Your browser does not support JavaScript!
 06 Sep 2019    18:00 WIB
Makan Tinggi Protein Bisa Bikin Gemuk Enggak Ya?
Makanan tinggi protein biasanya dihubungkan dengan kekuatan dan pembentukan otot. Akan tetapi, ada sebuah anggapan salah yang membuat banyak orang mengira bahwa dengan mengkonsumsi protein secara berlebihan, maka otot tubuhnya pun akan menjadi lebih besar. Faktanya tidaklah demikian. Diperlukan diet sehat dan seimbang dengan jumlah kalori yang sesuai serta olahraga yang tepat untuk membentuk dan menguatkan otot-otot tubuh manusia. Seperti halnya karbohidrat, semua kelebihan protein juga akan diubah menjadi lemak di dalam tubuh.   Manfaat Protein di Dalam Tubuh Manusia Protein merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh, tidak hanya bagi otot. Protein merupakan bagian penting dari hampir sebagian besar struktur tubuh seperti kulit, otot, dan tulang. Kapan pun tubuh bertumbuh, memperbaiki diri, atau mengganti jaringannya; protein selalu dibutuhkan. Tidak hanya diperlukan untuk membentuk rambut, kulit, kuku, tulang, jaringan ikat, dan jaringan penghubung; protein juga diperlukan dalam pembuatan lebih dari 2.000 jenis enzim di dalam tubuh dan berperan penting dalam proses pembekuan darah serta menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Diri Anda Makan di Saat Tidak Lapar   Kebutuhan Protein Harian Kebutuhan protein harian dapat berbeda-beda tergantung pada usia dan aktivitas fisik. Kebutuhan protein harian yang dianjurkan bagi pria dan wanita dewasa adalah 0.8 gram per kg berat badan setiap harinya. Bagi bayi dan anak-anak, kebutuhan protein biasanya lebih tinggi.   Makanan Sumber Protein Sebagian besar orang mencukupi kebutuhan proteinnya melalui makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Akan tetapi, seberapa baik pertumbuhan seorang anak dan seberapa baik keadaan kesehatan orang dewasa sangat bergantung pada kualitas protein yang dikonsumsinya. Protein lengkap atau protein berkualitas tinggi mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Beberapa makanan sumber protein lengkap adalah telur, susu, daging, ikan, dan daging unggas. Protein tidak lengkap biasanya tidak mengandung 1 atau lebih asam amino esensial. Beberapa makanan yang mengandung protein tidak lengkap adalah protein nabati seperti kacang-kacangan, sayuran, dan gandum. Akan tetapi, mengkonsumsi berbagai jenis protein nabati juga dapat membantu mencukupi kebutuhan asam amino esensial.   Terlalu Banyak Makan Protein, Apa yang Terjadi? Saat Anda mengkonsumsi terlalu banyak protein dalam menu makanan Anda, hal ini justru dapat berdampak buruk pada kesehatan dan performa Anda. Hal ini dikarenakan makanan tinggi protein akan membuat ginjal Anda harus bekerja ekstra keras. Selain itu, pembatasan konsumsi karbohidrat yang biasanya dilakukan bersamaan diet tinggi protein juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan nutrisi dan serat. Sementara itu, berbagai jenis makanan yang mengandung banyak protein biasanya juga mengandung banyak lemak, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkombinasikan konsumsi protein hewani dengan protein nabati untuk mencukupi kebutuhan protein harian Anda sambil tetap menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sfgate
 24 Aug 2019    16:00 WIB
Serangga Tinggi Protein, Benarkah ?
Halo Sobat Sehat! Kalau kalian pernah berkunjung ke negara lain seperti, Bangkok-Thailand, Vietnam atau Afrika. Kita akan menemukan beberapa daerah yang menjual makanan (camilan) yang berasal dari serangga. Seperti belalang, ulat, kalajengking ataupun laba-laba, dan masih banyak lagi. Bagi kita yang tidak pernah mencobanya, pasti terlihat menjijikkan, tapi banyak orang bilang bahwa rasanya tidak seburuk penampilannya, selain itu, tahukah kalian bahwa serangga kaya akan protein, dan tidak sedikit orang yang menyukainya untuk dijadikan camilan sehari-hari. Masa sih? Untuk jelasnya kita cari tahu yuk. Laporan PBB tahun 2013 mengatakan serangga dapat memberi makan penduduk dunia yang terus bertambah, dengan efek yang lebih sedikit terhadap lingkungan daripada makanan lain. Semakin banyak, restoran menampilkan dan menyediakan serangga sebagai camilan atau menu utama mereka, kadang-kadang sebagai barang gourmet, acara sosial dan pendidikan yang berpusat pada serangga. Bahkan para peneliti di bidang antropologi dan bidang lainnya menyelenggarakan konferensi penelitian. "Jangkrik adalah salah satu serangga kecil yang banyak dimakan warga Negara Amerika, serangga kecil ini sekarang dikelola menjadi lebih baik dalam bisnis di Perkebunan Cricket Armstrong di West Monroe, LA, kata pemilik Jack Armstrong". Produk seperti keripik tortilla bubuk kriket (jangkrik) dan camilan jangkrik dalam bentuk batangan juga sangat menjual, lebih terlihat normal (tidak menjijikkan), dan lebih mudah dikonsumsi, khususnya bagi orang-orang yang belum pernah mencobanya. Para peneliti juga menemukan bahwa serangga bergizi dan mudah dicerna, dan jarang menyebabkan terjadinya alergi. Pada 2013, serangga menjadi solusi untuk kekurangan makanan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan panjang, "serangga yang bisa dimakan: Prospek ke depan untuk keamanan pangan dan pakan." Dalam kata pengantar, penulis mengatakan: "Sudah diterima secara luas bahwa pada tahun 2050 dunia akan menjadi tuan rumah 9 miliar orang." Pada tahun 2018, totalnya adalah 7,6 miliar. "Untuk mengakomodasi jumlah ini, produksi pangan saat ini akan dibutuhkan lebih banyak, hampir dua kali lipat." Laporan ini menjelaskan bagaimana serangga yang dapat dimakan dapat menjadi solusinya. Ada laporan bahwa, serangga merupakan bagian dari diet tradisional, setidaknya sebanyak 2 miliar orang di seluruh dunia. Dan daftar sasaran menu diet itu termasuk kumbang, ulat, lebah, tawon, semut, belalang, jangkrik, dan lainnya. "Jangkrik mendapatkan perhatian," kata Gina Louise Hunter, PhD, seorang profesor antropologi di Illinois State University di Normal, yang menulis buku untuk konsumen tentang serangga yang dapat dimakan. Katanya "ada sekitar 2.000 spesies serangga di seluruh dunia yang dapat dimakan". Bahkan beberapa serangga seperti jangkrik dan mealworm (larva), dibesarkan di penangkaran, "mayoritas di seluruh dunia serangga ini dipanen secara liar." Sekarang dari segi kesehatannya, kita bisa lihat bahwa "Serangga menyediakan sumber protein berkualitas tinggi," kata Hunter. Serangga juga merupakan protein lengkap, yang dapat menyediakan sembilan asam amino esensial. Jumlah protein bervariasi berdasarkan produk. Menurut pembuat chip Chirps, dengan bubuk kriket, 1-ons porsi (umumnya sekitar 10 atau 15 chip) memiliki 4 gram protein. 2-ons Exo Cricket (jangkrik) dalam camilan batangan dengan rasa kayu manis apel memiliki 10 gram protein, kata perusahaan. Dalam studi lain, para peneliti dari University of Wisconsin di Madison menemukan bahwa protein pada jangkrik dapat meningkatkan bakteri alami usus (microbiome) dan meredakan peradangan. Mereka memberi makan 20 sukarelawan cricket protein (dimasukkan ke dalam muffin atau shake) untuk sarapan selama 2 minggu. Lalu para peneliti mengambil sampel tinja dan darah pada awal dan pada akhir penelitian. Bubuk kriket (jangkrik) ternyata meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik dan mengurangi indikator peradangan. Selain daging, serangga juga memiliki nutrisi yang luar biasa berbeda," kata Charlotte Payne, research associate dari University of Oxford, sekaligus penulis studi yang terbit di European Journal of Clinical Nutrition. Mari kita lihat perbandingannya:  1. Larva lebah vs Daging sapi Satu bola sarang lebah memiliki sekitar 850 persen protein yang jumlahnya sama besar dengan satu garpu daging sapi. 2. Mealworm (larva kumbang) vs Daging ayam Satu ons larva kumbang memang tak memiliki banyak kalori, tapi setiap 3,5 ons mealworm ini memiliki sekitar 247 kalori. Sementara 3,5 ons daging ayam hanya memiliki 152 kalori. 3. Ulat sutera vs Daging sapi Mengejutkan, rupanya satu ulat sutera memiliki lemak jenuh yang sama dengan satu potong daging. 4. Jangkrik vs Daging ayam Serangga yang satu ini sangat renyah, memiliki kandungan sodium yang tinggi dan baik dibandingkan daging ayam. Nah, sahabat, jangan anggap remeh serangga kecil yang terlihat menjijikkan yah, karena ternyata di dalam serangga-serangga kecil ini, terdapat suplain protein yang amat tinggi. Jadi, selamat mencoba. Sumber : www.webmd.com, www.liputan6.com
 15 Aug 2019    11:00 WIB
7 Nutrisi Penting yang Diperlukan Oleh Ibu Hamil
Saat seorang wanita hamil, ia memerlukan berbagai jenis vitamin dan mineral penting (lebih banyak) untuk mendukung perkembangan janin di dalam tubuhnya. Sayangnya, hanya dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang biasanya tetap tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Oleh karena itu, para ibu hamil pun biasanya memerlukan tambahan suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh para ibu hamil.   Asam Folat Asam folat dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran berdaun hijau (terutama kale dan bayam). Asam folat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal dari sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan medulla spinalis. Karena perkembangan sistem saraf bayi terjadi pada bulan pertama kehamilan, di mana Anda biasanya belum mengetahui kehamilan Anda tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen asam folat bila sedang berusaha untuk hamil. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para wanita untuk mengkonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis lebih tinggi mungkin akan diberikan pada: Wanita penderita diabetes Wanita yang pernah memiliki anak yang menderita kelainan sistem saraf pusat Wanita yang menderita sickle cell disease   Zat Besi Zat besi dapat ditemukan dalam kacang merah, tiram, biji wijen, kacang polong, dan bayam. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, kekurangan zat besi pada masa awal kehamilan berpengaruh besar pada perkembangan otak jangka panjang seorang anak. Jadi, sangat penting bagi para wanita yang sedang berencana untuk hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Dosis harian zat besi yang dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk dan tomat karena akan mempermudah proses penyerapan zat besi.   Vitamin C Vitamin C dapat ditemukan dalam strawberi, jeruk, kiwi, mangga, dan blueberi. Menurut the American Pregnancy Association (APA), vitamin C dapat membantu memicu terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang ke dalam saluran telur) dan meningkatkan jumlah sperma seorang pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 90 mg (bagi pria) dan 75 mg (bagi wanita yang tidak sedang hamil), dan 85 mg (bagi wanita yang sedang hamil).   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Kalsium Kalsium dapat ditemukan dalam susu, keju, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau. Mengkonsumsi kalsium sebelum hamil dapat membantu meningkatkan cadangan kalsium di dalam tubuh ibu untuk mendukung perkembangan tulang bayi nantinya. Dosis harian yang dianjurkan adalah setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya, baik sebelum maupun selama seorang wanita hamil. Jika Anda tidak dapat mengkonsumsi susu, konsumsilah brokoli dan sayuran berdaun hijau yang juga mengandung banyak kalsium.   Vitamin B6 Vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging ayam, daging kalkun, bayam, wortel, beras cokelat, dan biji bunga matahari (kuaci). Mengkonsumsi vitamin B6 secara teratur dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal di dalam tubuh dan dengan "menumpuknya" sebelum hamil, maka berbagai gejala morning sickness selama hamil pun akan berkurang. Selain itu, vitamin B6 juga penting bagi perkembangan otak bayi. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.3 mg setiap harinya (sebelum hamil).   Seng Seng dapat ditemukan dalam daging merah, daging unggas, kacang, gandum, berbagai produk susu, dan tiram. Menurut the APA, seng sangat penting bagi proses ovulasi dan kesuburan seorang wanita serta produksi sperma dan testosteron pada pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 15 mg setiap harinya untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat dan prima.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 dapat ditemukan dalam kacang walnut, edamame, daging sapi yang diberi makan rumput, dan ikan (salmon, sarden, dan forel). Para ahli percaya bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan kualitas embrio pada wanita yang sedang menjalani program inseminasi buatan (IVF). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan agar seorang wanita mengkonsumsi 2-3 porsi ikan atau kerang setiap minggunya, termasuk saat mereka hamil atau menyusui. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang hanya mengandung sedikit merkuri. Jangan mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang mengandung banyak merkuri seperti ikan hiu, ikan pedang, dan ikan mackerel. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 12 Aug 2019    08:30 WIB
Hidup Sehat Untuk Si Alergi Telur
Telur di mana-mana. Setidaknya, itulah yang  Anda rasakan apabila Anda memiliki alergi terhadap telur dan Andapun  mencoba untuk menghindari mengkonsumsi telur!  Berikut adalah penjelasan mengenai makanan yang mengandung telur, agar Anda terhindar dari reaksi alergi yang ditimbulkan oleh telur Telur dan Protein  Kebanyakan orang yang alergi dengan telur, biasanya alergi terhadap putih telur, namun tidak dengan kuning telur. Tapi jauh lebih aman, Anda tidak memakan  putih dan kuning telur.  Walau Anda sudah memisahkannya kuning telur juga masih mengandung protein,  hindari juga: Bubuk telur Telur kering  Telur padat   Makanan apa saja yang mengandung telur? Banyak makanan yang mengandung telur, seperti: Salad Krim pie Crepes dan wafel  Puding, dan es krim Minuman  kopi seperti cappuccino (telur kadang-kadang digunakan untuk membuat busa)  Lolipop dan permen lainnya Marshmallow  Mayones Pasta   Nama lain dari telur Jika Anda melihat bahan-bahan tersebut pada label makanan, itu berarti makanan tersebut mengandung protein telur: Albumin Globulin Lesitin Lisozim Ovalbumin Ovovitellin   Bagaimana dengan vaksin? MMR adalah vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit. Vaksin ini aman untuk orang-oarng yang alergi terhadap telur. Vaksin flu juga kemungkinan mengandung protein telur di dalamnya. Sudah lama disarankan bahwa orang dengan alergi telur tidak harus mendapatkan vaksinasi flu. Namun The American College of Allergy, Asthma and Immunology mengatakan vaksin tersebut mengandung protein telur dalam jumlah yang sangat rendah sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang alergi terhadap telur. Jika Anda memiliki alergi telur parah/anafilaksis. Anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum dilakukan pemberian vaksin flu.  Namun ada juga vaksin flu yang tidak terbuat dari telur, Vaksin, yang disebut FluBlok, telah disetujui  dan digunakan untuk mereka yang berusia 18 sampai 49 tahun. Baca juga: Berbagai Hal Yang Membuat Anda Alergi  Baca Label  Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah makanan tersebut mengandung telur atau tidak di dalamnya adalah dengan membaca label makanan dan daftar komposisi dengan hati-hati, atau bertanya mengenai item menu di restoran. Apabila Anda masih belum yakin, sebaiknya jangan makan makanan tersebut Selain itu periksa juga label kosmetik, sampo, krim dan lotion. Kadang barang-barang tersebut juga mengandung telur di dalamnya. Sumber: webmd
 09 Aug 2019    18:00 WIB
10 Jenis Makanan yang Kaya Protein
Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Protein merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk membentuk jaringan otot. Jika Anda seorang atlet, binaragawan maka Anda memerlukan asupan protein yang tinggi untuk membentuk dan menambah massa otot tubuh Anda. Fungsi protein yang selanjutnya adalah sebagai zat pengatur. Protein membantu mengatur hormon-hormon yang berfungsi dalam proses pencernaan. Protein juga berperan dalam menjaga keseimbangan pH asam dan basa tubuh. Manfaat lainnya dari protein adalah sebagai cadangan makanan dan energi dalam tubuh. Karena pentingnya fungsi protein untuk tubuh kita, maka kita perlu mencukupi kebutuhan protein setiap harinya. Berikut adalah jenis makanan yang mengandung protein tinggi: 1.  TelurTelur mengandung semua jenis asam amino yang ada di protein. Dengan kata lain, telur merupakan jenis makanan yang memiliki kandungan protein paling lengkap. Cukup 1 cangkir telur sudah mengandung 26 gram protein. Jika Anda ingin membatasi masuknya lemak, Anda bisa hanya mengkonsumsi putih telur saja. Putih telur juga dapat memberikan energi yang cukup untuk menghadapi semua aktifitas Anda sepanjang hari. 2.  Susu dan produk susu lainnyaSusu mengandung protein tinggi didalamnya. Terlepas dari kandungan kalsium dan vitamin didalamnya, protein dalam susu dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh dan memperbaiki jaringan rusak didalam tubuh. Setiap orang harus meminum segelas susu setiap harinya. Jika Anda tidak menyukai susu, Anda bisa menggantinya dengan pilihan lain misalnya milkshake, keju, krim, yoghurt dan produk susu lain. 3.  KacangDaripada ngemil keripik dan cookies saat Anda lapar, cobalah mengganti cemilan Anda dengan kacang. Almond, walnut, cashew nut dan berbagai jenis kacang lainnya kaya akan protein dibanding cemilan lainnya. Kacang juga kaya akan asam lemak omega 3 yang membantu pembentukan otot dan kulit indah. 4.  Makanan lautUntuk Anda pecinta makanan laut, ini adalah berita baik untuk Anda. makanan laut kaya akan protein. Salmon, ikan cod, tuna dan kerang merupakan jenis makanan laut yang kaya protein dan juga omega 3 dan 6. 5.  BrokoliBrokoli tidak hanya merupakan makanan rendah lemak tetapi juga merupakan jenis wayuran yang mengandung protein tinggi. Satu cengkir brokoli memiliki kandungan protein sebanyak 4 gram. Brokoli dalapt diolah menjadi salad, di rebus, di panggang sesuai dengan selera Anda. 6.  PisangBuah tropis ini tidak hanya baik untuk pencernaan tetapi dapat menjadi bagian penting untuk diet Anda. setiap seribu gram pisang yang Anda konsumsi mengandung 4 gram protein 7.  Jagung manisTahukan Anda jika jagung manis sangatlah bergizi. Selain nikmat, ternyata setiap seribu gram jagung manis mengandung 3 gram protein. 8.  BayamDalam satu cangkir bayam terkandung 3 gram protein. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara dikukus, rebus atau cah. Pastikan Anda tidak terlalu lama memasaknya, agar rasa tidak berubah dan nutrisinya tetap terjamin. Sedikit ide untuk mengolah bayam; kukus sebentar lalu bumbui dengan merica hitam dan sedikit minyak zaitun. 9.  Alpukat Tidak seperti makanan sumber protein lainnya, alpukat sangat mudah untuk dicerna. Beberapa orang mengatakan alpukat tidak baik kaena mengandung lemak, tetapi kandungan lemak didalamnya merupakan jenis lemak baik yang diperlukan oleh tubuh 10.  Daging merahPilihlah daging merah yang tidak sarat lemak seperti daging has dalam yang memiliki kadar lemak tak jenuh lebih sedikit. Sangat disarankan untuk sebisa mungkin hindari daging olahan. Baca juga: 8 Jenis Makanan Sehat Penunjang DIET Sumber: magforwomen
 01 Aug 2019    16:00 WIB
Bagaimana Cara Meningkatkan Sel Darah Putih?
Sel darah putih atau yang dikenal sebagai leukosit berperan sebagai pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih berfungsi menggerogoti bakteri asing dan organisme lain yang menyerang tubuh. Apabila jumlah sel darah putih rendah dalam tubuh seseorang akan rentan terhadap penyakit. Berikut adalah cara mudah untuk meningkatkan sel darah putih: Konsumsi protein yang cukup Makan-makanan sehat yang seimbang dapat menutrisi sumsum tulang dimana sel-sel darah putih yang diproduksi. Konsumsi protein seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu. Konsumsi lemak baik  Hindari lemak jenuh, konsumsi lemak jenuh secara berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Contoh lemak baik seperti minyak jagung, kedelai, wijen. Konsumsi karbohidrat kompleks Konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproduksi sel darah putih seperti pisang, beras merah, oat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, brokoli, kol, wortel, timun, strawberry, tomat. Stop konsumsi alkohol Metabolisme alkohol dalam tubuh akan menghasilkan bahan yang dapat menghancurkan sel-sel darah putih.  Berhenti merokok Rokok mengandung bahan kimia karsinogenik dan tar yang akan menghasilkan peningkatan infeksi dan penurunan sel darah putih Tidur yang cukup Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh dalam proses regenerasi dan pembentukan sel darah putih Olahraga teratur Olahraga teratur membantu fungsi sel-sel darah putih dan merangsang produksi sel-sel ini dari sumsum tulang. Baca juga: Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 14 Jul 2019    08:00 WIB
Berbagai Makanan yang Membantu Produksi Pigmen Kulit
Pigmen kulit atau disebut juga dengan melanin, merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesehatan kulit anda. Melanin merupakan suatu zat warna yang melindungi kulit anda dari berbagai efek berbahaya sinar matahari. Produksi melanin dapat meningkat seiring dengan berlalunya waktu untuk membuat kulit tampak lebih hitam dan untuk melindungi anda dari paparan sinar matahari. Untuk membantu proses pembentukan melanin ini, anda perlu mengkonsumsi makanan yang tepat untuk menyediakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu tubuh anda dalam membentuk melanin:1.  Berbagai Produk HewaniBerbagai produk hewani mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan untuk membantu proses pembentukan melanin di dalam tubuh. Salah satunya adalah tembaga. Tembaga dapat ditemukan pada tiram, berbagai jeroan terutama hati, dan kerang. Berbagai makanan lain yang juga diperlukan untuk pembentukan melanin adalah daging ayam, daging kalkun, ikan, susu dan keju.2.  Kedelai dan Biji-bijianKedelai berperan dalam pembentukan melanin di dalam tubuh karena mengandung tirosin (suatu jenis asam amino). Asam amino ini diperlukan tubuh untuk membentuk protein. Selain kedelai, tirosin juga dapat ditemukan pada kuaci (biji labu) dan biji wijen.3.  Berbagai Makanan LainnyaBerbagai makanan lainnya yang juga mengandung sedikit tirosin dan tembaga serta berbagai nutrisi lain yang dapat membantu tubuh membentuk melanin adalah kacang almond, kacang tanah, kacang kering, sayuran berdaun hijau, alpukat, pisang, berbagai produk olahan dari gandum, dan coklat.Sumber: livestrong