Your browser does not support JavaScript!
 25 Nov 2016    12:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Herpes Genitalis
Sekarang ini sudah ada obat-obatan yang dapat mengobati infeksi herpes dan mencegah berulangnya infeksi. Akan tetapi, tidak ada obat yang dapat membunuh virus yang sudah ada di dalam tubuh. Jadi, sebenarnya penyakit herpes tidak dapat disembuhkan. Berdasarkan berbagai penelitian, ada 3 jenis obat antivirus yang dapat membantu mengobat infeksi herpes genitalis. Obat antivirus yang dimaksud adalah acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir. Acyclovir merupakan pengobatan lini pertama bagi infeksi virus, termasuk herpes. Acyclovir bekerja dengan membatasi pembelahan diri virus dan penyebaran virus ke sel-sel tubuh lain. Akan tetapi, obat ini tidak dapat mencegah kehancuran sel yang telah terinfeksi oleh virus. Valacyclovir akan dimetabolisme di dalam hati dan usus menjadi acyclovir, sehingga dapat digunakan untuk menurunkan dosis acyclovir. Famciclovir juga bekerja dengan cara menghambat pembelahan diri virus herpes.   Infeksi Pertama atau Kekambuhan Salah satu hal yang mempengaruhi pengobatan apa yang paling sesuai bagi seorang penderita herpes adalah apakah ia pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya atau tidak. Infeksi herpes genitalis yang pertama biasanya akan menimbulkan gejala yang paling berat dan seringkali membuat penderitanya merasa tidak enak badan. Infeksi berulang biasanya tidak terlalu menyakitkan dan tidak berlangsung lama. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang mungkin digunakan untuk mengatasi infeksi herpes pertama pada orang dengan daya tahan tubuh yang normal adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Acyclovir 200 mg 5 kali sehari selama 7-10 hari Famciclovir 250 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Valacyclovir 1 g 2 kali sehari selama 7-10 hari   Sering Mengalami Kekambuhan Orang yang mengalami lebih dari 6 kali kekambuhan setiap tahunnya dan memiliki daya tahan tubuh normal mungkin harus mulai melakukan terapi supresif. Pada terapi supresif ini, penderita harus mengkonsumsi obat setiap hari untuk mengurangi frekuensi kekambuhan. Seiring dengan berlalunya waktu, frekuensi kekambuhan biasanya akan menurun. Penghentian pengobatan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apa saja resiko dan manfaat penghentian obat harian tersebut. Bila Anda tetap memilih untuk mengkonsumsi obat hanya pada saat terjadinya kekambuhan, maka obat harus mulai dikonsumsi pada hari pertama munculnya gejala. Hal ini berarti bahwa Anda harus selalu menyediakan obat antivirus di rumah. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang biasa diberikan adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 5 hari Acyclovir 800 mg 3 kali sehari selama 2 hari Acyclovir 800 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 125 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 1000 mg 2 kali sehari selama 1 hari Valacyclovir 500 mg 2 kali sehari selama 3 hari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari selama 5 hari Regimen terapi supresif yang juga diberikan secara oral adalah: Acyclovir 400 mg 2 kali sehari Famciclovir 250 mg 2 kali sehari Valacyclovir 500 mg 1 kali sehari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari   Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual   Bila Pasangan Menderita Herpes Bila pasangan Anda menderita herpes sedangkan Anda tidak, maka pasangan Anda mungkin harus menjalani terapi supresif berupa valacyclovir 500 mg sekali sehari untuk mencegah terjadinya penularan. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dan jangan berhubungan intim saat terjadi kekambuhan.   Pada Orang Dengan Daya Tahan Tubuh Lemah Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS, leukemia, baru saja menjalani operasi transplantasi, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi herpes berat. Virus herpes simpleks yang terdapat di dalam tubuh orang-orang ini biasanya resisten terhadap pengobatan antivirus zaman dulu atau lebih sulit diobati. Oleh karena itu, mungkin diperlukan pengobatan lain selain obat antivirus.   Pada Wanita Hamil Wanita yang mengalami infeksi herpes pada saat hamil trimester tiga atau saat melahirkan memiliki resiko yang tinggi untuk menularkan virus herpes simpleks pada bayinya. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda mengenai obat apa yang aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell
 23 Jul 2016    12:00 WIB
7 Alasan Mengapa Wanita Berpura-pura Mencapai Orgasme
1.  Enggan Menjelaskan Mengapa Orgasme Tidak TercapaiBanyak wanita enggan menjawab pertanyaan pasangannya mengenai mengapa mereka tidak mencapai orgasme. Pada kenyataannya, bagi banyak wanita, orgasme bukanlah hal yang mudah untuk dicapai dan mereka pun tidak selalu menginginkannya, akan tetapi bukan berarti wanita tidak menyukai hubungan seksual. Oleh karena itu, daripada harus menjelaskan pada pasangannya mengapa ia tidak dapat mencapai orgasme, maka akan lebih baik bila berpura-pura mencapainya.2.  Takut Kehilangan KendaliBanyak wanita yang mencegah dirinya mencapai orgasme karena tidak ingin dirinya tampak kehilangan kendali dan terlihat jelek atau lemah atau rapuh. Wanita yang takut pasangannya melihat penampilannya yang berantakan, takut terlihat gendut, atau takut pasangannya melihat berbagai hal memalukan lainnya biasanya agak sulit membiarkan dirinya lepas kendali dan mencapai orgasme.3.  Takut Hamil atau Tertular Penyakit Menular SeksualJika pasangan anda takut hamil atau takut tertular penyakit menular seksual, maka kedua hal ini dapat membuatnya sulit memusatkan perhatian pada apa yang sedang dirasakannya, apalagi mencapai orgasme. Pasangan anda membutuhkan sedikit waktu dan lingkungan yang membuatnya merasa aman sehingga dapat membuatnya merasa rileks dan menikmati hubungan seksual tanpa rasa takut. Selain itu, dengan memastikan bahwa anda tidak menderita penyakit menular seksual apapun mungkin dapat membuat pasangan anda merasa lebih tenang dan menikmati hubungan seksualnya dengan anda.4.  Tidak Tahu Bagaimana Cara Mencapai OrgasmeBerbeda dengan pria, para wanita biasanya tidak tahu seperti apa rasa orgasme, apalagi bagaimana cara mencapainya. 5.  Merasa BersalahKadangkala, wanita merasa malu atau takut atau tidak nyaman untuk memberitahukan pada pasangannya mengenai apa yang dapat membuat mereka mencapai orgasme. Tergantung pada bagaimana ia dibesarkan, wanita mungkin akan merasa sangat bersalah atau merasa tidak nyaman saat mencapai orgasme (karena kesenangan yang dirasakannya).6.  Kurangnya StimulasiStimulasi dapat berupa stimulasi mental, fisik, emosional, dan seksual. Bila seorang wanita tidak mendapat stimulasi yang cukup, baik karena ia tidak sedang menginginkan seks atau karena terlalu lelah atau karena berbagai hal lainnya, maka akan lebih mudah bila ia berpura-pura mencapai orgasme untuk segera menyelesaikan hubungan seksnya. 7.  Ingin Cepat SelesaiKurangnya waktu dan rasa lelah akibat kesibukan bekerja, mengurus anak, dan mengurus rumah dapat membuat wanita kekurangan waktu untuk memperhatikan dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia mungkin akan berpura-pura mencapai orgasme agar semuanya cepat selesai.Apa yang Harus Dilakukan?Bila anda ingin memastikan bahwa pasangan anda benar-benar mencapai orgasme, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah perhatikan apa yang membuatnya merasa puas atau mencapai orgasme. Bila anda merasa ragu-ragu atau tidak yakin, jangan malu atau ragu untuk bertanya. Jangan samakan pasangan anda dengan wanita yang anda lihat di dalam film porno. Setiap wanita berbeda, termasuk dalam hal apa yang dapat membuatnya bergairah dan mencapai orgasme. Oleh karena itu, jangan kaget saat pasangan anda tidak mencapai orgasme saat anda melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan pria di dalam film porno yang anda tonton. Wanita membutuhkan lebih dari rangsangan seksual untuk membuatnya merasa bergairah dan mencapai orgasme. Bantuan anda, perhatian anda, rasa cinta dan sayang anda, penerimaan anda terhadapnya apa adanya juga mempengaruhi. Satu hal penting yang perlu diingat adalah jangan merasa anda telah mengetahui segalanya. Sumber: askmen
 06 Mar 2016    11:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup
 21 Aug 2015    20:00 WIB
Memperbesar Penis & Cegah Ejakulasi dini Secara Alami dengan Akupuntur
Penis bukanlah hanya sekedar daging berpipa yang berfungsi untuk buang air kecil saja, Saluran kencing (urethra) ini biasanya berlubang diujung glans (ujung penis). Ada dua bibir kecil yang mengelilingi lubang urethra, bibir ini penuh dengan ujung syaraf yang melindungi urethra yang sangat peka dari benda asing agar tidak dapat masuk ke saluran urethra, meski pada saat bercinta kepekaan ini begitu sangat menggairahkan. Glans adalah bagian penis yang paling peka, karena bagian inilah ujung tombak dalam bercinta. Cincin korona dan frenulum, yaitu semacam pita kulit antara glans dan batang penis merupakan bagian yang sangat penting dalam merangsang ejakulasi pada titik tertentu didalam vagina. Banyak pria yang mengakui bahwa frenulum (segitiga tepat dibawah glans) lebih peka lagi daripada glans itu sendiri, sehingga pada bagian inilah yang kebanyakan membuat pria tergila-gila pada saat seks oral.Kebanyakan pria, setelah orgasme tidak mau glansnya disentuh karena sangat peka dan biasanya jika disentuh akan menimbulkan rasa ngilu (kecuali pada pria yang tidak disunat, karena glansnya terlindung oleh kulit luar).Disepanjang batang penis, urethra dikelilingi oleh jaringan spons bernama corpus spongiosum. Pada saat pria bergairah, arteri-arteri kecil mengalirkan darah kedalam corpus spongiosum tersebut, berbarengan dengan peregangan otot vena yang dialiri otot darah dari penis, hal inilah yang membuat pria mengalami ereksi (tegang).Secara fisiologis, sebetulnya ada dua penyebab disfungsi ereksi pada pria yaitu adanya kebocoran vena dan penyempitan pembuluh arteri akibat adanya endapan lemak. Pada saat pria mengalami penuaan, maka pasokan darah kedalam area penis bisa menurun karena makin banyaknya endapan lemak didalam pembuluh-pembuluh arteri. Konsekuensinya serat-serat otot didalam penis yang tugasnya mengatur agar darah mengalir melalui pembuluh darah mulai berubah menjadi jaringan penghubung. Padahal jika semakin banyak jaringan penghubung, maka dapat dipastikan akan sulit untuk mendapatkan ereksi, hingga akhirnya tidak bisa ereksi sama sekali.Bahkan pada penis dengan arteri bersih tampaknya aliran darah normal saja juga tidak cukup untuk membuat jaringan ini tetap sehat. Karena itulah pria sering mendapat ereksi spontan ketika tidur (frekuensi terbanyak pada pagi hari), karena tubuh memberi oksigen tambahan melalui aliran darah ke penis.Penis jika mengalami ereksi akan terpancang jauh kedalam tubuh, akarnya saja bisa mencapai dasar kelenjar prostat kearah anus (ini adalah jaringan yang sangat peka dan sangat nikmat jika dirangsang), baik melalui skrotum maupun perineum (daerah antara skrotum dan anus). Bagi sebagian orang membahas dan mendiskusikan fungsi dan anatomi penis masih sulit dilakukan karena terkesan tabu dan sebagai sesuatu yang bersifat pribadi di depan umum. Padahal fungsi penis sangat luas, tanpa penis mustahil manusia bias berkembang biak. Kebanyakan dari kaum pria mempunyai masalah yang sama dalam urusan seks: ukuran penis yang kurang memuaskan, ejakulasi dini, dan disfungsi ereksi. Kondisi ini sering kali merontokkan kepercayaan diri sebagai seorang pria.Kalau anda menanyakan soal ukuran penis kepada istri anda, mungkin dia akan menjawab: "ukuran itu tidak penting sayang..." Tapi survey telah membuktikan bahwa sebagian besar wanita menginginkan penis yang lebih besar. Hasil wawancara dengan beberapa wanita juga menunjukkan bahwa wanita merasa lebih puas dengan pria berpenis besar.Jawaban istri anda bahwa ukuran itu tidak penting merupakan bentuk pengertiannya terhadap anda, dia hanya tidak ingin membebani pikiran anda. Tapi jauh di dalam hati, anda juga tahu bahwa dalam hubungan seks ukuran penis itu tidak bisa diabaikan bukan..?Sebagai seorang suami yang baik, kita tentu sangat ingin memuaskan istri. Kita ingin melihat istri kita tersenyum sumringah penuh kepuasan setelah menyelesaikan senggama. Tapi bagaimana bisa, kalau ukuran penis anda mungil dan terjadi ejakulasi secara dini.Bukan anda saja yang frustrasi dengan kondisi ini, tapi istri anda pun tentu menyimpan rasa kecewa, keadaan seperti ini harus segera diatasi, karena kalau tidak akan mengancam keharmonisan rumah tangga yang telah dengan susah payah anda bina. Tidak sedikit perkawinan yang akhirnya kandas gara-gara urusan ranjang. Peneliti Turki menguji teori pada pria yang melaporkan hanya mampu bertahan selama 2 menit atau kurang di tempat tidur. Pria memiliki delapan sesi akupunktur dalam waktu satu bulan. Pada akhir studi selama 4 minggu, mereka dilakukan akupunktur ternyata mampu menahan 30 detik lebih lama, daripada mereka yang diberikan akupunktur pura-pura dengan cara jarum tidak dimasukkan dengan benar.Didem Sunay MD dan rekan-rekannya di Departemen Pelatihan dan Penelitian Kesehatan Ankara Rumah Sakit di Ankara, Turki, melakukan penelitian terhadap pasien secara acak yang diberikan paroxetine 20 mg / hari, dan akupunktur atau plasebo akupunktur. Setiap kelompok terdiri 30 pasien. Peneliti mengevaluasi ejakulasi dini dengan cara mengukur ejakulasi intravaginal latency kali (IELTS) menggunakan alat PE Diagnostic Tool (PEDT). IELTS ditentukan dengan jalan menggunakan stopwatch.Skor PEDT Median paroxetine, akupunktur dengan kelompok plasebo adalah 17,0, 16,0 dan 15,5, masing-masing sebelum pengobatan, dan skor PEDT 10,5, 11,0 dan 16,0 setelah pengobatan. Penelitian menemukan, paroxetine-akupunktur dan plasebo akupunktur ternyata meningkatkan IELTS dengan 82,7, 65,7 dan 33,1 detik. Tingkat keterlambatan ejakulasi disebabkan oleh paroxetine, dan bisa dikatakan lebih besar dari akupunktur.Namun, hasil penelitian terbaru ini akan menunjukkan bahwa akupunktur ternyata lebih efektif daripada plasebo akupunktur. Hasil ini tampaknya membantah hipotesis bahwa manfaat akupunktur untuk ED adalah karena efek plasebo. Meskipun akupunktur kurang efektif dibandingkan penggunaan paroxetine, yang secara signifikan memiliki efek menunda ejakulasi lebih kuat daripada plasebo. Dan ini tampaknya akan menjadi pilihan alternatif yang layak untuk obat atau perawatan lain dari ED.“Rendah serotonin dan suasana hati akan mengatur neurotransmiter – adalah salah satu penyebab ejakulasi dini,” jelas Daniel Hsu, Dokter Akupuntur dan Pengobatan Oriental, yang tidak berafiliasi dengan penelitian ini.“Akupunktur merangsang saraf, akhirnya meningkatkan serotonin di otak, yang mungkin meningkatkan kontrol ejakulasi.”Dalam hal membesarkan penis, akupuntur dapat berfungsi secara lokal untuk merangsang otot – otot dinding penis sehingga massa otot dan kontraksi serta aliran darah dari dan menuju penis dapat tercapai sempurna secara INSTAN dan KONSTAN. Selain itu juga efek endorphin yang dihasilkan oleh akupuntur dapat membuat relaksasi sempurna dalam hal psikosomatis seseorang sehingga penyebab disfungsi ereksi yang disebabkan oleh organic maupun psikosomatis dapat sekaligus teratasi.Terapi akupuntur untuk DE terdiri atas 4 - 6 kali kedatangan dengan jarak waktu 2-3 kali seminggu. "Untuk orang normal, tanpa hipertensi, jantung, atau penyakit lain, biasanya setelah 1 sampai 3 kali terapi, atau maksimal 6 kali kedatangan, sudah tampak perbaikan. Akan tetapi agar kita hati-hati memilih terapis. Pasalnya, ada saja praktisi yang melakukan akupuntur di titik-titik yang tak karuan.  
 21 Feb 2015    16:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual merupakan suatu kumpulan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi. Beberapa jenis penyakit yang termasuk penyakit menular seksual adalah herpes genitalis, HPV, klamidia, hepatitis B, gonorrhea, sifilis, dan HIV/AIDS.   Gejala Penyakit menular seksual biasanya tidak menunjukkan gejala, terutama pada wanita. Pada wanita, gejala biasanya baru tampak setelah penyakit menimbulkan komplikasi serius. Beberapa gejala penyakit menular seksual yang sering ditemukan adalah: Keluarnya cairan abnormal dari penis, uretra, vagina, atau anus. Cairan ini dapat berwarna putih, kuning, hijau, atau abu-abu. Cairan ini dapat disertai oleh darah dan dapat atau tidak berbau Rasa gatal atau iritasi pada kemaluan dan atau anus Bercak kemerahan atau lepuhan atau luka terbuka atau benjolan pada atau di sekitar kemaluan, anus, atau mulut Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil Pembesaran kelenjar getah bening kemaluan Rasa nyeri pada kemaluan atau perut bagian bawah Keluar darah dari dalam vagina Nyeri atau pembengkakan pada buah zakar Pembengkakan atau kemerahan pada vagina Penurunan berat badan Tinja lunak atau lembek Berkeringat di malam hari Nyeri otot atau sendi, demam, dan menggigil Nyeri saat berhubungan seksual Perdarahan dari vagina selain menstruasi   Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas. Jangan berhubungan seksual dengan siapapun hingga anda berkonsultasi dengan dokter anda. Bila pasangan anda menderita penyakit menular seksual, segera hubungi dokter anda walaupun anda tidak mengalami gejala di atas untuk memastikan apakah anda tertular atau tidak. Penyakit menular seksual merupakan suatu penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan kematian bila tidak segera diobati.   Sumber: webmd