Your browser does not support JavaScript!
 25 Oct 2019    18:00 WIB
Waspada Tanda Sakit Kepala Bukan Sekedar Sakit Kepala Biasa
Sakit kepala memang dapat sangat mengganggu dan tergantung dari keparahannya, hal ini dapat mengganggu produktivitas kerja Anda. Akan tetapi, bagaimana membedakan apakah sakit kepala yang Anda alami merupakan sakit kepala biasa atau merupakan suatu gejala penyakit yang lebih serius? Jika sakit kepala Anda disertai oleh berbagai gejala di bawah ini, maka kemungkinan besar sakit kepala yang Anda alami bukanlah sakit kepala biasa. Segera cari pertolongan medis untuk mencari tahu penyebab dan pengobatan yang sesuai untuk mengatasinya.   Mual dan Muntah Walaupun jarang, akan tetapi sakit kepala Anda dapat merupakan salah satu gejala dari tumor atau kanker otak. Gejala tumor otak yang sering ditemukan adalah sakit kepala yang berlangsung terus-menerus, yang memburuk di pagi hari, bukan merupakan suatu migrain, dan disertai oleh mual atau muntah.   Sakit Kepala Terjadi Secara Mendadak Aneurisma merupakan pembuluh darah yang melebar, yang sangat lemah. Merokok, menderita tekanan darah tinggi, berjenis kelamin perempuan, atau memiliki anggota keluarga yang menderita aneurisma dapat meningkatkan resiko terjadinya aneurisma. Jadi, bila Anda mengalami sakit kepala hebat secara mendadak, hal ini dapat merupakan tanda dari pecahnya suatu aneurisma, yang menyebabkan perdarahan di dalam otak.   Baca juga: Mengapa Anda Sakit Kepala Setelah Minum Kopi???   Kelemahan Otot Atau Anggota Gerak Mati Rasa Segera cari pertolongan medis bila sakit kepala Anda disertai oleh kelemaha otot atau anggota gerak mati rasa, perubahan kepribadian, atau perubahan penglihatan; karena berbagai hal ini dapat merupakan gejala dari stroke. Stroke terjadi saat pembuluh darah otak tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik). Saat salah satu dari hal ini terjadi, maka ada suatu bagian otak yang tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang diperlukannya sehingga sel-sel otak pun mati. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis bila mengalami gejala di atas, karena semakin cepat penanganan yang Anda terima, semakin baik prognosis Anda.   Kaku Kuduk dan Demam Kaku kuduk (leher terasa kaku atau nyeri) dan demam dapat merupakan gejala dari meningitis, pembengkakan selaput pembungkus otak dan medulla spinalis. Meningitis dapat segera memburuk dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, tetapi dapat pula disebabkan oleh suatu cedera, kanker, atau obat-obatan tertentu. Segera cari pertolongan medis bila keluhan sakit kepala Anda disertai oleh demam dan kaku kuduk.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 14 Sep 2019    16:00 WIB
Sakit Kepala Biasa Atau Migrain Ya???
Saat Anda mengalami sakit kepala mungkin agak sulit bagi Anda untuk membedakan apakah Anda sedang menderita sakit kepala biasa atau justru migrain. Walaupun demikian, mengetahui dengan pasti apa jenis sakit kepala yang sedang Anda alami sangatlah penting karena hal ini berarti bahwa Anda dapat memperoleh pengobatan yang lebih sesuai. Selain itu, mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami juga dapat membantu mencegah terjadinya berulangnya sakit kepala tersebut. Jadi bagaimanakah cara membedakan sakit kepala biasa dari migrain???   Apa Itu Sakit Kepala? Sakit kepala merupakan rasa nyeri yang tidak menyenangkan di dalam kepala Anda yang dapat menyebabkan kepala terasa tertekan dan sakit. Sakit kepala dapat bervariasi dari ringan hingga sedang dan biasanya terjadi pada kedua sisi kepala. Beberapa daerah kepala yang biasa "diserang" saat mengalami sakit kepala adalah daerah dahi, pelipis, dan leher belakang. Lama berlangsungnya sakit kepala dapat bervariasi dari 30 menit hingga 1 minggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling sering adalah sakit kepala tension. Pemicu jenis sakit kepala ini adalah stress, ketegangan otot, atau rasa cemas. Selain sakit kepala tension, ada beberapa jenis sakit kepala lain yang juga cukup sering ditemukan, yaitu: Sakit kepala cluster. Sakit kepala jenis ini biasanya hanya mengenai 1 sisi kepala tetapi biasanya tidak separah migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah hidung meler, mata berair, atau hidung tersumbat Sakit kepala sinus. Sakit kepala ini seringkali salah didiagnosa sebagai migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah demam, hidung tersumbat, batuk, dan wajah terasa seperti tertekan.   Baca juga: 10 Tips Untuk Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seks   Apa Itu Migrain? Sakit kepala migrain biasanya cukup berat dan seringkali disertai dengan beberapa gejala lain selain sakit kepala. Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada sakit kepala migrain adalah: Mual Nyeri di belakang salah satu mata atau telinga Nyeri di pelipis Melihat kilatan cahaya atau titik hitam Menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan atau suara Gangguan penglihatan sementara Muntah Bila dibandingkan dengan sakit kepala tension atau sakit kepala lainnya, sakit kepala migrain biasanya lebih berat. Sakit kepala migrain biasanya hanya mengenai satu sisi kepala. Akan tetapi, mungkin saja migrain mengenai kedua sisi kepala. Perbedaan lainnya adalah kualitas  nyeri. Sakit kepala migrain biasanya menimbulkan nyeri hebat yang sangat menyiksa dan akan membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sakit kepala migrain dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. Aura adalah suatu sensasi yang dirasakan oleh penderita sebelum ia mengalami serangan migrain. Sensasi ini biasanya terjadi antara 10-30 menit sebelum serangan terjadi. Beberapa aura yang sering dialami oleh penderita migrain adalah: Mengalami kesulitan berpikir atau sulit berkonsentrasi Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasanya Merasa kesemutan atau mati rasa di daerah wajah atau tangan Mencium atau merasakan atau mengecap sesuatu hal yang tidak biasanya Sementara itu, sejumlah penderita migrain dapat mengalami berbagai gejala lain selama 1 atau 2 hari sebelum serangan migrain terjadi. Berbagai gejala lain ini disebut dengan fase prodromal. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Sembelit Depresi Sering menguap Mudah marah Leher terasa kaku Ngidam suatu makanan yang tidak biasanya   Pengobatan Sakit Kepala Untungnya, sakit kepala tension biasanya dapat diatasi dengan berbagai jenis obat sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Selain obat, teknik relaksasi tampaknya juga dapat membantu mengatasi sakit kepala tension karena dapat membantu mengurangi stress. Beberapa teknik relaksasi yang dapat dilakukan adalah: Kompres hangat atau mandi air hangat Pijat Meditasi Peregangan otot leher   Pengobatan Migrain Sayangnya, obat migrain tidak terlalu efektif untuk mengatasi migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat migrain terlalu lama, lebih dari 10 hari setiap bulannya, maka hal ini justru dapat memicu terjadinya nyeri kepala, yang justru dapat memperburuk gejala.   Pencegahan Migrain Sementara itu, untuk mengobati migrain, pencegahan tampaknya merupakan terapi yang paling baik untuk dilakukan. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah: Mengubah pola makan Anda, misalnya menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala, seperti minuman beralkohol atau minuman berkafein Mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi), atau obat anti kejang Mengatasi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 03 Sep 2019    16:00 WIB
Ada Gejala Seperti Ini? Segera Cek Kolesterol Anda
Kolesterol pada umumnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu fungsi organ agar berjalan dengan baik. Tubuh membutuhkan kolesterol juga untuk menghasilkan estrogen dan hormon lainnya dan juga memproduksi vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan justru dapat merugikan tubuh, seperti terjadinya pengerasan pembuluh darah yang berakibat terjadinya penyakit jantung dan stroke. Dua penyakit ini memang menjadi penyakit yang mengerikan karena menjadi penyebab kematian terbesar. Biasanya orang baru akan sadar dirinya menderita penyakit jantung maupun stroke akibat kolesterol tinggi, nanti setelah sudah terjadi serangan. Padahal peningkatan kadar kolesterol juga memiliki gejala namun sering diabaikan. Jadi sebelum penyakit mematikan merusak kesehatan tubuh Anda. Kenalilah gejala saat terjadi peningkatan kadar kolesterol. Berikut gejala bila kadar kolesterol meningkat: 1.      Kesemutan Apabila Anda sering merasa kesemutan, jangan anggap sepele gejala yang satu ini. Penumpukan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Yang nantinya menyebabkan pembuluh darah kaku dan membuat peredaran darah tidak lancar. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kesemutan. 2.      Sakit kepala Banyak orang yang sering merasa sakit kepala bagian belakang dan mengabaikannya. Padahal rasa sakit kepala bagian belakang dan berdenyut bisa menjadi salah satu tanda peningkatan kadar kolesterol. Hal ini dikarenakan terjadinya penumpukan kolesterol di bagian belakang kepala. 3.      Dada terasa nyeri Bila secara tiba-tiba Anda merasakan nyeri pada dada sebelah kiri, rasanya seperti ditusuk-tusuk. Maka segera lakukan pemeriksaan kadar kolesterol karena nyeri dada seperti ditusuk-tusuk bisa menggambarkan peningkatan kadar kolesterol yang terlalu berlebihan. Apabila Anda tidak pernah menyadari hal ini, bisa saja Anda mengalami serangan jantung yang mendadak dan mengancam jiwa Anda. 4.      Nyeri dan pegal dibagian tengkuk Mungkin Anda pernah merasakan nyeri dan pegal dibagian tengkuk, meski Anda tidak banyak melakukan aktifitas fisik. Hal ini bisa disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah karena penumpukan kolesterol. Apabila Anda merasakan gejala diatas, maka jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan. Segera lakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan kolesterol total, HDL. LDL dan Trigliserida. Periksa kadar asam urat Anda, karena biasanya bila seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi maka akan terjadi juga peningkatan asam urat. Setelah itu langsung lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi dan anjuran pola diet yang tepat. Baca juga: 4 Cara Alami Putihkan Ketiak yang Gelap Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 17 Aug 2019    16:00 WIB
Apakah Sakit Kepala Anda Merupakan Gejala Penyakit Serius?
Tahukah Anda bahwa sakit kepala ternyata dapat merupakan suatu gejala dari penyakit serius, seperti stroke, infeksi, atau tekanan darah tinggi? Jadi, bagaimana cara membedakan keluhan sakit kepala biasa dan sakit kepala akibat suatu penyakit lain? Di bawah ini Anda dapat melihat kapan Anda harus merasa khawatir dan segera memeriksakan diri ke seorang dokter saat mengalami sakit kepala.   Baca juga: Tanda Awal Stroke   Kapan Anda harus segera memeriksakan diri ke seorang dokter saat mengalami sakit kepala? Menurut the American Headache Society, seseorang dianjurkan untuk segera memeriksakan dirinya ke seorang dokter bila sakit kepalanya disertai oleh beberapa hal di bawah ini. Gejala Sistemik Jika Anda mengalami sakit kepala dan juga keluhan di bagian tubuh lainnya, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Keluhan yang dimaksud adalah demam, tidak nafsu makan, atau penurunan berat badan. Selain itu, bila Anda menderita HIV atau kanker dan menderita sakit kepala, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Gejala Neurologis Yang dimaksu dengan gejala neurologis adalah tampak bingung, penglihatan kabur, perubahan kepribadian, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, mati rasa, atau nyeri tajam pada wajah. Terjadi Secara Tiba-tiba Bila sakit kepala anda terjadi secara tiba-tiba, maka Anda mungkin mengalami sakit kepala "thunderclap". Sakit kepala jenis ini biasanya disebabkan oleh adanya perdarahan di dalam otak. Usia Tua Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun dan mengalami serangan sakit kepala baru atau sakit kepala yang Anda alami semakin memburuk, maka segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin mengalami arteritis sel giant atau tumor otak. Keluhan Semakin Memburuk Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila sakit kepala yang Anda alami terasa sangat berbeda dengan sakit kepala yang biasa Anda alami, sakit kepala semakin sering terjadi, atau sakit kepala yang terjadi merupakan sakit kepala terparah yang pernah Anda alami. Selain itu, jika terjadinya nyeri kepala disertai oleh kaku kuduk, demam, dan timbulnya bercak kemerahan pada kulit; maka hal ini dapat merupakan gejala dari meningitis atau infeksi lainnya. Jadi, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 22 May 2019    08:00 WIB
Sakit Kepala Tapi Enggan Minum Obat? Coba Cara Alami Berikut Ini!
Sering sakit kepala tetapi enggan mengkonsumsi berbagai jenis obat sakit kepala? Bila ya, maka di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi nyeri kepala Anda tanpa perlu mengkonsumsi berbagai jenis obat sakit kepala.  1.      Kompres HangatTahukah Anda bahwa mengkompres leher bagian belakang dapat membantu mengatasi nyeri kepala yang disebabkan oleh stress? Hal ini dikarenakan kompres hangat tersebut akan membuat otot leher menjadi lebih rileks dan mengurangi rasa nyeri kepala yang Anda alami.Jika Anda mengalami nyeri kepala kronik, rendamlah kaki Anda ke dalam ember yang telah diisi dengan air hangat selama sekitar 10 menit sebelum tidur. 2.      Kompres DinginGunakanlah kompres dingin pada bagian dahi saat Anda merasa nyeri kepala. Hal ini dapat membantu mengatasi nyeri dengan cara membuat Anda mati rasa, mengecilkan pembuluh darah, dan meningkatkan sirkulasi darah di daerah tersebut. Lakukanlah hal ini selama 10 menit dan ulangi lagi hingga Anda merasa lebih baik. Cara ini hanya akan efektif bila nyeri kepala disebabkan oleh gangguan pada sinus atau stress.Satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah menempelkan es batu secara langsung pada kulit Anda karena hal ini justru dapat mengiritasi kulit Anda. 3.      LemonLemon dapat membantu meredakan nyeri kepala dari dalam karena lemon akan membuat Anda merasa rileks. Selain itu, lemon juga dapat membantu menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh Anda.Minumlah air hangat yang telah dicampur dengan sari buah lemon. Cara ini biasanya cukup efektif untuk meredakan nyeri kepala yang disebabkan oleh banyaknya gas di dalam perut Anda. 4.      PeppermintPeppermint dapat membantu meredakan nyeri kepala karena memiliki efek menenangkan. Anda hanya perlu mencampur teh hangat Anda dengan 1 sendok teh daun peppermint kering, kemudian tambahkanlah sedikit madu ke dalamnya dan minumlah secara perlahan.Selain itu, Anda juga dapat menggunakan minyak peppermint untuk memijat daerah pelipis, rahang, dan leher bagian belakang untuk menghilangkan nyeri kepala dalam waktu singkat. 5.      ApelBaik cuka apel maupun buah apel sendiri dapat digunakan untuk mengatasi nyeri kepala. Hal ini dikarenakan keduanya dapat membantu mengembalikan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. Selain itu, aroma apel hijau juga dapat membantu mengatasi nyeri kepala akibat migrain.Jika Anda mengalami nyeri kepala saat bangun di pagi hari, konsumsilah apel dan minumlah air putih setelahnya atau Anda dapat menambahkan 3-4 sendok makan cuka apel ke dalam sebuah baskom berisi handuk dan air hangat, kemudian kompreslah dahi Anda selama sekitar 10 menit. Baca juga: 12 Pemicu Nyeri Kepala 6.      Minyak Kayu PutihKarena mengandung zat anti radang dan anti nyeri, maka minyak kayu putih dapat membantu membuat otot Anda yang tegang menjadi lebih rileks sehingga nyeri kepala Anda pun berkurang. Pijatlah bagian dahi dan pelipis Anda dengan menggunakan minyak kayu putih selama sekitar 15 menit. Bila Anda tidak memiliki minyak kayu putih, Anda dapat menggantinya dengan minyak almond atau minyak kelapa. 7.      Daun SirihDaun sirih telah diketahui mengandung suatu zat anti nyeri, yang cukup efektif untuk mengatasi nyeri kepala dalam waktu beberapa menit. Kunyahlah 1-2 lembar dahun sirih untuk membantu mengatasi nyeri kepala Anda. 8.      RosemaryAsam rosmarinik di dalam minyak rosemary memiliki efek anti radang dan menenangkan sehingga dapat membantu mengatasi nyeri kepala Anda. Pijatlah bagian dahi dan pelipis Anda dengan minyak rosemary. Satu hal yang perlu diingat adalah minyak rosemary tidak boleh digunakan pada orang yang menderita tekanan darah tinggi atau epilepsi. 9.      CengkehCengkeh dapat digunakan untuk mengatasi nyeri kepala akibat otot yang tegang karena mengandung zat anti nyeri. Anda hanya perlu menghaluskan cengkeh, kemudian bungkuslah dengan sehelai sapu tangan atau kain, kemudian ciumlah aromanya saat Anda mengalami nyeri kepala. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: allwomenstalk
 12 Feb 2019    18:00 WIB
Beberapa Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya
Sakit kepala? Hampir dipastikan kalau semua orang pernah mengalaminya, mulai dari sakit kepala ringan sampai sakit kepala berat yang dapat mengganggu aktifitas harian. Sakit kepala yang dialami setiap orang ternyata berbeda-beda, misalnya berdasarkan lokasi sakitnya, terkadang di bagian depan, tengkuk atau hanya di satu sisi bagian kepala saja. Nah, Sakit kepala di bagian yang berbeda memiliki arti yang juga berbeda. Ketahui beberapa jenis sakit kepala di lihat dari lokasinya: Satu sisi kepala Biasa disebut juga dengan migrain. Migrain seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan biasanya terjadi berulang kali di sisi yang sama. Migrain juga sering disertai dengan gangguan penglihatan dan pendengaran, selain itu sering menimbulkan rasa mual dan muntah. Umumnya penyebab migrain adalah perubahan hormon pada wanita selama atau sebelum masa menstruasi, stres, kurang tidur, perubahan cuaca, konsumsi makanan yang mengandung pengawet, penyedap rasa dan pemanis buatan. Dahi dan mata Sakit kepala yang dirasakan di sekitar dahi dan mata disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan. Sakit kepala di bagian tersebut sering disertai dengan gangguan pada perut, ginjal, usus dan empedu. Sakit kepala yang satu ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan atau keracunan makanan. Tengkuk hingga kepala Merasakan rasa nyut-nyutan di tengkuk hingga kepala? Atasi dengan beristirahat atau berlibur karena sakit kepala yang satu ini akan terjadi bila ketika Anda merasakan stress yang berlebihan. Dahi, mata hingga batang hidung Penyebab utamanya adalah sinusitis. Suatu kondisi yang bisa terjadi apabila Anda mengalami influenza yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik. Jadi, sebaiknya segera periksakan diri bila sering mengalami sakit kepala di bagian tersebut. Jangan biarkan diri tersiksa lebih lama lagi dengan sakit kepala dan sinusitis yang bisa menjadi semakin parah. Dahi Sakit kepala yang hanya dirasakan di bagian dahi biasanya akan terjadi saat kamu sedang gelisah, takut, panik atau gugup. Cara mengatasinya adalah dengan selalu berpositif thinking, mendengarkan music yang Anda sukai, atau menghirup aromaterapi, agar tubuh menjadi lebih rileks.   Untuk membantu mengatasi rasa sakit kepala yang Anda rasakan: Pijat Lakukanlah pemijatan pada area pelipis, kepala, bahu dan punggung dengan lembut. Hal ini dapat mengurangi tingkat rasa sakit kepala. Meskipun beberapa saat kemudian sakit kepala akan kembali lagi, maka segera lakukan pemijatan ulang. Pemijatan sebaiknya dilakukan oleh orang lain agar lebih terasa efeknya. Jika memungkinkan, ambillah beberapa es batu dan simpan di dalam kain, kemudian tempelkan pada bagian pelipis, dan leher. Hal ini dapat mengurangi ketegangan penyebab sakit kepala. Minum air Meminum air yang banyak dapat membantu mengurangi racun di dalam tubuh kita. Selain itu, minum air yang banyak dapat mencegah terjadinya demam yang dapat memperparah rasa sakit kepala Istirahat Rasa sakit kepala yang dirasakan bisa timbul saat ada permasalahan di dalam tubuh Anda. Dengan beristirahat akan membantu mengembalikan stamina dan membuat pikiran menjadi lebih tenang.   Sakit kepala mempunyai gejala yang berbeda dan tentu saja penanganan yang berbeda. Apabila Anda merasakan sakit kepala yang tidak kunjung reda dan dirasakan semakin sering ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. Baca juga: Tips Memilih Pembersih Untuk Wajah Berjerawat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: lifehack
 09 Dec 2018    18:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
Sekarang kita bahas tentang Migrain. Apa itu migrain? Migrain adalah sakit kepala sebelah. Dimana kepala mengalami denyutan, rasa sakitnya bisa meningkat dari sedang hingga parah, dan rasa sakitnya bisa bertahan dari 2 hingga 72 jam. Migrain juga diyakini penyebabnya karena faktor lingkungan dan genetik. Gejala umum yang terkait dengan sakit kepala migrain meliputi: Mual. Sakit di bagian belakang pada salah satu mata atau telinga. Sakit di bagian pelipis. Kepekaan atau sensitif terhadap cahaya atau suara. Penglihatan menjadi gelap. Muntah. Sakit kepala migrain biasanya dibagi menjadi dua kategori: migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. (Aura adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala neurologis migrain, gangguan visual yang paling umum). Aura mengacu pada sensasi yang dialami seseorang sebelum mereka mengalami migrain. Orang yang mengalami 'migrain dengan aura' akan memiliki banyak atau semua gejala 'migrain tanpa aura' dan gejala neurologis tambahan yang berkembang selama periode 5 hingga 20 menit dan bertahan kurang dari satu jam. Gangguan visual dapat meliputi: Titik buta pada penglihatan. Seperti melihat bintik-bintik berwarna. Penglihatan menjadi berkilau. Fokus penglihatan terganggu. Tidak dapat melihat alur garis dengan benar (zig zag). Mengalami kebutaan sementara. Gejala aura lainnya dapat termasuk: Mati rasa atau kesemutan. Kelemahan di satu sisi tubuh. Pusing. Perasaan berputar (vertigo). Merasa kurang waspada secara mental atau sulit berpikir. Melihat lampu berkedip atau garis yang tidak biasa. Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan. Memiliki penciuman, rasa, atau sentuhan yang tidak biasa. Pembicaraan dan pendengaran juga dapat terpengaruh dan sebagian orang mengalami masalah ingatan, perasaan takut dan kebingungan ada juga yang mengalami pingsan. Beberapa penderita migrain dapat mengalami gejalanya terlebih dahulu, selama satu atau dua hari sebelum positif mendapatkan migrain. Hal ini diikenal sebagai fase "prodrome", tanda-tanda halus ini dapat meliputi: Sembelit. Depresi. Sering menguap. Sifat lekas marah. Leher kaku. Mengidam makanan yang tidak biasa. Beberapa pemicu migrain: Kecemasan emosional. Kontrasepsi. Alkohol. Perubahan hormonal. Mati haid. Pengobatan atau perawatan apa yang harus dilakukan: Untuk Mengobati sakit kepala. Kita bisa mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. Seperti: Acetaminophen. Aspirin. Ibuprofen. Teknik relaksasi. Karena kebanyakan sakit kepala disebabkan oleh stres, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres, yaitu dengan : Terapi panas, seperti kompres hangat atau mandi hangat Pijat. Meditasi. Peregangan leher (Stretching). Latihan relaksasi (Tai chi, Yoga). Untuk mengobati migrain. Pencegahan seringkali merupakan pengobatan terbaik untuk sakit kepala migrain. Maka itu yang perlu kita lakukan adalah : Membuat perubahan pada pola makan kita, seperti menghilangkan makanan dan zat yang diketahui sebagai pemicu sakit kepala, seperti alkohol dan kafein. Minum obat resep, seperti antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat antiepilepsi, atau Peptida CGRP (calcitonin gene-related peptide). mengambil langkah untuk mengurangi stres Obat-obatan, seperti: obat anti-mual, seperti promethazine (Phenergan), chlorpromazine (Thorazine), atau prochlorperazine (Compazine). Penghilang rasa sakit ringan sampai sedang, seperti acetaminophen, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, naproxen sodium, atau ibuprofen. Triptans, seperti almotriptan (Axert), rizatriptan (Maxalt), atau sumatriptan (Alsuma, Imitrex, dan Zecuity). Tetapi obat migrain tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena jika seseorang mengkonsumsi obat sakit kepala migrain lebih dari 10 hari dalam sebulan, ini bisa menyebabkan efek yang dikenal sebagai sakit kepala rebound. Ini malah memperburuk keadaan kita. Ada baiknya sebelum membeli atau mengkonsumsi jenis obat-obatan di atas, kita konsultasikan dulu dengan dokter. Sumber : www.healthline.com
 09 Dec 2018    16:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 1)
Sakit kepala timbul, duh bikin bt, susah buka mata, rasa penat dan mual. Apalagi jika terserang sakit kepala sebelah, kepala serasa memikul barang berat dan mata bagian dalam terasa ditusuk-tusuk, tapi apa perbedaannya yah, antara migrain dan sakit kepala, kok terdengar sama saja. Ketika ada tekanan atau rasa sakit di kepala kita, sulit untuk mengetahui apakah kita mengalami sakit kepala atau migrain. Namun perlu diketahui ini adalah dua hal yang berbeda. Karena ketika kita mengetahui perbedaannya, kita bisa mencari solusi yang tepat dalam mengobati dan mengalami pemulihan yang lebih cepat melalui perawatan yang lebih baik. Kedepannya dapat membantu kita mencegah kedua serangan ini dan tahu bagaimana mengatasinya. Sekarang mari kita bahas perbedaannya. Mulai dari sakit kepala. Apa itu sakit kepala? Sakit kepala adalah nyeri yang tidak menyenangkan di kepala kita, yang dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit. Rasa sakitnya bisa berkisar dari ringan hingga berat, dan biasanya terjadi di kedua sisi kepala kita. Beberapa area spesifik di mana sakit kepala dapat terjadi, termasuk di daerah dahi, pelipis, dan belakang leher. Sakit kepala bisa berlangsung dari 30 menit hingga seminggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala tegang atau Tension Type Headache (TTH). Pemicu untuk jenis sakit kepala ini termasuk stres, ketegangan otot, dan kecemasan. Sakit kepala tegang bukan satu-satunya jenis sakit kepala, ada jenis sakit kepala lainnya, seperti: Sakit kepala cluster adalah sakit kepala yang jauh lebih sering menyerang pria dibandingkan pada wanita. Sakit kepala ini dimulai pada usia lebih lanjut, dengan usia rata-rata yakni 25 tahun. Penyakit ini tidak menurun. Namun sangat parah, satu sisi, tidak berdenyut, konstan dengan durasi mulai dari beberapa menit hingga kurang dari 2 jam. Tidak seperti sakit kepala migrain, sakit kepala cluster selalu satu sisi, dan biasanya kambuh pada sisi yang sama.   Sakit kepala cluster sering terjadi pada malam hari, membangunkan kita ketika tidur, dan serangannya berulang setiap hari pada waktu tertentu, dalam jangka waktu mingguan hingga bulanan. Setelah itu akan ada jeda dimana pasien mungkin bebas dari sakit kepala cluster selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Karakteristik sakit kepala cluster diawali dengan sensasi terbakar sepanjang aspek lateral hidung atau mengalami tekanan di belakang mata.    Sakit kepala sinus. Sakit kepala sinus terjadi bersamaan dengan gejala infeksi sinus seperti demam, hidung tersumbat, batuk, dan mengalami tekanan pada wajah. Sakit kepala Chiari. Sakit kepala Chiari disebabkan oleh cacat lahir yang dikenal sebagai malformasi Chiari, yang menyebabkan tulang tengkorak mendorong bagian otak, sering menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala. Sakit kepala Thunderclap. Sakit kepala "thunderclap" adalah sakit kepala yang sangat parah yang dapat berkembang dalam 60 detik atau kurang. Ini bisa menjadi gejala perdarahan subarachnoid, kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Sakit kepala ini mungkin juga disebabkan oleh aneurisma, stroke, atau cedera lainnya. Sakit kepala akibat cedera kepala. Setiap trauma kepala yang menyebabkan sakit kepala membutuhkan perhatian medis yang cepat. Sakit kepala akibat segala jenis benturan ke kepala dapat diindikasikan sebagai gegar otak. Gegar otak merupakan risiko yang berbahaya, yang biasanya membuat kita sakit kepala terus-menerus dan makin memburuk. Peristiwa karena jatuh, tabrakan atau kecelakaan lainnya yang mengenai kepala dapat menyebabkan pendarahan yang berpotensi mengancam jiwa. Baca juga : Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
 25 Sep 2018    08:00 WIB
8 Makanan Pemicu Sakit Kepala
Tahukah Anda bahwa bukan cuma cuaca panas dan pekerjaan yang menumpuk yang bisa bikin Anda sakit kepala? Makanan ternyata juga dapat membuat Anda mengalami sakit kepala. Alkohol, cokelat, dan kafein telah diketahui dapat memicu terjadinya nyeri kepala. Selain ketiga makanan di atas, ada berbagai makanan lain yang dapat memicu terjadinya sakit kepala, yang dapat berbeda-beda pada setiap orang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Cokelat Sebuah penelitian menemukan bahwa cokelat ternyata justru melindungi sel-sel saraf yang menjadi penyebab terjadinya nyeri kepala migrain. Akan tetapi, banyak juga orang yang menderita sakit kepala biasa (bukan migrain) setelah mereka mengkonsumci cokelat.   Baca juga: Berbagai Tipe Nyeri Kepala   Red Wine Sulfat yang banyak digunakan sebagai pengawet di dalam red wine telah terbukti berhubungan dengan terjadinya migrain. Selain itu, alkohol di dalam red wine juga dapat memicu peningkatan aliran darah ke dalam otak, yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Kedua hal ini dapat menjadi pemicu terjadinya migrain. Alkohol juga dapat memicu terjadinya sakit kepala pada orang yang menderita nyeri kepala cluster.   Kopi Jika Anda bergadang pada akhir pekan dan mengalami sakit kepala saat bangun, maka Anda mungkin mengalami gejala kecanduan kafein. Mengkonsumsi sedikit kafein justru dapat membantu mengatasi migrain. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak kafein justru dapat memicu terjadinya sakit kepala bila Anda sudah lama tidak mengkonsumsi kafein. Penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang mengkonsumsi sekitar 200 mg kafein (sekitar 2-3 gelas kopi) setiap harinya, maka ia dapat mengalami gejala kecanduan kafein bila ia melewatkan "dosis" kopinya tersebut.   Keju Walaupun belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa keju dapat memicu terjadinya migrain, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi keju tua dapat meningkatkan resiko terjadinya sakit kepala. Hal ini mungkin dikarenakan adanya tiramin, suatu zat yang terbentuk saat protein di dalam keju hancur seiring dengan semakin lamanya usia keju. Jadi, semakin tua usia keju, maka semakin tinggi kadar tiramin di dalamnya. Beberapa jenis keju yang sebaiknya Anda hindari bila Anda ingin menghindari sakit kepala adalah blue cheese, Swiss cheese, keju cheddar, keju gouda, dan keju parmesan.   Kecap Asin dan MSG Monosodium glutamate (MSG), yang ditemukan pada kecap asin dan micin telah diketahui dapat memicu terjadinya kram perut, diare, dan sakit kepala hebat pada sekitar 10-15% penderita migrain. Selain itu, karena kecap asin juga sangat asin, maka hal ini dapat memicu terjadinya dehidrasi, yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Es Krim Sakit kepala menusuk yang Anda alami saat Anda mengkonsumsi es krim terlalu cepat sebenarnya merupakan reaksi tubuh terhadap dingin, bukan terhadap esk krim. Sakit kepala akibat mengkonsumsi es krim biasanya terjadi bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak es krim atau terlalu cepat. Sakit kepala biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 30-60 detik. Penderita migrain mungkin akan mengalami serangan migrain saat mengkonsumsi berbagai makanan dingin, termasuk es krim. Sakit kepala biasanya menghilang dengan cepat.   Pisang Walaupun jarang, akan tetapi pisang juga dapat memicu terjadinya migrain pada orang yang sensitif terhadap tiramin, zat yang sama seperti yang ditemukan di dalam keju. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki tiramin 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan daging pisang itu sendiri.   Daging Olahan Walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan bahwa daging olahan dapat memicu terjadinya sakit kepala, akan tetapi, nitrat dan nitrit yang digunakan sebagai pengawet di dalam sosis, bacon, dan daging olahan lainnya telah diketahui dapat melebarkan pembuluh darah dan memicu terjadinya sakit kepala pada beberapa orang.   Menurut the American Headache Society, penelitian saja tidak cukup untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat memicu terjadinya sakit kepala pada setiap orang, karena setiap orang memiliki pemicu sakit kepala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda, terutama pada penderita migrain memiliki jurnal makanan, yang berisikan makanan apa saja yang memicu terjadinya sakit kepala atau serangan migrain, sehingga dapat dihindari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 24 Sep 2018    11:00 WIB
Efek Cedera Kepala Pada Kemampuan Fisik Anda
Pada sebagian besar kasus, penderita dapat sembuh dengan sempurna paska cedera kepala. Akan tetapi, pada beberapa kasus lainnya, dapat terjadi gejala fisik sisa paska cedera kepala. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala fisik sisa yang mungkin terjadi paska cedera kepala.   Kemampuan Bergerak Kemampuan Anda untuk bergerak dapat terganggu paska cedera kepala. Pergerakan Anda mungkin menjadi sangat lambat dan keseimbangan Anda dapat terganggu. Beberapa orang mungkin akan membutuhkan kursi roda atau alat bantu lainnya karena gangguan koordinasi otot atau keseimbangan, yang membuat mereka tidak dapat berjalan tanpa bantuan.   Kekakuan Otot Anggota gerak Anda mungkin akan terasa kaku atau lemah dan membatasi ruang gerak Anda. Kadangkala, hanya salah satu sisi tubuh yang terkena. Hal ini tergantung pada bagian otak yang mengalami cedera. Kekakuan otot dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Kelemahan Atau Kelumpuhan Otot Kelemahan atau kelumpuhan otot seringkali hanya mengenai salah satu sisi tubuh. Hal ini disebut dengan hemiplegia dan merupakan hal yang biasa terjadi pada orang yang menderita stroke. Keadaan ini akan membuat penderita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan berbagai aktivitasnya, termasuk saat mandi atau berpakaian. Kelemahan otot juga dapat menyebabkan penderita tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar.   Baca juga: Dampak Cedera Kepala Pada Kemampuan Berpikir Seseorang   Ataksia Ataksia merupakan gerakan tidak terkendali, tidak teratur, atau gemetar yang menyebabkan gangguan koordinasi otot untuk bergerak. Tangan penderita mungkin tampak gemetar atau kaku dan menulis dapat menjadi sangat sulit atau bahkan tidak memungkinkan.   Gangguan Sensoris Cedera kepala mungkin akan membuat indera peraba Anda menjadi berkurang atau menghilang atau justru menjadi berlebihan. Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengetahui di mana kakinya berada bila tidak melihatnya secara langsung. Penglihatan juga dapat terganggu dan mungkin tidak dapat diperbaiki oleh penggunaan kacamata. Penderita juga dapat memiliki posisi tubuh yang aneh atau cara berjalan yang aneh. Kemampuan indera perasa atau penciuman juga dapat terganggu atau hilang, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.   Fatigue Rasa lelah berlebihan juga sering dialami oleh orang yang baru saja mengalami cedera kepala, termasuk pada cedera kepala ringan. Memakai pakaian atau berjalan dapat terasa sangat sulit paska cedera kepala. Oleh karena itu, dianjurkan untuk beristirahat selama sejangka waktu dan sepanjang beraktivitas hingga keluhan dirasa membaik.   Kesulitan Berbicara Berbicara menjadi lambat, tidak jelas, atau lebih cepat juga sering terjadi paska cedera kepala. Pada awalnya, pembicaraan penderita mungkin sulit untuk dimengerti. Beberapa orang penderita dapat kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Akan tetapi, hal ini bukan berarti mereka telah kehilangan kecerdasannya.   Epilepsi Cedera kepala juga dapat membuat sejumlah orang lebih mudah mengalami kejang epilepsi. Dokter biasanya akan memberikan obat anti kejang selama beberapa tahun untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekambuhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: headway