Your browser does not support JavaScript!
 08 Oct 2018    08:00 WIB
Arti Warna Pakaian Anda
1.      Merah Warna merah merupakan warna yang mencerminkan energi, ambisi, kekuatan, motivasi, dan kekuatan fisik. Kenakanlah pakaian berwarna merah saat anda memerlukan dorongan motivasi dan semangat untuk meningkatkan energi anda dalam bekerja atau beraktivitas.   2.      Kuning atau Oranye Warna kuning atau oranye merupakan warna yang mencerminkan semangat, gairah hidup, dan menstimulasi. Kenakanlah pakaian berwarna kuning atau oranye  saat anda ingin memperbaiki mood atau membuat diri anda lebih optimis dan bersemangat.   3.      Merah Muda (Pink) Warna merah muda atau pink merupakan warna yang mencerminkan kelembutan, keanggunan, perlindungan, dan penuh kasih sayang. Kenakanlah pakaian berwarna merah muda saat anda merasa romantis.   4.      Coklat Warna coklat merupakan warna yang paling menyatu dengan lingkungan di sekitar anda. Warna coklat dapat membuat anda merasa lebih dekat dengan dunia di sekitar anda. Kenakanlah pakaian berwarna coklat  saat anda ingin menyatu dengan alam di sekitar anda.   5.      Biru Warna biru merupakan warna yang mencerminkan komunikasi, imajinasi, kekuatan di dalam diri anda, kedamaian, dan ketentraman. Kenakanlah pakaian berwarna biru saat anda ingin bersantai dan menikmati waktu beristirahat.   6.      Hijau Warna hijau merupakan warna yang berhubungan dengan keseimbangan, keharmonisan, kebaikan, kasih sayang, kepedulian, dan tenggang rasa. Kenakanlah pakaian berwarna hijau saat anda merasa stress atau saat anda membutuhkan penghiburan.  
 10 Aug 2018    16:00 WIB
Menggigit Kuku Bisa Mengganggu Kesehatan!
Kebiasaan menggigiti kuku atau yang juga dikenal dengan nama onikofagia, merupakan kebiasaan yang diderita oleh banyak orang bahkan tanpa ia sadari. Kebiasaan ini biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga mereka menjadi orang dewasa. Tanpa disadari, seseorang dapat menggigiti kukunya saat mereka sedang melakukan aktivitas lainnya seperti membaca, menonton televisi, berbicara, atau menelepon. Kebiasaan ini akan semakin sering dilakukan saat ia mengalami stress atau sedang bahagia atau sedang merasa bosan. Kadangkala, kebiasaan menggigiti kuku juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti gangguan obsesif-kompulsif atau gangguan depresi. Jika Anda merupakan salah satu orang yang sering menggigiti kukunya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti karena selain efek kosmetik, kebiasaan menggigiti kuku ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak berbahaya dari kebiasaan menggigiti kuku bagi kesehatan.   Menyebarkan Kuman ke Dalam Mulut Tangan dan kuku Anda dipenuhi oleh bakteri, jamur, dan berbagai kuman berbahaya lainnya. Saat Anda memasukkan tangan dan kuku yang belum dicuci ke dalam mulut Anda, maka resiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Kuku merupakan lokasi paling ideal bagi tempat tinggal bakteri seperti salmonella dan E.coli. Selain itu, kebiasaan menggigiti kuku juga meningkatkan resiko terjadinya kutil dan infeksi herpes. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku memiliki lebih banyak bakteri Enterobacteriaceae di dalam mulutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.   Memicu Terjadinya Gangguan Pencernaan Saat Anda menggigiti kuku, maka berbagai jenis kuman penyakit berbahaya pun akan berpindah dari kuku Anda ke dalam mulut Anda, yang kemudian akan masuk ke dalam usus Anda. Begitu sampai di dalam perut, berbagai kuman penyakit ini dapat menyebabkan berbagai jensi gangguan pencernaan yang dapat memicu terjadinya diare dan nyeri perut. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan pencernaan seperti cacingan karena daya tahan tubuhnya yang lebih lemah.   Menyebabkan Infeksi Kuku Menggigiti kuku juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada kuku. Saat Anda menggigiti kuku, maka robekan atau luka lecet kecil dapat terjadi pada daerah di sekitar kuku Anda. Bakteri berbahaya, jamur, dan berbagai kuman penyakit lainnya dapat masuk melalui luka kcil ini dan menyebabkan infeksi. Infeksi dapat menyebabkan daerah kulit di sekitar kuku membengkak, merah, dan bernanah; yang akan sulit diobati bila Anda masih saja menggigiti kuku.   Merusak Bantalan Kuku Selain membuat kuku Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigiti kuku juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada bantalan kuku, kutikel kuku, dan kulit di sekitar kuku. Menggigiti kuku dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya pemendekan kuku yang tidak dapat diperbaiki lagi.   Baca juga: Hubungan Antara Bentuk Kuku dan Kepribadian Anda   Menyebabkan Gangguan Gigi Menggigiti kuku juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Kebiasaan ini dapat mengganggu oklusi gigi dan membuat gigi Anda tergeser dari tempatnya semula. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat membuat gigi depan menjadi retak atau bahkan patah, apalagi bila Anda menggunakan kawat gigi. Selain berdampak buruk pada gigi, menggigiti kuku juga dapat merusakan jaringan gusi Anda.   Menyebabkan Terjadinya Bruxism Seseorang yang menggigiti kukunya saat merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kebiasaan buruk ini dapat menggigiti pensil atau menggeretakkan gigi saat merasa stress atau cemas saat tangan mereka disibukkan oleh aktivitas lainnya. Menggeretakkan gigi dapat membuat seseorang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami bruxism. Bruxism dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, nyeri kepala kronik, dan gigi sensitif.   Mengganggu Kualitas Hidup Kebiasaan menggigiti kuku sebenarnya berhubungan dengan keadaan emosional seseorang dan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang merasa stress, cemas, dan bosan.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku: Potonglah kuku jari tangan Anda secara teratur dan pastikan kuku Anda tetap pendek. Anda tidak akan merasa tergoda untuk menggigiti kuku yang pendek Gunakan pemulas kuku yang pahit untuk membuat Anda enggan menggigiti kuku Coba lakukan perawatan manicure Saat menonton televisi atau membaca buku, tutupi kuku Anda dengan selotip atau stiker atau gunakan sarung tangan Saat Anda merasa stress atau tegang, genggamlah bola kecil untuk membuat tangan Anda tetap sibuk dan jauh dari mulut Anda Konsumsi makanan sehat untuk membantu proses perbaikan dan pertumbuhan kuku Berkonsultasilah ke seorang dokter untuk membantu menghentikan kebiasaan Anda tersebut   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 01 Aug 2018    08:00 WIB
Manfaat Memiliki Sikap Optimis Dalam Kehidupan
Membuat Anda Lebih Maju Memiliki sikap optimis merupakan salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan dalam kehidupan. Orang yang optimis biasanya memiliki peluang untuk sukses yang lebih besar karena mereka tidak lari dari masalah yang sedang mereka hadapi dan justru mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.    Membantu Anda Berpikir Lebih Positif Hampir setiap orang tentunya memiliki saat-saat bahagia dalam kehidupannya. Memiliki sikap yang optimis juga dapat membantu Anda berpikir lebih positif. Hal ini dapat membantu Anda mengatasi berbagai rintangan dalam kehidupan Anda.  Anda seharusnya merasa bangga terhadap berbagai hal dalam kehidupan Anda, mulai dari keluarga Anda, pekerjaan, hobi, teman, atau berbagai hal lainnya. Syukurilah apa yang Anda miliki saat ini dan Anda pun akan dapat berpikir lebih positif. Selain itu, memiliki pikiran yang positif juga dapat membantu Anda mencapai impian Anda dan membantu menjaga mood Anda. Anda dapat memusatkan perhatian Anda pada berbagai hal penting dalam kehidupan Anda. Lama-kelamaan Anda pun akan terbiasa melihat segala hal positif dalam setiap keadaan.    Membantu Anda Melalui Masa Sulit Dalam Kehidupan Setiap orang yang optimis tentunya mengetahui bahwa kesusahan yang terjadi saat ini tidak akan terjadi selamanya. Pikirkanlah mengenai "hari ini" saja, jangan terlalu mengkhawatirkan masa lalu atau masa depan Anda. Suatu kesulitan hanya merupakan suatu tantangan bagi orang yang berpikiran optimis.   Membuat Anda Lebih Panjang Umur Berdasarkan berbagai penelitian, berpikir optimis dan positif juga dapat membantu menjaga kesehatan Anda. Hal ini dikarenakan keduanya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga Anda pun tetap sehat.  Selain itu, memiliki pikiran yang optimis juga merupakan salah satu cara untuk melawan rasa stress. Terus merasa cemas dan khawatir terhadap berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan Anda dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.   Kunci Menuju Kesuksesan Orang yang optimis selalu memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu daripada hanya menunggu keajaiban untuk datang. Melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan Anda akan lebih baik daripada hanya menunggu dan menangis.   Baca juga: Sikap Optimis Kumci Kehidupan Yang Lebih Baik, Selain Itu Juga Bisa Bikin Sehat. Kok Bisa???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womanitely
 26 Jul 2018    11:00 WIB
7 Cara Mengajarkan Anak Anda Rasa Tanggung Jawab
1.      Berikan Tugas Memberikan anak berbagai tugas rumah tangga yang sesuai dengan usianya merupakan salah satu cara sederhana untuk mengajari anak Anda rasa tanggung jawab.   2.      Biarkan Anak Membuat Keputusan Sendiri Membiarkan anak Anda membuat keputusan sendiri dapat mengajarkan pada anak Anda rasa tanggung jawab dan membuat mereka menjadi lebih mandiri. Bila anak Anda masih kecil, maka Anda dapat membantunya dengan memberikan beberapa pilihan yang boleh ia lakukan dan biarkan ia yang memilih apa yang ingin dilakukannya.   3.      Ajarkan Anak Menjadi Lebih Mandiri Satu-satunya cara untuk membuat anak Anda memiliki rasa tanggung jawab dan lebih mandiri adalah dengan latihan. Dengan memberikan berbagai tugas sesuai dengan usianya, misalnya membiarkan anak memakai sendiri pakaiannya, dapat membuat anak menjadi lebih mandiri.   4.      Jadilah Teladan yang Baik Anak biasanya akan meniru perilaku orang tuanya. Jadi, bila Anda ingin mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak Anda, maka Anda pun harus menunjukkan rasa tanggung jawab dan menjadi teladan yang baik bagi anak Anda. Beberapa hal yang dapat menunjukkan pada anak Anda bahwa Anda merupakan seseorang yang bertanggung jawab adalah dengan menepati setiap janji yang Anda buat atau datang tepat waktu.   5.      Gunakan Buku Cerita Anak Berbagai buku cerita anak mengandung banyak nilai moral yang baik bagi perkembangan psikologis seorang anak. Jadi, Anda dapat menggunakan buku cerita sebagai salah satu sarana untuk memberitahu anak Anda apa itu rasa tanggung jawab. Berbagai karakter dan situasi yang menarik dapat membuat anak Anda mampu mempertahankan perhatiannya. Selain itu, anak Anda mungkin tidak akan marah pada Anda karena ia tidak merasa sedang "dikuliahi" oleh Anda.   6.      Dampingi Anak di Masa Sulit Walaupun insting pertama Anda adalah untuk langsung melindungi dan memberitahu anak Anda apa yang harus dilakukannya, akan tetapi lebih baik bila Anda mendampinginya melalui masa sulit tersebut hingga ia pun memperoleh kesimpulan atau keputusannya sendiri. Biarkan anak Anda berpikir dan menyelesaikan permasalahannya sendiri, akan tetapi pastikan ia tahu bahwa Anda selalu mendukungnya.   7.      Beritahu Padanya Apa Manfaat Rasa Tanggung Jawab Tujuan akhir dari pengajaran Anda adalah untuk membuat anak Anda melakukan tanggung jawabnya karena ia memang ingin melakukannya, bukan hanya karena ia diminta untuk bersikap demikian. Oleh karena itu, jelaskanlah pada anak Anda bahwa dengan melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya maka keluarganya pun akan merasa sangat terbantu.   Sumber: sheknows
 23 May 2018    08:00 WIB
Tips Untuk Membuat Anda Dapat Bangun Pagi Setiap Hari
Buat Kamar Anda Menjadi Lebih Terang Bangun pagi setiap harinya memang tidak mudah, akan tetapi keadaan kamar yang gelap di pagi hari akan membuat Anda semakin sulit untuk bangun. Oleh karena itu, buatlah kamar Anda menjadi lebih terang. Anda dapat meletakkan kasur Anda di dekat jendela kamar Anda atau biarkan tirai jendela Anda terbuka saat tidur sehingga sinar matahari dapat masuk di pagi hari dan membuat kamar tidur Anda menjadi lebih terang.   Tidur Lebih Cepat Jika Anda tidur terlalu larut di malam hari, maka bukanlah hal yang aneh bila Anda sulit bangun di pagi hari karena merasa lelah dan mengantuk. Rasa kantuk dan lelah di pagi hari juga dapat membuat Anda menjadi kurang produktif saat bekerja.   Berolahraga Anda mungkin merasa enggan untuk mulai berolahraga tetapi olahraga sebenarnya dapat mengusir rasa kantuk Anda dan membuat Anda lebih bersemangat. Selain itu, berolahraga di pagi hari juga dapat membuat mood Anda menjadi lebih baik dan membantu menjaga berat badan Anda.   Jangan Lupa Sarapan Sarapan merupakan waktu makan terpenting di sepanjang hari Anda jadi sebaiknya Anda tidak melewatkannya. Pilihlah makanan sehat sebagai menu sarapan Anda. Pastikan sarapan Anda mengandung gandum, protein, sayuran, dan buah-buahan.   Redupkan Lampu Kamar Anda di Malam Hari Mulailah mematikan atau meredupkan lampu di kamar tidur Anda bila malam telah tiba. Pelankan suara televisi atau radio Anda. Hal ini dapat membantu Anda tidur lebih cepat di malam hari. Tidur yang cukup di malam hari dapat membuat Anda merasa lebih segar dan bersemangat di pagi hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womanitely
 14 May 2018    13:00 WIB
Mengalami Keraguan Sebelum Menikah? Normalkah?
Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mengalami keraguan beberapa hari sebelum menikah memiliki resiko 2.5 kali lebih besar untuk bercerai dalam waktu 4 tahun mendatang dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki keraguan apapun. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada sekitar 232 pasangan yang baru saja menikah 1 bulan lalu untuk mengetahui apakah mereka merasakan keraguan sebelum menikah. Para peneliti kemudian melakukan survei lanjutan setiap 6 bulan selama 4 tahun dan menemukan bahwa rasa ragu yang dirasakan sebelum menikah mungkin dapat menyebabkan masalah yang lebih besar daripada hanya sekedar keraguan sesaat saja. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa merasa ragu beberapa hari sebelum menikah merupakan hal yang normal, akan tetapi apakah Anda yakin keraguan Anda merupakan sesuatu hal yang normal dan bukan suatu pertanda bahaya? Jadi bagaimana cara membedakannya? Di bawah ini terdapat beberapa scenario yang mungkin dialami oleh pasangan yang akan menikah dan jawaban dari para ahli mengenai apakah keraguan yang dialami oleh pasangan tersebut merupakan hal yang normal atau justru merupakan suatu tanda bahaya.   Anda dan Pasangan Tidak Memiliki Ketertarikan yang Sama (Normal) Jika Anda merupakan tipe orang yang suka berjalan-jalan ke luar sementara pasangan Anda merupakan tipe orang yang lebih suka menghabiskan waktu senggang di dalam rumah, maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Sebagian besar pasangan bukanlah orang yang 100% cocok. Selama Anda dan pasangan masih memiliki berbagai hal lainnya yang sama-sama Anda dan pasangan sukai, maka Anda tidak perlu merasa berkewajiban untuk menyukai apa yang ia sukai setelah Anda dan si dia menikah.   Anda dan Pasangan Memiliki Prinsip yang Berbeda (Berbahaya) Bila berhubungan dengan prinsip hidup seseroang seperti tanggung jawab, keyakinan, dan keluarga; maka Anda dan pasangan harus memiliki pandangan yang sama. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Anda dan pasangan harus berpisah karena berbeda agama atau karena ia lebih dekat dengan orang tuanya daripada kedekatan Anda dengan orang tua Anda, yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai hal ini di masa depan. Misalnya bila Anda dan pasangan memiliki keyakinan atau agama yang berbeda, maka terdapat beberapa hal yang harus Anda sepakati dengannya sedari awal seperti bagaimana Anda dan pasangan akan merayakan hari raya tertentu atau bagaimana Anda dan pasangan akan membesarkan anak nantinya. Sama halnya dengan perbedaan keyakinan yang membutuhkan kompromi sejak awal, kedekatan hubungan keluarga pun demikian. Anda dan pasangan harus mendiskusikan apa yang akan ia lakukan bila ibunya melewati batas atau mengganggu hubungan Anda dengan pasangan. Anda dan pasangan sama-sama harus menetapkan suatu batasan. Seringkali berbagai perbedaan ini dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan keinginan untuk saling berkompromi. Akan tetapi, bila berbagai masalah ini tidak juga berhasil diselesaikan hingga hari pernikahan, maka bukan tidak mungkin perbedaan ini juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah dalam kehidupan pernikahan Anda dengan pasangan nantinya.   Anda Khawatir Anda Akan Berselingkuh (Berbahaya) Banyak pasangan berada dalam situasi di mana kesempatan mereka untuk berselingkuh sangat tinggi. Akan tetapi, bila Anda telah merasa bahagia dan puas terhadap pasangan Anda dan Anda tidak pernah berselingkuh sebelumnya, maka Anda pun tidak perlu khawatir bahwa Anda akan mengkhianati pasangan Anda. Akan tetapi, bila Anda merupakan tipe orang yang cenderung selalu berusaha mencari perhatian dan kasih sayang dari orang lain selain pasangan Anda, maka hal ini dapat sangat berbahaya. Jadi, apa yang harus dilakukan? Jangan melanjutkan rencana pernikahan Anda bila Anda diliputi oleh rasa takut. Sangatlah penting untuk mencari tahu mengapa Anda selalu ingin berselingkuh. Jangan lupa untuk memberitahu pasangan Anda mengenai hal ini. Bila Anda dan pasangan tetap tidak dapat menemukan jalan keluar dari masalah tersebut, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan seorang ahli.   Si Dia Tidak Ada Dalam Rencana Masa Depan Anda (Normal) Pada zaman modern ini, pekerjaan, karir, dan cita-cita dapat menghambat hubungan Anda dan pasangan, bahkan pada para pasangan yang telah menikah sekalipun. Akan tetapi, bukan berarti hal ini tidak dapat diselesaikan. Dalam suatu hubungan, kedua belah pihak harus siap berkorban bagi pihak lainnya karena pasti ada saatnya di mana Anda harus berkorban untuk pasangan Anda, begitu pula sebaliknya. Akan lebih baik bila Anda dan pasangan sama-sama mendiskusikan masa depan Anda bersama seperti berapa jumlah anak yang diinginkan, karir, hewan peliharaan, di mana tempat tinggal yang diinginkan, dan sebagainya.   Anda Tidak Yakin Apakah Anda Masih Mencintainya (Berbahaya) Kecuali Anda menikah karena dijodohkan, maka biasanya terdapat rasa cinta di antara Anda dan pasangan saat menikah. Akan tetapi, bila Anda dan pasangan telah lama menjalin hubungan asmara, maka mungkin api cinta yang ada tidak lagi sepanas dulu dan ini merupakan hal yang biasa terjadi. Tetapi, bila rasa ketertarikan di antara Anda dan pasangan mulai menghilang menjelang hari H, maka hal ini merupakan suatu masalah. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini? Cari tahu apa penyebabnya! Cobalah untuk menyelesaikannya bersama dengan pasangan Anda dan berkonsultasilah dengan seorang ahli bila masalah yang ada tidak dapat diselesaikan sendiri oleh Anda dan pasangan.     Sumber: womenshealthmag
 10 May 2018    11:00 WIB
Rasa Bahagia Tingkatkan Kesehatan Tulang, Benarkah?
Sebuah penelitian baru di Finlandia Timur menemukan bahwa para wanita yang merasa bahagia dengan kehidupannya memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi di usia tuanya dan lebih jarang menderita osteoporosis dibandingkan dengan para wanita lain yang tidak merasa bahagia.   Osteoporosis adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya patah tulang karena berkurangnya kepadatan tulang dan wanita yang telah memasuki masa menopause memiliki resiko yang lebih tinggi.   Kurangnya aktivitas fisik dan memiliki kebiasaan merokok merupakan penyebab tersering dari osteoporosis. Selain itu, faktor psikologis seperti depresi yang memicu terjadinya stress juga memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya osteoporosis. Misalnya mengalami stress dalam waktu lama dapat menyebabkan seseorang merokok dan berhenti atau jarang berolahraga.   Stress yang berhubungan dengan depresi juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme tubuh, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan tulang.   Pada penelitian ini, para peneliti meneliti data dari 2.167 orang wanita yang telah diteliti sejak tahun 1989. Para peserta penelitian telah melakukan pemeriksaan kepadatan tulang di tahun 1999 dan sekitar 1.147 orang peserta penelitian kembali melakukan pemeriksaan kepadatan tulang di tahun 2009.   Para peneliti kemudian menilai tingkat kepuasan para peserta penelitian dalam kehidupannya dengan mengajukan 4 pertanyaan yang berhubungan dengan hobi, ketenangan hidup, kebahagiaan mereka, dan apakah mereka merasa kesepian.   Pada penelitian ini, para peserta penelitian dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan pada jawaban yang mereka berikan, yaitu puas, netral, dan tidak puas.   Secara keseluruhan, kepadatan tulang mengalami penurunan sebanyak 4% dalam waktu 10 tahun. Para peneliti menemukan bahwa perbedaan kepadatan tulang antara wanita yang puas dan wanita yang tidak puas dengan kehidupannya adalah sekitar 52%.   Para wanita yang tidak puas dengan kehidupannya (tidak bahagia) mengalami penurunan kepadatan tulang hingga 85% dibandingkan dengan wanita yang puas dengan kehidupannya.   Sumber: newsmaxhealth
 06 May 2018    18:00 WIB
Sering Memikirkan Masalah Secara Berlebihan? Ini Dia Penyebabnya!
Kurang Percaya Diri Rasa kurang percaya diri merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang memikirkan suatu masalah secara berlebihan. Saat seseorang meragukan sesuatu hal yang dilakukannya, maka orang tersebut juga membiarkan rasa ragu dan ketakutan memasuki pikirannya. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, berhentilah menyiksa diri Anda sendiri dan buatlah suatu keputusan! Hal ini dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri. Rasa percaya diri yang Anda miliki ini dapat membantu Anda menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan Anda.   Meragukan Diri Sendiri Saat Anda akan memutuskan sesuatu hal, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berhenti meragukan diri Anda sendiri. Rasa ragu ini membuat Anda terus memikirkan hal tersebut berulang-ulang. Anda seperti memiliki suatu anggapan bahwa Anda belum melakukan hal tersebut dengan baik. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak bahagia dan tidak puas, walaupun Anda sebenarnya telah membuat suatu keputusan yang tepat. Cobalah untuk lebih mempercayai diri Anda sendiri dan kemampuan Anda.    Sering Merasa Khawatir Rasa khawatir merupakan suatu respon normal dan alami saat Anda melakukan suatu hal baru yang belum Anda ketahui. Akan tetapi, jangan biarkan rasa khawatir Anda membuat Anda terus memikirkan hal terburuk yang dapat terjadi saat Anda membuat suatu keputusan. Memiliki sikap optimis dan pikiran yang positif dapat membant Anda mencapai impian Anda.   Ingin Melindungi Diri Sendiri Pada beberapa orang, terus berpikir ulang tentang suatu hal merupakan suatu cara untuk melindungi dirinya dari berbagai masalah yang mungkin terjadi akibat keputusan tersebut. Hal ini dapat menghambat Anda mencapai kemajuan dan kesuksesan dalam kehidupan. Melakukan sesuatu hal selalu lebih baik daripada tidak melakukan apapun bila Anda ingin mencapai impian Anda. Memikirkan suatu hal secara berlebihan memang dapat melindungi diri Anda tetapi juga dapat membuat Anda kehilangan kesempatan emas.   Sulit Merasa Rileks Beberapa orang, khususnya orang yang sensitif cenderung terus memikirkan masalah yang mereka alami. Hal ini membuat mereka merasa tertekan dan sulit merasa rileks serta membuat mereka berpikiran negatif. Salah satu hal yang dapat membantu mengalihkan perhatian Anda dari masalah apapun yang sedang Anda hadapi adalah dengan berolahraga. Yoga merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat membantu menenangkan pikiran Anda dan mengurangi rasa cemas Anda.    Anda Adalah Seorang Perfeksionis Menjadi seorang perfeksionis tidaklah mudah. Hal ini dapat membuat Anda terus merasa khawatir, tertekan, dan stress. Seorang perfeksionis cenderung selalu memikirkan sesuatu hal berulang-ulang karena ia ingin melakukan suatu hal dengan sangat baik atau bahkan sempurna. Seorang perfeksionis seringkali terbangun di tengah malam dan memikirkan berbagai hal yang perlu dilakukannya. Kebiasaan ini dapat mengganggu kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental. Ketahuilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.   Telah Menjadi Salah Satu Kebiasaan Anda Jika seseorang seringkali memikirkan suatu hal berulang-ulang dan terus menganalisis hal tersebut, maka hal ini dapat berubah menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan buruk ini dapat membuat kehidupan Anda menjadi kurang bahagia. Jika Anda merasa pikiran Anda mulai menganalisis suatu hal segera alihkan perhatian Anda dengan melakukan hal lainnya. Hal ini dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan buruk Anda tersebut.     Sumber: womanitely
 19 Apr 2018    18:00 WIB
Terkadang Bertemu Dengan Mr. Wrong Adalah Cara Terbaik Untuk Mendapatkan Mr. Right
Semua wanita pasti ingin segera menemukan pria paling tepat dalam hidupnya alias Mr. right. Saat dimana dia datang membawa cinta dan memberikan Anda kebahagian dalam hidup Anda. Tapi kisah dalam hidup ini tidak seperti kisah dalam cerita dongeng, dimana pemeran utama dengan mudahnya bertemu dengan pria pujaan hati. Ada kalanya Anda para wanita seringkali merasa bertemu dengan pria yang salah atau si mr. wrong. Yang kemudian membuat Anda merasa putus asa mengapa belum juga menemukan mr. right. Jangan dahulu merasa putus asa, karena terkadang bertemu dengan Mr. wrong pada awalnya adalah cara terbaik untuk mendapatkan mr. right. Mengapa bisa begitu?   Berikut adalah alasannya: Lebih mengenal banyak karakter Saat Anda mengenal beberapa pria dalam hidup Anda, maka Anda akan mengenal banyak karakter. Bagaimana karakter masing-masing pria, bagaimana cara mereka memperlakukan Anda, bagaimana cara mereka menghadapi masalah, bagaimana cara ini dan itu. Dengan Anda mengenal banyak karakter maka Anda bisa banyak belajar dari mereka. Jangan anggap sebuah hubungan hanya harus berakhir dengan air mata. Anggap hubungan itu cara Anda mengenal orang baru, meski hubungan Anda dengannya tidak berhasil tapi Anda mungkin bisa banyak belajar dari sikapnya dalam menghadapi masalah. Hal ini akan menjadikan Anda pribadi yang kuat dan banyak belajar. Mendapatkan pelajaran yang berharga Seperti dikatakan diatas bahwa bertemu dengan beberapa pria yang salah sebelum bertemu mr. right Anda dapat memberikan Anda banyak pelajaran dalam hidup. Di saat Anda merasa dia adalah pria yang salah? Coba pikirkan kembali apakah benar dia pria yang salah dalam hidup Anda. Mungkin Anda yang belum berubah, dia akan menjadi mr. right bila Anda memang mrs. right juga untuknya. Lebih baik jadikan hal ini sebagai cara untuk introspeksi diri Anda sendiri mungkin ada kesalahan yang sering Anda lakukan sehingga dia tidak pernah menjadi mr. right Anda. Jadikan kegagalan hubungan ini sebagai pelajaran yang sangat berharga dan menjadi modal agar hubungan Anda yang selanjutnya jauh lebih baik dan lebih lancar. Lebih menghargai sebuah hubungan Kegagalan di masa lalu, akan membuat Anda merasa lebih bisa menghargai sebuah hubungan. Bila awalnya Anda tidak peduli dengan pasangan. Saat sudah mengalami kegagalan dan merasa sudah menemukan mr. right. Anda akan berusaha untuk mempertahankan hubungan sekarang ini agar berjalan dengan lancar. Sehingga Anda bisa lebih menghargai sebuah hubungan dan tidak ingin kehilangan lagi.   Apabila Anda sekarang ini memang belum menemukan mr. right jangan merasa putus asa, karena jadikan pertemuan Anda dengan mr. wrong sebagai "modal" untuk bertemu dengan mr. right. Terus perbaiki diri dan persiapkan diri untuk kedatangan mr. right....   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: yourtango