Your browser does not support JavaScript!
 08 Nov 2019    08:00 WIB
Tips Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Paska Operasi Caesar
Operasi Caesar, baik yang direncanakan maupun merupakan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa bayi Anda atau Anda, sebenarnya merupakan operasi besar pada perut. Proses penyembuhannya pun dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk berhenti dari semua aktivitas fisik Anda selama 6 minggu paska pembedahan. Pada minggu ke 6 atau setelah 6 minggu, para ibu baru ini biasanya pun telah diperbolehkan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti olahraga, mengemudi, melakukan berbagai kegiatan rumah tangga, dan berhubungan seks.   Konsumsilah Obat yang Diberikan Dengan Teratur Saat Anda diijinkan pulang dari rumah sakit, dokter biasanya juga akan memberikan 1 atau 2 obat anti nyeri yang cukup kuat. Selain itu, perut Anda juga akan terasa nyeri sesekali, jadi jangan lupa untuk mengkonsumsi obat anti nyeri yang diberikan dengan teratur.   Bersabarlah Paska operasi Caesar, beberapa orang wanita mungkin akan mengalami kesulitan buang air kecil. Anda bahkan mungkin lupa bagaimana caranya buang air kecil, akan tetapi hal ini hanya akan berlangsung sementara. Latihlah kemampuan Anda buang air kecil dengan cara meniup sedotan saat akan buang air kecil. Dokter biasanya tidak akan membiarkan Anda pulang bila Anda belum buang gas atau belum dapat buang air besar, yang merupakan pertanda bahwa usus Anda telah kembali berfungsi.   Berjalanlah Walaupun Anda mungkin tidak ingin bergerak atau bahkan turun dari atas ranjang Anda setelah operasi Caesar, akan tetapi paksalah diri Anda untuk bangun dan bergerak segera setelah dokter menginjinkan Anda untuk turun dari atas ranjang. Hal ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan Anda.   Gunakan Bantal Memiliki banyak bantal di sekitar Anda saat Anda sedang dalam masa penyembuhan paska operasi Caesar sangatlah penting. Hal ini dikarenakan memeluk bantal saat Anda tertawa atau batuk akan membuat pergerakan otot menjadi terbatas dan mengurangi rasa nyeri.   Sumber: sheknows
 22 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Dampak Operasi Caesar Pada Kehidupan Seks Anda?
Sebagian besar wanita biasanya telah diperbolehkan untuk kembali berhubungan seksual dalam waktu 6 minggu paska melahirkan, di mana rasa nyeri saat berhubungan seksual sudah berkurang. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, nyeri saat berhubungan seksual dapat terus berlangsung hingga beberapa bulan setelah melahirkan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bagaimana cara seorang wanita melahirkan, operasi Caesar (c-section) atau pun melahirkan normal (melalui vagina); mungkin turut berperan dalam terjadinya nyeri saat berhubungan seks (dispareunia) paska melahirkan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang melahirkan anaknya melalui operasi Caesar atau melahirkan normal dengan bantuan vakum memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami nyeri saat berhubungan seks, bahkan hingga 18 bulan paska melahirkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 1.244 orang wanita hamil dan meminta mereka untuk menjawab berbagai kuesioner mengenai bagaimana hubungan mereka dengan pasangan dan bagaimana kehidupan seks mereka. Para peserta penelitian diminta untuk menjawab kuesioner tersebut sebelum melahirkan dan pada bulan ke 3, ke 6, ke 12, dan ke 18 setelah melahirkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para wanita yang melahirkan anaknya melalui operasi Caesar atau melalui proses persalinan normal (per vaginam) dengan bantuan vakum memiliki resiko 2 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami dispareunia hingga 18 bulan setelah melahirkan. Jadi, apakah melahirkan dengan bantuan operasi Caesar dan vakum sama dengan berakhirnya kehidupan seksual Anda bersama pasangan? Tentu saja tidak! Penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara bagaimana cara seorang wanita melahirkan dengan terjadinya dispareunia tetapi tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara kedua hal tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa beberapa orang wanita yang mengalami dispareunia paska melahirkan juga mengalami dispareunia sebelum hamil. Rasa lelah yang berlebihan setelah melahirkan dan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga juga membuat seorang wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami dispareunia paska melahirkan.   Sumber: womenshealthmag
 12 May 2016    11:00 WIB
Mengapa Dokter Mempercepat Proses Persalinan?
Mempercepat waktu persalinan atau induksi persalinan dapat dilakukan apabila dokter atau bidan anda mengetahui adanya berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan anda atau bayi anda pada trimester akhir kehamilan anda. Walaupun demikian, induksi persalinan pun memiliki resikonya sendiri. Oleh karena itu, para ahli tidak menyarankan anda melakukan induksi persalinan ini bila tidak ada alasan medis lainnya.   Mengapa Persalinan Harus Dipercepat? Sebagian besar induksi persalinan dilakukan karena adanya alasan medis tertentu. Salah satunya adalah apabila anda belum juga mengalami tanda-tanda akan bersalin walaupun usia kehamilan anda telah mencapai 41 minggu. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi selama persalinan, yang dapat mengganggu kesehatan anda maupun bayi anda. Alasan lainnya adalah apabila air ketuban anda sudah pecah akan tetapi tidak ada tanda-tanda persalinan akan segera terjadi. Setelah air ketuban anda pecah, maka baik anda maupun bayi anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi. Alasan ketiga adalah bahwa anda memiliki gangguan kesehatan tertentu yang dapat membahayakan jiwa anda atau bayi anda. Dokter anda mungkin akan menyarankan untuk menginduksi persalinan anda bila anda memiliki diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), preeklampsia, atau eklampsia. Alasan keempat adalah apabila bayi anda diduga mengalami gangguan kesehatan tertentu yang diketahui melalui pemeriksaan penunjang, seperti USG atau pemeriksaan penunjang lainnya. Gangguan kesehatan yang mungkin terjadi adalah gangguan pertumbuhan (bayi anda tidak bertumbuh secara normal) atau bayi anda memiliki kelainan denyut jantung.   Kapan Induksi Persalinan Tidak perlu Dilakukan? Bila kehamilan anda baru saja melewati 40 minggu maka hal ini bukanlah alasan melakukan tindakan induksi persalinan. Induksi persalinan sebaiknya dilakukan bila kehamilan anda telah berusia 41 minggu atau lebih.   Bagaimana Cara Menginduksi Persalinan? Pemberian Hormon Dokter dapat memberikan hormon prostaglandin untuk merangsang pembukaan serviks dan memicu terjadinya kontraksi rahim. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Jika anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar, maka anda tidak dapat melakukan tindakan ini, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur rahim. Dilatasi Mekanik Pada tindakan ini, dokter akan memasukkan suatu kateter balon ke dalam serviks anda melalui vagina, dan kemudian mengembangkan balon tersebut sehingga terjadi pembukaan serviks. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Pemberian Obat-obatan Pemberian oksitosin dapat merangsang terjadi kontraksi rahim. Biasanya diberikan dari dosis kecil dan ditingkatkan secara perlahan hingga kontraksi menjadi cukup kuat dan sering sehingga persalinan dapat terjadi. Beberapa wanita dapat segera melahirkan dalam waktu beberapa jam setelah induksi dimulai, yang lainnya memerlukan waktu 1-2 hari setelahnya. Bila semua tindakan induksi persalinan di atas tidak dapat memulai proses persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui caesar, terutama bila ketuban anda telah pecah.   Resiko Induksi Persalinan Beberapa resiko tindakan induksi persalinan adalah: Bila induksi persalinan tidak berhasil merangsang terjadinya persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui tindakan caesar Anda mungkin memerlukan waktu rawat inap di rumah sakit yang lebih lama untuk memulai proses induksi, persalinan, dan mungkin tindakan caesar Induksi dapat menyebabkan kontraksi rahim menjadi lebih kuat dan sering daripada seharusnya, sehingga dapat terasa sangat menyakitkan dan mungkin  menyebabkan anda memerlukan penggunaan obat anti nyeri atau bius epidural untuk mengurangi rasa nyeri ini Meningkatkan resiko terjadinya infeksi, terutama bila ketuban telah pecah dan anda belum juga melahirkan dalam waktu 1-2 hari kemudian Bila induksi dilakukan saat kehamilan anda baru berusia 37-39 minggu maka hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan pada bayi anda, seperti gangguan pernapasan atau berbagai gangguan kesehatan lainnya Tindakan induksi persalinan terutama bila menggunakan obat-obatan dapat berbahaya bila anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar atau pernah melalui tindakan pembedahan pada rahim. Induksi dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur (robekan) pada rahim. Selain itu, kontraksi kuat dapat menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya dan menyebabkan terjadinya perdarahan hebat   Dapatkah Melakukan Induksi Tanpa Bantuan Dokter? Terdapat beberapa hal yang juga dapat memicu terjadinya persalinan selain berbagai cara di atas, seperti: Melakukan hubungan seksual Menstimulasi puting susu anda dengan lembut Mengkonsumsi minyak jarak (castor oil) Berjalan Jangan pernah mencoba berbagai metode di atas sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.   Sumber: webmd  
 15 Nov 2015    12:00 WIB
Perlukah Melahirkan Melalui Caesar?
Terdapat beberapa alasan mengapa dokter atau bidan anda menyarankan anda untuk melahirkan melalui sectio caesar, anda mungkin pernah melakukan tindakan caesar sebelumnya atau bayi anda tidak berada pada posisi yang seharusnya waktu kelahiran (sungsang). Walaupun demikian, tindakan sectio caesar pun memiliki beberapa resiko.   Apa Itu Sectio Caesar? Sectio caesar dapat dilakukan pada keadaan darurat, contohnya saat anda telah berada dalam proses persalinan, akan tetapi anda mengalami masalah atau gangguan tertentu, maka dokter dapat menyarankan anda untuk segera melakukan tindakan sectio caesar darurat. Selain pada keadaan darurat, sectio caesar juga dapat merupakan tindakan yang telah direncanakan sebelumnya. Misalnya bila dokter atau bidan anda menemukan adanya gangguan pada kehamilan anda atau anda memiliki gangguan kesehatan tertentu yang menyebabkan anda tidak mungkin melahirkan per vaginum (melalui vagina). Selain itu, beberapa wanita pun memilih tindakan sectio caesar tanpa memiliki gangguan kesehatan apapun, misalnya karena mereka tidak ingin melahirkan per vaginum atau ingin memilih tanggal kelahiran tertentu.   Hal-hal yang Harus Ditanyakan Jika dokter anda menyarankan anda untuk melahirkan melalui tindakan sectio caesar, maka terdapat beberapa hal yang sebaiknya anda tanyakan pada dokter anda sebelumnya, seperti: Alasan mengapa anda perlu melakukan tindakan sectio caesar Bila anda tidak ingin melakukan tindakan caesar, apa resiko yang dapat anda dan bayi anda alami Apakah manfaat tindakan caesar lebih besar daripada resikonya saat anda melakukannya Kapan anda harus mengambil keputusan tersebut Dapatkah anda menunggu hingga kehamilan anda mencapai 39 atau 40 minggu sebelum tindakan caesar dilakukan Apakah anda memiliki pilihan lain selain tindakan caesar Apakah anda juga harus melakukan tindakan sectio caesar pada kehamilan anda berikutnya Apakah perkiraan berat badan bayi anda yang membuat dokter menyarankan tindakan caesar, jika ya, apakah perkiraan berat badan tersebut akurat Beberapa Hal yang Harus Dipertimbangkan Walaupun secara umum tindakan sectio caesar aman untuk dilakukan, akan tetapi tindakan ini juga memiliki beberapa resiko bagi anda dan bayi anda. Ingatlah beberapa hal di bawah ini bila anda mempertimbangkan untuk melakukan tindakan sectio caesar: Lama penyembuhan yang anda perlukan akan lebih lama bila anda melahirkan melalui sectio caesar daripada melahirkan per vaginum. Penyembuhan biasanya memerlukan waktu sekitar 4-6 minggu, kadang lebih lama lagi Bayi yang dilahirkan melalui sectio caesar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan setelah kelahiran yang seringkali membuat bayi anda memerlukan waktu perawatan di rumah sakit yang lebih lama Anak yang dilahirkan melalui sectio caesar lebih sering mengalami asma, diabetes, alergi, dan obesitas dalam kehidupannya Anda memiliki resiko perdarahan hebat, infeksi, atau terbentuknya bekuan darah yang lebih tinggi setelah tindakan sectio caesar. Beberapa wanita bahkan membutuhkan transfusi darah Bila anda melahirkan melalui sectio caesar maka anda mungkin harus melahirkan melalui sectio caesar juga pada kehamilan berikutnya dan resiko yang anda dan bayi anda miliki pun lebih besar. Berkonsultasilah dengan dokter atau bidan anda mengenai manfaat dan resiko tindakan sectio caesar sebelum melakukannya.   Sumber: webmd