Your browser does not support JavaScript!
 14 May 2017    12:00 WIB
Hati-hati, Ada Bahan Beracun Dalam Pembalut/ Tampon Anda!
Bagi setiap wanita tentunya memerlukan tampon atau pembalut pada saat datangnya menstruasi. Karena itulah tampon atau pembalut tak bisa dipisahkan dari kebutuhan seorang wanita. Namun sebagai wanita tentu tak  boleh memilih sembarang produk, apalagi saat ini banyak pembalut yang banyak mengandung zat berbahaya. berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bahan tampon : Residu Dioksin Kebanyakan pembalut dan tampon mengandung residu dioksin dari pemutihan kapas yang digunakan. Dioksin merupakan karsinogen (pemicu kanker) yang bisa langsung diserap ke dalam aliran darah tanpa penyaringan ketika kontak dengan kulit. Dioksin yang mengendap terus menerus di tubuh manusia, akan menyebabkan risiko kanker karena dapat mengacaukan hormon. Dioksin juga menyerap magnesium dari tubuh yang dapat mengakibatkan kekurangan mineral. Magnesium diperlukan untuk pergerakan saraf dan konduktivitas (kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik) sel pada otak, gerakan otot, untuk melepaskan kecemasan dan stres, dan ratusan fungsi biologis penting lainnya. Pestisida Kapas yang digunakan untuk membuat pembalut dan tampon ini kebanyakan disemprot dengan pestisida organofosfat. Suatu studi menerbitkan jurnal yang menghubungkan gangguan neurologis seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan parkinson dengan paparan organofosfat (insektisida paling beracun). Studi ini menemukan bahwa pestisida menghambat aktivitas gen yang mengendalikan gerakan tubuh. Seperti dioksin bahan kimia ini diserap melalui kulit secara langsung ke dalam aliran darah. Pestisida juga dikenal pengacau hormon, bahkan pada semprotan yang sedikit. Satu tampon sama dengan empat kantung plastik Suatu studi mengatakan satu pembalut setara dengan empat kantong plastik. Tentu saja ini membahayakan kesehatan dan lingkungan. Bahan kimia yang ditemukan dalam plastik juga dikaitkan dengan gangguan endokrin, penyakit jantung, dan kanker. Tampon wadah pembiakkan bakteri Khusus tampon, menurut peneliti memiliki bahan yang bisa mengembangbiakkan bakteri. Hal ini dikenal sebagai toxic shock syndrome (penyakit akibat bakteri). Bahan sintetis tampon ini sangat rentan terhadap bakteri Staphylococcus Aureus. Zat-zat beracun tersebut antara lain pestisida, pengharum, pemutih, dan zat-zat tambahan lainnya. Di Amerika Serikat, pembalut dikelompokan dalam alat medis oleh Food & Drugs Administration (FDA) sehingga tidak ada kewajiban oleh produsen untuk mencantumkan bahan-bahan pembuatnya. Kekhawatiran lainnya adalah penggunaan kapas, rayon, atau bahan serat lainnya yang kerap diputihkan dengan klorin. Meski sebenarnya kandungan klorin dalam produk tersebut sangat kecil, namun mereka tetap berpendapat produk itu berbahaya karena mudah diserap oleh jaringan vagina. Tak hanya itu, mereka juga menyarankan agar para wanita memilih produk pembalut yang bebas klorin atau pembalut yang bisa di cuci. Sayangnya hingga kini belum ada penelitian ilmiah untuk menguji secara akurat apakah produk tersebut berbahaya bagi kesehatan. Bagaimana memilih pembalut yang aman? Berikut cara memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi: Pilihlah pembalut dengan daya serap yang tinggi dan permukaannya halus. Pilihlah pembalut yang tidak lembab pada permukaannya ketika dipakai. Pembalut harus nyaman dipakai agar tidak mengganggu aktivitas. Pilihlah pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu. Saat membeli pembalut, pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tertutup rapat dan ada exp date-nya. Pilih pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur.  Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina.  Pastikan pembalut bukan terbuat dari kertas daur ulang (pulp). Caranya: Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti dalamnya Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit Lihat perubahan warna air (karena jika higienis dan bersih, seharusnya air akan tetap jernih) Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih.