu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.   6.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Para pria yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan cenderung memiliki keadaan kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan pria lainnya. Selain mengganggu keadaan kesehatan seorang pria secara keseluruhan, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa seorang pria yang mengkonsumsi 5 gelas minuman beralkohol setiap minggunya sudah dapat mengalami gangguan pada kualitas spermanya.   Sumber: womenshealthmag
 24 May 2019    18:00 WIB
5 Cara Membuat Sperma Lebih Sehat
Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki momongan? Bagaimana keadaan kesehatan sperma Anda merupakan salah satunya. Kesuburan seorang pria dipengaruhi oleh berapa jumlah spermanya, bagaimana pergerakkannya, berapa jumlah sperma yang dapat bergerak dengan baik, dan bagaimana bentuk dan ukuran spermanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat sperma Anda menjadi lebih kuat dan sehat, yang tentu saja akan membuat keinginan Anda untuk memiliki momongan menjadi lebih cepat terwujud.  1.      Turunkan Berat BadanJika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, maka menurunkan berat badan akan membuat organ reproduksi Anda berfungsi dengan lebih baik. Lemak berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, yang tentu saja dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi sperma. Selain itu, lemak di daerah perut dan paha juga dapat meningkatkan suhu tubuh, yang dapat berpengaruh buruk bagi sperma Anda karena suhu tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan dan jumlah sperma yang bergerak serta dapat menyebabkan kerusakan DNA. 2.      Hentikan Konsumsi KedelaiJika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka hindarilah konsumsi edamame dan berbagai produk olahan kedelai lainnya. Hal ini dikarenakan kedelai dapat mempengaruhi produksi sperma.Kedelai mengandung fitoestrogen, yang menyerupakan hormon estrogen pada wanita. Memiliki kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh dapat membuat kadar hormon testosteron menurun, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi sperma. Pada sebuah penelitian, para peneliti membandingkan jumlah sperma tikus percobaan yang diberi makanan tinggi kedelai dengan yang tidak diberi makan kedelai. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi makanan yang mengandung banyak kedelai memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (25% lebih rendah) dan memiliki lebih sedikit anak (21% lebih sedikit) dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan kedelai. 3.      Periksa Kadar Gula DarahPeningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi kemampuan vesika seminalis untuk mendorong sperma keluar dari saluran reproduksi seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa kadar gula darah secara teratur sehingga diabetes pun dapat diketahui sedini mungkin. 4.      Berolahraga Secara TeraturPara peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga selama sekitar 7 jam setiap minggunya memiliki jumlah sperma yang lebih banyak (48% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang berolahraga kurang dari 1 jam setiap minggunya. Selain dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal, olahraga juga dapat membantu mengurangi stress. Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa pria yang mengalami banyak stress dan sering merasa cemas memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah, memiliki jumlah sperma bergerak lebih rendah, dan lebih sering mengalami kerusakan DNA dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar stress yang rendah. 5.      Diet Sehat dan SeimbangSatu hal utama yang mempengaruhi pergerakkan sperma Anda adalah mitokondria atau baterai atau sumber tenaga sel tubuh Anda. Pergerakkan sperma tergantung pada jumlah energi yang terdapat di dalam sperma Anda, yang ditentukan oleh mitokondria. Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang mengkonsumsi sayuran dapat meningkatkan kerusakan sel-sel di dalam tubuh akibat radikal bebas, yang tentu akan berdampak negatif pada mitokondria. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi paling banyak lemak memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (43% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi lemak paling sedikit. Mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan dalam jumlah banyak seperti buah, sayuran, dan gandum dapat membantu tubuh melawan efek radikal bebas dan memperbaiki kualitas serta kuantitas sperma Anda. Selain itu, mengkonsumsi suplemen L-carnitine juga telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki pergerakan sperma. Beberapa jenis makanan yang mengandung L-carnitine adalah ungags, ikan, susu dan produknya, serta alpukat.  Sumber: womenshealthmag
 04 Feb 2019    09:30 WIB
Mengapa Air Mani Berwarna Kuning ?
Air mani yang tampak berwarna kuning tentu saja akan membuat setiap pria merasa khawatir. Pada keadaan normal, air mani biasanya berwarna abu-abu terang dan agak kental. Air mani biasanya akan menjadi lebih cair dalam waktu 20-30 menit. Perubahan pada tampilan atau warna air mani untuk sementara waktu biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, bila perubahan warna air mani ini telah berlangsung lebih dari 3-4 minggu, maka perubahan warna ini dapat merupakan gejala dari suatu kondisi medis tertentu yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat menyebabkan air mani berubah warna.   Usia Ada banyak hal yang dapat menyebabkan perubahan warna pada air mani. Salah satunya adalah usia seorang pria. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka ia biasanya akan menyadari adanya perubahan warna pada cairan maninya, yaitu cairan maninya tidak lagi seputih biasanya. Air maninya mungkin akan berwarna sedikit kekuningan dan seringkali tidak disadari.   Makanan Makanan yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan perubahan warna air mani. Diet yang mengandung banyak sulfur dapat menyebabkan cairan mani berwarna kuning. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak sulfur adalah bawang putih, bawang Bombay, kacang-kacangan, gandum, kol, brokoli, dan asparagus.   Vitamin Berbagai jenis vitamin juga diduga dapat menyebabkan cairan mani berwarna kuning. Jadi, bila Anda mengkonsumsi suplemen vitamin, ada baiknya bila Anda berhenti mengkonsumsi suplemen tersebut dan melihat apakah warna air mani Anda kembali normal.   Sudah Lama Tidak Ejakulasi Jika Anda sudah lama tidak berejakulasi, maka ejakulasi Anda yang pertama setelah cukup lama absen mungkin akan terlihat sedikit kekuningan. Selain itu, cairan mani yang keluar juga akan terlihat lebih kental.   Baca juga: Tips Meningkatkan Jumlah Sperma Anda   Bercampur Dengan Air Kemih Penyebab lain dari mengapa cairan mani Anda berwarna kuning adalah adanya air kemih. Saat seorang pria mencapai ereksi, maka aliran air kemih biasanya akan dihambat sehingga saat ejakulasi, tidak ada air kemih yang ikut keluar. Akan tetapi, pada beberapa kasus, beberapa tetes air kemih mungkin akan ikut keluar saat seorang pria berejakulasi dan menyebabkan perubahan warna pada cairan mani. Untuk mencegahnya, dianjurkan agar Anda buang air kecil terlebih dahulu sebelum berhubungan intim.   Infeksi Pada sebagian besar kasus, perubahan warna atau konsistensi cairan mani merupakan akibat dari suatu penyakit tertentu. Jika cairan mani berubah warna menjadi kuning, hijau, atau keemasan; maka hal ini dapat merupakan akibat dari infeksi prostat. Jika cairan mani menjadi lebih kental atau seperti jelly; maka hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan hormon. Cairan mani yang berwarna merah muda, merah, atau cokelat tua; menandakan adanya darah dan mungkin disebabkan oleh adanya perdarahan di dalam prostat.   Penyakit Menular Seksual Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan perubahan warna pada cairan mani, terutama klamidia atau gonorea. Bila disebabkan oleh suatu infeksi, cairan mani biasanya juga akan berbau tidak sedap. Jika Anda menderit klamidia, maka proses peradangan di dalam tubuh akan menyebabkan Anda merasa nyeri saat orgasme. Bila demikian, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Untuk mengatasi infeksi klamidia, biasanya diberikan doksisiklin 100 mg 2x sehari selama 7 hari.   Jadi, perubahan warna pada cairan mani bukanlah suatu hal yang berbahaya, apalagi bila perubahan warna ini hanya terjadi sesekali. Bila demikian, kemungkinan besar makanan, sudah lama tidak berejakulasi, atau multivitamin adalah penyebabnya. Akan tetapi, bila perubahan warna pada cairan mani berlangsung terus-menerus selama lebih dari beberapa minggu, maka perubahan warna ini dapat merupakan suatu gejala penyakit seperti infeksi, yang membutuhkan pengobatan segera. Selain itu, perlu diingat bahwa bila cairan mani berubah menjadi kemerahan atau cokelat, maka hal ini berarti bahwa ada daerah di dalam cairan mani Anda. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber:increasespermvolume
 21 Nov 2018    20:00 WIB
Air Mani Encer, Normalkah ?
Apakah Anda beberapa minggu belakangan ini sering berejakulasi dan menyadari bahwa cairan mani yang Anda keluarkan tampak lebih encer daripada biasanya? Anda tidak perlu merasa khawatir karena apa yang Anda alami dapat merupakan hal yang normal. Sering berejakulasi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perubahan tekstur cairan mani. Pada keadaan normal, sperma membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menjadi matang di dalam buah zakar. Jadi, bila Anda berejakulasi cukup sering dalam satu hari, baik saat berhubungan intim atau pun masturbasi, maka buah zakar Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi sperma sehingga cairan mani Anda tidak putih dan kental seperti biasanya. Berkurangnya jumlah sperma di dalam cairan mani akan membuat cairan mani menjadi lebih encer.   Apakah Normal? Sebenarnya Anda tidak perlu merasa khawatir mengenai kualitas atau kuantitas cairan mani yang Anda keluarkan dari dalam penis, kecuali bila sama sekali tidak ada cairan mani yang keluar. Kekentalan cairan mani juga tidak akan mempengaruhi kesuburan Anda. Memang benar bahwa jumlah standar cairan mani yang dikeluarkan oleh seorang pria saat ia berejakulasi adalah sekitar 3-4 ml. Akan tetapi, bila cairan mani yang Anda keluarkan kurang dari 1.5 ml sekalipun, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena hal ini merupakan hal yang normal. Yang terpenting bagi kesuburan seorang pria bukan kekentalan cairan mani yang dikeluarkannya tetapi kualitas sperma yang ada di dalamnya dan kemampuan sperma untuk berenang dan mencapai sel telur. Hal lain yang perlu Anda ketahui bahwa cairan bening yang keluar saat Anda merasa bergairah bukanlah cairan mani. Cairan ini merupakan prekum yang dihasilkan oleh kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper. Cairan ini berfungsi untuk melumasi kepala penis saat Anda berhubungan intim. Cairan ini sama sekali tidak mengandung sperma.   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Konsistensi Cairan Mani Makanan Makanan merupakan hal penting yang dapat menentukan tekstur cairan mani yang Anda hasilkan. Anda mungkin dapat menghasilkan cairan mani yang lebih encer bila kebutuhan gizi Anda tidak terpenuhi, misalnya Anda kurang mengkonsumsi protein. Banyak ahli meyakini bahwa protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk membuat cairan mani menjadi lebih kental. Frekuensi Ejakulasi Seperti yang sudah dibahas di atas, kekentalan cairan mani yang Anda hasilkan tergantung pada seberapa sering Anda berejakulasi. Jika Anda sangat sering berejakulasi setiap harinya, maka hal ini akan membuat sperma tidak memiliki cukup waktu untuk matang atau untuk dihasilkan di dalam buah zakar. Hal ini berarti Anda memiliki lebih sedikit sperma di dalam cairan mani, yang akan membuat cairan mani yang Anda keluarkan menjadi lebih encer. Terlalu Sering Terpapar Panas Hal lain yang dapat membuat cairan mani Anda menjadi encer adalah buah zakar Anda terlalu sering terpapar oleh panas. Hal ini akan membuat produksi sperma di dalam tubuh Anda terganggu, yang berarti akan ada lebih sedikit sperma di dalam cairan mani Anda, yang akan membuat cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer. Selain berendam dalam air panas, menggunakan pakaian yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan suhu pada buah zakar Anda, terutama saat Anda berolahraga. Intinya adalah tidak ada yang perlu Anda khawatirkan bila cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer daripada biasanya, kecuali bila Anda juga mengalami nyeri saat berejakulasi.   Baca juga: Kebiasaan Yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma   Apa yang Perlu Anda Khawatirkan? Walaupun perubahan konsistensi cairan mani tidak terlalu mengkhawatirkan, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan seperti: Cairan mani berbau tidak sedap. Hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi Terjadi perubahan warna atau ada daerah di dalam cairan mani Cairan mani yang dihasilkan sangat sedikit Jumlah sperma yang terdapat di dalam cairan mani terlalu sedikit. Hal ini mungkin terjadi akibat suatu kondisi medis tertentu yang dikenal dengan nama ejakulasi retrograde, di mana cairan mani justru masuk ke dalam kandung kemih, bukannya keluar dari penis. Hal ini mungkin terjadi pada penderita diabetes, infeksi prostat, dan berbagai gangguan kesehatan lain Cairan mani terlalu kental. Hal ini mungkin dikarenakan Anda mengalami dehidrasi dalam waktu lama. Akan tetapi, kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara Cairan mani tampak kaku dan sangat kental. Hal ini dapat merupakan akibat dari rendahnya kadar hormon testosterone di dalam tubuh. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila gejala ini tidak juga membaik dalam waktu beberapa minggu   Perubahan Warna Cairan Mani = Bahaya Anda tentunya sudah mengetahui bahwa cairan mani seharusnya berwarna putih atau keputihan dan seharusnya menjadi jernih dan cair dalam waktu 30 menit. Jadi, perubahan warna cairan mani bukanlah suatu tanda yang baik. Jika cairan mani Anda tampak berwarna kemerahan, maka hal ini dapat merupakan gejala dari adanya suatu gangguan pada kelenjar prostat Anda. Jika cairan mani Anda berwarna merah terang atau kecokelatan, maka hal ini dapat merupakan akibat dari pecahnya pembuluh darah di dalam kelenjar prostat. Pada kasus ini, cairan mani biasanya akan kembali berwarna putih dalam waktu beberapa hari. Jika warna cairan mani tidak juga mengalami perubahan menjadi putih, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi, trauma, atau kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Selain itu, cairan mani yang berwarna kekuningan atau kehijauan juga dapat merupakan gejala dari suatu infeksi. Jika perubahan warna ini cukup mencolok, maka gonorea mungkin penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 16 Oct 2018    18:00 WIB
Pernah Cium Bau Aneh Setelah Bercinta, Kenapa Ya?
Setelah bercinta adalah saat yang romantis dimana Anda dan pasangan berpelukan dengan mesra sambil mengingat kegiatan bercinta sebelumnya yang luar. Bamun bagaimana bila disaat yang romantis ini terjadi Anda mencium bau yang  kurang sedap? Hal ini bisa saja mengganggu kemesraan Anda berdua. Kebanyakan orang menganggap bahwa ini adalah bau khas after sex. Lantas bau apakah ini? Ternyata bau ini adalah bau yang muncul dari tubuh. Setelah bercinta, terjadi pencampuran air mani, cairan lubrikasi dari vagina dan aroma ini bergabung dengan keringat dari tubuh Anda dan si dia. Air mani bersifat basa dan memiliki pH tinggi kemudian cairan vagina bersifat asam, pH rendah. Sebenarnya kedua bahan ini tidak dapat menyatu.Sehingga ketika asam dan basa menyatu, maka terjadi reaksi satu sama lain dan menimbulkan bau seperti cairan kimia yang baru. Selain itu ada beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya bau aneh setelah bercinta, seperti: Gaya bercinta Anda dengan pasangan Gaya bercinta yang kasar bisa membuat tubuh Anda dan pasangan menjadi lebih berkeringat. Penggunaan kondom Tercampurnya cairan mani, lubrikasi vagina dan bahan kondom terkadang juga bisa menimbulkan bau tidak sedap Pola hidup Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi pH Anda dan pasangan. Cairan yang berubah pH nya dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.  Makanan yang dimakan Makanan yang memiliki bau yang menyengat dapat menimbulkan bau tidak sedap pada daerah vagina. Terlebih makanan yang mempunyai bau amis dan menyengat. Infeksi vagina Apabila seorang wanita terkena infeksi bakteri vaginosis maka dapat merubah pH cairan vagina dan hal ini dapat meinumbulkan bau tidak sedap nantinya Baca juga: Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cnn