Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2019    16:00 WIB
Kesal Karena Sembelit Saat Hamil? Cegah Dengan Cara Ini
Pada saat hamil, ada beberapa kendala yang terjadi seperti mual-mual di pagi hari seperti timbul rasa kelelahan, tidak nafsu makan, mengidam ini itu. Selain itu ada kendala lain yang cukup mengganggu yaitu sembelit atau sulit buang air besar.Bila sudah seperti ini, maka akan terasa tidak nyaman. Untuk membantu Anda mengatasi sembelit maka Anda harus mengetahui dahulu penyebabnya dan cara mengatasinya seperti ulasan dibawah ini:Mengapa ibu hamil sering mengalami sembelit?Saat hamil akan terjadi peningkatan hormon progesteron. Hormon ini berguna untuk memperkuat otot dinding rahim agar mampu menahan perkembangan janin selama dalam kandungan. Namun hormon ini juga mengakibatkan kelambatan gerak peristaltik otot-otot saluran pencernaan, sehingga proses buang air besar akan terganggu.Pembesaran rahim akan menyebabkan usus besar bagian bawah tertekan sehingga menyebabkan terjadinya sembelit. Rasa cemas dan stres takut akan mengalami keguguran membuat ibu hamil takut untuk buang air besar dan mengalami sembelit. Namun biasanya semakin besar usia kandungan maka masalah sembelit secara berangsur akan menghilang.Nah bagaimana cara untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil? 1.      Usahakan untuk tidak menahan buang air besar Kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar dapat menyebabkan penumpukan feses dalam usus hingga menyebabkan feses akan mengeras. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki riwayat wasir. Segera pergi ke kamar mandi saat ingin buang air besar. 2.      Minum air putih yang cukup Kecukupan cairan dalam tubuh akan membantu dalam proses meperlunak tinja, sehingga tinja akan lebih mudah dikeluarkan. Jadi perbanyak minum air putih minimal 8 gelas perhari ditambah banyak konsumsi makanan berkuah, jus buah dan jus sayuran. 3.      Mengonsumsi makanan kaya serat Ibu hamil harus memberikan nutrisi untuk janin dan dirinya sendiri sehingga harus memperhatikan asupannya sehari-hari. Harus seimbang dan bergizi, salah satunya yang harus diperhatikan adalah asupan serat..Serat yang cukup pada makanan akan membuat tinja menjadi lebih lunak dan licin sehingga mudah melewati usus. Usahakan untuk mengonsumsi makanan kaya serat sekitar 25-30 gram perhari. Jadi makanlah buah dan sayuran segar yang berwarna warni seperti pepaya mengkal, jambu merah matang, bayam, brokoli, kacang-kacangan seperti kacang tanah, buncis, beras merah, gandum juga merupakan sumber karbohidrat dan kaya akan serat yang mampu mengatasi masalah sembelit. 4.      Hindari makanan instan Makanan instan termasuk menu cepat saji merupakan jenis makanan olahan rendah serat dan nutrisi, namun kaya akan kandungan lemak. Makanan instan lain seperti mie instan cenderung mengandung berbagai bahan kimia seperti pengawet, pemutih, penyedap buatan dan lain-lain. makanan tersebut tidak mudah dicerna oleh usus dan lambung karena makanan tersebut rendah serat dan cairan. 5.      Banyak gerak Saat sedang hamil bukan berarti Anda harus bermalas-malasan. Usahakan untuk banyak bergerak seperti melakukan pekerjaan rumah, boleh juga melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam kehamilan,Tubuh akan menjadi lebih segar dan juga lebih sehat dan juga dapat membantu mengatasi sembelit. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan resiko mengalami sembelit sampai 2 kali lipat. 6.      Perhatikan suplemen yang dikonsumsi Beberapa suplemen yang diberikan dokter untuk ibu hamil seperti zat besi untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Namun suplemen ini biasanya dapat mengakibatkan sembelit.Jadi bila Anda konsumsi suplemen ini usahakan untuk banyak minuam air putih untuk mencegah terjadinya sembelit.Masalah sembelit saat hamil memang sangat mengganggu semoga tips diatas dapat membantu para ibu hamil untuk mengatasi sembelit. Namun bila sembelit yang Anda rasakan masih sangat mengganggu ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep yang tepat dan aman untuk para ibu hamil. Baca juga: Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 08 Jul 2019    16:00 WIB
Usia Tua Buat Buang Air Besar Menjadi Lebih Sulit, Benarkah?
Selain memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah, usia tua juga seringkali membuat seseorang menjadi lebih sulit buang air besar, terutama bila ia telah berusia 60-70 tahun. Sekitar 26% wanita dan 16% pria yang berusia 65 tahun atau lebih, mengalami sembelit. Angka ini akan meningkat saat mereka telah berusia lebih dari 84 tahun, yaitu menjadi 34% dan 26%.   Baca juga: 7 Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan   Sebenarnya, sebagian besar kasus sembelit yang terjadi pada orang lanjut usia tidak memiliki hubungan langsung dengan proses penuaan normal. Sembelit pada orang lanjut usia biasanya terjadi karena sebagian besar orang yang berusia lebih dari 65 tahun pasti mengkonsumsi 1 atau lebih obat yang mempengaruhi konduksi saraf (penghantaran impuls saraf) dan fungsi otot polos. Hal inilah yang mungkin menyebabkan banyak orang berusia lanjut mengalami sembelit. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat mengganggu proses penghantaran impuls saraf dan fungsi otot polos adalah obat golongan opioid, anti kolinergik, NSAID, penghambat kanal kalsium, dan suplemen kalsium. Selain obat-obatan, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sembelit pada orang lanjut usia, yaitu:        Kurangnya konsumsi serat        Kurangnya konsumsi air putih        Kurangnya aktivitas fisik        Gangguan fungsi kognitif (kemampuan berpikir) Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa beberapa perubahan fisiologis dapat mempengaruhi pergerakkan usus pada orang lanjut usia. Beberapa perubahan fisiologis yang dapat menghambat kerja usus adalah:        - Disfungsi mienterik       - Peningkatkan tumpukkan kolagen pada usus besar bagian kiri       - Penurunan fungsi saraf di dalam otot usus besar       - Peningkatan jumlah ikatan antara endorfin dengan reseptor usus Hal lainnya yang juga dapat memicu terjadinya sembelit pada orang lanjut usia adalah hilangnya tekanan sphincter ani (otot dubur) atau adanya proses degenerasi otot sphincter ani dalam atau akibat berkurangnya elastisitas otot dinding usus besar.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic, webmd
 02 Apr 2019    08:00 WIB
OMG! Sembelit Juga Bisa Membunuh Lho!!!
Buang air besar merupakan bagian dari kehidupan Anda. Namun, apa jadinya bila Anda tidak dapat buang air besar selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan? Sebuah kisah tragis terjadi pada seorang gadis remaja berumur 16 tahun, Emily Titterington. Emily yang berasal dari Cornwall, Inggris, meninggal pada 8 Febuari 2013, setelah tidak dapat buang air besar selama 8 minggu. Emily yang juga menderita gangguan autisme ringan telah mengalami gangguan pencernaan hampir di sepanjang hidupnya. Emily memiliki ketakutan yang amat sangat terhadap toilet. Hal inilah yang membuatnya menahan keinginan untuk buang air besar hingga mengancam nyawanya. Menurut sebuah penyelidikan medis, Emily mengalami serangan jantung fatal akibat membesarnya usus, yang pada akhirnya mendorong dan menekan sejumlah organ di dalam tubuhnya. Usus besar Emily mengalami pembesaran yang amat sangat. Hal ini pulalah yang membuat perutnya sangat membesar saat tiba di rumah sakit. Akibat pembesaran usus yang abnormal tersebut, tulang rusuk bawahnya pun terdorong keluar. Hal yang menyedihkan adalah bahwa nyawa Emily sebenarnya dapat diselamatkan bila ia mendapatkan pengobatan yang tepat di waktu yang tepat. Walaupun sembelitnya sebenarnya dapat dengan mudah diatasi dengan pemberian obat laksatif, akan tetapi Emily menolak berobat karena merasa sangat takut terhadap berbagai proses pemeriksaan yang akan dilakukan.   Baca juga: 6 Penyebab Bokong Terasa Gatal dan Merah   Seberapa Sering Sembelit Menyebabkan Kematian? Sebelum kasus Emily, sebenarnya tidak ada kasus kematian yang terjadi akibat sembelit berkepanjangan. Hal ini dikarenakan pada umumnya seseorang pasti akan mencari bantuan medis bila ia tidak dapat buang air besar dalam waktu yang cukup lama, misalnya 2 minggu. Dengan demikian, sembelit pun dapat segera diatasi sebelum terjadi berbagai komplikasi yang tidak diinginkan seperti dalam kasus Emily. Rasa takut yang dialami oleh Emily lebih jarang terjadi pada orang dewasa, akan tetapi pada anak-anak hal ini mungkin saja terjadi. Anak-anak mungkin dapat merasa takut pada tinjanya sendiri sehingga daripada mengeluarkannya, mereka pun akan menahannya dan karena toilet identik dengan buang air besar, maka anak-anak mungkin mengalami fobia toilet. Hal ini tentu akan bertambah buruk bila sang anak juga menderita gangguan autisme karena seorang penderita autisme memiliki ketahanan terhadap nyeri yang lebih tinggi daripada orang lain dan tidak terlalu mempedulikan segala sesuatu yang terjadi pada tubuhnya.   Perlukah Merasa Khawatir? Kabar baiknya adalah amat sangat jarang Anda akan menderita sembelit hingga tahap demikian bila Anda telah memasuki masa dewasa. Fobia toilet dan tinja di atas paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia 2.5-5 tahun. Saat memasuki usia 16 tahun, hanya kurang dari 1% orang yang tetap memiliki fobia ini, karena sebagian besar orang telah mengetahui pentingnya buang air besar secara teratur dan akan segera menyadari ada sesuatu yang salah di dalam tubuhnya bila tidak juga buang air besar dalam waktu yang cukup lama. Walaupun demikian, sembelit tetap merupakan suatu hal yang patut Anda waspadai, terutama bila terjadi perubahan pada pola buang air besar Anda. Karena setiap orang memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda, maka sebenarnya tidak ada ketentuan mengenai seberapa sering seseorang harus buang air besar baru hal tersebut dianggap normal. Intinya adalah jika pola buang air besar Anda berbeda dari biasanya, maka sudah waktunya bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Dengan demikian, dokter dapat memberikan pengobatan yang paling tepat bagi Anda dan mengatasi masalah sembelit yang Anda alami.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womensheatlhmag
 26 Oct 2018    11:00 WIB
Kenali 3 Tanda Ketika Tubuh Mengalami Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan yang disebabkan karena asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan yang lebih banyak dibanding yang masuk dalam tubuh.  Dehidrasi dapat menimbulkan beberapa komplikasi bahkan dapat mengancam jiwa. Untuk mencegah dehidrasi, Anda harus mengetahui tanda Anda mengalami dehidrasi, seperti: Anda mengalami sakit kepala Saat Anda kehilangan cairan dalam tubuh, berarti Anda juga kehilangan elektrolit tubuh seperti natrium dan kalium. Dalam keadaan seperti ini maka akan terjadi gangguan susunan kimiawi dalam darah Anda. Organ tubuh yang paling sensitif dalam tubuh yaitu otak. Oleh karena itu akan timbul gejala sakit kepala. Sakit kepala yang dirasakan tergantung kepada seberapa banyak Anda kehilangan cairan. Semakin banyak Anda kehilangan cairan, semakin banyak terjadi penurunan jumlah darah dalam tubuh, sehingga aliran oksigen ke otak berkurang. Sakit kepala yang Anda rasakan semakin memburuk.  Urin berwarna sangat kuning Hal ini terjadi karena urin yang overkonsentrasi. Apabila Anda dalam keadaan terhidrasi maka limbah dalam tubuh akan mudah dikeluarkan, namun bila dalam tubuh Anda kurang cairan makan limbah akan sulit keluar dari dalam tubuh.  Anda mengalami sembelit Air akan membantu mengeluarkan limbah dari dalam tubuh melalui usus besar. Namun bila dalam tubuh anda kekurangan cairan, maka limbah tersebut tidak dapat terdorong keluar. Selain itu membuat kotoran menjadi lebih padat. Maka Anda akan mengalami sulit buang air besar/ sembelit   Sumber: womenshealthmag
 31 Aug 2018    11:00 WIB
Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi
Mungkin anak Anda sering mengalami sulit buang air besar. Berikut adalah cara untuk mengatasi sembelit pada anak Anda Sembelit/ konstipasi adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh anak. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak sekitar 30 persen. Apabila anak Anda buang air besar tidak normal atau berbeda dengan jadwal buang air besar yang biasanya. Bayi Anda mungkin buang air besar setiap habis makan, atau dia mungkin menunggu satu hari atau lebih untuk buang air besar.  Pola buang air besar setiap anak tergantung pada apa yang ia makan dan minum, seberapa aktif anak Anda, dan seberapa cepat anak Anda mampu mencerna makanan dan kemudian buang air besar. Namun dengan latihan, Anda akan dapat mengarahkan pada pola buang air besar yang baik.  Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba untuk mengatasi sembelit:  Pijat perut bayi Anda. Tekan dengan tiga jari di bawah pusarnya dan lakukan penekanan yang lembut dengan menggunakan ujung jari Anda. Tekan sampai Anda merasakan ada suatu benjolan. Lakukan penekanan yang lembut namun konstan sekitar tiga menit.  Apabila bayi Anda makan atau minum susu formula, tanyakan kepada dokter untuk mengganti dengan merek yang berbeda.  Biasanya bayi kurang mengalami sembelit apabila mengkonsumsi susu formula kedelai.  Apabila anak Anda sudah dapat mengkonsumsi makanan padat. Anda boleh mencoba sedikit jus apel atau beberapa sendok buah plum, alpukat atau pir untuk membantu melancarkan buang air besar. Tanyakan pada dokter Anda bagaimana pengobatan yang tepat untuk anak Anda. Biasanya dokter akan memberikan obat melalui anus. Obat tersebut akan merangsang saluran pencernaan agar berkontraksi dan membantu buang air besar atau membuat kotoran menjadi lebih lunak. Namun pengobatan ini sebaiknya jangan dilakukan secara terus menerus, Anda harus melatih agar anak Anda dapat buang besar secara teratur. Anda juga bisa membantu memasukkan sabun batangan yang Anda hancurkan melalui anus untuk membantu melicinkan daerah sekitar anus dan melancarkan kotoran mudah keluar.    Sumber: babycenter
 15 Jul 2018    08:00 WIB
Sering Konstipasi ? Berikut Cara Efektif Mengatasi Konstipasi Dengan Tepat
Guys, kalau pernah mengalami konstipasi atau sembelit pasti meraskan tidak nyaman bukan? Begitu mengalaminya mungkin yang paling terpikir adalah makan buah papaya. Nah, artikel kali ini kita akan membahas makanan apa saja yang membantu kita untuk mengurangi sembelit yang kita rasakan. GEJALA Namun terlebih dahulu, coba kita lihat gejala atau tanda-tanda apa yang dialami seorang ketika mengalami sembelit: Tinja keras, kering dan sering bentuknya terlihat seperti kelereng bulat-bulat Merasa nyeri atau tidak nyaman di perut kita ketika usus kita bergerak Merasa tidak plong karena berasa tidak tuntas mengosongkan perut Karena perut terasa penuh maka kehilangan nafsu makan Perut sedikit bengkak Ini adalah keluhan umum bukan hanya kita rasakan di Indonesia bahkan negara maju seperti Amerika pun mengalaminya. Di Amerika Serikat, sekitar 16 dari 100 orang dewasa memiliki gejala konstipasi. Risiko sembelit meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 33 dari setiap 100 orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun di AS memiliki gejala konstipasi. PENYEBAB Konstipasi jangka pendek biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup atau penggunaan obat-obatan. Konstipasi kronis umumnya berkaitan dengan kondisi gastrointestinal, metabolik, atau neurologis. Faktor gaya atau pola hidup berikut ini yang meningkatkan resiko sembelit : Makan makanan yang banyak menganduk lemak dan kuran asupan serat Mengalami dehidrasi yang disebabkan kurang minum Suka menahan untuk saat berasa mau buang air besar Tidak cukup olah raga Sembelit bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Wah pasti kita tidak mau mengalami hal itu bukan? Jadi berikut adalah makanan yang bisa membantu kita meredahkan sembelit yang kita rasakan MAKANAN MEMBANTU MERINGANKAN 1.         Air minum             Dehidrasi adalah penyebab umum. Kekurangan air menyebabkan usus tidak bisa membuat kotoran kita menjadi lembek sehingga tinja menjadi keras dan kering. Jadi perlu minum air lebih banyak agar meringankan gejalan sembelit. 2.         Yogurt dan Kefir             Kedua bahan ini merupakan produk olahan susu yang mengandung bakteri baik yang disebut sebagai probiotik. Bakteri ini membantu memperbaiki kesehatan usus dan melembutkan tinja. Suatu penelitian tahun 2014 menemukan bahwa makan 180 mililiter yogurt ini setiap pagi selama 2 minggu memendekkan waktu yang dibutuhkan limbah untuk bergerak melalui usus pada orang dengan sembelit kronis. 3.         Biji-bijian             Kebanyakan jenis kacang memiliki serat yang tinggi yang membantu meningkatkan pencernaan dan mengurangi konstipasi. 100 gram biji-bijian juga mengandung sejumlah besar nutrisi lain yang membantu meredakan sembelit, seperti kalium, folat, seng, dan vitamin B6. 4.         Sop bening             Sop bening dan hangat umumnya merupakan makanan yang mudah dicerna. Selain itu juga membantu melunakan tinja sehingga mudah dibuang. 5.         Prune             Buah prune atau juga dikenal sebagai plum mengandung banyak serat sehingga membantu meringankan dan mempercepat kerja usus. Sebuah tinjauan tahun 2014 menyimpulkan bahwa makan plum dapat meningkatkan frekuensi buang air besar pada orang yang mengalami sembelit. 6.         Brokoli             Brokoli mengandung sulforaphane, suatu zat yang dapat melindungi usus dan memudahkan pencernaan. Dalam studi tahun 2017 para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang makan tunas brokoli memiliki gejala sembelit lebih sedikit dan gerakan usus lebih cepat. 7.         Buah Apel dan Pir             Apel dan pir mengandung beberapa senyawa yang meningkatkan pencernaan diantaranya serat, sorbitol, dan fruktosa. Selain itu, buah-buahan ini juga mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat membantu meringankan pencernaan dan mencegah konstipasi. Untuk mendapatkan manfaat paling banyak dari apel dan pir, makanlah utuh dengan kulitnya. 8.         Buah-buah yang mengandung serat dan kandungan air yang tinggi seperti anggur, kiwi, berry 9.         Makanan yang mengadung gandum utuh             Produk gandum utuh merupakan sumber serat larut yang sangat baik, yang menambah bobot kotoran dan mempercepat aliran bahan melalui usus. Untuk mendapatkan nutrisi lebih banyak makanlah mentah atau sedikit dimasak. 10.       Minyak zaitun dan flaxseed             Kedua macam minyak ini memiliki efek pencahar ringan sehingga membantu kreja usus dan mengurangi konstipasi. Minyak ini juga mengandung senyawa yang meningkatkan pencernaan dan memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Jadi sobat sehat, silahkan mencoba di rumah supaya kita bisa merasakan lega dan usus kita sehat. Jika masih mengalami gangguan konstipasi apalagi dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya sobat segera pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat dan lengkap. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 27 May 2018    18:00 WIB
Bagaimana Cara Mengatasi Sembelit?
Sembelit adalah salah satu hal yang cukup mengganggu seseorang. Selain perut terasa begah, Anda juga merasa tidak nyaman.   Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda ikuti untuk membantu mengatasi sembelit: Pola makan Terjadinya sembelit paling sering disebabkan pola makanan yang kurang baik untuk pencernaan Anda. Usahakan untuk makan dengan menu diet seimbang seperti banyak mengkonsumsi banyak buah-buahan, sayuran dan gandum sereal. Usahakan untuk mengunyah makanan dengan baik dan minum 2 liter air perhari. Agar kotoran menjadi lebih lunak. Apa yang Anda tidak makan atau minum bisa sama-sama penting Konsumsi alkohol memiliki efek dehidrasi dan ini akan memperburuk sembelit Anda. Jika Anda seorang peminum berat, berarti Anda harus menghindari konsumsi alkohol. Kopi, teh dan cola mengandung kafein, yang juga menyebabkan terjadinya dehidrasi dan membuat terjadinya sembelit.  konsumsi mereka akan bermanfaat dalam mencegah kembalinya sembelit. Jangan menunda buang air besar Waktu terbaik untuk buang air besar adalah ketika tubuh Anda sinyal merasa sudah waktunya untuk buang air besar. Apabila Anda mengabaikan sinyal ini, keinginan tersebut akan menghilang dan tinja Anda akan menjadi lebih kering. Sehingga Anda akan sulit buang air besar. Gangguan psikologis Seseorang yang sedang mengalami gangguan psikologi sepeti stres ataupun cemas dapat mengalami terjadinyas sembelit. Oleh karena itu disarankan untuk menghindari stres dengan cara latihan pernapasan, meditasi.   Apabila sembelit yang Anda rasakan tidak berkurang Anda dapat memeriksakan diri secara langsung kepada dokter.     Sumber: womenosophy
 03 Apr 2018    11:00 WIB
Apakah Minum Kopi Bikin Sembelit?
Masalah sembelit adalah masalah yang sangat mengganggu, rasanya bila sampai mengalami sembelit bisa membuat serba salah. Untuk urusan buang air besar setiap orang memiliki frekuensi yang berbeda. Namun seseorang bisa dikatakan mengalami sembelit yaitu kondisi di mana seseorang buang air besar kurang dari tiga kali seminggu   Penyebab Sembelit Tidak mengonsumsi cukup serat atau cukup cairan bisa menyebabkan sembelit. Penyebab potensial lainnya seperti kurang olahraga, obat tertentu, penyalahgunaan obat pencahar, gangguan hormone tiroid atau masalah sistem pencernaan, dehidrasi dan mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Perubahan gaya hidup, seperti hamil, bepergian atau bertambah tua juga bisa meningkatkan risiko sembelit.   Gejala Sembelit Gejala yang berhubungan dengan sembelit meliputi tinja yang keras, kering dan sulit dilewati. Anda juga bisa merasakan keluhan perut masih penuh, sehingga perut Anda tidak kosong dan usus Anda tersumbat.   Pengaruh Kopi Makanan dan minuman yang dikonsumsi juga berpengaruh pada kebiasaan buang air besar Anda, salah satu minuman yang dianggap memiliki efek sembelit adalah kopi. Apakah kopi benar menyebabkan masalah sembelit? Justru yang ada adalah kebalikan. Menurut penelitian yang yang diterbitkan dalam "European Journal of Gastroenterology & Hepatology" pada tahun 2005, sekitar 14-24 % orang yang menderita sembelit merasa kopi memiliki efek pelunakan pada tinja mereka. Studi lain, yang diterbitkan di "European Journal of Clinical Nutrition" tampaknya mendukung persepsi individu-individu ini. Penelitian ini melibatkan wanita Jepang berusia 18-20 tahun, dan menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi lebih banyak kopi cenderung jarang mengalami sembelit daripada mereka yang mengonsumsi lebih sedikit kopi.   Pertimbangan Jika Anda menderita sembelit dan minum kopi, batasi efek dehidrasi kafein dalam kopi dengan minum kopi tanpa kafein atau juga banyak minum minuman lain yang tidak mengandung kafein. Jangan mengandalkan kopi sendiri untuk mengobati sembelit Anda. Tingkatkan asupan serat dan cairan Anda secara bertahap dan lebih banyak olahraga. Bicaralah dengan dokter Anda jika sembelit Anda tidak kunjung sembuh.   Terlebih bila Anda juga mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, darah dalam tinja, sakit perut atau nyeri pada anus yang hebat, temui dokter sesegera mungkin karena ini mungkin merupakan pertanda kondisi yang lebih serius.   Baca juga: Dapatkah Anda Minum Kopi Saat Puasa Sebelum MCU?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 24 Feb 2018    10:00 WIB
Manfaat Anggur Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam AnggurAnggur mengandung banyak karbohidrat dan dapat menyediakan tenaga dalam waktu singkat. Setiap 100 gram anggur hanya mengandung sekitar 70 kalori. Jenis gula yang terdapat di dalam anggur adalah glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna sehingga dapat menghasilkan tenaga dalam waktu singkat.Selain itu, anggur juga mengandung serat, vitamin C, vitamin B, vitamin K, vitamin E, zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, seng, dan kalium. 1.  Menjaga Kesehatan JantungAnggur dapat meningkatkan kadar nitrat oksida di dalam darah yang telah dikenal dapat mengurangi pembentukan bekuan darah. Kandungan antioksidan di dalamnya juga dapat membantu mengurangi proses oksidasi kolesterol jahat (LDL). Pterosilben yang terdapat di dalam anggur juga dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.Flavonoid pada anggur (resveratrol dan quercetin) merupakan antioksidan kuat, yang dapat melindungi dinding pembuluh darah arteri dari kerusakan. Resveratrol dapat menurunkan aktivitas hormon angiotensin, yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah dengan cara memperkecil lumen (diameter) pembuluh darah. Antioksidan ini juga dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat radikal bebas dan mengeluarkan racun dari dalam darah. 2.  Mencegah SembelitAsam organik dan selulosa yang terdapat di dalam anggur membuat anggur dikenal sebagai laksatif (pelancar buang air besar). Serat di dalamnya pun dapat membantu gerakan usus, menenangkan saluran pencernaan (usus dan lambung). 3.  Mencegah KankerTingginya kandungan antioksidan di dalam anggur membuatnya dapat mencegah kanker. Resveratrol yang terdapat dalam anggur dapat mengurangi metabolisme sel-sel kanker. Kanker payudara dapat dicegah dengan sangat efektif dengan mengkonsumsi anggur. Anggur dapat menghambat aktivitas aromatase yang berfungsi untuk mengubah androgen menjadi estrogen.Proantosianidin juga merupakan salah satu antioksidan pada anggur yang juga dapat mencegah terjadinya kanker dengan cara melawan proses oksidasi akibat radikal bebas. Konsumsi anggur diduga dapat mencegah terjadinya kanker prostat, kanker kulit, dan kanker usus besar. 4.  Memperlambat Perkembangan Penyakit AlzheimerKonsumsi anggur dapat menghambat perkembangan berbagai penyakit yang berhubungan dengan demensia (pikun/gangguan daya ingat). Resveratrol yang terdapat di dalam anggur dapat membantu memperlambat proses kerusakan sel otak dan kerusakan sel akibat radikal bebas.Anggur juga dapat meningkatkan aliran darah hingga 200% dan membantu meningkatkan aktivitas otak serta fungsi kognitif. Anggur dapat mengurangi kadar amilodal beta peptide pada penderita Alzheimer. 5.  Menjaga Kesehatan MataAntioksidan di dalam anggur mengurangi resiko terjadinya degenerasi makula dan katarak. Antioksidan ini juga mencegah proses oksidasi dan penurunan penglihatan. 6.  Menutrisi KulitAntioksidan dan vitamin C di dalam anggur sangat baik bagi kesehatan kulit, dengan cara mencegah proses oksidasi akibat radikal bebas sehingga mencegah pembentukan kerutan dan penuaan pada kulit. Jus anggur juga dapat mencegah terbentuknya berbagai noda hitam dan jerawat. Vitamin C juga dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan yang dapat membantu membuang racun dan membersihkan tubuh. Anggur juga memiliki agen antimikroba dan anti inflamasi (peradangan) yang dapat membantu melawan berbagai infeksi kuman. Konsumsi anggur dapat mengurangi berbagai enzim pro inflamasi seperti interleukin 6, interleukin 1-beta, tumour necrosis factor alpha (TNF-alfa). 7.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari anggur bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu mengatasi migrain dan nyeri kepala dengan cara mengkonsumsi jus anggur di pagi hari•  Mengurangi keasaman akibat asam urat sehingga mencegah gangguan ginjal•  Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (agen antimikroba dan berbagai vitamin serta mineral) Sumber: foodtofitness
 18 Jan 2018    08:00 WIB
7 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan Saat Sembelit
Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami sembelit setidaknya satu kali di sepanjang hidupnya. Bahkan wanita memiliki resiko 3 kali lebih tinggi daripada pria. Beberapa dokter menduga hal ini dikarenakan usus besar seorang wanita sedikit lebih panjang daripada pria. Untuk mencegah gejala Anda semakin memburuk dan menyebabkan penyumbatan usus besar, di bawah ini ada beberapa hal yang harus Anda hindari.   Mengkonsumsi Makanan Olahan Jika Anda ingin makanan di dalam usus Anda bergerak dengan lancar, maka Anda pun harus mengkonsumsi makanan yang benar. Makanan olahan mengandung banyak lemak dan lemak telah diketahui dapat memperlambat proses pencernaan makanan dan menyebabkan terjadinya sembelit. Selain itu, makanan olahan juga mengandung fruktan, sejenis karbohidrat yang dapat menghambat proses pencernaan makanan di dalam saluran cerna karena usus manusia tidak memiliki enzim untuk mencerna karbohidrat yang satu ini. Fruktan juga dapat ditemukan di dalam berbagai jenis makanan lain seperti roti, pasta, dan biskuit. Fruktan juga sudah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai gangguan pencernaan seperti perut kembung, sembelit, diare, dan gas. Jadi, daripada mengkonsumsi keripik kentang yang sangat menggoda itu, lebih baik Anda meningkatkan konsumsi serat Anda, misalnya dengan mengkonsumsi buah, sayuran, kacang, nasi merah, gandum, dan oat. Konsumsilah setidaknya 25-30 gram serat setiap harinya. Dan karena serat juga dapat menyebabkan perut kembung, maka jangan mengkonsumsinya secara berlebihan. Tingkatkanlah konsumsi serat Anda secara bertahap hingga mencapai dosis harian yang dianjurkan.   Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Atau Kafein Mengkonsumsi terlalu banyak kafein dan alkohol dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, yang tentu saja akan mempengaruhi pergerakan usus Anda. Mengkonsumsi alkohol akan menghambat kerja ADH (anti diuretic hormone), yang akan membuat frekuensi buang air kecil Anda meningkat. Karena banyak air kemih yang dikeluarkan dari dalam tubuh, maka tubuh akan mengalami dehidrasi, yang akan membuat gejala sembelit semakin parah. Demikian juga halnya dengan kafein. Kafein merupakan suatu stimulant, yang dapat menyebabkan terjadinya sembelit pada beberapa orang. Air putih tetaplah merupakan pilihan terbaik.   Mengkonsumsi Banyak Susu dan Produknya Bila Anda berpikir bahwa mengkonsumsi banyak susu dan produknya dapat membantu melancarkan buang air besar, Anda salah besar. Hal ini justru hanya akan membuat Anda semakin menderita karena semakin banyak gas yang menumpuk di dalam perut akibat tubuh kekurangan enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa, sejenis karbohidrat yang terdapat di dalam susu. Susu dan produknya yang mengandung banyak laktosa adalah susu sapi, es krim, krim, dan keju olahan (keju cottage). Produk susu yang memiliki kadar laktosa rendah adalah susu bebas laktosa, sherbets, keju keras (swiss, parmesan, dan blue cheese), dan yogurt. Jadi, Anda masih boleh mengkonsumsi beberapa produk ini walaupun sedang mengalami sembelit.   Berhenti Berolahraga Tahukah Anda bahwa berolahraga dapat membantu melancarkan BAB Anda? Jadi, bila gaya hidup Anda tidak aktif, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan berkurangnya gerakan usus dan aliran darah yang menuju ke usus. Jadi, bila Anda mengalami sembelit, berhenti berolahraga justru dapat memperburuk gejala Anda. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital tubuh, termasuk ke saluran cerna, dan dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda. Semua jenis olahraga dapat membantu mengatasi sembelit, termasuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, yoga, dan sebagainya. Pilihlah olahraga yang Anda sukai.   Baca juga: Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Sembelit   Mengkonsumsi Suplemen Zat Besi Atau Kalsium Suplemen zat besi dan kalsium dapat menyebabkan sembelit karena keduanya dapat memperlambat kontraksi sistem pencernaan. Bila Anda diharuskan mengkonsumsi suplemen ini karena menderita suatu defisiensi, berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda mulai mengalami sembelit. Dokter dapat memberikan alternatif lain atau mengurangi dosis obat. Namun, bila Anda mengkonsumsi suplemen ini hanya sebagai langkah pencegahan, maka dianjurkan untuk mengurangi dosisnya.   Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri Beberapa jenis obat anti nyeri dapat menyebabkan sembelit, termasuk ibuprofen dan naproxen. Bila demikian, dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsi obat ini, kecuali bila dianjurkan berbeda oleh dokter Anda.   Terlalu Banyak Mengkonsumsi Obat Laksatif Walaupun terdengar bertolak belakang, akan tetapi mengkonsumsi obat laksatif dalam waktu lama justru dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan tubuh Anda akan menjadi "manja" dan bergantung pada obat ini untuk buang air besar, sehingga usus besar akan kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dengan sendirinya. Beberapa efek samping lain dari mengkonsumsi laksatif dalam jangka waktu lama adalah gangguan keseimbangan elektrolit, kejang, gangguan irama jantung, nyeri otot, dan sebagainya. Untuk amannya, jangan mengkonsumsi laksatif lebih dari 1-2 minggu. Mengkonsumsi probiotik dapat membantu mengatasi sembelit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag