Your browser does not support JavaScript!
 23 Sep 2014    16:00 WIB
Penelitian Menemukan Bahwa Pembaca Novel “Fifty Shades of Grey” Menunjukkan Perilaku Menyimpang
Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa perempuan muda yang membaca seri populer "Fifty Shades of Grey" berperilaku yang tidak baik dibanding mereka yang tidak membaca novel tersebut.  Sebuah penelitian yang di publikasikan oleh Journal of Women’s Health, yang telah meneliti sekitar 655 partisipan wanita ditemukan bahwa mereka yang membaca novel pertama tersebut cenderung memiliki pasangan yang lebih sering berteriak atau memaki mereka.  Wanita yang telah membaca novel yang ketiga dilaporkan ditemukan sekitar 65 persen terlibat dalam pesta minuman keras dan 63 persen melakukan hubungan seks dengan lima partner yang berbeda dibandingkan bukan pembaca novel tersebut.  Namun penelitian ini tidak dapat membedakan apakah perubahan perilaku para perempuan ini sebelum atau sesudah membaca buku-buku tersebut, sehingga temuan ini mengganggu mereka.  “Apabila seorang perempuan mempunyai perilaku yang merugikan kesehatan misalnya pola makan, setelah membaca "Fifty Shades of Grey" akan menegaskan kembali pengalaman-pengalaman yang buruk dan berpotensi memperburuk trauma” kata Amy Bonomi, pimpinan peneliti ini dan seorang Profesor Departemen Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Keluarga di Michigan State University kepada MSUToday . "Demikian juga, bila mereka yang sebelumnya memiliki masalah perilaku kesehatan kemudian  membaca "Fifty Shades of Grey"  maka kemungkinan buku-buku tersebut akan semakin memperburuk masalah kelainan perilaku tersebut” Akan dibuat film layar lebar yang diadaptasi dari novel "Fifty Shades of Grey" pada bulan Februari 2015 dan sudah lebih dari 100 juta kopi novel tersebut terjual di seluruh dunia, Bonomi menyoroti pentingnya pengarahan bahwa ini hanyalah sesuatu hal yang fiksi yang harus ditanggapi dengan kritis. Penelitian dilakukan pada perempuan berusia 18 sampai 24 tahun Sumber: foxnews