Your browser does not support JavaScript!
 21 Jul 2019    11:00 WIB
Mengatasi Bisa Gigitan Ular dan Sengatan Serangga
Kebanyakan gigitan dan sengatan binatang tidak berbahaya dan mudah diatasi. Tetapi gigtan beberapa jenis serangga dan ular dapat menembus kulit dan berpotensial menimbulkan bahaya. Berikut adalah tips menangani gigitan ular dan sengatan serangga. Gigitan ularGigitan ular akan sangat mengancam jiwa jika ular tersebut merupakan ular berbisa.Jika Anda digigit ular, ingatlah warna dan bentuk ular yang menggigit Anda. informasi ini akan sangat berguna untuk paramedis yang menolong Anda. Jika Anda berjalan di air dan tidak yakin sudah digigit oleh ular jenis apa, lihatlah bekas gigitan, kemerahan dan pembengkakannya dan nyeri yang ditimbulkannya. Gigitan seranggaBeberapa orang hanya mengalami reaksi kecil saat digigit serangga, tetapi beberapa lagi dapat menghasilkan reaksi alergi yang memerlukan pertolongan gawat darurat segera. Gigitan atau sengatan serangga dapat menyebabkan nyeri yang parah dan pembengkakan di lokasi bekas gigitan, juga dapat menimbulkan ruam secara general atau pembengkakan di wajah, sampai menyebabkan kesulitan bernafas. Jika reaksi alergi ini muncul, segera hubungi gawat darurat karena dapat menyebabkan gagal nafas. Jika Anda disengat serangga, Anda bisa obati dengan:•  Cobalah menarik sungut dari serangga. Anda bisa mengikisnya dengan benda yang kaku seperti kartu kredit misalnya atau tarik lurus menggunakan pinset jika Anda bisa melihat sungut dengan jelas. Jangan memencet luka bekas sengatan karena akan menyebabkan racun makin tersebar.•  Cucilah luka dengan air dan sabun•  Kompres menggunakan es untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. Awasi munculnya gejala alergi berat.•  Jika luka bekas gigitan serangga semakin memburuk dalam beberapa hari, segera hubungi medis untuk mendapatkan pengobatan untuk kemungkinan timbulnya infeksi. Hubungi juga medis jika Anda bekas gigitan serangga menunjukkan tanda alergi berat atau bahkan reaksi anafilaksis. Gejala dari reaksi alergi mencakup:•  Gatal, ruam di daerah yang digigit juga ditempat lain yang jauh dari lokasi gigitan•  Pembengkakan bibir atau kelopak mata•  Kesulitan bernafas•  Penurunan atau kehilangan kesadaran Pencegahan yang bisa Anda lakukan:•  Gunakan lotion anti nyamuk. Jangan gunakan sabun yang wnagi, parfum, hairspray atau tabir surya yang dapat menarik perhatian nyamuk•  Hindari aktifitas luar ruangan pada jam puncak serangga keluar•  Hindari tempat serangga hidup, misalnya genangan air, tumpukan sampah, kebun bunga.•  Jangan tinggalkan makanan, minuman atau tempat sampah tidak tertutup.Sumber: healthmeup
 17 Oct 2018    18:00 WIB
5 Fakta Menarik Tentang Kondom
Walaupun para peneliti sudah melakukan banyak penelitian tentang kondom dan juga telah mengakui bahwa kondom merupakan metode terbaik untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual dan akhir-akhir ini tingkat efisiensi dari kondom banyak diperdebatkan dalam berbagai forum. Saat ini banyak sekali informasi yang salah mengenai bagaimana menggunakan kondom, dan keuntungan pemakaian kondom. Dan banyak orang yang menjadi bingung karena berbagai informasi yang salah ini. Berikut ini adalah 5 fakta menarik tentang kondom.1.  Sebenarnya tingkat kegagalan pemakaian kondom tidak lebih dari 2%. Kebanyakan faktor kegagalan pemakaian kondom karena tidak menggunakannya dengan benar. Kondom harus segera dipasang saat penis mengalami ereksi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam vagina. Anda harus menggunakan kondom yang terbuat dari lateks, polyurethene dan polyisoprene karena mereka dapat melakukan proteksi maksimal untuk menghindari kehamilan dan penyakit menular seksual. 2.  Jika Anda alergi terhadap lateks, hindari penggunaan kondom yang menggunakan lateks. 3.  Beberapa orang cenderung percaya menggunakan dua kondom lebih baik daripada hanya menggunakan satu, padahal hal tersebut tidaklah benar. Faktanya, dengan penggunaan dua kondom Anda justru akan meningkatkan terjadinya robekan karena semakin tingginya gesekan yang terjadi. 4.  Beberapa penyebab terjadinya robekan kondom adalah panjangnya durasi seks, kekasaran yang terjadi saat berhubungan, menggunakan lubrikan berbahan dasar minyak, anal seks, vagina yang kering dan membuka bungkus kondom dengan benda tajam. 5.  Simpanlah kondom di tempat yang sejuk dan kering karena suhu panas dan lembab akan membuat kondom menjadi rapuh dan akan rusak saat digunakan.Sumber: healthmeup
 31 Jul 2015    12:00 WIB
Kain Katun Ternyata Dapat Menimbulkan Reaksi Alergi Pada Tubuh Lho!
Orang-orang yang memiliki kulit sensitif pasti pernah mengalami kesulitan saat mereka berusaha untuk menghindari berbagai bahan penyebab alergi (alergen) yang dapat memicu terjadinya berbagai reaksi alergi pada kulit; seperti timbulnya bercak kemerahan, gatal, dan rasa tidak nyaman lainnya. Mengapa beberapa orang mengalami reaksi alergi terhadap bahan pakaian yang dikenakannya sedangkan orang lainnya tidak? Ternyata, banyak orang mengalami reaksi alergi terhadap pakaian karena pakaian yang mereka kenakan mengandung formaldehida yang biasa digunakan dalam proses pembuatan kain tahap akhir. Walaupun reaksi alergi terhadap pakaian ini lebih sering ditemukan pada wanita, akan tetapi bukan berarti para pria tidak dapat mengalaminya. Para pria tetap dapat mengalami reaksi alergi yang serupa bila mereka juga memiliki kulit yang sensitif. Jadi, bila Anda sering mengalami reaksi alergi seperti bercak kemerahan yang gatal pada beberapa bagian tubuh, terutama pada bagian di mana pakaian melekat erat (ketat) pada bagian tubuh tersebut, maka Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kulit. Bercak kemerahan ini dapat mengalami iritasi bila berkontak dengan keringat atau bila bercak timbul di daerah kulit yang sering bergesekkan. Menurut the American Contact Dermatitis Society, bagian tubuh yang paling sering mengalami reaksi alergi adalah bagian belakang leher, punggung, tubuh bagian samping, pinggang, dan telapak tangan. Akan tetapi, bukan berarti reaksi alergi tidak dapat terjadi di bagian tubuh lainnya. Formaldehida digunakan untuk membuat pakaian yang tidak mudah kusut. Menurut the American Contact Dermatitis Society berbagai jenis pakaian yang berbahan rayon, katun campuran, corduroy, anti kusut berbahan katun 100%, dan berbagai jenis bahan sintetik yang dicampur dengan polimer pasti mengandung formaldehida; termasuk baju tidur (lingerie) dan pakaian dalam wanita. Beberapa bahan pakaian yang aman untuk digunakan orang-orang dengan kulit sensitif adalah sutra 100%, linen 100% (bila mudah kusut), poliester 100%, akrilik 100%, nilon 100%, spandeks, flannel (lembut), wool (mungkin dapat menyebabkan iritasi), dan denim. Selain pakaian, terdapat beberapa hal lainnya yang juga mengandung formaldehida seperti obat-obatan dan beberapa produk perawatan lainnya. Dianjurkan agar Anda membaca label pakaian Anda dan pisahkanlah pakaian yang aman untuk dipakai. Selain itu, pilihlah pakaian yang longgar karena pakaian ketat dapat meningkatkan kontak antara kulit dengan kain dan meningkatkan produksi keringat yang dapat memicu timbulnya gejala.   Baca juga: 6 Langkah Mengatasi Reaksi Alergi   Sumber: cottonique