Your browser does not support JavaScript!
 08 Nov 2019    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 16 Mar 2018    16:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat Terbang
Apapun penyebabnya, jika Anda mengalami ketakutan saat akan berpergian dengan pesawat terbang, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu mengatasi rasa takut untuk naik pesawat terbang.   Latihan Pernapasan Bila Anda merasa takut, melakukan latihan pernapasan seperti tarik napas dalam selama 4 detik, kemudian hembuskan napas selama 6 detik dapat membantu. Cara lainnya adalah silangkan pergelangan kaki Anda dan silangkan tangan Anda di depan dada Anda. Tarik napas dalam sambil meletakkan lidah Anda pada langit-langit mulut Anda.   Jangan Melihat Jendela Pesawat Bila Anda merasa takut saat melihat pergerakan pesawat melalui jendela pesawat, maka ada baiknya bila Anda menutup mata atau memusatkan perhatian Anda pada objek lain.   Dengarkan Musik Saat Anda merasa cemas dan panik, mendengarkan lagu biasanya dapat membantu menenangkan Anda.   Baca juga: 6 Cara Menenangkan Diri Anda Saat Panik   Hindari Minuman Tertentu Untuk mencegah semakin parahnya gejala karena gangguan cemas, dianjurkan agar Anda menghindari konsumsi berbagai jenis minuman yang telah diketahui dapat memicu terjadinya gejala cemas seperti kafein, minuman energi, dan stimulan lainnya.   Ketahui Jenis Fobia Anda Apakah Anda merasa takut saat naik pesawat terbang karena merasa kehilangan kendali atau takut mati atau takut ruangan sempit (claustrofobia)? Pemicu yang berbeda membutuhkan cara penanganan yang berbeda. jika Anda mengalami claustrofobia, mintalah awak penerbangan untuk membiarkan Anda masuk duluan atau duduk di sisi lorong.   Hilangkan Ketakutan Anda Banyak orang yang mengalami aviofobia (takut naik pesawat terbang) juga mengalami gangguan kendali. Cobalah menyerahkan kendali Anda akan situasi Anda saat ini pada pilot, seorang professional yang memang sudah dilatih untuk menerbangkan pesawat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 15 Mar 2018    16:00 WIB
Mengapa Anda Takut Naik Pesawat Terbang???
Pada zaman modern sekarang ini berpergian dengan pesawat terbang bukanlah suatu hal yang aneh dan baru. Banyak orang lebih memilih berpergian ke luar kota dan luar negeri dengan menggunakan pesawat terbang karena dianggap lebih nyaman dan efisien. Walaupun sebenarnya berpergian dengan menggunakan pesawat terbang lebih aman daripada berpergian dengan mobil, motor, dan kereta api; namun ada saja orang yang merasa takut dan khawatir saat akan berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Ketakutan ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan menghilang setelah pesawat lepas landas. Namun, pada beberapa orang, ketakutan yang dirasakan justru semakin parah. Ketakutan berpergian dengan pesawat terbang atau aviofobia merupakan hal yang cukup sering ditemui. Penderita biasanya merasa sangat takut dan gelisah saat akan berpergian dengan menggunakan pesawat terbang.   Baca juga: Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?   Penyebab Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami fobia terbang. Hal ini dapat disebabkan oleh hal langsung atau kombinasi dari berbagai hal. Faktor langsung yang dimaksud di sini terutama adalah pernah mengalami penerbangan yang buruk atau memiliki hubungan dekat dengan orang yang pernah mengalami pengalaman buruk saat berpergian dengan pesawat terbang. Penyebab lainnya adalah merasa tidak memiliki kendali akan dirinya. Hal ini merupakan penyebab umum dari terjadinya gangguan cemas dan aviofobia. Claustrofobia juga dapat menyebabkan terjadinya aviofobia.   Pengobatan Pengobatan aviofobia biasanya adalah obat-obatan atau terapi psikologis. Dokter biasanya akan memberikan obat anti cemas yang terdiri dari 2 macam. Yang satu untuk mengatasi rasa cemas saat akan berpergian dengan pesawat terbang dan yang lainnya adalah untuk dikonsumsi setiap hari. Untuk terapi psikologis, ada beberapa pilihan, yaitu: Terapi paparan Hipnosis Modeling Terapi wicara Terapi relaksasi Latihan pernapasan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 02 Nov 2016    09:00 WIB
10 Tips Untuk Mencegah Atau Mengurangi Jet Lag
Walaupun berbagai gejala jet lag sebenarnya hanya berlangsung sementara, akan tetapi gejala tersebut dapat sangat mengganggu kenyamanan Anda saat berlibur atau bekerja. Untungnya, ada beberapa tips dan perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi keparahan dan lamanya gejala jet lag berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 tips untuk mencegah atau mengurangi keparahan gejala jet lag selama berpergian.   1.      Ubah Pola Tidur Anda Sebelum Pergi Selain mempersiapkan barang-barang apa saja yang akan Anda bawa, penting juga untuk mengubah pola tidur Anda beberapa hari sebelum waktu keberangkatan Anda. Hal ini dapat membantu "jam tubuh" Anda beradaptasi dengan lebih mudah di zona waktu yang baru. Ubahlah pola tidur Anda hingga mendekat waktu tidur di tempat tujuan Anda. Misalnya bila Anda berpergian ke arah timur, tidurlah 1 jam lebih awal daripada biasanya. Sedangkan bila Anda pergi ke arah barat, tidurlah 1 jam lebih lambat daripada biasanya. Lakukanlah perubahan pola tidur ini 1 minggu sebelum waktu keberangkatan Anda. Selain itu, pastikan Anda juga cukup tidur dan istirahat sebelum pergi untuk mengatasi rasa lelah, yang akan membuat gejala jet lag semakin memburuk. Jangan terlalu sibuk semalam sebelum Anda pergi dan siapkan semua barang yang diperlukan beberapa hari sebelumnya.   2.      Pastikan Anda Sampai di Tempat Tujuan Pada Siang Hari Jika Anda tiba di tempat tujuan Anda di siang hari, maka sangat penting untuk meluangkan sedikit waktu untuk menikmati sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dapat membantu otak Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru. Dengan demikian, gejala jet lag yang Anda alami pun dapat berkurang. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus berjemur di bawah sinar matahari. Berdiamlah di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang terkena banyak sinar matahari. Jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya pada bagian tubuh yang sering terpapar oleh sinar matahari untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari.   3.      Konsumsi Cukup Air Putih Menjaga tubuh Anda tetap mendapatkan air yang dibutuhkannya merupakan langkah pertama dan paling penting untuk mencegah terjadinya jet lag. Anda harus memastikan tubuh Anda mendapatkan cukup cairan sebelum, selama, dan setelah travelling. Udara yang kering di dalam pesawat dapat membuat tubuh Anda lebih cepat mengalami dehidrasi, yang akan memperburuk gejala jet lag saat Anda mendarat.   Baca juga: Tips Traveling Saat Hamil   4.      Batasi Konsumsi Minuman Berkafein atau Beralkohol Beberapa hari sebelum waktu keberangkatan Anda dan juga saat Anda berada di dalam pesawat terbang, batasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol. Hal ini dikarenakan keduanya dapat mengganggu tidur Anda. Selain itu, minuman berkafein dan beralkohol juga dapat meningkatkan rasa lelah serta membuat tubuh mengalami dehidrasi.   5.      Ubah Waktu Makan Anda Seperti halnya pola tidur Anda, perubahan zona waktu juga akan mempengaruhi rutinitas saluran pencernaan Anda. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan apa saja yang Anda makan. Jika memungkinkan, ubahlah pola makan Anda sebelum pergi, makanlah berdekatan dengan waktu Anda akan makan di tempat tujuan Anda. Selain itu, Anda juga dapat melakukan diet jet lagi. Cara melakukannya adalah makan banyak selama beberapa hari sebelum berangkat dan berpuasa pada hari keberangkatan Anda. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau makanan berlemak berdekatan dengan waktu tidur karena dapat mengganggu saluran pencernaan Anda, yang pada akhirnya akan mengganggu tidur Anda di malam hari. Saat Anda mencapai tempat tujuan Anda, konsumsilah makanan yang mengandung banyak protein untuk membantu Anda tetap terjaga dan bertenaga. Kurangilah porsi makan Anda dan pilihlah makanan sehat untuk menjaga agar saluran pencernaan Anda dapat berfungsi dengan baik. Makan banyak dapat mengganggu kerja sistem pencernaan Anda, yang dapat memicu terjadinya diare dan sembelit.   6.      Konsumsilah Melatonin, Bila Perlu Melatonin merupakan sebuah hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh biasanya mendekati waktu tidur Anda. Hormon ini berfungsi untuk mengatur "jam tubuh" dan mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh Anda mengenai kapan Anda harus tidur dan bangun. Dengan mengkonsumsi suplemen melatonin, Anda dapat mengatur ulang "jam tubuh" Anda. Konsumsilah suplemen ini sebelum tidur selama beberapa hari setelah Anda sampai di tempat tujuan Anda. Suplemen ini direkomendasikan bagi orang dewasa yang pergi ke daerah dengan perbedaan zona waktu selama 5 jam atau lebih, terutama bagi mereka yang berpergian kea rah timur. Akan tetapi, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi suplemen ini untuk memastikan bahwa suplemen ini aman dikonsumsi oleh Anda.   7.      Sering Berjalan di Dalam Pesawat Saat Anda berada di dalam pesawat terbang, bangun dan berjalan kaki di dalam pesawat. Bila lama penerbangan cukup lama, pastikan Anda berjalan kaki selama sekitar 10 menit di sekitar kabin untuk mencegah gangguan sirkulasi darah. Sering berjalan kaki juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya deep vein thrombosis. Saat duduk, dianjurkan agar Anda juga melakukan olahraga peregangan untuk mengurangi nyeri otot dan pembengkakan pada kaki saat tiba di tempat tujuan.   8.      Gunakan Alat Bantu Tidur di Pesawat Jika Anda berada di dalam pesawat selama semalam atau melakukan perjalanan dari barat ke timur, pastikan Anda memperoleh cukup tidur selama penerbangan berlangsung. Hal ini dapat membantu mengurangi gejala jet lag. Untuk memudahkan Anda tertidur di dalam pesawat, gunakanlah berbagai alat bantu tidur seperti penutup mata, penutup telinga, atau earphone untuk mengurangi paparan cahaya dan suara. Bantal leher juga dapat membuat Anda duduk dengan lebih nyaman. Anda bahkan dapat melepaskan sepatu Anda untuk mengurangi tekanan pada kaki Anda.   9.      Mandi Air Hangat Berpergian ke luar negeri dapat membuat Anda merasa amat sangat lelah. Untuk mengatasinya, mandi merupakan cara yang paling baik. mandilah dengan air hangat sebelum tidur untuk membantu meredakan nyeri otot dan membuat Anda merasa lebih rileks. Jika Anda sampai pada pagi atau siang hari di tempat tujuan Anda, mandi dengan air dingin dapat membantu Anda tetap terjaga dan merasa lebih segar di sepanjang hari.   10.  Gunakan Pakaian yang Nyaman Jika Anda akan melakukan perjalanan panjang, gunakanlah pakaian yang nyaman. Bila memungkinkan, gunakanlah beberapa lapis pakaian untuk mencegah Anda kedinginan saat berada di dalam pesawat.   Selain berbagai tips di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala jet lag yang mungkin Anda alami seperti: Jika memungkinkan, atur agar Anda sampai di tempat tujuan pada siang hari Jika berpergian cukup jauh, pilihlah penerbangan yang melakukan transit untuk membantu tubuh Anda beradaptasi dengan perubahan zona waktu Sesuaikan jam tangan Anda dengan tempat tujuan segera setelah Anda berada di dalam pesawat Jangan mengkonsumsi pil tidur untuk mengatasi gejala jet lag Jika Anda benar-benar kelelahan akibat perjalanan yang jauh, tidur siang selama 20 menit dapat membantu. Usahakan untuk tidak tidur lebih lama dari 20 menit hingga malam tiba, tidak peduli betapa lelahnya Anda Jika Anda menggunakan lensa kontak, pastikan Anda membawa obat tetes mata dan gunakanlah secara teratur selama berada dalam penerbangan untuk mencegah mata menjadi kering Bawalah pelembab kulit dan bibir untuk digunakan selama penerbangan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies  
 01 Nov 2016    12:00 WIB
Apakah Sebenarnya yang Dimaksud Dengan Jet Lag?
Bagi Anda yang sering berpergian ke luar negeri, maka Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya jet lag. Jet lag merupakan suatu kumpulan gejala yang terjadi saat seseorang berpergian ke suatu Negara yang memiliki zona waktu berbeda. Jet lag terjadi saat "jam tubuh" seseorang mengalami gangguan akibat perubahan zona waktu yang terjadi secara mendadak saat seseorang berpergian. Hal ini terjadi karena "jam tubuh" Anda memerlukan sejangka waktu untuk beradaptasi dengan perubahan waktu yang mendadak. Selain mempengaruhi waktu tidur Anda, "jam tubuh" Anda juga mempengaruhi beberapa hal lainnya seperti nafsu makan, proses pencernaan, pola BAB, produksi air kemih, suhu tubuh, dan tekanan darah. Salah satu gejala jet lag yang paling sering ditemukan adalah gangguan pola tidur. Gejala jet lag lainnya yang dapat ditemukan adalah merasa amat sangat lelah, gangguan pencernaan, mual, nyeri otot, nafsu makan buruk, sakit kepala, gangguan daya ingat, gangguan kemampuan otak untuk menilai, gangguan konsentrasi, dan mudah marah. Lamanya gejala berlangsung dapat bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya, di mana gejala biasanya berlangsung antara 5-6 hari jika Anda berpergian ke zona waktu yang berbeda 9 jam atau lebih, terutama bila Anda berpergian ke arah timur. Sebenarnya jet lag dapat terjadi pada semua orang, akan tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya jet lag seperti: Banyaknya perbedaan waktu Berpergian ke arah timur Dehidrasi Konsumsi minuman beralkohol dan berkafein pada saat penerbangan Kurang tidur Stress berlebih Berusia lebih dari 60 tahun Jadi, bagi Anda yang berencana untuk berpergian cukup jauh, apalagi ke arah timur, pastikan Anda telah mempersiapkan diri untuk mengatasi berbagai gejala tidak menyenangkan di atas dan cobalah tips berikut ini: Ubah pola tidur Anda sebelum pergi Pastikan Anda sampai di siang hari di tempat tujuan Konsumsi cukup air putih Hindari minuman berkafein dan beralkohol Ubah waktu makan Anda   Baca juga: Selain Keren, Kacamata Hitam Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Lho…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies