Your browser does not support JavaScript!
 30 Sep 2019    11:00 WIB
Berbagai Gejala Gangguan Saluran Kemih yang Perlu Diwaspadai
Saat Anda buang air kecil, apakah Anda memperhatikan seperti apa warna air kemih Anda atau bagaimana baunya atau bagaimana rasanya saat Anda buang air kecil? Bila tidak, maka Anda mungkin harus segera memulainya saat ini. Hal ini dikarenakan air kemih Anda dapat merupakan petunjuk dari apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalamt buuh Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan setiap kali Anda buang air kecil.   1.      Air Kemih Berbau Manis Air kemih berbau manis bukanlah sesuatu yang disebabkan oleh makanan manis yang baru saja Anda konsumsi. Air kemih berbau manis seringkali merupakan salah satu gejala penting dari diabetes bagi orang yang tidak pernah didiagnosa menderita diabetes sebelumnya dan dapat merupakan pertanda bahwa kadar gula darah seorang penderita diabetes yang tidak terkendali dengan baik.   2.      Air Kemih Tampak Keruh Air kemih yang berwarna lebih keruh dapat merupakan pertanda adanya bakteri akibat infeksi saluran kemih. Warna keruh ini dapat terjadi akibat adanya bakteri dan sel darah putih di dalam air kemih.   3.      Air Kemih Berwarna Merah Muda atau Kemerahan Walaupun beberapa jenis makanan berwarna merah keunguan seperti bit dan blackberi dapat membuat air kemih berwarna kemerahan, akan tetapi warna kemerahan juga dapat merupakan pertanda adanya darah di dalam air kemih Anda. Adanya darah di dalam air kemih dapat merupakan pertanda adanya infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau pada beberapa kasus yang sangat jarang dapat merupakan pertanda adanya kanker kandung kemih atau kanker ginjal.   4.      Air Kemih Berbau Busuk Jika air kemih Anda berbau busuk maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya infeksi di dalam kandung kemih Anda.   5.      Merasa Seperti Terbakar Saat Buang Air Kecil Rasa seperti tertusuk-tusuk atau nyeri saat buang air kecil dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau infeksi penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorea.   6.      Rasa Tidak Lampias Setelah Berkemih Hal ini merupakan pertanda klasik dari infeksi saluran kemih, di mana terjadi peradangan dan iritasi pada permukaan dinding kandung kemih dan uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing), yang akan membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Selain itu, rasa tidak lampias setelah berkemih juga dapat merupakan pertanda sistitis interstitial.   7.      Lebih Sering Buang Air Kecil Daripada Biasanya Bila Anda buang air kecil lebih sering daripada biasanya maka Anda mungkin sedang hamil. Peningkatan frekuensi berkemih ini dapat terjadi akibat perubahan kadar hormonal yang memicu peningkatan aliran darah di dalam ginjal. Jika Anda yakin Anda tidak sedang hamil dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman berkafein lainnya hari ini, maka segera hubungi dokter Anda. Peningkatan frekuensi berkemih dapat merupakan gejala awal diabetes atau tumor.   Sumber: womenshealthmag
 27 Aug 2018    11:00 WIB
Perbandingan Antara ESWL dan Ureteroskopi Untuk Mengatasi Batu Ginjal
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan salah satu pilihan terapi batu ginjal non invasif yang sekarang ini banyak menjadi pilihan dokter dan penderita batu ginjal. Terapi ini cukup efektif untuk mengatasi sebuah batu ginjal yang berukuran kurang dari 1 cm. Beberapa dokter bedah dari Universitas Frederico II, Italia mengamati sekitar 273 pasien diantara bulan Maret 2006 hingga Maret 2009 yang memiliki sebuah batu pada daerah ureter (saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) yang berbatasan dengan kandung kemih. Batu berukuran antara 0.5-1.5 cm. Para penderita ini kemudian ditanyakan apakah mereka ingin melakukan tindakan ureteroskopi (pembedahan) atau ESWL. Ureteroskopi merupakan suatu tindakan bedah invasif yang sebenarnya tidak membutuhkan tindakan insisi, tetapi hanya memasukkan sebuah kateter ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing), menuju ke kandung kemih dan ureter untuk mengeluarkan batu tersebut. Sementara itu, ESWL memecahkan batu dengan cara mengirimkan suatu gelombang kejut ke dalam tubuh untuk menghancurkan sebuah batu menjadi serpihan-serpihan kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui uretra. 98% terapi ESWL dilakukan pada pasien rawat jalan, yang tidak memerlukan pemberian obat bius. Tindakan ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, 98% tindakan ureteroskopi dilakukan pada pasien rawat inap, di mana sekitar 66% nya memerlukan pemberian obat bius lokal, 22% nya memerlukan pemberian obat bius umum, dan 12% nya memerlukan pemberian obat bius intravena (melalui pembuluh darah). Tindakan operasi ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: • 93% penderita yang melakukan terapi ESWL telah terbebas dari batu ginjal dalam waktu 3 bulan setelah tindakan dibandingkan dengan 95% penderita yang terbebas dari batu ginjal setelah melakukan ureteroskopi • Hanya dibutuhkan 1 kali tindakan ESWL untuk menghilangkan batu ginjal pada sekitar 55% penderita, sementara itu 33% lainnya membutuhkan 2 kali ESWL, dan 13% sisanya membutuhkan 3 kali ESWL. Semua penderita yang gagal diterapi dengan ESWL (7%) berhasil diobati dengan ureteroskopi • Sekitar 8% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan tindakan terapi ulang • Sekitar 19% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan terapi tambahan selama proses operasi berlangsung • Baik ESWL maupun ureteroskopi memiliki efek samping. Sekitar 10% penderita yang melakukan tindakan ESWL mengalami infeksi ginjal. Sementara itu sekitar 17% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami infeksi ginjal • Lebih dari 19% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami komplikasi, di mana salah satunya mengalami kebocoran kecil (perforasi) pada ureter • Pada penderita yang memiliki batu ginjal berukuran kurang atau sama dengan 1 cm, tindakan ESWL memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih jarang membutuhkan terapi ulangan atau terapi tambahan dibandingkan dengan penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan ESWL merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran 1 cm atau kurang. Sementara itu,tindakan ureteroskopi merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran lebih dari 1 cm. Sumber: webmd  
 01 Apr 2017    08:00 WIB
Bagaimana Mencegah Batu Ginjal Saat Musim Panas
Kita jarang mengasosiasikan batu ginjal dengan suhu dan kelembaban. Padahal kasus batu ginjal meningkat 40% saat musim panas dimana temperatur meningkat. Iklim, temperatur dan kelembaban ternyata dapat berkontribusi terjadinya batu ginjal. Mereka yang bekerja dalam lingkungan yang panas atau memiliki rutinitas pekerjaan yang membuat mereka tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan cenderung akan mengalami batu ginjal. Terutama saat suhu lingkungan naik 5-7 derajat celcius makan resiko terkena batu ginjal akan meningkat sebanyak 30%.  Saat seseorang pindah dari daerah bersuhu sedan ke daerah yang lebih hangat, maka akan mempercepat pembentukan batuginjal. Kasus batu ginjal memang tercatat lebih banyak terjadi di daerah yang kering dan panas. Batu ginjal sering disebabkan oleh dehidrasi, dimana hal ini sering terjadi saat temperatur meningkat. Dehidrasi terjadi ketika air didalam tubuh keluar lewat keringat dan lainnya dan tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan tubuh kembali. Kehilangan air didalam tubuh sering ditandai dengan peningkatan konsentrasi urine. Berikut adalah tips untuk mengcegah batu ginjal:1.  Minum banyak air baik siang atau malam hari sebelum Anda pergi tidur sehingga tubuh Anda tetap terhidrasi 24 jam sehari2.  Minum lemonade karena terbukti dapat mengurangi resiko terjadinya batu ginjal3.  Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung oksalat, yaitu jenis asam yang dapat membentuk batu ginjal. Makanan dan minuman yang mengandung oksalat adalah soda, coklat, strawberry dan kacang.4.  Mengurangi konsumsi kafein5.  Mengurangi konsumsi garam dan jadikan kebiasaan sehari-hari6.  Tanyakan kepada dokter Anda obat yang dapat mencegah terjadinya batu ginjal jika memang Anda beresiko tinggi terkena batu ginjal.7.  Periksa kembali intake protein hewani termasuk daging, telur dan ikan. Makanan tersebut mengandung purin yang dapat memecah asam urat8.  Banyak makan salad9.  Olahraga dan menurunkan berat badan Sumber: healthmeup
 02 Nov 2015    16:00 WIB
Pipis Sama Nikmatnya Dengan Orgasme, Benarkah?
Apakah Anda ingat bagaimana perasaan Anda saat Anda akhirnya dapat mengeluarkan isi kandung kemih Anda setelah menahannya cukup lama? Anda pasti merasakan suatu kelegaan dan kenikmatan tersendiri bukan? Akan tetapi, apa yang membuat proses pembuangan sisa metabolisme tubuh ini terasa begitu nikmat? Di bawah ini Anda dapat melihat alasannya dan beberapa hal aneh lainnya yang juga berhubungan dengan proses pembuangan air kemih tersebut.   Baca juga: Arti Air Kemih Bagi Kesehatan Anda   Buang Air Kemih Sama Nikmatnya Dengan Orgasme, Masa Sih? Hal ini mungkin dikarenakan saraf-saraf yang menghubungkan tulang belakang Anda dengan uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dengan lubang kencing di kemaluan) juga menghubungkan klitoris Anda dengan vagina sehingga proses pembuangan air kemih pun terasa hampir sama nikmatnya dengan orgasme.   Air Kemih Tidak Steril Lho! Tahukah Anda bahwa air kemih Anda ternyata tidak steril? Berdasarkan pada hasil pemeriksaan DNA terbaru, para ahli menemukan bahwa air kemih seseorang yang sehat sekalipun pasti mengandung kuman.   Mengapa Banyak Orang Buang Angin Sebelum Pipis? Saat buang air kecil, maka tubuh Anda akan melemaskan otot-otot dasar panggul sehingga air kemih yang tersimpan di dalam kandung kemih pun dapat mengalir keluar, akan tetapi melemasnya otot-otot dasar panggul ini juga akan membuat otot anus dan usus besar (rektum) melemas, yang dapat membuat kelebihan gas di dalam saluran pencernaan Anda ikut keluar saat Anda buang air kecil, apalagi bila Anda baru saja mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang menghasilkan banyak gas sebagai produk sampingannya.   Pipis Saat Bercinta, Normalkah? Tentu saja normal. Sekitar 12% wanita pernah pipis saat bercinta, baik hanya beberapa tetes atau justru seluruhnya. Mengapa hal ini dapat terjadi? Hal ini dikarenakan saat penis mempenetrasi vagina cukup dalam, maka dinding vagina atau leher rahim akan terdorong ke kandung kemih sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil. Untuk mencegahnya, pipislah sebelum berhubungan seks dan bercintalah dengan posisi girl on top sehingga Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penisnya dapat masuk ke dalam vagina Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 25 Aug 2014    11:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Batu Ginjal
Batu ginjal sangat jarang diketahui sebelum mereka menimbulkan gejala apapun. Gejala yang sering dialami oleh penderita adalah nyeri hebat yang timbul secara mendadak. Rasa nyeri ini seringkali membuat penderita harus dilarikan ke rumah sakit. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang dapat membantu mengetahui apakah seseorang menderita batu ginjal atau tidak seperti pemeriksaan CT scan, foto rontgen, USG, dan pemeriksaan urin rutin (urinalisis). Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat membantu mengetahui mineral mana yang kadarnya cukup tinggi di dalam tubuh, yang mungkin turut berperan dalam membentuk batu ginjal. Pengobatan Rawat Jalan Jika batu ginjal yang Anda miliki berukuran kecil, maka dokter Anda mungkin hanya akan memberikan obat anti nyeri dan meminta Anda menunggu hingga batu keluar dengan sendirinya bersamaan dengan air kemih. Untuk membantu mempercepat pengeluaran batu, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengkonsumsi lebih banyak air putih, yaitu sekitar 8-10 gelas air putih setiap harinya. Obat-obatan Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat membantu tubuh mengeluarkan batu ginjal. Obat alfa blocker dapat membantu membuat dinding ureter (suatu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih) lebih rileks dan lebih lebar sehingga batu dapat keluar dari ginjal dan melalui saluran ini dengan lebih mudah. Efek samping yang dapat terjadi saat mengkonsumsi obat ini adalah nyeri kepala atau pusing. Selain obat-obatan yang dapat membantu mengeluarkan batu dari dalam tubuh, terdapat juga obat-obatan yang dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Terapi Gelombang Kejut (ESWL/Extracorporeal shock wave lithotripsy) Salah satu jenis pengobatan batu ginjal yang paling sering dilakukan adalah ESWL. Pada terapi ini digunakan suatu gelombang kejut tinggi energi untuk memecahkan batu ginjal besar menjadi beberapa batu ginjal kecil sehingga batu dapat keluar dengan lebih mudah dari dalam ginjal. Efek samping terapi yang dapat terjadi adalah perdarahan, memar, atau nyeri setelah tindakan. Ureteroskopi Jika batu ginjal telah berhasil keluar dari dalam ginjal dan sekarang terletak dekat dengan kandung kemih, maka dokter pun dapat melakukan tindakan ureteroskopi. Pada tindakan ini, dokter akan memasukkan suatu selang tipis dari uretra (lubang tempat air kemih dikeluarkan, yang terletak di kemaluan) ke tempat batu berada. Dokter bedah urologi akan memecahkan batu dan mengeluarkan serpihan-serpihan batu melalui selang tersebut. Pada tindakan ini tidak diperlukan pemotongan pada daerah perut. Akan tetapi, bila batu berukurang sangat besar, maka tindakan pembedahan mungkin harus dilakukan untuk mengeluarkan batu. Analisa Batu Ginjal Sekitar 80% batu ginjal terdiri dari kalsium. Sisanya biasanya terdiri dari asam urat, struvit, atau sistin. Setelah batu berhasil dikeluarkan, dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan pada batu tersebut untuk mengetahui mineral apa saja yang membentuk batu tersebut. Dengan demikian, Anda pun dapat melakukan berbagai hal untuk mencegah pembentukan batu baru. Pencegahan Jika Anda ternyata memiliki batu kalsium, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengurangi konsumsi garam dan natrium, yang membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak kalsium ke dalam air kemih. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengurangi atau menghindari konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak oksalat seperti coklat, kopi instan, teh, kacang-kacangan, buah beri, sayuran berdaun hijau, jeruk, tahu, dan ubi. Salah satu cara pencegahan batu ginjal yang terbaik adalah dengan mengkonsumsi banyak air putih sehingga warna air kemih tetap jernih. Sumber: webmd
 22 Aug 2014    11:00 WIB
Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Batu Ginjal
Ginjal merupakan suatu organ yang berfungsi untuk memfiltrasi berbagai zat sisa dari dalam aliran darah dan mengeluarkannya dari dalam tubuh dalam bentuk air kemih. Kadangkala, garam dan berbagai mineral lainnya yang terdapat di dalam air kemih mengumpul menjadi satu dan membentuk batu ginjal kecil. Ukuran batu ginjal dapat bervariasi mulai dari seukuran sebutir gula pasir hingga sebesar bola ping pong. Penderita batu ginjal biasanya tidak menyadari mereka memiliki batu ginjal hingga batu tersebut menyumbat saluran kemih. Batu ginjal juga dapat menimbulkan rasa nyeri hebat bila batu terbawa aliran kemih ke kandung kemih. Penyebab Batu ginjal dapat terbentuk akibat adanya perubahan keseimbangan antara air, garam, dan berbagai mineral di dalam air kemih. Setiap perubahan dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal yang berbeda. Terdapat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya perubahan keseimbangan tersebut, mulai dari suatu gangguan kesehatan kronik hingga apa yang Anda makan dan minum. Faktor Resiko Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi resiko terjadinya batu ginjal pada seseorang. Beberapa hal ini terdiri dari hal yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Faktor resiko batu ginjal yang dapat dikendalikan adalah: • Terlalu sedikit mengkonsumsi air putih • Mengkonsumsi banyak protein, garam, dan makanan yang mengandung banyak oksalat seperti coklat atau sayuran berdaun hijau • Peningkatan berat badan • Konsumsi obat-obatan tertentu Faktor resiko batu ginjal yang tidak dapat dikendalikan adalah: • Ras kulit putih memiliki resiko menderita batu ginjal yang lebih tinggi daripada rasa lainnya, terutama pada usia 40 tahunan • Wanita berusia 50 tahun • Memiliki anggota keluarga yang menderita batu ginjal • Menderita beberapa gangguan kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi, gout, dan infeksi saluran kemih. Pengobatan berbagai gangguan kesehatan ini dapat menurunkan resiko terjadinya batu ginjal pada penderita Selain beberapa hal di atas, pekerjaan seseorang ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya batu ginjal. Hal ini terutama dialami oleh para tentara yang ditugaskan di daerah gurun. Peningkatan resiko batu ginjal ini terjadi akibat dehidrasi yang seringkali dialami oleh para tentara tersebut. Kurangnya konsumsi air putih dapat membuat kadar mineral di dalam air kemih menjadi sangat tinggi dan mengumpul menjadi satu, membentuk batu ginjal Gejala Batu ginjal yang terdapat di dalam ginjal dan berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, bila batu ginjal terbawa aliran kemih di dalam saluran kemih atau menyumbat saluran kemih atau berukuran besar, maka ia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti: • Nyeri hebat di pinggang, perut, atau kemaluan • Sering buang air kecil • Nyeri saat buang air kecil • Adanya darah di dalam air kemih • Mual dan muntah Jika Anda mengalami nyeri hebat mendadak pada bagian pinggang atau perut, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Nyeri perut dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain selain batu ginjal seperti radang usus buntuk dan kehamilan ektopik. Nyeri saat berkemih juga merupakan gejala yang biasa dialami oleh orang yang menderita infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual. Batu ginjal yang kecil biasanya dapat keluar bersamaan dengan air kemih tanpa gejala apapun. Jika batu ginjal berukuran kurang dari 5 mm, maka batu biasanya dapat keluar dengan sendirinya tanpa menimbulkan gangguan apapun. Jika batu berukuran antara 5-10 mm, maka kemungkinan timbulnya gejala adalah sekitar 50%. Jika batu berukuran lebih besar dari 10 mm, maka batu tidak dapat keluar dengan sendirinya atau bahkan menyumbat saluran kemih, yang menyebabkan penderita harus memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: webmd