Your browser does not support JavaScript!
 05 Oct 2018    11:00 WIB
Apakah Vape Aman Untuk Digunakan ?
Saat ini adalah jamannya "e" seperti e-money, e-ktp, dsb. Terakhir yang menjadi trend di kalangan anak muda adalah e-rokok atau rokok elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama vape. Perangkat ini dioperasikan dengan baterai yang memancarkan emisi uap yang mengandung nikotin maupun yang non-nikotin. Dengan demikian akan memberikan sensasi atau rasa seperti menghirup asap rokok tembakau. Vape sejak kemunculannya pertam kali pada tahun 2004 telah digunakan oleh jutaan orang di China. Di Amerika sendiri mengalami peningkatan pemakaian oleh siswa SMA dari tahun 2011-2015 sebanyak 900 persen. Pada tahun 2016 lebih dari 2 juta siswa SMP dan SMA telah mencoba vape. Kepopuleran dan peningkatan penggunaan vape ini karena adanya kebutuhan orang-orang yang ingin berhenti atau mengurangi rokok.  Alat ini memang dibuat menyerupai rokok namun tanpa membakar tembakau. Namun apakah menggunakan alat ini berarti aman? Cara kerja vape Vape sendiri terdiri dari corong atau katrid, elemen pemanas, baterai isi ulang, dan sirkuit elektronik. Ketika seorang menghisap corong, maka secara otomatis sesnsor panas akan diaktifkan. Kemudian panas ini akan membuat cairan atau larutan yang beraroma dalam katrid menguap sehingga dihasilkan aerosol yang kemudian dihisap atau divape. Larutan campuran yang digunakan ini disebut juga dengan e-liquid atau e-juice yang dibuat dengan mengekstrak nikotin dari tembakau yang dicampur dengan bahan dasar seperti propylene glycol (biasa digunakan untuk inhaler asma), dan juga penyedap yang memberikan rasa seperti mentol, semangka, dll. Manfaat M3enggunakan vape diklaim bisa mengurangi resiko kesehatan jika dibandingkan dengan merokok konvensional yang mengadung nikotin. Bahkan beberapa penelitian menemukan mereka yang menggunakan vape beberapa akhirnya berhenti merokok. Namun, pada tahun 2015, 58,8 persen pengguna dewasa terus merokok rokok biasa. Ada yang berpendapat bahwa orang muda lebih baik vaping daripada merokok pada awal kebiasaan mereka. Namun The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyimpulkan bahwa vape bermanfaat untuk perokok dewasa yang tidak dalam keadaan hamil asalkan mereka sepenuhnya tidak menggunakan nikotin atau produk tembakau lainnya. Namun pada tahun 2016 the Surgeon General menyatakan bahwa ternyata vape bukanlah produk yang bebas dari resiko penyakit, sebaliknya justru menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan. Sebab itu mari kita lihat lebih jauh mengenai resiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Resiko Berikut adalah beberapa resiko yang bisa ditimbulkan Vape masih mengandung nikotin yang membuat ketagihan dan memicu perubahan pada otak remaja. Bagi wanita hamil akan mempengaruhi perkembangan janin Aerosol mengandung pelarut, perasa, dan racun, yang menurut Surgeon General sebagai "berbahaya" atau "berpotensi membahayakan." Seperti halnya rokok konvensional, vape juga membahayakan paru-paru karena salah satu yagn digunakan adalah dicetyl yang dapat menyebabkan "paru-paru popcorn"yaitu penyakit paru-paru yang parah atau tidak bisa diperbaiki. Resiko keracunan karena tidak sengaja cairan yang di dalam tertelan Menggunakan vape seperti halnya rokok pada umumnya bisa memicu orang ingin mengkonsumsi bahan lainnya seperti kokain Menurut The National Institute on Drug Abuse (NIDA) atau Lembaga Nasional untuk Penyalagunaan Obat merujuk bahwa menghirup langsung dari larutan yang diteteskan ke elemen pemanas bisa menyebakan resiko mengalami gangguan tenggorokan yang lebih parah. Pada bulan Januari 2018 berdasarkan penelitian laboratorium terhadap tikus bahwa kandungan nitrosamine yang dipakai dalam vape bisa merusak DNA. Setelah paru-paru tikus terkena asap vape, kemampuan untuk memperbaiki paru-paru berkurang. Mereka menyimpulkan vape bisa beresiko terhadap kesehatan jantung dan juga bisa menimbulkan kanker paru-paru dan kandung kemih. Sampai saat ini vape masih terus menjadi perdebatan. Sobat sehat tentu ingin memiliki hidup yang sehat dan mungkin ada keinginan untuk berhenti merokok. Namu apakah vape menjadi solusinya? Jika sobat merasa bahwa tidak ada manfaat yang diberikan dan malah merasa adanya gangguan kesehatan, ada baiknya sobat segera konsultasikan dengan dokter yang berkompetensi. Tetaplah sehat dan semangat menjalani hidup ini.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 31 May 2017    11:00 WIB
Waspada Pengguna Tembakau Lebih Berisiko Terinfeksi Infeksi Menular Seksual
Menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan tembakau lebih rentan tertular human papillomavirus tipe 16 (HPV-16) melalui mulut. Oral HPV-16 diyakini bertanggung jawab atas peningkatan kejadian kanker sel skuamosa orofaringeal. Penelitian yang dilakukan dalam meneliti hubungan antara jumlah penggunaan rokok yang dihisap per hari dan kejadian HPV. Carole Fakhry dari Universitas Kedokteran Johns Hopkins, Baltimore bersama dengan rekan-rekannya meneliti hubungan antara prevalensi kejadian oral HPV-16 dengan penggunaan rokok (lingkungan yang merokok, kebiasaan merokok). Para peneliti menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), peserta berusia 14-69 tahun yang memenuhi syarat untuk dilakukan tes DNA HPV oral. Penelitian ini melibatkan 6.887 peserta NHANES, di antaranya 2,012 (28,6 persen) adalah pengguna tembakau saat ini dan 63 (1,0 persen) memiliki HPV-16 yang terdeteksi. Pengguna tembakau dibanding bukan pengguna tembakau biasanya lebih banyak pada pria, pendidikan yang kurang dan mempunyai aktivitas seks oral yang lebih tinggi. Berdasarkan penelitian ditemukan para pengguna tembakau berhubungan secara signifikan dengan risiko kejadian infeksi oral HPV-16. Oral HPV-16 ini ditemukan pada para pengguna tembakau sekitar 2 persen dibandingkan dengan kejadian oral HPV-16 pada kelompok bukan pengguna tembakau hanya sekitar 0,6 persen. Kadar kotinin dan NNAL (penanda spesifik pengguna tembakau) lebih tinggi pada individu yang terinfeksi oral HPV-16 dibanding yang tidak terinfeksi oral HPV-16 Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Journal of American Medical Association (JAMA). Sumber: medindia
 13 Jan 2017    15:00 WIB
Dampak Merokok Pada Kesehatan Tubuh Anda…
Selain dapat membuat Anda tampak beberapa tahun lebih tua, merokok juga akan berdampakburuk pada kesehatan Anda. Selain mengganggu fungsi paru-paru, merokok juga dapatmenyebabkan gangguan pada beberapa organ tubuh lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihatbeberapa dampak negatif dari merokok pada berbagai bagian tubuh.KatarakKatarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata menjadi keruh, yang menyebabkanpenglihatan terganggu. Terapi yang paling efektif untuk mengatasi katarak adalah tindakanpembedahan untuk mengganti lensa mata. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinyakatarak.PsoriasisMerokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya psoriasis. Psoriasis merupakan suatugangguan kulit yang bercirikan kulit tebal bersisik. Psoriasis paling sering mengenai daerah siku,kulit kepala, tangan, punggung, atau kaki.Tulang RapuhMerokok ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan paru-paru Anda, tetapi juga dapat merusakkesehatan tulang Anda lho. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis danpatah tulang. Patah tulang belakang dapat menyebabkan penderita menjadi bungkuk.Gangguan Jantung dan ImpotensiPenyempitan pembuluh darah arteri jantung merupakan salah satu dampak paling berbahaya darimerokok. Karena merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat bekuan darah lebihmudah terbentuk, maka resiko terjadinya serangan jantung pun akan meningkat tajam. Merokokjuga dapat mempengaruhi aliran darah, yang dapat memicu terjadinya impotensi (disfungsiereksi) pada pria.Stamina MenurunKarena merokok dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada jantung dan aliran darah, makahal ini tentu saja akan mempengaruhi stamina tubuh Anda. Merokok akan membuat Anda lebihmudah mengalami sesak napas dan mengganggu sirkulasi darah Anda. Berhenti merokokmerupakan salah satu cara untuk meningkatkan stamina tubuh Anda.Gangguan KesuburanSelain dapat membuat seorang wanita menjadi lebih sulit untuk hamil, wanita yang merokokjuga akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan saat hamil. Hal inidikarenakan wanita yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalamikeguguran, kelahiran prematur, atau melahirkan bayi yang memiliki berat badan lahir rendah.Menopause DiniMenurut berbagai penelitian, wanita yang merokok biasanya juga akan mengalami menopauselebih dini daripada wanita yang tidak merokok. Perokok biasanya akan mengalami menopause1.5 tahun lebih cepat daripada wanita yang tidak merokok. Hal ini terutama terjadi pada wanitayang merupakan seorang perokok berat dalam jangka waktu yang lama.Kanker MulutResiko terjadinya kanker mulut juga akan meningkat pada orang yang merokok, apalagi bilaperokok juga mengkonsumsi minuman beralkohol. Gejala awal kanker mulut yang biasaditemukan adalah adanya sariawan di dalam mulut yang tidak kunjung sembuh. Berhentimerokok dapat menurunkan resiko terjadinya kanker mulut.Kanker ParuSembilan dari 10 kematian yang disebabkan oleh kanker paru terjadi akibat merokok. Hal iniberarti bahwa sekitar 90% kematian akibat kanker paru sebenarnya dapat dicegah. Selain kanker,merokok juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan paru lainnya seperti emfisemadan pneumonia.Tentu saja berhenti merokok bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin.Di Amerika Serikat, jumlah mantan perokok (48 juta orang) jauh lebih banyak daripada orangyang masih merokok (45 juta orang). Hal ini berarti bahwa banyak orang atau lebih tepatnya 48juta orang telah berhasil berhenti merokok. Mengapa tidak mencoba menambahkan angkatersebut dengan mengikutsertakan diri Anda?Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: medicinenet
 24 Aug 2016    15:00 WIB
Hindari 4 Hal Ini Untuk Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru
Kanker adalah salah satu penyakit yang saat ini menjadi momok dalam masyarakat. Pola kehidupan yang semakin buruk, polusi yang semakin meningkat, terlalu sering mengkonsumsi makanan junk food dapat meningkatkan risiko terjaidnya kanker. Salah satu penyakit kanker yang sekarang ini mengalami jumlah peningkatan adalah kanker paru-paru Untuk Anda yang ingin menghindari risiko kanker paru-paru maka sebaiknya Anda hindari beberapa hal berikut ini: Merokok Seperti yang kita ketahui rokok mengandung banyak bahan berbahaya yang dapat memicu sel kanker berkembang dengan pesat. Perokok pasif Jangan pernah merasa meski Anda bukan seorang perokok maka Anda aman dari risiko kanker paru-paru. Seorang perokok pasif juga mempunyai risiko yang sama besarnya dengan perokok aktif. Paparan asbes Untuk para pekerja yang sering terpapar asbes. Hal ini juga bisa meningkatkan terjadinya risiko kanker paru-paru. Paparan mesin diesel Mereka yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, yang sering berada di daerah lalu lintas sarat asap mesin diesel, atau bekerja sebagai pengontrol lalu lintas di jalan-jalan dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Oleh karena itu gunakan selalu masker yang sudah disiapkan oleh perusahaan untuk membantu menjaga kondisi paru-paru Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Paru-paru Yang Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: palingaktual
 20 Aug 2016    08:00 WIB
Benarkah Merokok Sebabkan Keriput Pada Kulit Anda?
Satu lagi alasan yang mungkin dapat meningkatkan motivasi anda untuk berhenti merokok, yaitu keriput yang terbentuk pada kulit anda. Merokok dapat mempercepat proses penuaan pada kulit anda dan menyebabkan terbentuknya keriput atau kerutan pada kulit anda. Perubahan pada kulit anda ini mungkin dapat terjadi hanya dalam waktu 10 tahun setelah anda mulai merokok. Semakin banyak rokok yang anda hisap dan semakin lama anda merokok, maka semakin banyak pula keriput yang terbentuk pada kulit anda. Selain itu, merokok tidak hanya menyebabkan pembentukan keriput pada kulit wajah anda, tetapi juga pada kulit di bagian tubuh lainnya, termasuk pada bagian dalam lengan anda. Walaupun keriput telah terbentuk pada kulit tidak dapat dihilangkan, anda dapat mencegah pembentukan keriput lebih lanjut dengan segera berhenti merokok.Bagaimana Rokok Dapat Menyebabkan Pembentukan Keriput?Nikotin yang terdapat di dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada lapisan terluar kulit anda yang menyebabkan gangguan aliran darah pada kulit anda. Dengan berkurangnya aliran darah pada kulit anda, maka kulit anda tidak memperoleh cukup oksigen dan nutrisi penting yang diperlukannya, termasuk vitamin A. Selain itu, berbagai kandungan zat kimia (lebih dari 4.000 jenis) lainnya di dalam rokok juga dapat merusak kolagen dan elastin (serat yang membuat kulit anda tetap kuat dan elastis) pada kulit anda. Kerusakan kolagen dan elastin pada kulit membuat kulit menjadi kendur dan keriput sebelum waktunya.Paparan panas berulang dan ekspresi wajah yang anda buat saat merokok, yaitu memajukan bibir dan menyipitkan mata anda saat menghisap rokok juga berperan dalam pembentukan keriput pada kulit anda. Baca juga: 8 langkah menyembunyikan keriput Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 07 Jul 2015    20:00 WIB
Merokok Tingkatkan Resiko Kambuhnya Kanker Prostat, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa merokok dapat meningkatkan resiko kekambuhan kanker prostat hingga 2 kali lipat! Penelitian ini tampaknya telah membuat berbagai hasil penelitian lainnya menjadi lebih pasti. Para ahli telah lama mengetahui bahwa merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker dan kambuhnya kanker. Pada dasarnya, merokok dapat meningkatkan resiko kambuhnya kanker setelah dilakukan pengobatan awal. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati hampir 7.200 orang pria, di mana mereka semuanya telah melalui tindakan pengangkatan kelenjar prostat karena kanker. Sekitar sepertiga di antaranya merupakan seorang perokok, sepertiga lainnya merupakan para perokok yang telah berhenti, dan sepertiga sisanya tidak pernah merokok sebelumnya. Selama penelitian berlangsung, yaitu sekitar 28 bulan, para peneliti menemukan bahwa para perokok dan para penderita lain yang baru berhenti merokok dalam waktu 10 tahun terakhir memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk kembali menderita kanker dibandingkan dengan penderita lain yang tidak pernah merokok sebelumnya. Berdasarkan pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para mantan perokok harus berhenti selama lebih dari 10 tahun untuk menurunkan resiko kambuhnya kanker secara signifikan. Angka kematian akibat kanker prostat sangat bervariasi di seluruh Eropa. Hal ini mungkin dikarenakan merokok memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya kekambuhan kanker. Sekitar sepertiga penderita kanker prostat yang telah melalui tindakan pengangkatan kelenjar prostat dapat mengalami kekambuhan kanker dalam waktu 10 tahun. Temuan ini dapat menjadi salah satu alasan lainnya mengapa seseorang harus berhenti merokok sekarang atau bahkan sama sekali tidak memulainya.   Baca juga: 6 Cara Menurunkan Resiko Terjadinya Kanker   Sumber: newsmax
 15 Jan 2015    09:00 WIB
Bahaya Untuk Para Perokok Pasif
Merokok sangat merugikan, bukan hanya untuk para perokok, namun juga untuk semua orang di sekitar mereka, yaitu, anggota keluarga, rekan kerja, dan lain-lain yang menghirup asap rokok dari para perokok. Orang tersebut disebut dengan perokok pasif. Ada banyak efek samping yang bisa terjadi pada seorang perokok pasif yaitu:    •    Bayi yang memiliki orang tua perokok rentan terkena masalah telinga tengah, batuk dan mengi. Selain itu dapat memperburuk asma, dan risiko sindrom kematian bayi mendadak.    •    Perokok pasif memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan merokok daripada perokok aktif. Anak-anak, yang orang tuanya merokok, lebih mungkin untuk menderita asma atau bronkitis. Bayi di bawah usia dua tahun lebih mungkin untuk menderita alergi, infeksi pernapasan yang parah bahkan kematian.    •    Merokok juga berbahaya bagi janin yang belum lahir. Apabila seorang wanita hamil tetap merokok maka akan timbul risiko keguguran, persalinan dini (prematur), bayi lahir meninggal, berat bayi lahir yang lebih rendah.      •    Paparan pada perokok pasif juga dapat menyebabkan kanker, dan menambah risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung. Seorang remaja lebih mempunyai kemungkinan untuk merokok jika kedua orang tuanya merokok bila dibandingkan dengan mereka para remaja yang orang tuanya bukan perokok.     •    Risiko terjadinya kemandulan lebih meningkat pada wanita yang perokok pasif atau aktif, dan waktu yang dibutuhkan bagi mereka untuk hamil menjadi lebih lama, bila dibandingkan dengan non-perokok. Merokok berbahaya bagi indung telur seorang wanita, karena mempercepat hilangnya sel telur dan memburuk fungsi alat reproduksi. Dapat mempercepat terjadinya menopause. Komponen dalam asap rokok sering mengganggu kemampuan sel telur dalam memproduksi estrogen, dan menyebabkan telur wanita (oosit) menjadi lebih rentan terhadap kelainan genetik.Sumber: medindia
 17 Nov 2014    08:00 WIB
5 Cara Mengatasi Berbagai Jenis Bau Tidak Sedap
Bau Mulut Saat Berkencan Apakah Anda telah menyikat gigi Anda secara teratur dan juga menggunakan obat kumur, akan tetapi mulut Anda tetap saja bau? Hal ini dikarenakan bakteri dan lendir yang terdapat di bagian belakang lidah Anda. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan handuk bersih atau sikat gigi untuk menggosok bagian belakang lidah Anda untuk menyingkirkan bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, Anda dapat juga mengunyah berbagai jenis makanan yang sulit dicerna atau kenyal seperti apel. Hal ini dapat membuat mulut Anda menghasilkan lebih banyak air liur dan menyingkirkan semua bakteri yang terdapat di dalam mulut Anda. Segera hubungi dokter gigi Anda bila bau mulut Anda terasa asam, hal ini mungkin merupakan suatu gejala dari penyakit gusi.   Tangan Berbau Oli Gunakanlah krim tangan untuk membantu menghilangkan bau oli tersebut. Anda tidak perlu membeli krim tangan dengan pewangi tertentu untuk menghilangkan bau oli dari tangan Anda. Anda hanya perlu mengoleskannya pada tangan Anda, tunggu beberapa menit, kemudian cucilah tangan Anda dengan sabun dan air bersih untuk membersihkan krim tangan tersebut beserta bau oli.   Kaki Bau Keringat dan kelembaban yang tinggi pada kaki dapat menjadi penyebab timbulnya bau kaki. Untuk mengatasinya, keringkanlah kaki Anda dengan tisu atau handuk dan bila Anda memiliki deodoran, Anda dapat mengoleskannya pada kaki dan kaus kaki Anda secara langsung untuk menghilangkan bau tidak sedap.   Napas Berbau Alkohol Minumlah jus jeruk untuk mengaktivasi berbagai enzim hati yang dapat mempercepat metabolisme alkohol di dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme di dalam hati Anda sehingga bau alkohol ini pun akan lebih cepat hilang.   Bau Rokok Jika Anda tidak memiliki baju ganti, maka gantilah jaket atau jas Anda. Jika kantor Anda memiliki dapur, maka Anda dapat mengoleskan sari buah lemon pada baju Anda di daerah yang berbau rokok. Lemon dapat membantu membersihkan dan menghilangkan bau rokok. Akan tetapi, berhati-hatilah karena air lemon dapat membuat baju berwarna lebih terang, oleh karena itu pastikan Anda mencuci baju Anda dengan baik. Sumber: menshealth