Your browser does not support JavaScript!
 12 Jun 2019    18:00 WIB
Mengenal Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)
Penyakit pericardial atau perikarditis adalah inflamasi atau infeksi yang terjadi di setiap lapisan perikardium. Perikardium adalah lapisan tipis yang mengelilingi jantung dan terdiri dari: Perikardium viseral yaitu lapisan dalam dari perikardium Lapisan cair di tengah yang dapat mencegah terjadinya gesekan antara perikardium viseral dan perikardium perietal Perikardium parietal yaitu lapisan dalam dari perikardium yang terbuat dari jaringan fibrous Apa yang menyebabkan terjadinya perikarditis? Penyebab dari perikarditis termasuk: Infeksi Operasi jantung Serangan jantung Trauma Tumor Radiasi  Penyakit autoimun (misalnya radang sendi rematik, lupus atau skleroderma) Pada beberapa kasus, penyebab tidak dapat ditemukan. Perikarditis bisa bersifat akut (tiba-tiba terjadi) atau kronis (jangka panjang). Apa gejala dari perikarditis? Saat perikarditis terjadi, gejala-gejala yang mungkin muncul adalah: Nyeri dada. Nyeri yang terjadi sering bersifat tajam dan berlokasi di pusat jantung. Nyeri dapat menyebar ke leher dan bahu, dan sering ke tangan dan punggung. Nyeri dapat semakin memperburuk saat berbaring, batuk atau menelan dan dapat diredakan dengan posisi duduk. Demam yang tidak terlalu tinggi Peningkatan denyut jantung Bagaimana mendiagnosa perikarditis? Dokter Anda dapat mendiagnosa perikarditis berdasarkan: Gejala yang dikeluhkan EKG Pemeriksaan fisik Bagaimana mengobati perikarditis? Pengobatan dari perikarditis berdasarkan penyebab dan bisa mencakup: Nonsteroidal anti-inflammatory agents (NSAIDs) untuk menurunkan nyeri dan inflamasi Steroid, digunakan pada serangan yang berat Antibiotik, jika perikarditis disebabkan oleh infeksi Colchicine, digunakan jika gejala berlangsung selama beberapa minggu dan berulang Kebanyakan pasien perikarditis akan pulih dalam dua sampai empat minggu.   Sumber: webmd
 08 Jun 2019    16:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 12 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 08 Mar 2019    16:00 WIB
Kadar Testosteron dan Hubungannya Dengan Berbagai Gangguan Kesehatan
Defisiensi atau kekurangan hormon testosteron diduga memiliki hubungan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes, sindrom metabolik, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab berbagai gangguan kesehatan tersebut, berbagai gangguan kesehatan inilah yang menyebabkan penurunan kadar testosteron. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang menderita obesitas, diabetes, ataupun tekanan darah tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron.   Diabetes Pria yang menderita diabetes memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron dan begitu pula sebaliknya. Testosteron meningkatkan kemampuan berbagai jaringan tubuh untuk menggunakan gula di dalam darah saat insulin bekerja. Pria dengan kadar testosteron yang rendah lebih sering mengalami resistensi insulin. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya diabetes tipe 2.   Obesitas Pria dengan berat badan berlebih atau obesitas biasanya memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dan pria dengan kadar testosterone yang rendah juga lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Sel lemak dapat memetabolisme testosteron menjadi estrogen dan mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Selain itu, obesitas juga menurunkan kadar protein pengikat hormon testosteron yang juga mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Penurunan berat badan melalui berolahraga dapat meningkatkan kadar testosteron. Penggunaan suplemen testosteron pada pria dengan kadar testosterone yang rendah dapat menurunkan berat badan walaupun hanya sedikit.   Sindrom Metabolik Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan gejala, yang berupa peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, obesitas (terutama penumpukan lemak di perut), dan peningkatan kadar gula darah. Sindrom metabolik meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian, pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita sindrom metabolik. Pada suatu penelitian, ditemukan bahwa terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki kadar gula darah dan obesitas pada pria dengan kadar testosteron yang rendah.   Penyakit Jantung Sebagian besar ahli menduga bahwa peningkatan kadar hormon testosterone berhubungan dengan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi dan penyakit jantung pada pria usia muda. Dengan demikian, testosteron diduga memiliki efek yang tidak baik bagi jantung anda. Tetapi, testosteron tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah anda, karena testosteron juga akan diubah menjadi estrogen, yang dapat melindungi pembuluh darah anda dari kerusakan. Akan tetapi, kekurangan hormon testosteron berhubungan dengan peningkatan kejadian resistensi insulin, diabetes, dan obesitas yang juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Selain itu, pria dengan diabetes dan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak).   Gangguan Kesehatan Lainnya Depresi Berdasarkan penelitian, kadar testosteron yang rendah meningkatkan resiko kejadian depresi pada pria lanjut usia sampai dua kali lipat. Disfungsi Ereksi Walaupun sebagian besar disfungsi ereksi disebabkan oleh aterosklerosis, akan tetapi sebagian besar penderita aterosklerosis seperti pada penderita diabetes, sindrom metabolik, maupun obesitas juga memiliki kadar testosteron yang rendah. Tekanan Darah Tinggi Kadar testosteron yang terlalu tinggi meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi tekanan darah tinggi juga sering ditemukan pada pria dengan kadar testosteron yang rendah. Sumber: webmd
 15 Feb 2019    18:00 WIB
Asma Tingkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung, Benarkah?
Menurut dua buah penelitian terbaru, orang yang akhir-akhir ini baru saja menderita serangan asma atau bagi penderita asma yang membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi berbagai gejala asmanya, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Baik asma dan penyakit jantung berhubungan dengan peningkatan jumlah proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Salah satu penelitian di atas memfokuskan penelitiannya pada apakah penderita asma berat yang bergantung pada obat-obatan setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih jarang menggunakan obat-obatan. Pada penelitian ini, para peneliti di Amerika mengamati sekitar 6.792 orang yang rata-rata berusia 62 tahun dan memiliki gejala awal dari gangguan jantung di awal penelitian. Setelah melakukan beberapa penyesuaian terhadap berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya dan melakukan pengamatan pada para peserta penelitian selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa para penderita asma yang bergantung pada obat-obatan untuk mengatasinya gejalanya memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu hingga 60% untuk menderita serangan jantung, stroke, atau berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah lainnya dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita asma. Para peserta penelitian yang mengkonsumsi obat-obatan asma memiliki jumlah proses peradangan yang lebih tinggi di dalam tubuh, yang terlihat melalui lebih tingginya kadar marker inflamasi, termasuk C reaktif protein dan fibrinogen (untuk mengukur kekentalan darah yang diperburuk oleh proses inflamasi di dalam tubuh). Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang jarang menggunakan obat-obatan asma memiliki marker inflamasi dalam jumlah sedang. Pada penelitian kedua, para peneliti Amerika dan Korea mengamati sekitar 543 orang yang pernah mengalami serangan jantung dan membandingkannya dengan 543 orang yang tidak pernah menderita serangan jantung, yang memiliki usia (rata-rata berusia 67 tahun) dan jenis kelamin yang sama. Setelah mengendalikan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti obesitas, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, dan kadar kolesterol darah yang tinggi; para peneliti menemukan bahwa penderita asma memiliki resiko yang lebih tinggi (sekitar 69%) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa penderita asma aktif, yang menggunakan obat-obatan dan memeriksakan diri secara teratur untuk mengatasi berbagai gejala asma yang dialaminya selama 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi (2 kali lipat) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang tidak pernah mengalami serangan akhir-akhir ini.     Sumber: webmd
 10 Feb 2019    18:00 WIB
Berbagai Penyakit Bisa Diketahui Dari Kondisi Kaki Kita Lho!
1.  Kaki Terasa DinginJika jari kaki anda selalu terasa dingin, maka hal ini mungkin disebabkan oleh buruknya aliran darah yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi, yang kadang berhubungan dengan kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung. Kerusakan pada saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes juga dapat membuat jari kaki anda terasa dingin. Penyebab lainnya adalah hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) dan anemia. 2.  Nyeri Pada KakiNyeri pada kaki yang bukan disebabkan oleh pemakaian sepatu atau penggunaan hak tinggi dapat disebabkan oleh patah tulang akibat tekanan, yang menyebabkan keretakkan kecil pada tulang anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan patah tulang ini adalah olahraga berat, terutama olahraga yang banyak menimbulkan tekanan pada kaki anda seperti bermain basket atau berlaru jarak jauh. Berkurangnya kepadatan tulang akibat osteoporosis dapat meningkatkan resiko patah tulang.3.  Ibu Jari Kaki Berwarna Merah, Putih, atau BiruPenyakit Raynaud dapat menyebabkan ibu jari kaki anda berubah warna, dari putih, biru, dan kemudian merah kembali, lalu kembali pada warna normalnya. Penyebab penyakit ini adalah adanya penyempitan mendadak pada pembuluh darah arteri (vasospasme). Stress atau perubahan suhu dapat memicu terjadinya vasospasme, yang biasanya tidak menimbulkan gangguan kesehatan lain. Penyakit Raynaud juga mungkin berhubunan dengan rematik sendi, penyakit Sjogren, atau gangguan kelenjar tiroid.4.  Nyeri Pada TumitPenyebab paling sering nyeri pada tumit adalah fasciitis plantar, yaitu peradangan pada ligamen yang menempel pada tulang tumit. Anda mungkin dapat mengalami nyeri tajam saat bangun tidur dan menjejakkan kaki anda ke lantai. Beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan nyeri pada tumib adalah artritis (radang sendi), olahraga berlebihan, tendonitis (radang tendon/urat) dan ukuran sepatu yang tidak sesuai. Penyebab lainnya yang lebih jarang adalah adanya pertumbuhan tulang baru pada dasar tumit, infeksi tulang, tumor, atau patah tulang.5.  Menyeret KakiKadangkala, tanda pertama adanya gangguan pada kesehatan anda adalah perubahan cara berjalan anda, seperti perubahan postur atau menyeret kaki. Hal ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya sensasi pada kaki yang berlangsung secara perlahan akibat kerusakan saraf tepi. Sekitar 30% keadaan ini berhubungan dengan diabetes. Kerusakan saraf juga dapat disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, dan alkoholisme. Pada banyak kasus lainnya, penyebab kerusakan saraf tidak diketahui.6.  Perubahan Bentuk Ibu Jari Kaki (Clubbing Toes)Penyebab paling sering dari perubahan bentuk ibu jari kaki adalah adanya penyakit paru-paru. Penyebab lainnya adalah penyakit jantung, gangguan hati, gangguan pencernaan, atau infeksi tertentu. Bagian atas kuku terlihat lebih membulat dan bagian bawah kuku tampak melengkung. Kadangkala perubahan bentuk ibu jari kaki ini dapat diturunkan dalam keluarga tanpa adanya gangguan kesehatan apapun.7.  Pembengkakan Pada KakiPembengkakan pada kaki dapat berlangsung sementara akibat berdiri terlalu lama atau berada di dalam pesawat dalam waktu yang lama, terutama bila anda sedang hamil. Akan tetapi, pembengkakan kaki yang menetap dan berlangsung lama dapat merupakan tanda adanya gangguan kesehatan. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah, gangguan sistem limfe, atau adanya bekuan darah. Gangguan ginjal atau tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki anda. Segera hubungi dokter anda bila pembengkakan di kaki anda menetap atau berlangsung lama.8.  Kaki Terasa Seperti TerbakarRasa seperti terbakar pada kaki seringkali terjadi penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf tepi. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B, infeksi jamur pada kaki, penyakit ginjal kronik, gangguan sirkulasi pada kaki (gangguan pembuluh darah tepi), atau hipotiroidisme.9.  Luka yang Sulit SembuhAdanya luka pada kaki yang sulit sembuh merupakan tanda peringatan adanya diabetes. Diabetes dapat menyebabkan gangguan sensasi pada kaki, gangguan sirkulasi, gangguan penyembuhan luka yang normal sehingga luka sekecil apapun dapat menjadi masalah besar. Luka ini pun mudah mengalami infeksi. Penderita diabetes harus mencuci dan mengeringkan kakinya dengan benar dan memeriksa kakinya setiap hari untuk melihat adanya luka. Lamanya penyembuhan luka pada kaki ini juga dapat disebabkanoleh gangguan sirkulasi akbiat penyakit pembuluh darah tepi.10.  Nyeri Pada Ibu Jari KakiGout merupakan penyebab utama nyeri mendadak pada ibu jari kaki, yang seringkali diikuti dengan pembengkakan dan kemerahan pada kulit ibu jari kaki. Gout merupakan suatu keadaan akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah sehingga terjadi penumpukkan kristal asam urat di dalam sendi. Osteoartritis (radang sendi) merupakan penyebab lain timbulnya nyeri dan pembengkakan pada ibu jari kaki. Jika sendi terasa kaku, maka hal ini mungkin disebabkan oleh terbentuknya tulang baru akibat radang sendi. 11.  Nyeri Pada Jari KakiJika anda merasa seperti menginjak kelereng atau merasa nyeri seperti terbakar pada kaki yang kemudian menjalar pada jari kaki anda, maka anda mungkin mengalami neuroma Morton, yaitu suatu penebalan jaringan di sekitar saraf, yang biasanya terjadi di antara jari kaki ketiga dan keempat. Keadaan ini 8-10 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Keadaan ini disebabkan oleh cedera atau terlalu banyak tekanan pada jari kaki anda.12.  Kaki Terasa GatalRasa gatal dan kulit bersisik pada kaki anda dapat merupakan tanda adanya infeksi jamur pada kaki anda, yang sering mengenai pria berusia antara 20-40 tahun. Selain itu, suatu reaksi alergi akibat kulit anda berkontak dengan zat tertentu (dermatitis kontak) juga dapat menyebabkan rasa gatal, kulit kemerahan, dan kering. Bila kulit kaki anda terasa gatal, tebal, dan terlihat seperti jerawat, maka hal ini mungkin disebabkan oleh psoriasis, yaitu suatu reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh anda.13.  Jari Kaki Seperti CakarPerubahan bentuk jari kaki anda dapat disebabkan oleh sepatu yang terlalu sempit sehingga menekan jari kaki anda atau akibat kerusakan saraf, seperti pada diabetes, alkoholisme, atau gangguan neurologis lainnya.Pangkal jari kaki anda akan tertekuk ke atas, sementara bagian tengah persendian jari kaki anda akan tertekuk ke bawah sehingga jari tampak menyerupai cakar. Peragangan dan olahraga tertentu dapat membantu mengatasi keadaan ini atau anda mungkin memerlukan sepatu khusus atau bahkan tindakan pembedahan.14.  Spasme Otot KakiNyeri tajam dan mendadak pada kaki anda merupakan ciri khusus spasme otot atau kram otot, yang dapat berlangsung selama beberapa menit. Berolahraga berlebihan dan kelelahan otot merupakan dua penyebab tersering. Penyebab lain dari spasme otot ini adalah buruknya sirkulasi darah, dehidrasi, gangguan keseimbangan kalium, magnesium, kalsium, atau vitamin D di dalam tubuh anda, perubahan kadar hormon selama kehamilan, atau gangguan tiroid. Kelelahan otot dapat diatasi dengan peregangan. Bila spasme ini sering terjadi atau berat segera hubungi dokter anda.15.  Bintik Hitam Pada Kaki Walaupun kanker kulit lebih sering terjadi pada bagian kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, bukan berarti kanker ini tidak dapat terjadi pada kaki anda. Melanoma, suatu kanker kulit yang sangat berbahaya dapat terjadi pada daerah yang jarang terpapar oleh sinar matahari. Melanoma bahkan dapat terjadi di bagian bawah kuku anda, yang mungkin terlihat seperti bintik hitam.16.  Kuku Kaki Berwarna KuningKuku kaki anda dapat menggambarkan keadaan kesehatan anda. Infeksi jamur seringkali menyebabkan kuku kaki menjadi tebal dan berwarna kuning. Kuku kaki yang berwarna kuning juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya seperti limfedema (pembengkakan akibat gangguan aliran limfe), gangguan paru-paru, atau rematik sendi.17.  Kuku Kaki Berbentuk Seperti SendokCedera pada kuku atau sering terpapar oleh bensin atau cairan lainnya yang berbahan dasar bensin atau kekurangan zat besi dapat menyebabkan kuku melengkung dan berbentuk seperti sendok.18.  Kuku Kaki Berwarna PutihCedera pada kuku atau adanya penyakit di dalam tubuh anda dapat menyebabkan terbentuknya suatu area putih pada kuku anda. Jika ada bagian kuku anda yang terlepas dari bantalan kuku, maka hal ini dapat disebabkan oleh cedera, infeksi kuku, atau psoriasis.Jika kuku tetap melekat pada tempatnya dan hampir seluruh bagian kuku berwarna putih, maka hal ini kadang merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan berat seperti penyakit hati, gagal jantung kongestif, atau diabetes. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.19.  Lekukan Pada Kuku KakiLekukan atau lubang pada permukaan kuku dapat disebabkan akibat adanya gangguan pertumbuhan kuku pada piring kuku. Keadaan ini dapat mengenai sebagian penderita psoriasis.Sumber: webmd
 24 Nov 2018    16:00 WIB
Kenali Tanda-Tanda Awal Dari Penyumbatan Arteri
Penyakit jantung menjadi penyakit yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia dan banyak orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Tidak ada lagi batasan usia jika membicarakan penyakit jantung, pria dan wanita muda awal 30 tahunan banyak yang mengidap penyakit jantung. Serangan jantung adalah jenis penyakit jantung yang paling banyak terjadi. Diseluruh dunia, serangan jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah Anda akan mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung. Sebagai contoh, sumbatan arteri merupakan tanda awal dari serangan jantung. Sumbatan arteri ini dapat terjadi karena berbagai alasan, misalnya berat badan, kolesterol, dan kalori memainkan peranan penting dalam terjadinya sumbatan arteri. Saat darah semakin mengental, maka darah tersebut dapat membentuk sumbatan di arteri dan akan mengganggu sirkulasi darah ke jantung. Untuk mencegah terjadinya serangan jantung, Anda harus mengenali tanda awal dari sumbatan arteri. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang harus Anda ketahui dari sumbatan Arteri. Nyeri Yang TajamJika Anda tiba-tiba mengalami nyeri seperti ada seseorang yang menikam Anda dengan pisau, maka inilah tanda Anda harus memeriksakan diri. Disfungsi EreksiUntuk pria, jika ada kesulitan untuk ereksi atau gangguan masalah seksual lainnya, maka ini adalah tanda awal adanya sumbatan arteri di pelvis yang juga dapat menyebabkan serangan jantung. KelelahanKarena sirkulasi darah yang tidak baik, Anda akan merasa mudah lelah dan badan terasa pegal. Tanda ini mungkin merupakan tanda awal dari serangan jantung yang harus Anda waspadai. Nyeri Lambung Yang TeraturJika Anda menderita nyeri ulu hari setiap harinya dan tampaknya tidak ada hubungannya dengan proses pencernaan, maka kemungkinan hal tersebut adalah tanda sumbatan arteri. Gangguan Pola TidurGanguan pola tidur bisa merupakan tanda awal dari serangan jantung yang harus Anda waspadai. Stress, depresi dan kegugupan mempunyai peranan penting untuk kondisi jantung. Penurunan KonsentrasiSaat Anda merasa tidak dapat melakukan segala sesuatu dan tidak tertarik melakukan segala sesuatu maka ini bisa merupakan tanda adanya endapan arteri. Masalah PernafasanSaat arteri tersumbat, Anda akan merasa kesulitan bernafas. Anda dengan mudah akan merasa kelelahan dan kesulitan bernafas. KebotakanKebotakan, terutama dibagian puncak kepala bisa merupakan tanda dari sumbatan arteri. Tanda ini bisa muncul pada usia berapapun dan pada jenis kelamin apa saja. Nyeri di BetisSebelum penyakit janyung terdiagnosa, aterosklerosis dapat menghambat aliran darah ke kaki, terutama pada perokok. Sumber: boldsky
 19 Nov 2018    11:00 WIB
Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke
Anda tentu sudah pernah mendengar pepatah "an apple a day keeps the doctor away", sebuah apel sehari dapat membuat dokter pergi. Ternyata hal itu bukanlah sebuah pepatah kosong. Para peneliti di the University of Oxford, membandingkan efek memakan sebuah apel dengan mengkonsumsi obat statin (obat yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol) pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di Inggris. Para peserta dalam penelitian ini diminta untuk tidak mengubah pola diet dan gaya hidupnya, kemudian peneliti akan mencatata tingkat kematian yang terjadi yang disebakan oleh penyakit serangan jantung dan stroke. Hasil dari studi tersebut diterbitkan oleh BMJ. Para peneliti menemukan jika orang-orang yang memakan apel setiap hari dengan orang-orang yang mengkonsumsi statin memiliki penurunan angka kematian yang sama. Para ilmuwan juga memperkirakan jika 70% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris secara rutin memakan sebuah apel setiap harinya maka sebanyak 8500 kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke dapat dihindari. Dan jika 90% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris rutin memakan apel, jumlah nyawa bisa diselamatkan akan naik menjadi 11.000 per tahun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa dengan peresepan obat statin pada pasien berusia 50 tahun keatas akan menyebabkan 1.200 kasus myopathy tambahan, 2.000 kasus rhabdomyolysis tambahan dan 12.300  kasus diabetes baru setiap tahunnya. Sedangkan jika orang hanya memakan sebuah apel setiap harinya tanpa mengkonsumsi statin, mampu mencegah serangan jantung dan stroke tanpa disertai resiko terjadi penyakit serius lainnya.  Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: care2
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 26 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?
Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung.Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggungJika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energi ini berupa asam laktat. Tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :    •    Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat    •    Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi Bisa Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Mengenal Nyeri Dada Sebagai Tanda Awal Jantung Koroner  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd