Your browser does not support JavaScript!
 14 Sep 2019    08:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 12 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 01 Aug 2019    18:00 WIB
Seberapa Dampak Buruk Garam Bagi Kesehatan ?
Mengkonsumsi banyak garam (natrium) dapat berdampak negatif bagi kesehatan anda, yaitu menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berbagai komplikasi jantung. Akan tetapi, konsumsi natrium dalam jumlah sedang (sesuai rekomendasi ahli keseahtan) justru dapat berdampak positif bagi kesehatan anda, yaitu membuat tubuh anda berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah natrium yang boleh anda konsumsi berbeda-beda setiap harinya, tergantung pada berbagai keadaan kesehatan anda.Dampak PositifNatrium membantu otot dan saraf anda bekerja sebagaimana  mestinya dengan cara membantu kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Selain itu, natrium juga membantu mengatur tekanan dan volume darah. Mengkonsumsi natrium dalam jumlah yang sesuai dapat membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh anda dan menjaga pH darah anda.Dampak NegatifMengkonsumsi terlalu banyak natrium (garam) di dalam menu makanan anda dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya dan berat. Misalnya saat ginjal (berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar natrium) tidak dapat mengeluarkan natrium dari dalam tubuh, maka natrium akan mulai menumpuk di dalam darah. Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. Berbagai keadaan ini menyebabkan ginjal semakin sulit menjaga keseimbangan kadar natrium.Terlalu banyak garam menyebabkan air tertahan di dalam tubuh sehingga terjadi peningkatkan volume darah dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, gagal jantung, atau stroke.Berapa Banyak Garam yang Boleh Dikonsumsi Setiap Harinya?Garam dapur mengandung natrium (40%). Satu sendok teh garam mengandung sekitar 2.300 mg natrium, yang merupakan jumlah garam maksimal yang boleh dikonsumsi oleh orang dewasa sehat setiap harinya. Orang yang menderita tekanan darah tinggi harus membatasi jumlah konsumsi natrium hingga 1.500 mg setiap harinya. Orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal mungkin hanya diperbolehkan mengkonsumsi lebih sedikit natrium. Para ahli mengatakan bahwa orang yang berusia lebih dari 51 tahun cenderung lebih mudah mengalami berbagai efek samping dari natrium seperti pengerasan pembuluh darah akibat penuaan, yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 18 Jul 2019    11:00 WIB
9 Cara Menurunkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung
1.      Cari Tahu Resiko Anda Sebagian besar penyakit jantung dan stroke sebenarnya dapat dicegah, tetapi hanya jika Anda mengetahui apa resiko yang Anda miliki dan bagaimana caranya menurunkan resiko tersebut. berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai kesehatan jantung Anda dan apa saja faktor resiko yang Anda miliki. Beberapa faktor resiko penyakit jantung yang dapat dikendalikan adalah diet, olahraga, dan gaya hidup. Beberapa faktor resiko penyakit jantung lainnya yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, dan faktor genetika.   2.      Jaga Berat Badan Menurut the American Heart Association, wanita yang memiliki lemak tubuh berlebih, terutama di daerah perut, memiliki resiko yang lebih untuk menderita penyakit jantung; bahkan gila mereka tidak memiliki faktor resiko lainnya. Selain itu, bila berat badan Anda berlebih, Anda juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita berbagai gangguan kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, kadar trigliserida darah tinggi, dan diabetes.   3.      Berolahraga Secara Teratur Selain mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur juga merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Olahraga tidak hanya dapat membantu membakar kalori (menurunkan berat badan); tetapi juga dapat membantu memperbaiki mood; meningkatkan kekuatan otot, tulang, otak, dan jantung. Berolahragalah selama setidaknya 30 menit setiap harinya untuk menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung.   4.      Hindari Stress Stress kronik dapat mengganggu kesehatan Anda dan membuat Anda makan secara berlebihan, kurang tidur, mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok secara berlebihan, dan tidak lagi memperhatikan kesehatan diri Anda sendiri. Oleh karena itu, temukanlah cara untuk menurunkan kadar stress Anda. Beberapa hal yang dapat membantu menurunkan kadar stress Anda adalah mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga untuk memperoleh dukungan emosional, dan berusahalah untuk mengubah segala sesuatu yang membuat Anda merasa stress.   5.      Berhenti Merokok Merokok meningkatkan resiko Anda untuk menderita dan meninggal akibat serangan jantung, stroke, dan berbagai penyakit lainnya. Menurut the American Heart Association, saat seseorang berhenti merokok, maka resiko orang tersebut untuk menderita penyakit jantung dan stroke pun akan segera menurun.   6.      Turunkan Kadar Kolesterol Darah Banyak orang yang memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi bahkan tidak mengetahui bahwa mereka memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengukur kadar kolesterol darah Anda secara teratur, terutama kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat").   7.      Perhatikan Tekanan Darah Tekanan darah tinggi atau hipertensi membuat jantung Anda harus bekerja lebih keras daripada seharusnya, yang meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada jantung dan pembuluh darah Anda. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, gagal jantung, dan aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang membuat pembuluh darah mengeras).   8.      Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur Karena sekarang ini obesitas dan diabetes tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, maka diperlukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sejak masa kanak-kanak dan remaja. Dengan demikian dokter pun dapat menemukan adanya berbagai gangguan kesehatan pada diri seseorang sedini mungkin. Menderita diabetes membuat resiko terjadinya kematian dini akibat penyakit jantung meningkat hingga 2-4 kali lipat. Resiko Anda akan lebih tinggi lagi bila Anda juga memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi dan menderita tekanan darah tinggi.   9.      Ganti Pil KB Anda Pil KB dapat meningkatkan tekanan darah seorang wanita, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seorang wanita. Resiko seorang wanita untuk menderita penyakit jantung akan semakin tinggi bila Anda mengkonsumsi pil KB, merokok, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, memiliki berat badan berlebih, atau menderita diabetes. Dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi pil KB bila Anda pernah menderita gangguan jantung dan pembuluh darah atau memiliki gangguan pembekuan darah.   Sumber: sheknows
 15 Jul 2019    16:00 WIB
Makan Banyak Buah Turunkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi buah segar setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan stroke hingga 40%. Selain itu, semakin banyak buah segar yang dikonsumsi, maka resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah pun akan semakin menurun, begitu pula dengan tekanan darah. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 451.682 orang di Cina. Para peserta penelitian ini berasal dari berbagai desa dan kabupaten, serta tidak ada seorang pun yang pernah menderita penyakit atau gangguan jantung. Berdasarkan jumlah buah yang mereka konsumsi setiap harinya, maka para peneliti pun membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok pada awal penelitian, yaitu: Tidak pernah mengkonsumsi buah (6.3%) Mengkonsumsi buah 1 bulan sekali Mengkonsumsi buah 1-3 hari setiap minggunya Mengkonsumsi buah 4-6 hari setiap minggunya Mengkonsumsi buah setiap harinya (18%) Setelah diamati selama 7 tahun, para peneliti pun menemukan bahwa 19.300 di antara peserta penelitian mengalami gangguan jantung dan 19.689 di antara peserta penelitian mengalami stroke. Pada penelitian ini, para peneliti juga menemukan bahwa peserta penelitan yang lebih sering mengkonsumsi buah segar juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi buah segar, peserta penelitian yang mengkonsumsi buah segar setiap harinya memiliki resiko yang lebih rendah untuk mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah sebanyak 25-40%. Berdasarkan pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa konsumsi buah secara teratur setiap harinya dapat membuat seseorang mengalami penurunan resiko terjadinya penyakit jantung hingga sekitar 15%, penurunan resiko terjadinya stroke iskemik (stroke yang terjadi akibat adanya sumbatan di dalam pembuluh darah otak) hingga sekitar 25%, dan penurunan resiko terjadinya stroke hemoragik (stroke yang terjadi akibat adanya perdarahan akibat rusaknya pembuluh darah otak) hingga sekitar 40%. Sumber: webmd
 02 Jul 2019    18:00 WIB
Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Penyumbatan Pembuluh Darah?
Walaupun kopi memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan seperti mengandung banyak antioksidan, dapat meningkatkan energi Anda, dan mencegah terjadinya beberapa jenis kanker; akan tetapi kopi juga dapat merupakan sumber kolesterol yang tidak diinginkan yang dapat menyumbat pembuluh darah Anda.  Adanya cafestol yaitu suatu zat larut lemak di dalam kopi membuat kopi dapat turut berperan dalam terjadinya peningkatan kadar kolesterol Anda. Cafestol dapat mengaktivasi gen FGF15, yang membuat gen lainnya di dalam hati tidak begitu dapat mengendalikan kadar kolesterol Anda. Proses filtrasi dalam pembuatan kopi dapat menurunkan jumlah cafestol di dalam kopi. Jika Anda ingin mencegah terjadinya peningkatan kadar kolesterol darah Anda, maka Anda sebaiknya menghindari beberapa jenis kopi yang tidak melalui proses filtrasi sperti kopi Turki, French press brew, dan Scandinavian boiled coffee.  Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi yang tidak melalui proses filtrasi dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda hingga 23 mg/dL darah dan meningkatkan kadar kolesterol LDL Anda sebanyak 14 mg/dL darah. Berbagai jenis kopi instan dan kopi jawa yang telah melalui proses filtrasi hanya meningkatkan sangat sedikit kadar kolesterol darah Anda, yaitu hanya sebanyak 3 mg/dL darah dan sama sekali tidak mempengaruhi kadar kolesterol LDL. Proses filtrasi telah mengeliminasi sebagian besar cafestol. Walaupun espresso tidak melalui proses filtrasi, tetapi karena kecilnya porsi espresso, maka satu gelas espresso hanya mengandung 4 mg cafestol. Perlu diingat bahwa kopi tanpa kafein pun masih mengandung cafestol dan dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda.   Sumber: healthyeating.sfgate
 29 Apr 2019    08:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi. Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 13 Apr 2019    08:00 WIB
Manfaat Mentega Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam MentegaMentega merupakan sumber utama lemak susu dan mengandung sekitar 80% lemak susu. Mentega merupakan sumber energi dan setiap 100 gramnya mengandung 700 kalori. Mentega mengandung banyak lemak jenuh dan lemak tidak jenuh tunggal, serta berbagai jenis mineral seperti mangan, kromium, seng, dan tembaga.1.  Mencegah KankerMentega dapat membantu menghambat metabolisme sel-sel karsinogenik. Mentega merupakan sumber asam linoleat terkonjugasi yang merupakan agen anti kanker. Zat ini telah dikenal dapat benar-benar memicu terbentuknya zat yang dapat menghambat pertumbuhan tumor yang disebut dengan PTPRG. Zat ini diduga berperan dalam mencegah terjadinya kanker payudara. Berbagai asam lemak di dalam mentega juga memiliki agen anti kanker. Selain itu, mentega juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang dapat menghambat pembentukan sel-sel kanker. Mentega juga mengandung kolesterol baik yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker usus besar.2.  Mencegah Penyakit Jantung dan Pembuluh DarahLesitin di dalam mentega dapat membantu proses pemecahan dan metabolisme kolesterol. Vitamin A di dalamnya juga dapat membantu kerja kelenjar adrenal dan kelenjar tiroid yang memiliki peran penting bagi kerja sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Mentega juga mengandung banyak selenium dan vitamin E yang merupakan antioksidan kuat dan dapat melindungi pembuluh darah serta mengurangi resiko terjadinya stroke. Mentega mengandung kolesterol baik dan asam lemak rantai pendek dan sedang yang mudah dicerna dan tidak meningkatkan kadar lemak di dalam tubuh anda.3.  Sumber Asam Lemak SehatMentega mengandung asam lemak rantai pendek dan sedang yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh anda. Asam lemak ini dapat membantu melindungi tubuh anda dari berbagai kuman. Mentega juga merupakan salah satu sumber omega 3 dan omega 6 yang sangat baik bagi kesehatan mata, kulit, dan otak.4.  Membantu Pertumbuhan dan Meningkatkan Berat BadanMentega mengandung banyak lemak dan merupakan salah satu sumber energi. Lemak di dalam mentega dapat menyediakan energi dalam waktu singkat dan membuat anda merasa kenyang saat mengkonsumsinya. Lemak pada mentega tidak akan ditumpuk pada jaringan lemak tubuh anda dan sangat mudah dicerna. Kolesterol yang terdapat di dalam mentega juga dapat membantu otak bekerja dengan lebih efisien dan membantu perkembangan sistem saraf. Mentega sangat baik bagi anak-anak.5.  Sumber VitaminMentega merupakan salah satu sumber vitamin A, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan melindungi mata. Vitamin A juga membantu menguatkan tulang dan gigi anda dengan membantu kerja lapisan dentin pada gigi, yang berfungsi untuk membentuk enamel. Vitamin A juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menguatkan lapisan mukosa serta saluran kemih. Mentega juga mengandung vitamin B, D, dan K2. Vitamin D membantu penyerapan kalsium sehingga dapat meningkatkan kekuatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari mentega bagi kesehatan adalah:•  Membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan (glikospingolipid, sejenis asam lemak)•  Mencegah penyakit gondok (iodium)•  Mencegah terjadinya radang sendi, nyeri otot, dan membantu mengatur serta penyerapan kalsium (faktor wulzen)Sumber: foodtofitness
 04 Apr 2019    18:00 WIB
Cegah Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Dengan Konsumsi Kayu Manis
Para ahli gizi di Amerika menemukan bahwa rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan berbagai lemak berbahaya di dalam darah, sehingga juga dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung pada penderita diabetes. Kadar trigliserida di dalam darah biasanya meningkat setelah seseorang mengkonsumsi makanan tinggi lemak, yang tentu saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peneliti menemukan bahwa mencampurkan sejumlah rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan ke dalam makanan ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida hingga 30% dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi makanan tersebut saja. Beberapa jenis rempah-rempah yang dimaksud di atas adalah bubuk bawang putih, rosemary, oregano, kayu manis, cengkih, paprika, kunyit, jahe, dan lada hitam. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kayu manis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan berbagai jenis lemak darah lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menguji hasil penelitian sebelumnya tersebut dengan menyiapkan makanan pada 2 hari terpisah bagi 6 orang pria yang berusia di antara 30-65 tahun, yang memiliki berat badan berlebih tetapi dengan keadaan kesehatan yang baik. Menu makanan yang dihidangkan selama 2 hari tersebut adalah sama, yaitu terdiri dari ayam, roti, dan biskuit. Yang berbeda di antara makanan tersebut adalah para peneliti menambahkan 2 sendok makan rempah-rempah kaya antioksidan pada salah satu hari. Para peneliti kemudian mengamati para peserta penelitian selama 3 jam setelah makan dan mengambil contoh darah para peserta penelitian setiap 30 menit. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas antioksidan di dalam darah hingga 13% setelah para pria mengkonsumsi makanan yang mengandung rempah-rempah tersebut, yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah serta gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan tingginya kadar lemak di dalam darah.     Sumber: newsmaxhealth