Your browser does not support JavaScript!
 23 Aug 2018    18:00 WIB
Sering Nonton Pornografi Sebabkan Pengecilan Volume Otak, Benarkah?
Sebuah penelitian baru di Jerman menemukan bahwa pria yang sering menonton pornografi cenderung memiliki volume dan aktivitas otak yang lebih sedikit, yaitu pada bagian otak yang berfungsi untuk mengatur rasa senang dan motivasi. Akan tetapi, penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Hal ini berarti para peneliti hanya menemukan adanya suatu hubungan antara sering menonton pornografi dengan pengecilan bagian otak tertentu dan bukannya menemukan bahwa menonton pornografi dapat menyebabkan pengecilan bagian otak tertentu tersebut. Para peneliti tidak menemukan bukti kuat antara apakah menonton film porno dapat menyebabkan suatu perubahan otak tertentu atau orang yang terlahir dengan jenis otak tertentu lebih sering menonton film porno.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 64 orang pria yang berusia antara 21-45 tahun. Para peneliti kemudian menanyakan beberapa pertanyaan mengenai kebiasaan mereka menonton film porno. Selain itu, para peneliti juga memfoto otak para pria ini untuk mengukur volume otak mereka dan untuk mengamati bagaimana reaksi otak terhadap berbagai gambar porno. Para peneliti kemudian menemukan bahwa volume bagian otak tertentu, striatum, suatu bagian otak yang berhubungan dengan proses pemberian hadiah dan perilaku motivasi menjadi semakin kecil seiring dengan semakin banyaknya konsumsi film porno yang dilakukan oleh peserta penelitian. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa bagian otak lain, yang masih merupakan bagian dari striatum, yang biasanya teraktivasi saat seseorang melihat suatu stimulus seksual, menjadi kurang aktif seiring dengan semakin banyaknya konsumsi film porno. Para peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara striatum dan korteks prefrontal (lapisan terluar otak yang berfungsi dalam membuat keputusan dan perilaku seseorang) juga semakin memburuk seiring dengan semakin seringnya seseorang menonton film porno. Akan tetapi, karena penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa pornografi menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada otak, maka menonton film porno tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu kebiasaan yang berbahaya. Masih diperlukan penelitian lanjut mengenai hubungan antara menonton film porno dengan perubahan otak untuk memastikan apakah terlalu sering menonton film porno benar-benar dapat menyebabkan berbagai perubahan pada otak seseorang.   Sumber: newsmaxhealth
 21 Dec 2015    12:00 WIB
Pornografi Sebabkan Difungsi Ereksi?
Menurut studi terbaru  dari the Journal of Sexual Medicine satu dari empat pasien dengan kasus disfungsi ereksi baru berusia dibawah 40 tahun. Bandingkan dengan studi yang dilakukan pada tahun 2002 yang menemukan hanya 2% pria muda yang menderita disfungsi ereksi. Apakah penjelasan dibalik peningkatan terjadinya disfungsi ereksi ini? Teori yang ada berkembang dari mulai tingkat stress sampai tingkat kejujuran sehingga semakin banyak tang mau melaporkan kasusnya. Tetapi para peneliti mengatakan kebiasaan menonton film porno juga berperan dalam munculnya banyak kasus disfungsi ereksi ini. Pornograsi memunculkan motivasi seksual lebih tinggi lagi. Hal ini bisa menyebabkan seseorang sering bermasturbasi. Jika Anda terlalu sering bermasturbasi, terutama saat jam biasanya Anda berhubungan seksual dengan pasangan Anda, Anda akan mengalami orgasme lebih cepat dan akan sulit untuk dapat kembali prima, atau dapat saja menurutkan ketertarikan Anda terhadap hubungan seksual. Dan untuk pria yang sudah lama tidak berhubungan seksual dan sering melakukan masturbasi dengan bantuan film porno dapat menyebabkan tubuh hanya berespon terhadapap rangsangan seksual yang spesifik seperti rangsang visual dan rangsang taktil. Para ahli dalam penelitian berpendapat bahwa gangguan disfungsi ereksi tersebut dipicu oleh penyimpangan proses pengembangan dopamin (hormon yang dapat menyebabkan kecanduan, terutama pada obat-obatan). Hormon ini ternyata juga bekerja pada tontonan berbau pornografi. Sehingga, saat pria mengurangi kebiasaan untuk menikmati tayangan berbau pornografi, kinerja seksual mereka otomatis akan kembali pada fungsi yang normal Baca juga: Pria Yang Anda Cari Harus Memiliki 5 Hal Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menshealth
 24 Aug 2015    20:00 WIB
Benarkah Kecanduan Pornografi Tidak Ada?
Dari Will Young sampai David Duchovny, banyak selebriti mengakui dirinya adalah seorang pecandu pornografi. Tetapi penelitian terbaru mengungkapkan jika tidak ada bukti yang kuat untuk menunjukkan jika kecanduan pornografi benar-benar ada. Dr David Ley, seorang klinikal psikologis dan Executive Director of New Mexico Solutions, sebuah  program kesehatan mengenai perilaku, telah mengkaji penelitian tentang kecanduan pornografi telah menemukan bahwa hanya 37% dari artikel penelitian tentang penggunaan berlebihan pornografi menggambarkannya sebagai kecanduan. Dia juga menemukan bahwa hanya 27 persen dari artikel pada subjek berisi data aktual.  Akibatnya, ia menyimpulkan bahwa percobaan yang dilakukan membawa ke topik yang disusun dengan buruk dan sulit untuk dibuktikan. Sebagai konsekuensinya, Dr David Ley menyimpulkan bahwa sangat sedikit bahkan tidak ada bukti actual yang bisa ditemukan untuk menunjukkan jika kecanduan ini benar-benar ada. Dr David Lay juga menambahkan  bahwa kecanduan pornografi juga tidak disertakan dalam versi terbaru dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental karena kurangnya data ilmiah.  Panduan ini diterbitkan oleh American Psychiatric Association dan dianggap sebagai 'kitab suci' dari ilmu kesehatan jiwa. Dr Ley juga menemukan tidak ada bukti yang menunjukkan ada efek samping negatif dari menonton porno berlebihan. Dia mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa itu terkait dengan disfungsi ereksi atau bahwa perubahan otak pengguna. Sebaliknya, Dr Ley mengatakan pornografi dapat meningkatkan sikap terhadap seksualitas, meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kenikmatan dalam hubungan jangka panjang. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang mengklaim memiliki kecanduan porno biasanya laki-laki, tidak heteroseksual dan memiliki libido tinggi.  Mereka juga sering memiliki nilai-nilai agama yang bertentangan dengan keinginan seksual mereka. Kita perlu metode yang lebih baik untuk membantu orang-orang yang berjuang dengan penggunaan pornografi sebagai rangsangan seksual visual dengan frekuensi tinggi, tanpa menganggapnya sebagai kelainan jiwa", tulis Dr Ley. "Alih-alih membantu pasien yang mungkin berjuang untuk mengontrol melihat gambar yang bersifat seksual, konsep "kecanduan pornografi"  tampaknya hanya memberi makanan empuk untuk industri dengan keuntungan sekunder dari penerimaan ide tersebut. Baca juga: Kenapa Wanita Tidak Suka Film Porno  Sumber: dailymail  
 20 Nov 2014    10:00 WIB
10 Fakta Mengejutkan Seputar Seks
Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai hubungan seksual: Ada sekitar 100 juta kegiatan hubungan seksual setiap harinya. Menurut World Sex Survey menemukan bahwa rata-rata seseorang melakukan hubungan seksual sebanyak 103 kali dalam setahun. Makanan yang dapat meningkatkan gairah seks seperti daging tanpa lemak, biji-bijian, semangka, labu biji, kacang almond, pisang, stroberi, mangga, alpukat, cabe, lada, tiram, cokelat, jamur truffle, caviar dan Whipped Cream. Berhubungan seks bisa membakar sekitar 70-120 kalori pada wanita dengan berat badan sekitar 65 kg dan 77-155 kalori pada seorang pria dengan berat badan sekitar 85 kg setiap jamnya. Warga negara Amerika dan Yunani melakukan hubungan seksual paling banyak sekitar 124 dan 117 kali dalam setahun. Orang-orang suku Indian melakukannya hanya 76 kali setahun dan orang-orang Jepang tampaknya paling tidak tertarik dengan seks dan hanya melakukannya 36 kali pertahun. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria mengalami ereksi sebanyak 9 kali saat tidur di malam hari terlepas dari yang apa mereka mimpikan. Pada tahun 2004 seorang bintang porno Lisa Sparxxx menciptakan rekor dunia yang sangat tidak biasa dimana dia berhubungan seks dengan 919 pria dalam 24 jam. Ada lebih dari 4,2 juta situs porno di dunia dan jumlah ini terus berkembang setiap harinya dengan jutaan video yang menggambarkan hubungan seksual dalam berbagai postur Kama Sutra. Buku Sansekerta Hindu kuno - Kama Sutra menggambarkan total 64 posisi seksual untuk bercinta. Di negara Afrika terdapat sebuah mitos umum yang berlaku dimana seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita perawan dapat menyembuhkan AIDS. Karena mitos inilah Fatafehi ??Paulah, Raja Tonga di abad ke-17, berhubungan seksual dengan 10 wanita perawan dalam sehari dan selama masa pemerintahannya dia telah tidur dengan 37.800 perawan. Baca juga: 11 Manfaat Bercinta Sumber: medindia