Your browser does not support JavaScript!
 20 Jan 2019    08:00 WIB
Suka Mengayun Bayi? Hati-Hati Shaken Baby Sindrom
Orang tua sering mengayun-ayunkan bayinya untuk menghentikan tangisannya atau untuk membuatnya tertawa. Tepi tahukah Anda bahwa guncangan yang dialami bayi Anda saat Anda mengayunnya bisa menimbulkan cedera? Cedera yang mungkin dialami bayi saat mengalami guncangan dikenal dengan nama Shaken Baby Sindrom (SBS). SBS ini dapat berakibat fatal karena bisa merusak syaraf otak dan penglihatannya.Shaken Baby Syndrome (SBS) didefinisikan sebagai suatu kekerasan terhadap anak kecil (biasanya bayi) yang diakibatkan oleh gerakan guncangan yang keras yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di otak, dan mengakibatkan kerusakan saraf dan otak.Di Amerika Serikat, tiap tahunnya terdapat lebih dari 1000 kasus SBS yang dilaporkan. Untuk terjadinya guncangan yang berakibat fatal itu, hanya diperlukan waktu beberapa detik. Yang menarik fakta menyebutkan bahwa: 50% dari pelaku SBS adalah orang tua si bayi atau penjaga bayi (babysitter) yang dipercaya Orang tua yang stress, kurang tidur, cenderung mengalihkan frustrasi dan amarahnya ke bayinya Insiden terjadinya SBS biasanya dimulai pada usia bayi 2-3 minggu dan angka kejadian menurun secar        signifikan setelah bayi berusia 6 bulan Apa yang Menyebabkan Shaken Baby Syndrome? Bayi memiliki otot leher yang sangat lemah. Namun ia memiliki kepala yang berat dan besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka. Otak bayi sangatlah rentan dan memerlukan ruang untuk tumbuh. Karena itulah terdapat rongga atau celah antara tengkorak kepala dan otaknya yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut. Jika Anda mengoncangkan bayi Anda dengan kuat, ini dapat menyebabkan otak si kecil berpindah tempat dalam rongganya. Selanjutnya jaringan otak si bayi akan membengkak dan pembuluh darahnya bisa robek. Biasanya, bayi yang mengalami Shaken Baby Syndrome akan mengalami pendarahan otak, pendarahan pada mata serta cedera pada urat saraf tulang belakang atau leher. Sebagian bayi juga memperlihatkan memar dan tulang rusuk yang retak. Gejala Shaken Baby Sindrom Luka atau memar yang disebabkan oleh sindrom ini mungkin sulit dikenali, tetapi SBS bisa menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:    •    Kesulitan bernafas    •    Muntah    •    Sulit makan    •    Warna kulit pucat kebiruan    •    Kejang    •    Menggigil    •    Kemunduran perkembangan    •    Lumpuh    •    koma Jadi berpikirlah dua kali ketika Anda ingin mengayunkan buah hati Anda. kondisi ini bisa Anda cegah dengan menghentikan kebiasaan mengguncang bayi.Sumber: medicinet