Your browser does not support JavaScript!
 10 Mar 2019    08:00 WIB
Ketahui 6 Penyebab Utama Haid Datang Terlambat
Ladies tentu merasakan kalau mengalami datang bulan terlambat menjadi harap-harap cemas, apalagi mereka yang tidak mengharapkan kehamilan terlebih dahulu. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai penyebab seorang mengalami terlambat datang bulan. Stress Mengalami stress dalam waktu yang cukup lama bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita, bisa lebih pendek atau lebih lama. Sebab itu agar haid lancer perlu menghindari situasi yang menyebabkan kita stress dengan melakukan kegiatan seperti olah raga teratur dan tidur yang cukup. Jika mengalami stress yang parah, ladies disarankan untuk menemui dokter atau konselor. Perimenopause Seorang mulai mengalami menopause sekitar usia 52 tahun dimana dia tidak mengalami haid lagi. Banyak wanita mengalami gejala dini menauposue 10 hingga 15 tahun sebelum menopause. Masa ini disebut sebagai perimenopause dimana kadar estrogen mulai berfluktuasi. Kadar estrogen yang tidak teratur atau berfluktuasi inilah yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid tidak teratur. Turun berat badan Turun berat badan cukup banyak yang disebabkan karena olahraga bisa menyebabkan haidnya tidak teratur bahkan tidak mengalami haid bulan itu. Ini disebabkan karena kehilangan berat badan atau lemak tubuh mengakibatkan perubahan tingkat hormon reproduksi. Kelebihan berat badan atau obesitas Ladies, bukan hanya berat badan turun bisa mempengaruhi siklus haid. Namun kelebihan atau obesitas juga mempengaruhi siklus haid. Ini dikarenakan obesitas bisa merupakan suatu tanda seseorang mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal dimana kadar hormonnya tidak normal. Selain PCOS menyebabkan obesitas, ternyata juga dapat menyebabkan kista kecil berkembang pada ovarium, jerawat, kelebihan rambut wajah dan tubuh. Untuk memastikan hal ini ladies perlu datang ke dokter agar dilakukan evaluasi. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau ultrasound untuk melihat indung telur agar didapatkan diagnosis yang benar. Tidak adanya menstruasi dalam masa subur jika tidak diobati bisa menyebabkan kanker endometrium. So, ladies jangan ragu-ragu datang ke dokter untuk memastikan hal ini. Kondisi hormonal Ketidakseimbangan hormon jelas bisa mempengaruhi sesorang tidak mengalami atau terlambat datang bulan. Untuk memastikan hal ini tentu harus dilakukan tes darah. Hormon yang menyebabkan hal ini terutama adalah hormon prolactin atau thyroid. Hamil Yang terakhir tentu kalau kita mengalami terlambat datang bulang, bisa jadi kita sedang hamil. Untuk memastikan saat ini banyak alat untuk mengetes kehamilan atau bisa juga pergi ke dokter kandungan untuk memastikan Jadi ladies kiranya kita tidak galau atau susah hati ketika kita mengalami terlambat haid. Sebaliknya kita perlu memastikan kondisi kita berdasarkan keterangan di atas. Jika ladies mengalami terlambat bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.medicalnewstoday.com
 02 Nov 2018    16:00 WIB
Ketahui 11 Penyebab Tidak Teraturnya Menstruasi
Bingung mengapa menstruasi Anda sangat tidak teratur, kadang banyak, kadang sedikit, kadang lama, kadang cepat? Bila ya, maka di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya.   Menderita PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan salah satu penyebab gangguan keseimbangan kadar hormonal yang sering ditemukan, yang akan menggganggu proses ovulasi. Menstruasi dapat berhenti atau menjadi tidak teratur atau bahkan tidak pernah mendapat menstruasi sama sekali. Gejala PCOS lain yang mungkin ditemukan adalah pertumbuhan rambut di tempat yang tidak biasanya, seperti di atas bibir dan di dagu; kesulitan menurunkan berat badan, dan berjerawat. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan pil KB dan atau metformin (salah satu obat anti diabetes) untuk membantu membuat menstruasi Anda kembali teratur. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, dokter dapat membantu merencanakan program diet untuk Anda karena penurunan berat badan sebanyak 10% dapat membuat menstruasi menjadi lebih teratur dan mengurangi berbagai gejala PCOS lainnya.   Sedang Hamil Menstruasi Anda terlambat atau mengalami perubahan pola menstruasi? Hal ini mungkin disebabkan oleh kehamilan. Pada bebarapa kasus, wanita hamil dapat mengalami "menstruasi" biasa, walaupun tidak ada gangguan pada janinnya. Pada kasus lainnya, perdarahan dapat disebabkan oleh keguguran atau kehamilan ektopik. Jadi, bila Anda sudah aktif secara seksual, segera periksakan diri Anda saat menstruasi Anda terlambat.   Memasuki Masa Perimenopause Masa perimenopause merupakan beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Masa menopause merupakan suatu masa di mana seorang wanita tidak lagi mendapat menstruasi selama 12 bulan setelah mereka berusia lebih dari 40 tahun. Pada masa perimenopause ini, menstruasi biasanya menjadi tidak teratur, volume darah menjadi lebih banyak atau lebih sedikit, spotting, dan disertai oleh gejala lain seperti hot flashes, keringat malam, dan mood yang berubah-ubah. Sejumlah wanita mungkin akan berhenti menstruasi selama 6 bulan, baru kemudian kembali menstruasi. Jika Anda mengalami hal ini, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Dokter dapat memberikan obat atau tindakan pembedahan atau perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi gejala.   Menderita Gangguan Kelenjar Tiroid Gangguan keseimbangan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid merupakan hal yang sangat sering menyebabkan terjadinya spotting. Saat kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon, maka menstruasi Anda akan menjadi tidak teratur. Jadi, bila Anda mengalami berbagai gejala gangguan tiroid seperti merasa amat sangat lelah, depresi, mudah lupa (hipotiroidisme) atau mudah merah, gelisah, dan merasa lemah (hipotiroidisme), dan mengalami peningkatan atau penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Sebagian besar kasus gangguan tiroid dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat, yang juga akan membuat menstruasi Anda kembali teratur.   Menderita Prolatinoma Prolaktinoma merupakan tumor jinak kecil di dalam kelenjar pituitari, yang biasa ditemukan pada wanita dan jarang menimbulkan gejala. Akan tetapi, bila tumor mulai mensekresikan hormon prolaktin, maka hal ini dapat mempengaruhi hormon lain yang menyebabkan menstruasi Anda terlambat atau berhenti. Selain itu, prolaktinoma juga dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti susu dari payudara Anda karena prolaktin memang merupakan hormon yang berfungsi untuk menghasilkan ASI paska melahirkan. Penderita juga dapat mengalami perubahan penglihatan. Pemberian obat-obatan biasanya dapat membantu mengecilkan tumor dan mengembalikan siklus menstruasi Anda.   Kurang Makan Atau Olahraga Berlebihan Jika indeks massa tubh Anda kurang dari 19 atau Anda berolahraga secara berlebihan, maka menstruasi Anda dapat terhenti. Hal ini dikarenakan tubuh Anda akan berhenti berovulasi sebagai respon terhadap stress berat, misalnya kelaparan. Dengan kata lain, hal ini merupakan cara alami tubuh untuk mencegah terjadinya kehamilan saat Anda sedang stress berat. Untuk mengatasinya, dokter Anda akan berusaha untuk meningkatkan berat badan Anda hingga menjadi lebih sehat dan mengatasi berbagai gangguan lain yang mungkin mempengaruhi siklus menstruasi Anda.   Stress Berat Stress berat yang dibicarakan di sini bukanlah stress akibat pekerjaan tetapi lebih seperti pindah ke tempat baru atau baru saja kehilangan anggota keluarga. Untuk mengembalikan siklus menstruasi Anda, Anda perlu mengatasi stress, misalnya dengan berolahraga (yoga), meditasi, atau melakukan terapi konseling.   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi   Ada Pertumbuhan Abnormal Pada Organ Reproduksi Kadangkala adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim Anda dapat menyebabkan menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Beberapa pertumbuhan jaringan abnormal yang dimaksud adalah polip rahim, polip serviks, kista ovarium, mioma uteri, endometriosis, dan tumor pra kanker atau kanker. Polip Polip pada serviks atau pada rahim disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan dinding rahim. Polip rahim cenderung menyebabkan terjadinya perdarahan di antara waktu menstruasi, sedangkan polip serviks biasanya menyebabkan terjadinya perdarahan paska hubungan intim. Penderita biasanya tidak akan mengalami gejala lain. Resiko terbentuknya polip akan meningkat bila Anda mengalami obesitas, menderita diabetes, atau menderita tekanan darah tinggi. Biasanya tidak dibutuhkan pengobatan, akan tetapi bila perdarahan yang terjadi cukup berat, dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Kista Ovarium Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada ovarium, yang biasanya merupakan produk sampingan dari proses ovulasi. Selain menyebabkan tidak teraturnya menstruasi Anda, kista ovarium juga akan menyebabkan perut kembung dan nyeri perut. Pada sebagian besar kasus, kista ovarium tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejalanya; dokter mungkin akan meminta Anda untuk menunggu atau memberikan pil KB untuk membantu mengecilkan ukuran kista dan mengembalikan siklus menstruasi Anda. Bila dirasa perlu, dokter juga dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista. Mioma Uteri Mioma uteri merupakan tumor jinak yang sering ditemukan pada wanita, biasanya pada mereka yang berusia 30-40 tahun. Banyak wanita tidak mengetahui bahwa mereka memiliki mioma. Akan tetapi, bila ukuran mioma cukup besar, maka penderita biasanya akan mengalami menstruasi yang sangat banyak, kram perut hebat, dan merasa ingin BAB terus-menerus. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu dan mengawasi tumor. Akan tetapi, bila tumor bertambah besar dengan cepat, menyebabkan nyeri hebat atau menstruasi banyak, atau mengganggu kesuburan atau mengganggu pola BAB; maka tindakan pembedahan atau embolisasi mungkin diperlukan. Endometriosis Saat dinding rahim bertumbuh di luar rahim, maka seorang wanita dapat mengalami menstruasi yang sangat banyak, yang disertai oleh kram perut hebat, nyeri usus, dan spotting di antara waktu menstruasi. Pemberian pil KB biasanya dapat membantu. Pada kasus yang berat, mungkin diperlukan tindakan pembedahan. Tumor Pra Kanker Atau Kanker Kanker atau tumor pra kanker dapat menyebabkan berbagai gejala. Dan karena keduanya lebih sering mengenai wanita yang sudah memasuki masa menopause, maka gejala yang paling sering ditemukan adalah perdarahan paska menopause. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hal ini.   Obesitas Mengalami obesitas dapat membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini dikarenakan jaringan lemak juga akan memproduksi estrogen, yang dapat menebalkan dinding rahim, yang dapat menyebabkan keluarnya darah di antara waktu menstruasi. Dokter mungkin akan memeriksa kelenjar tiroid Anda dan menyarankan Anda untuk menggunakan IUD agar menstruasi menjadi lebih teratur. Menurunkan berat badan juga dapat dilakukan.   Baru Mulai Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Semua jenis pil KB, KB implan, dan KB suntik dapat menyebabkan perdarahan di luar masa menstruasi pada beberapa bulan pertama. Hal ini dikarenakan ketiga jenis KB ini mengandung hormon, yang akan sedikit mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh pada awal masa pemberian. Dianjurkan untuk menunggu selama 12 minggu dan melihat apakah menstruasi kembali lancar. Bila tidak, dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi kembali pada dokter kandungan Anda untuk mendapatkan metode kontrasepsi lain yang lebih cocok. Bila Anda menggunakan IUD, maka Anda mungkin akan mengalami spotting atau perdarahan ringan dalam jangka panjang, yang tampak seperti menstruasi yang tidak teratur. Hal ini merupakan hal yang normal.   Menderita Suatu Penyakit Menular Seksual Menderita suatu penyakit menular seksual seperti gonorea dan klamidia dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan iritasi pada rahim dan leher rahim, yang akan menyebabkan terjadinya spotting. Perhatikan juga apakah Anda juga mengalami keputihan yang abnormal, berbau, atau berwarna (kuning atau hijau), gatal atau iritasi selain menstruasi yang tidak teratur. Bila Anda sering berganti-ganti pasangan seksual, dianjurkan untuk memeriksakan diri karena klamidia seringkali tidak bergejala. Pemberian antibiotik biasanya dapat membantu mengatasi gejala.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 21 Oct 2018    16:00 WIB
Mens Tidak Kunjung Datang, Hamil Enggak Ya ?
Sedang bertanya-tanya apakah Anda hamil atau tidak? Selain mual, sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang dapat menjadi indikator kehamilan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang juga merupakan tanda-tanda kehamilan selain morning sickness.  1.      Sensitivitas MeningkatSemua orang pasti memiliki semacam sensitivitas terhadap makanan dan bau tertentu. Akan tetapi, bila Anda tampaknya tidak dapat mencium bau makanan kesukaan Anda dan tiba-tiba mulai tidak menyukai bau parfum teman kantor Anda yang sebelumnya sangat Anda sukai, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda sedang hamil. Jika peningkatan sensitivitas ini tidak juga menghilang dalam waktu beberapa hari, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. 2.      Terlambat atau Mendapat HaidAmenorea merupakan gangguan yang sering terjadi pada wanita dan hal ini bukanlah gejala kehamilan. Jika Anda tidak pernah berhubungan intim sebelumnya dan menstruasi Anda tidak juga datang, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter.Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa spotting dapat merupakan salah satu tanda kehamilan. Spotting terjadi saat janin menempelkan dirinya pada dinding rahim. Spotting ini biasanya terjadi seminggu sebelum jadwal menstruasi Anda dan dapat membuat Anda mengira bahwa Anda sedang mens dan tidak hamil. Darah yang keluar biasanya berwarna kecoklatan atau merah muda dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari, tetapi tidak lebih dari 3 hari. 3.      Perut KembungPerut kembung memang bukan merupakan gejala pasti dari kehamilan, akan tetapi bila perut kembung yang Anda rasakan juga disertai dengan gejala kehamilan lainnya, segera periksakan diri Anda.Pada awal masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, termasuk pergerakan usus Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin akan mengalami perut kembung, sembelit, dan diare walaupun jarang. 4.      Payudara MembengkakAlasan mengapa sebagian besar wanita melewatkan tanda kehamilan yang satu ini karena payudara yang terasa nyeri dan lebih kencang juga sering ditemui beberapa hari sebelum menstruasi.Walaupun memang agak sulit membedakan pembesaran payudara yang disebabkan oleh kehamilan dengan yang disebabkan oleh menstruasi, akan tetapi pada kehamilan puting susu dan daerah di sekitarnya akan menjadi lebih gelap. 5.      Mood Berubah-UbahSelain saat hamil, seorang wanita biasanya juga memiliki mood yang berubah-ubah saat menstruasi. Perbedaannya adalah perubahan mood yang terjadi karena kehamilan biasanya lebih sering dan lebih intens. Seorang wanita yang sedang hamil dapat menjadi sangat mudah marah, cemas, panik, depresi, dan memiliki mood yang buruk. Baca juga: Tips Tetap Sehat Bagi Ibu Hamil yang Juga Menderita  Diabetes 6.      Kepala Terasa Ringan dan PingsanJika Anda merasa seolah-olah akan jatuh atau pingsan, maka hal ini dapat merupakan tanda kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda belum siap untuk memproduksi cukup banyak darah untuk mengimbangi kerja sistem jantung dan pembuluh darah tubuh Anda yang meningkat. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami berbagai gejala kehamilan lainnya, rasa pusing yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. 7.      Frekuensi Buang Air Kecil BerubahSering buang air kecil dapat merupakan tanda kehamilan, adanya gangguan pada kandung kemih, infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, dan diabetes. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan perubahan pola buang air kecil Anda. Jika Anda menjadi lebih sering buang air kecil dan juga mengalami berbagai tanda kehamilan lainnya, maka kemungkinan besar Anda sedang hamil. 8.      Merasa Amat Sangat LelahPada zaman modern yang penuh dengan kesibukan, banyak wanita mengalami rasa lelah kronik, yang sulit dibedakan dengan mudah lelah akibat kehamilan. Akan tetapi, jika Anda terus saja merasa sangat lelah walaupun sudah tidur selama 8-10 jam setiap harinya dan Anda tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun, segera periksa kehamilan Anda dan atau konsultasi dengan seorang dokter. 9.      Nafsu Makan BerubahHamil dapat membuat Anda merasa lebih lapar daripada sebelumnya atau justru membuat Anda sama sekali tidak nafsu makan. Selain itu, saat makan Anda mungkin akan menyadari ada rasa seperti logam di dalam mulut Anda. Jenis makanan yang Anda sukai pun dapat berubah drastis, Anda bahkan dapat mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak Anda sukai sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenitely 
 18 Sep 2018    16:00 WIB
Mengapa Menstruasi Tidak Kunjung Berhenti???
Bingung mengapa menstruasi Anda tidak juga berhenti walaupun sudah berlangsung selama lebih dari 1 minggu? Apakah yang harus Anda lakukan? Langkah awal yang diperlukan untuk mengatasinya adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Sebenarnya ada banyak hal yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami menstruasi yang berkepanjangan atau bahkan tidak pernah berhenti. Beberapa hal yang dimaksud adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, peradangan atau infeksi pada leher rahim, penebalan dinding rahim, mioma rahim, polip rahim atau serviks, dan kanker. Ketidakseimbangan antara kadar hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan penebalan dinding rahim, yang dapat menyebabkan menstruasi berlangsung lebih lama daripada biasanya. Adanya polip atau mioma rahim dapat menyebabkan perubahan pada rongga rahim dan mencegah pembuluh darah berkontraksi pada akhir masa menstruasi, sehingga menstruasi pun berlangsung lebih lama daripada biasanya. Akan tetapi, untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab menstruasi Anda tidak kunjung berhenti perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter spesialis kandungan. Dokter dapat memberikan Anda informasi mengenai keadaan Anda dan pilihan pengobatan apa saja yang tersedia untuk mengatasinya. Salah satu metode pengobatan yang sering digunakan untuk mengurangi volume darah menstruasi adalah dengan memasang IUD Mirena. IUD ini akan melepaskan hormon yang membuat dinding rahim tetap tipis, sehingga diharapkan agar perdarahan berkurang. Akan tetapi, bila perdarahan yang terjadi sangat hebat atau tidak juga membaik dengan berbagai pengobatan lainnya, maka tindakan pembedahan histerektomi (pengangkatan rahim) biasanya merupakan satu-satunya pilihan pengobatan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 18 Oct 2016    11:00 WIB
Tanda Akan Terjadinya Menstruasi Pertama Pada Seorang Remaja
Siklus menstruasi merupakan suatu proses di mana tubuh Anda mengeluarkan darah dan jaringan yang tidak diperlukan. Menstruasi pertama yang terjadi pada seorang remaja perempuan disebut dengan menarke. Menarke menandakan bahwa tubuh seorang remaja perempuan sedang berkembang menjadi tubuh seorang wanita dan sedang mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang bayi di masa mendatang. Sebenarnya tidak ada tanda pasti atau khusus yang menandakan bahwa Anda akan segera mengalami menstruasi pertama Anda. Setiap remaja perempuan mengalami gejala dan tanda yang berbeda-beda. Saat masa pubertas dimulai, tubuh Anda pun akan mulai berubah, baik dari dalam maupu dari luar. Pubertas terjadi akibat adanya suatu proses kimia di dalam tubuh yang mengirimkan sinyal dari dalam otak ke organ reproduksi Anda. Pubertas merupakan salah satu tanda menuju kedewasaan. Di bawah ini terdapat beberapa tanda telah dimulainya masa pubertas. Pembesaran Payudara Saat berusia sekitar 10 setengah tahun atau kurang, beberapa remaja perempuan biasanya mulai mengalami pembesara payudara. Biasanya saat proses ini dimulai, Anda dapat menemukan sebuah benjolan kecil di bawah puting susu pada salah satu atau kedua payudara. Hal ini merupakan tanda awal dimulainya masa pubertas. Rambut Kemaluan Tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak merupakan fase selanjutnya dalam masa pubertas. Pada awalnya, biasanya hanya terdapat beberapa helai rambut kemaluan, akan tetapi dalam waktu 6-12 bulan, sebagian besar rambut kemaluan biasanya telah tumbuh. Pada beberapa orang remaja perempuan, rambut kemaluan dapat tumbuh terlebih dahulu sebelum payudara membesar. Tanda Lainnya Tanda lainnya dari dimulainya masa pubertas dan akan segera datangnya menarke adalah mulai terbentuknya cairan vagina, yaitu suatu cairan kental berwarna putih yang keluar dari dalam vagina. Hal ini biasanya terjadi sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama terjadi. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami kram perut, nyeri kepala, perut membesar, dan berbagai gejala lainnya. Menstruasi Menstruasi pertama biasanya terjadi sekitar 2-2.5 tahun setelah payudara mulai membesar. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu hal yang pasti, melainkan hanya sebuah perkiraan kasar. Menstruasi Anda mungkin masih belum teratur pada beberapa bulan pertama, Anda mungkin tidak mendapat menstruasi selama 1-2 bulan. Hal ini merupakan hal yang normal pada masa awal menstruasi, kecuali bila Anda telah aktif secara seksual.  Baca juga: Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 27 Aug 2016    08:00 WIB
Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi Anda
Terdapat berbagai hal yang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh anda untuk melawan infeksi dan proses penyembuhan serta siklus menstruasi anda, mulai dari gaya hidup, obat-obatan, hingga penyakit. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini.Gangguan KesehatanBeberapa gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi anda adalah:•  Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia•  Kehamilan •  Kehamilan ektopik •  Menopause atau perimenopause•  Tindakan ginekologi tertentu seperti kuretase•  Kanker•  Diabetes•  Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal seperti penyakit adrenal, kista ovarium, penyakit pituitari, sindrom polikistik ovarium, dan ganguan tiroid•  Infeksi HIVGaya HidupBeberapa gaya hidup tidak sehat yang dapat mempengaruhi kesehatan anda secara keseluruhan dan mungkin mengganggu siklus menstruasi anda adalah:•  Penyalahgunaan atau gejala kecanduan alkohol•  Penyalahgunaan atau gejala kecanduan obat-obatan•  Olahraga berat•  Kebiasaan merokok•  Berhubungan seks tanpa perlindunganObat-obatanBeberapa jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi anda adalah:•  Kortikosteroid seperti prednisone•  Obat-obatan untuk mencegah reaksi penolakan paska transplantasi organ•  Obat-obatan untuk mengobati kanker (kemoterapi)•  Terapi radiasi Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd