Your browser does not support JavaScript!
 13 Jul 2019    18:00 WIB
Perbedaan Orgasme Pada Pria Dan Wanita?
Pada pria Pada pria, lebih mudah terlihat saat mengalami orgasme biasanya akan diikuti dengan pengeluaran sperma. Saat mengalami orgasme pria akan mengalami rasa euforia dan kepuasan. Faktor lain yang membedakan orgasme seorang pria dari wanita adalah bahwa, laki-laki biasanya membutuhkan masa pemulihan yang signifikan antara dua kali orgasme. Hal ini dikarenakan ketika seorang pria mengalami orgasme satu tubuh melepaskan serangkaian hormon seperti oksitosin serotonin dan prolaktin yang memberikan sensasi relaksasi, yang membuat mereka merasa mengantuk. Pada wanita Untuk melihat orgasme pada wanita jauh lebih rumit. Meskipun wanita tidak ejakulasi seperti laki-laki, namun mereka mengalami sensasi. Ketika seorang wanita mengalami orgasme akan terjadi klitoris yang menegang seperti penis dan menjadi lebih sensitif. Wanita akan  merasakan perasaan seperti kesemutan yang kuat dan perasaan yang menyenangkan dalam tubuhnya Sensasi tersebut menimbulkan serangkaian kontraksi yang inten dalam vagina dan rahim mereka, membuat mereka sangat sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya ketika mereka mengalami orgasme akan terjadi pengeluaran berbagai hormon yang meningkatkan rasa senang. Menariknya seorang wanita mampu mengalami orgasme berkali-kali dalam satu sesi seks. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Wanita Berpura-pura Mencapai Orgasme Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thehealthsite
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail
 14 May 2019    18:00 WIB
Berhubungan Seks Saat Tidur, Mungkinkah?
Berdasarkan sebuah penelitian di Kanada, sekitar 11% pria berhubungan seks atau setidaknya mencoba untuk berhubungan seks saat mereka sedang tertidur. Para peneliti di Kanada menemukan bahwa beberapa orang pria dapat melakukan hubungan seks, bahkan seks oral saat ia sedang tidur. Para pria ini biasanya baru menyadari apa yang dilakukannya saat mereka terbangun di tengah-tengah "aksinya" atau saat istri mereka memberitahu mereka di keesokkan harinya. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Para ahli menduga keadaan ini mungkin sama seperti berjalan saat tidur. Berjalan saat tidur (sleepwalking) terjadi karena adanya kesalahan fungsi saraf di dalam otak, yang menyebabkan bagian otak tertentu "terbangun" sedangkan sisanya masih "tertidur". Kesalahan ini biasanya mengenai bagian otak yang mengendalikan fungsi dasar manusia. Yang dimaksud dengan fungsi dasar ini adalah berbagai gerakan sederhana yang dilakukan manusia untuk bertahan hidup seperti posisi pertahanan diri, mengunyah, berhubungan seks, dan gerakan panggul.Keadaan ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, baik pria dan wanita, di mana sekitar 4% wanita pernah mengalami hal ini (berhubungan seks saat tidur). Untuk membuktikan bahwa seseorang benar-benar sedang tertidur saat berhubungan seks, maka para peneliti pun memasang kabel pada kepala seorang wanita dan menghubungkannya ke alat EEG untuk melihat bagaimana aktivitas otaknya. Hasilnya adalah bahwa wanita tersebut benar-benar sedang tertidur saat ia mencapai orgasme.Keadaan ini dapat terjadi saat Anda secara tidak sengaja bersentuhan dengan pasangan Anda saat tidur. Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya seksomnia (berhubungan seks saat tidur) ini adalah sedang stress, sangat lelah, memiliki kualitas tidur yang buruk, atau akibat mengkonsumsi obat-obatan tertentu (obat penenang). Para peneliti mengatakan bahwa seksomnia ini tidak terjadi karena seseorang sedang melakukan hal "nakal" di dalam mimpinya atau karena orang tersebut tidak menyukai kehidupan seksualnya saat ia sedang terbangun. Hal ini terjadi akibat adanya kesalahan interpretasi di dalam otak. Walaupun hal ini biasanya tidak berbahaya bila Anda telah menikah dan malah mungkin menyenangkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa karena Anda tidak menyadari apa yang sedang Anda lakukan, maka Anda pun tidak dapat mengendalikan diri Anda, jadi Anda mungkin melakukan hubungan seks yang tidak biasanya atau agresif atau bahkan tidak pantas. Jika keadaan ini mengganggu hubungan Anda dan pasangan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menhealth
 22 Apr 2019    18:00 WIB
Nyeri Kepala Saat Berhubungan Seksual, Mengapa ?
Seorang ahli syaraf di Illinois mengatakan sebanyak 1% orang dewasa melaporkan mengalami nyeri kepala (terkadang sangat berat) saat berhubungan seksual. Dan diperkirakan lebih banyak lagi orang yang merasakan gejala tersebut tetapi terlalu malu untuk mengatakan dengan dokternya.  Nyeri kepala yang berhubungan dengan aktifitas seksual dapat sangat menyakitkan sekaligus menakutkan. Penderita dari gejala ini juga bisa merasa sangat frustasi, baik untuk dirinya sendiri maupun pasangannya. Kebanyakan nyeri kepala yang berhubungan dengan seks tidak berbahaya. Tetapi beberapa kasus nyeri kepala dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika disebabkan oleh perdarahan di otak, aneurisma otak, stroke dan berbagai jenis lain dari cedera otak. Para ahli menyarankan untuk pasien yang mengalami nyeri kepala saat berhubungan seksual untuk menjalani pemeriksaan neurologi untuk menemukan penyebab sekunder yang mungkin bisa mengancam jiwa. Hal ini sangat penting dilakukan terutama pada saat kejadian nyeri kepala pertama kali menyerang. Para ahli mengatakan, pria lebih sering mengalami nyeri kepala yang berhubungan dengan seks, tiga kali lebih besar dibandingkan wanita. Tiga tipe nyeri kepala berhubungan dengan seks yang paling sering terjadi adalah: Nyeri kepala tumpul, seperti nyeri kepala tension, gejala nyeri kepala dimulai di kepala dan leher sebelum orgasme dan semakin memburuk saat hubungan seksual berlangsung. Nyeri kepala seperti tersambar petir, yaitu nyeri kepala yang sangat intens yang dimulai saat orgasme. Nyeri kepala tipe ini dapat berlangsung selama beberapa jam Nyeri kepala yang dimulai setelah selesai berhubungan seksual, bisa bersifat ringan sampai sangat menyakitkan. Nyeri kepala jenis ini akan terasa bertambah parah saat orang tersebut berdiri.  Jadi apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala tersebut? Pada beberapa kasus dapat diberikan obat pereda nyeri untuk pengobatan dan pencegahan. Strategi lain yang bisa dilakukan termasuk olahraga, menghindari konsumsi alkohol, menjaga berat badan dan konseling.   Sumber: medicinenet
 01 Apr 2019    18:00 WIB
Mengapa Pria Lebih Bergairah Saat Cuaca Dingin?
Berdasarkan sebuah penelitian baru, para peneliti menemukan bahwa pria lebih bergairah saat cuaca dingin. Para peneliti menemukan bahwa pria menjadi lebih bergairah saat melihat foto-foto para wanita saat cuaca dingin daripada saat cuaca panas. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada sekitar 114 orang pria mengenai tingkat kemenarikkan beberapa orang wanita setiap 3 bulan sekali selama 1 tahun. Para pria peserta penelitian ini diminta untuk melihat 2 set foto wanita untuk menilai seberapa menarik para wanita tersebut, satu kali setiap 3 bulan. Satu set foto hanya menunjukkan wajah para wanita tersebut, sementara 1 set lainnya hanya menunjukkan bagian tubuh para wanita, baik saat mereka menggunakan baju tidur atau bra. Para penelitian menemukan bahwa ketertarikan seorang pria terhadap wajah wanita tidak berubah selama 1 tahun, akan tetapi tingkat ketertarikan seorang pria terhadap tubuh seorang wanita mengalami perubahan. Perubahan ini terutama sangat terlihat pada bulan Desember, Januari, dan Febuari; yaitu bulan-bulan di mana cuaca lebih dingin dibandingkan dengan bulan Juni, Juli, dan Agustus saat cuaca lebih panas. Selain itu, para pria yang telah memiliki pasangan tetap pun merasa bahwa mereka memang merasa lebih tertarik atau bergairah pada pasangannya saat cuaca dingin. Para pria ini merasa bahwa pasangannya menjadi lebih seksi di saat cuaca dingin dibandingkan saat cuaca panas. Sebuah penelitian lainnya juga menemukan bahwa pasangan memang lebih banyak berhubungan seksual di bulan Desember dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya selama setahun. Para peneliti menduga bahwa hal ini dikarenakan para pria lebih jarang melihat para wanita mengenakan pakaian terbuka atau seksi di saat cuaca dingin dibandingkan saat cuaca sedang panas sehingga membuatnya merasa lebih bergairah. Teori ini juga dikuatkan oleh bukti bahwa tingkat ketertarikan seorang pria pada wajah wanita tidak berubah sepanjang tahun. Teori lainnya mengenai mengapa pria lebih bergairah saat cuaca dingin adalah bahwa kadar hormon pria juga berubah-ubah setiap bulannya, yang membuat mereka merasa lebih bergairah saat cuaca dingin. Para peneliti juga mengamati pola kelahiran di Inggris dan menemukan bahwa kehamilan lebih banyak terjadi pada bulan Desember di Inggris dibandingkan dengan bulan lainnya dalam satu tahun. Para peneliti menduga bahwa pasangan lebih banyak berhubungan seks saat cuaca dingin karena lebih sedikit hal yang dapat mengganggu aktivitas mereka tersebut. Selain meningkatkan gairah seksual para pria, cuaca dingin ternyata juga dapat meningkatkan kualitas sperma, yang membuat kehamilan lebih banyak terjadi saat cuaca dingin.   Sumber: dailymail
 25 Feb 2019    18:00 WIB
Mengapa Yoga Dapat Membuat Kehidupan Seks Jadi Lebih Indah ?
Selain bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan, yoga ternyata juga dapat mempengaruhi pikiran dan kehidupan seksual Anda. Mengapa demikian?    Meningkatkan Fleksibilitas Yoga merupakan salah satu olahraga terbaik untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan untuk mengurangi nyeri otot dan nyeri sendi. Dengan demikian, Anda mungkin dapat lebih mudah untuk mencoba berbagai posisi saat berhubungan seks yang sebelumnya sulit Anda lakukan.   Mengurangi Stress dan Membuat Anda Lebih Rileks Stress dan ketegangan dapat membunuh gairah seksual Anda, baik pada pria maupun wanita. Tubuh Anda akan dipenuhi oleh hormon kortisol (hormon stress) bila Anda tegang atau stress dalam waktu lama. Hormon kortisol ini dapat menekan produksi hormon seks sehingga dapat mengurangi gairah seksual Anda. Yoga merupakan salah satu olahraga yang dapat membantu meredakan stress dan melepaskan ketegangan Anda. Dengan demikian, gairah seksual Anda pun akan kembali.   Membuat Anda Lebih Percaya Diri Hampir setiap orang tidak menyukai bentuk tubuhnya sendiri dan hal ini dapat mempengaruhi kenikmatan Anda saat berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini dikarenakan Anda kurang rileks dan tidak dapat menikmati setiap sensasi yang Anda rasakan sepenuhnya. Berlatih yoga secara teratur dapat membuat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda dan lebih menyukai tubuh Anda, yang dapat membuat Anda merasa lebih percaya diri saat berhubungan seks dengan pasangan Anda.   Memperbaiki Respon Anda Terhadap Rangsangan Seksual Sebuah penelitian di tahun 2009 menemukan bahwa yoga dapat memperbaiki respon fisik seorang wanita terhadap rangsangan seksual. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur gairah, orgasme, dan kepuasaan secara keseluruhan saat berhubungan seks sebelum dan setelah melakukan yoga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 75% peserta penelitian mengalami perbaikan dalam hal gairah, kekeringan vagina, nyeri saat berhubungan seks, dan merasa bahwa kehidupan seksual mereka menjadi lebih baik setelah rutin melakukan yoga.   Sumber: sheknows
 16 Feb 2019    18:00 WIB
7 Cara Beritahu Pasangan Ketika Sedang Bergairah Tanpa Mengatakan Apapun
Ingin memberitahu pasangan Anda bahwa Anda sedang bergairah saat ini tetapi malu untuk mengatakannya secara langsung? Bila ya, maka beberapa tips di bawah ini mungkin dapat membantu Anda memberitahu si dia bahwa Anda sedang "ingin" tanpa harus mengatakannya secara langsung.  1.      Cium Dia Dengan Penuh GairahBila Anda dan si dia telah menikah cukup lama, maka ciuman penuh gairah yang awalnya sering terjadi pun secara perlahan akan berubah menjadi ciuman singkat. Hal ini tentu saja tidak akan membuat si dia dan Anda merasa bergairah. Jadi, bila Anda sedang merasa bergairah dan ingin si dia mengetahuinya, maka berikanlah sebuah ciuman penuh gairah yang telah lama tidak Anda berikan padanya, maka si dia pun pasti akan mengerti maksud Anda. 2.      Gunakan Pakaian Dalam KesukaannyaBila si dia tampak sedang sibuk menonton televisi dan Anda ingin menarik perhatiannya, cobalah untuk menggunakan pakaian dalam favoritnya dan berjalanlah masuk ke tempatnya berada tanpa menunjukkan ada yang berbeda pada diri Anda hari itu. Begitu si dia melihat Anda, ia pasti akan segera melupakan acara yang sedang ditontonnya tersebut dan hanya memikirkan Anda. 3.      Gunakan Pakaian yang Agak TerbukaMenggunakan pakaian yang menunjukkan belahan dada Anda merupakan salah satu cara paling "halus" untuk memberitahu si dia bahwa Anda sedang bergairah. Pastikan saja si dia dapat melihat dengan jelas bagian tubuh yang Anda tunjukkan tersebut. 4.      Gunakan "Sinyal" KhususYang dimaksud dengan sinyal khusus di sini adalah sesuatu hal yang digunakan untuk memberitahu pihak lainnya bahwa ia sedang merasa bergairah. Sinyal khusus ini biasanya sudah disepakati sejak awal oleh Anda dan pasangan, misalnya melakukan suatu gerakan tubuh seperti menggigit bibir atau memainkan anting Anda. Baca juga: Tetap Bergairah Setelah Mempunyai Anak (Tips Agar Tetap Bergairah Setelah Memiliki Momongan!) 5.      Cium LehernyaHal ini mungkin merupakan salah satu trik tertua yang ada. Mencium leher si dia dengan lembut pasti akan membuat si dia mengetahui apa pesan yang ingin Anda sampaikan padanya. Si dia pasti tidak akan merasa keberatan saat Anda melanjutkan ciuman Anda pada bagian tubuhnya yang lain. 6.      Ajak Dia ke Kamar TidurCara sederhana lainnya untuk membuat si dia mengerti bahwa Anda sedang bergairah adalah dengan mengajaknya masuk ke kamar tidur. Cara ini dapat Anda gunakan bila cara lainnya yang lebih "halus" tidak berhasil membuat si dia menangkap maksud Anda. 7.      Biarkan Ia Melihat Anda Berganti PakaianTelah menikah cukup lama tentunya membuat Anda dan si dia telah terbiasa melihat satu sama lain berganti pakaian, akan tetapi bila Anda ingin membuat si dia turut merasa bergairah seperti halnya Anda, maka pastikan Anda mengganti pakaian Anda dengan gerakan yang lebih lambat di hadapannya. Sumber: allwomenstalk
 02 Feb 2019    18:00 WIB
Mengapa Pria Merasa Kelelahan Setelah Berhubungan ?
Wanita selalu menginginkan pelukan setelah berhubungan seksual, tetapi sayangnya pria selalu memilih untuk tidur. Kebanyakan wanita berpikir hal ini sebagai tanda si pria kurang tertarik terhadap hubungan tersebut. Ternyata ada alasan biologis mengapa pria cenderung memilih untuk tidur setelah melakukan hubungan seksual. Tidur setelah melakukan hubungan seksual ternyata bukan hanya mitos, tetapi sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa pria ternyata merasa sangat lelah dan memerlukan tidur setelah berhubungan seksual. Perbedaan hormon dan proses kimiawi yang dilepaskan tubuh setelah ejakulasi mendorong pria untuk tidur dan kecil kemungkinan untuk melanjutkan ke ronde berikutnya.Berikut adalah proses kimia dan pelepasan hormon yang membuat pria mudah tertidur ProlaktinSaat timbul perasaan puas terhadap hubungan seksual maka tubuh akan menghasilkan prolaktin. Prolaktin ini akan akan menyebabkan rasa pusing. Jika Anda ingin melawan hormon ini dan ingin kembali melakukan ronde berikutnya maka dopamine adalah jalan keluarnya. Dopamine merupakan mood booster dan dapat mengurangi produksi prolaktin tubuh. OksitosinOksitosin merupakan hormon cinta yang membuat tubuh lebih santai. Hormon ini membuat pria merasa lebih mengantuk setelah berhubungan. VasopresinHormon ini membuat pembuluh darah mengecil dan juga berperan penting dalam proses homeostasis tubuh. Hormon vasopresin dilepaskan oleh otak dan cenderung membuat tubuh lebih tenang dan santai. Serotonine, norephineprine, nitric oxideSerotonine, norephineprine, nitric oxide merupakan neurotransmitter yang dilepaskan tubuh yang berfungsi membuat tubuh relaks. Kelelahan fisikPria cenderung lebih aktif saat melakukan hubungan seksual dibandingkan wanita. Sehingga pria memang akan merasa lebih lelah dibanding wanita.Sumber: healthmeup
 01 Feb 2019    18:00 WIB
Dampak Buruk Masturbasi Pada Kehidupan Seksual Anda
Tahukah Anda bahwa kebiasaan masturbasi ternyata juga dapat mengganggu kehidupan seksual Anda?Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang memiliki kebiasaan masturbasi yang tidak biasa (suatu teknik yang tidak dapat ditiru atau dilakukan oleh tangan pasangan, mulut, atau vagina) mungkin akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan seksualnya. Pada penelitian ini, setiap peserta pria yang diamati merasa bergairah karena berbagai rangsangan yang berbeda; seperti pornografi kekerasan, penggunaan alat vacuum, semprotan air Jacuzzi, dan lain sebagainya. Seringkali peserta juga merasa frustasi saat harus berhubungan intim dengan pasangannya. Selain itu, peserta juga mengalami disfungsi seksual lain seperti tidak dapat merasakan apapun saat ada stimuli seksual, gairah seksual menurun, disfungsi ereksi (impotensi), dan kesulitan mencapai orgasme.Untuk mengatasi gangguan seksual yang dialami oleh para peserta, para dokter dan terapis seks pun meminta para peserta untuk tidak lagi melakukan masturbasi yang kemudian diikuti dengan "latihan masturbasi" (di mana ritual masturbasi yang lama digantikan dengan cara masturbasi lain yang hampir sama dengan saat ia hubungan intim dengan pasangan) dan diakhiri dengan memfokuskan lebih banyak waktu untuk menikmati rangsangan seksual yang dilakukan oleh pasangan.Setelah berbulan-bulan melakukan hal di atas, semua peserta pun mengatakan bahwa mereka mengalami peningkatan rasa puas saat melakukan hubungan intim dan mengalami penurunan (atau sama sekali tidak lagi mengalami) gejala disfungsi seksual yang mereka alami sebelumnya.Baca juga: Ini Dia Juara Masturbasi Sedunia, Masanobu Sato!Walaupun kasus di atas memang cukup ekstrim, akan tetapi kebiasaan masturbasi pria yang tidak biasa atau terlalu sering bermasturbasi memang dapat mengganggu fungsi seksual sang pria saat berhubungan intim dengan pasangannya. Jadi apa yang harus dilakukan bila pasangan Anda terlalu sering bermastubasi hingga mengganggu performanya saat berhubungan intim dengan Anda? Jangan mencoba untuk meniru daya hisap vacuum cleaner atau pornografi kekerasan yang biasanya ia butuhkan untuk mencapai ereksi.Untuk mengatasi gangguan seksual yang dialami oleh pasangan Anda, mintalah si dia untuk tidak bermasturbasi sama sekali selama 1 bulan atau 3 bulan bila ia telah mengalami kecanduan masturbasi. Kemudian, mintalah pasangan Anda untuk "melatih" kembali tubuhnya dengan melakukan masturbasi menggunakan cara yang lebih mirip dengan hubungan intim biasa. Jika kedua cara di atas tidak dapat membantu mengatasi difungsi seksual yang dialami oleh pasangan Anda, maka hal ini mungkin dikarenakan adanya masalah emosional juga, yang membuat ia lebih mudah mencapai orgasme saat bermasturbasi dibandingkan dengan saat berhubungan intim dengan Anda. Bila hal ini terjadi, maka dianjurkan agar Anda segera membawa pasangan Anda ke seorang terapis seks atau dokter bedah urologi untuk mencari tahu apa penyebabnya.Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: womenshealthmag