Your browser does not support JavaScript!
 08 Nov 2019    18:00 WIB
Ereksi Berlangsung Terlalu Lama, Apa Penyebabnya?
Ereksi yang berlangsung lama tanpa adanya stimulasi seksual yang memadai dapat merupakan gejala dari suatu gangguan ereksi yang disebut dengan priapismus. Priapismus merupakan suatu keadaan di mana ereksi terus berlangsung dalam waktu lebih dari 4 jam, tanpa adanya stimulasi seks, baik secara fisik maupun psikologis. Terdapat 3 jenis priapismus berdasarkan pada penyebabnya, yaitu iskemik, non iskemik, dan intermiten.   Priapismus Iskemik Priapismus iskemik terjadi saat darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi berlangsung tidak dapat keluar lagi dari dalam penis. Priapismus jenis ini merupakan jenis yang paling sering terjadi dan seringkali terjadi akibat efek samping suatu obat-obatan, terutama obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan atau tidak tepat atau kombinasi antara obat tersebut dengan obat-obatan lainnya atau adanya gangguan kesehatan lain yang tidak diketahui oleh pengguna dapat menyebabkan terjadinya priapismus. Beberapa obat-obatan lainnya yang tidak berhubungan dengan disfungsi seksual yang juga dapat menyebabkan terjadinya priapismus iskemik adalah obat tidur atau obat anti depresi.   Priapismus Non Iskemik Priapismua non iskemik merupakan suatu keadaan di mana ereksi terus berlangsung karena terlalu banyak darah yang masuk ke dalam penis. Hal ini biasanya terjadi pada pria yang pernah mengalami trauma pada penis, kantong zakar, atau area panggul. Trauma ini menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah arteri pada daerah kemaluan. Priapismus jenis ini biasanya tidak terlalu nyeri, yang seringkali membuat penderitanya tidak langsung mencari pertolongan medis dan mengira ereksi akan menghilang dengan sendirinya.   Priapismus Intermiten Priapismus intermiten merupakan suatu keadaan di mana priapismus kembali terjadi (kambuh) dan biasanya terjadi pada saat seorang pria baru bangun dari tidur dengan keadaan ereksi, di mana ereksinya akan terus berlangsung dalam waktu lama.  Memang benar hampir semua pria akan mengalami ereksi saat mereka terbangun, akan tetapi pada priapismus intermiten, ereksi akan terus berlangsung sepanjang hari.  Ereksi berkepanjangan ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan kemudian kembali menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti gangguan ereksi ini telah teratasi.  Kunci terpenting dalam penanganan priapismus adalah penanganan secepatnya. Apapun jenis priapismus yang Anda alami, gangguan ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya.   Sumber: womenshealthmag
 07 Mar 2015    14:00 WIB
Ereksi Tanpa Stimulasi? Apa Penyebabnya?
Priapismus adalah suatu keadaan di mana ereksi terjadi tanpa stimulasi seksual apapun, yang berlangsung selama lebih dari 4 jam dan terasa nyeri. Hal ini terjadi akibat darah di dalam penis terperangkap dan tidak dapat keluar. Jika hal ini tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan disfungsi ereksi yang permanen. Priapismus dapat terjadi pada semua umur, termasuk pada bayi baru lahir.   Jenis Priapismus Aliran Rendah Priapismus jenis ini terjadi akibat darah terperangkap di dalam pembuluh darah penis. Hal ini sering terjadi tanpa penyebab yang jelas dan dapat terjadi pada pria yang sehat atau pria dengan penyakit sickle cell, leukemia, atau malaria. Aliran Tinggi Priapismus jenis ini lebih jarang terjadi dan biasanya tidak terlalu sakit. Keadaan ini diakibatkan oleh robeknya pembuluh darah arteri akibat cedera pada penis atau perineum (suatu area di antara kantong zakar dan anus), yang mengganggu sirkulasi darah normal di penis.   Penyebab Anemia Sickle Cell Beberapa kasus priapismus disebabkan oleh penyakit sickle cell. Sekitar 42% pria dewasa yang menderita penyakit sickle cell akan mengalami priapismus. Obat-obatan Penyebab priapismus yang cukup sering adalah menggunakan dan atau penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang dapat menyebabkan priapismus adalah obat anti depresi dan obat anti psikosis. Obat yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi juga dapat menyebabkan terjadinya priapismus. Penyebab Lainnya Penyebab lain dari priapismus adalah: Cedera pada medulla spinalis atau daerah kemaluan Akibat gigitan laba-laba black widow Keracunan karbonmonoksida Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti marijuana dan kokain Pada kasus yang jarang, priapismus dapat diakibatkan oleh kanker yang menyebabkan gangguan pada penis dan mencegah aliran darah.   Apakah Saya Menderita Priapismus ? Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami ereksi dalam waktu lama dan nyeri. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan oleh dokter anda adalah: Berapa lama ereksi telah berlangsung Berapa lama biasanya ereksi anda berlangsung Obat-obatan apa saja yang anda gunakan Apakah ada riwayat trauma pada kemaluan atau daerah sekitarnya Dokter anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan baik pemeriksaan fisik maupun penunjang untuk mencari penyebab terjadinya priapismus.   Pengobatan Tujuan pengobatan priapismus adalah untuk menghentikan ereksi yang telah berlangsung terlalu lama dan tetap menjaga fungsi ereksi. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan adalah: Kompres es pada penis dan perineum dapat mengurangi pembengkakan Tindakan pembedahan ligase dilakukan bila terjadi robekan pada pembuluh arteri yang menyebabkan terjadinya priapismus sehingga sirkulasi darah kembali normal Penyuntikkan obat di dalam kavernosa (badan penis) digunakan untuk mengatasi priapismus aliran rendah. Obat golongan alfa agonis disuntikkan ke dalam penis. Obat ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah balik (vena), mengurangi aliran darah ke dalam penis, dan mengurangi pembengkakan pada daerah kemaluan. Obat golongan alfa agonis oral (dikonsumsi melalui mulut) juga dapat digunakan untuk pengobatan priapismus akut Tindakan pembedahan shunt juga dapat digunakan untuk mengatasi priapismus aliran rendah. Shunt merupakan suatu saluran kecil yang dimasukkan ke dalam penis melalui tindakan pembedahan untuk mengalihkan aliran darah dan mengembalikan sirkulasi darah normal Aspirasi merupakan suatu tindakan di mana dokter akan memasukkan jarum dan kemudian mengeluarkan darah dari dalam penis untuk mengurangi tekanan dan pembengkakan pada penis. Sebelum tindakan ini dilakukan, dokter akan membuat penis mati rasa dengan obat anestesi lokal Jangan pernah mencoba untuk mengobati diri anda sendiri bila anda mengalami priapismus. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan yang tepat dan secepatnya. Semakin cepat penanganan priapismus maka semakin baik hasilnya. Semakin lama pengobatan tertunda, maka resiko terjadinya disfungsi ereksi permanen akan semakin meningkat.   Sumber: webmd