Your browser does not support JavaScript!
 22 Jan 2018    12:30 WIB
Pingsan, Bagaimana Hal Ini Bisa Terjadi?
Pingsan sendiri berarti bahwa Anda mengalami penurunan kesadaran untuk sementara waktu. Hal ini biasanya terjadi saat otak tidak menerima cukup oksigen, darah, atau gula. Akan tetapi, pingsan juga dapat terjadi saat seseorang sangat marah atau emosi, yang disebabkan oleh peningkatan mendadak impuls listrik di dalam otak. Jenis pingsan lainnya adalah pingsan yang biasanya terjadi karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu misalnya karena melihat darah atau tekanan emosional ekstrim. Pingsan jenis ini disebut dengan sinkop vasovagal. Pada sinkop vasovagal, saraf vagal (dari otak) menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah menurun drastic, sehingga mengurangi aliran ke dalam otak. Akibatnya, otak pun akan "pingsan" akibat kekurangan oksigen. Saat pingsan, penderita biasanya akan terjatuh dari posisi berdiri ke posisi berbaring. Hal ini sebenarnya merupakan cara tubuh untuk membantu meningkatkan aliran darah ke dalam otak karena pada posisi berbaring, darah tidak perlu dipompa agar dapat mencapai otak karena tidak perlu melawan gravitasi. Dengan demikian, penderita biasanya akan kembali sadar setelah beberapa menit.   Baca juga: Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan   Apakah Pingsan Berbahaya? Pada sebagian besar kasus, pingsan bukanlah hal yang berbahaya. Pingsan atau sinkop baru dianggap berbahaya atau bahkan fatal bila disertai oleh gangguan irama jantung, epilepsi, kadar gula darah yang amat rendah (hipoglikemia), perdarahan, atau henti jantung. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda pingsan untuk mencari tahu penyebabnya.   Apa yang Harus Dilakukan Bila Anda Merasa Ingin Pingsan? Bila Anda merasa ingin pingsan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti: Segera cari pertolongan. Bila tidak ada orang di sekitar Anda, segera hubungi ambulans Karena penyebab paling sering dari pingsan adalah refleks vasovagal, maka hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah duduk, berjongkok, atau berbaring Jika Anda menderita diabetes dan mengkonsumsi obat anti diabetes, tetapi terlambat makan, segera makan permen karena Anda mungkin mengalami hipoglikemia Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 27 Sep 2017    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan
Pingsan  atau sinkop terjadi saat aliran darah ke otak tidak mencukupi sesaat, sehingga menyebabkan hilangnya kesadaran. Pingsan biasanya bersifat sesaat dan sementara. Pingsan dapat saja tidak berkaitan dengan masalah medis atau merupakan penyebab dari suatu gangguan serius. Sehingga penanganan terhadapa kehilangan kesadaran ini merupakan bagian gawat darurat sampai didapat tanda-tanda kesadaran dan penyebab pingsan. Diskusikan penyebab pingsan pada dokter anda jika terjadi pingsan berulang. Jika anda merasa akan pingsan : Berbaring atau duduk, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pingsan, jangan bangun cepat-cepat Letakkan kepala anda diantara lutut saat anda duduk. Jika orang lain pingsan : Baringkan orang tersebut tidur terlentang. Jika orang tersebut bernafas, untuk memulihkan aliran darah ke otak, naikkan kakinya lebih tinggi dari permukaan jantung, sekitar 12 inchi atau 30cm. jika memungkinkan kendurkan ikat pinggangm kerah dan pakaian lain yang ketat. Untuk mengurangi kemungkinan pingsan, minta orang tersebut untuk tidak bangun cepat-cepat. Jika orang tersebut tidak sadar dalam waktu 1 menit, hubungi gawatdarurat segera. Pastikan aliran udara orang tersebut tetap bersih, jaga jika terjadi muntah Periksa tanda-tanda sirkulasi (nafas, batuk atau pergerakan). Jika tidak terlihat tanda-tanda sirkulasi segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Hubungi juga gawat darurat atau bantuan lain. Lanjutkan RJP sampai bantuan datang atau ada respon dari orang tersebut atau orang tersebut mulai bernafas. Jika orang tersebut pingsan dengan disertai cedera, obati segera benjolan, memar, luka yang terjadi secara baik dan benar. Kontrol perdarahan dengan tekanan langsung (direct pressure). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang  Baca juga: Pertolongan pertama henti jantung Sumber : mayoclinic