Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2019    16:00 WIB
Apa Saja Gejala Perlemakkan Hati (Fatty Liver)?
Saat lemak menumpuk di dalam hati secara berlebihan, maka seseorang dapat mengalami perlemakkan hati (fatty liver). Walaupun merupakan hal yang normal bila terdapat lemak di dalam hati, akan tetapi bila kadar lemak tersebut lebih dari 10% berat hati, maka Anda mungkin dapat mengalami peradangan hati dan terbentuknya jaringan parut.  Walaupun pada banyak kasus, fatty liver biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, akan tetapi bila jumlah lemak di dalam hati terlalu banyak, maka Anda mungkin dapat mengalami beberapa gejala fatty liver seperti di bawah ini.   Pembesaran Hati Seorang penderita fatty liver dapat mengalami pembesaran hati (hepatomegali) karena terlalu banyak lemak yang terkumpul di dalamnya. Gejala ini biasanya tidak Anda sadari dan baru diketahui saat Anda melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau saat melakukan pemeriksaan kesehatan karena alasan lainnya.   Lelah Berlebihan, Badan Lemas, dan Nyeri Perut Rasa lelah berlebihan yang berlangsung terus-menerus merupakan salah satu gejala tersering dari fatty liver. Gejala ini biasanya tidak disadari oleh penderita hingga ditemukan pembesaran hati. Selain itu, badan terasa lemas atau tidak enak badan dan nyeri perut juga merupakan gejala fatty liver yang sering ditemukan, yang biasanya juga tidak disadari oleh penderita hingga terdiagnosa.   Sindrom Metabolik Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor resiko terjadinya fatty liver yaitu lemak perut yang berlebihan, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan gangguan pengaturan kadar gula di dalam tubuh yang membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan diabetes. Walaupun sindrom metabolik bukanlah gejala langsung dari fatty liver, akan tetapi fatty liver seringkali dihubungkan dengan sindrom metabolik. Jadi, jika Anda menderita fatty liver, maka Anda mungkin juga mengalami sindrom metabolik.   Gejala Fatty Liver Berat Jika gejala awal fatty liver tidak disadari oleh penderita dan makin banyak lemak yang menumpuk di dalam hati, maka hati dapat meradang dan membentuk jaringan parut yang menunjukkan adanya suatu gangguan hati. Beberapa gejala fatty liver berat adalah asites (penumpukkan cairan berlebihan di antara jaringan dan perut), pembengkakan hati, pelebaran pembuluh darah di dalam kerongkongan atau lambung, pembengkakan jaringan payudara, dan gangguan menstruasi.   Gagal Hati Beberapa orang yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat radang sendi seperti metotreksat dan obat kemoterapi seperti tamoxifen juga dapat mengalami fatty liver. Pada orang-orang ini, gejala pertama dari adanya gangguan hati adalah gagal hati, di mana hati tidak lagi dapat bekerja dengan semestinya. Keadaan ini merupakan gejala yang sangat berat dan mungkin membutuhkan transplantasi hati.       Sumber: ehow
 20 Mar 2019    11:00 WIB
Sekilas Info Seputar Perlemakkan Hati Atau Fatty Liver
Seperti namanya perlemakkan hati atau fatty liver merupakan suatu keadaan di mana hati Anda mengalami gangguan akibat banyaknya lemak yang terbentuk di sekitarnya. Pada sebagian besar orang, keadaan ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan baru diketahui saat orang tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tahunan atau saat ia melakukan pemeriksaan kesehatan untuk gangguan kesehatan lain. Walaupun tidak menimbulkan gejala apapun, akan tetapi fatty liver ini dapat berbahaya bila tidak diobati.   Jenis Terdapat dua jenis fatty liver yaitu alkoholik steatohepatitis dan non alkoholik steatohepatitis (NASH). Tipe pertama merupakan tipe yang paling sering ditemui dan terjadi akibat penyalahgunaan minuman beralkohol. Sementara itu, tipe fatty liver kedua, NASH, biasanya berhubungan dengan obesitas dan terjadi akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak.   Penyebab Terdapat 2 penyebab utama terjadinya fatty liver yaitu konsumsi minuman beralkohol dan mengkonsumsi terlalu banyak makanan tinggi lemak atau tinggi kalori. Walaupun sangat jarang, orang yang mengkonsumsi makanan sehat dan memiliki keadaan kesehatan yang baik ternyata juga dapat menderita fatty liver.  Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kalori setiap harinya, maka lemak pun dapat menumpuk di dalam hati dan hati pun dapat mengalami kegagalan saat berusaha mencerna lemak tersebut. Hal ini akan menyebabkan lemak menumpuk di dalam hati.  Penyalahgunaan minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya fatty liver. Selain itu, orang yang mengalami malnutrisi atau mengalami penurunan berat badan dalam waktu cepat, misalnya setelah tindakan pembedahan liposuction juga dapat mengalami fatty liver.   Diagnosa Fatty liver dapat dengan mudah didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan darah dan USG abdomen atau CT scan abdomen (perut). Kadangkala dokter juga dapat merasakan adanya pembesaran hati pada saat melakukan pemeriksaan fisik pada bagian perut penderita atau mengetahui adanya peradangan (inflamasi) di dalam tubuh melalui pemeriksaan darah. Untuk menentukan secara pasti apakah hati Anda memang mengalami gangguan, dokter Anda juga dapat melakukan pemeriksaan biopsi hati.   Komplikasi Jika tidak diobati, fatty liver dapat membuat hati Anda mengeras dan membentuk jaringan parut di dalam hati. Keadaan ini disebut dengan sirosis hati, yang merupakan suatu gangguan hati berat yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati.  Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol atau mengalami obesitas, maka akan lebih baik bila Anda melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda menderita fatty liver atau tidak.    Pencegahan Pencegahan terjadinya fatty liver dapat dilakukan dengan tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak atau tinggi kalori.  Akan tetapi, bila Anda telah mengalami fatty liver, maka Anda tidak perlu khawatir bahwa kondisi Anda tidak dapat disembuhkan. Tidak seperti organ tubuh lainnya, hati merupakan organ yang dapat memperbaharui dirinya sendiri. Jika fatty liver terjadi karena obesitas, maka menurunkan berat badan dan mengubah pola makan serta makanan yang Anda konsumsi dapat membantu mengatasi fatty liver ini.  Jika fatty liver terjadi karena mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol, maka berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengubah gaya hidup Anda menjadi gaya hidup sehat dengan tidur cukup, olahraga teratur, dan diet sehat serta seimbang juga dapat membantu mengatasi gangguan ini. Sumber: ehow
 15 Jul 2017    08:00 WIB
Cegah Perlemakkan Hati Dengan Olahraga!
Salah satu gangguan hati, yaitu perlemakkan hati (fatty liver) merupakan suatu keadaan yang dapat dicegah dengan olahraga dan menjaga berat badan sehat. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa memiliki gaya hidup yang kurang aktif dan penyakit fatty liver saling berkaitan. Oleh karena itu, berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah terjadinya penyakit ini, yang seringkali tidak menimbulkan gejala apapun hingga telah mencapai stadium lanjut. Fatty liver seringkali tidak menimbulkan gejala apapun, akan tetapi penderita mungkin merasa tidak enak badan dan mengalami rasa lelah berlebihan. Beberapa penderita mungkin juga dapat mengalami nyeri tumpul pada perut bagian atas. Pada keadaan yang lebih lanjut, terdapat beberapa gejala yang mungkin timbul seperti: Perdarahan dari dalam kerongkongan atau usus Penumpukkan cairan abnormal di rongga perut (asites) Tubuh terasa gatal Penurunan gairah seksual Penurunan nafsu makan Mual Pembengkakan pada kaki Jaundice (kulit wajah berwarna kekuningan) Sebuah penelitian di Amerika yang meneliti mengenai manfaat olahgara untuk mencegah terjadinya fatty liver menemukan bahwa 100% atau semua tikus percobaan yang melakukan olahraga secara teratur setiap harinya tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit fatty liver.  Selain itu, pada penelitian ini, para peneliti juga menemukan bahwa setelah tidak berolahraga selama 1 minggu, tikus-tikus percobaan tersebut mulai menderita fatty liver. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa berolahraga secara teratur setiap harinya merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya fatty liver. Berolahraga selama 30 menit, baik dengan melakukan olahraga aerobik, berjalan, angkat beban, bermain basket atau bola atau bulu tangkis, yoga, dan bahkan mencuci mobil merupakan beberapa cara untuk menjaga agar berat badan Anda tetap ideal. Untuk beberapa orang yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25, diperlukan olahraga yang lebih aktif dan diet untuk menurunkan kelebihan berat badan tersebut. Pastikan berat badan Anda hanya turun 0.5-1 kg setiap minggunya. Penurunan berat badan dalam waktu singkat juga tidak sehat. Kunci utamanya adalah konsistensi.  Untuk jenis olahraga apa yang sebaiknya Anda lakukan, dianjurkan agar Anda memilih olahraga yang Anda sukai dan lakukanlah berbagai variasi. Waktu 30 menit tidak akan terasa terlalu lama bila Anda melakukan suatu jenis olahraga yang Anda sukai.  Hindarilah berbagai jenis makanan berlemak dan minuman beralkohol serta hindari konsumsi berbagai jenis obat-obatan yang dapat merusak hati. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen.       Sumber: ehow