Your browser does not support JavaScript!
 29 Mar 2019    16:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 09 Dec 2018    11:00 WIB
6 Macam Gejala Penyakit Yang Tidak Boleh Didiamkan
Hai Sobat Sehat, kita kembali lagi dan kali ini dengan pembahasan yang lebih menarik. Yaitu tentang 6 gejala yang tidak boleh didiamkan. Tapi sebaiknya kita kenali dulu definisi dari gejala. gejala adalah pengindikasian keberadaan suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, berbentuk tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit dan dapat dirasakan. Contohnya seperti pusing, mual atau nyeri di bagian tubuh, dll. Sebagian besar dari kita mungkin tahu bahwa jika kita mengalami nyeri dada atau kelemahan mendadak, pusing, atau perubahan penglihatan, disaat itulah kita perlu pergi ke ruang gawat darurat secepat mungkin. Tapi bagaimana kita membedakan tanda dan gejala ini, sebagai hal yang berbahaya atau bukan. Karena kebanyakan dari kita biasanya lambat untuk merespon dan berpikir bahwa ini adalah hal yang normal atau lumrah, ada kalanya kita berpikir gejala itu muncul karena kita sudah berumur (tua), atau karena sedang datang bulan, atau karena kecapean (body mood) dan tapi bagaimana jika itu adalah tanda menuju penyakit beresiko atau tahap awal penyakit kritis yang perlu segera ditangani. Berikut adalah 6 gejala yang tidak boleh kita abaikan: 1. Kehilangan berat badan yang tak terduga. Jika kita mengalami penurunan berat badan, apalagi bukan karena melakukan diet, puasa ataupun olah raga teratur, itu perlu diselidiki, terutama jika berat badan turun menjadi 10 atau 15 kilogram dalam jangka waktu yang singkat. Biasanya berat badan kita naik seiring bertambahnya usia, jadi penurunan berat badan yang tidak normal, bisa menjadi pertanda masalah serius. Salah satunya adalah gejala penyakit kanker, tiroid, celiac, dan infeksi seperti HIV atau hepatitis C.   2. Tahi lalat yang berubah warna. Jangan pernah mengabaikan tahi lalat yang berubah warna, bentuk, atau ukuran. Pastikan untuk memeriksa kulit seluruh tubuh kita dengan dokter kulit setiap tahunnya. Kanker kulit adalah kanker yang paling umum, jadi jangan membuat kesalahan dengan menganggap setiap titik hanyalah bintik belaka.   3. Tidur yang berlebihan. Cukup tidur merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, tapi jangan berlebihan, apalagi  jika kita tidur lebih dari 9 jam sehari, itu bisa menjadi tanda depresi, peradangan kronis, atau bahkan sklerosis ganda (kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, yang merusak mielin dan akson). Jika kita sering selalu lelah, mudah kantuk, tidur di siang hari, dan kelebihan berat badan, tidur berlebihan mungkin menjadi bagian dari kondisi yang disebut narkolepsi atau serangan tidur. (Gejala khas narkolepsi ada empat, yaitu hipersomnia, lumpuh tidur, halusinasi hipnagogic dan katapleksi).   4. Batuk terus-menerus. Jika kita mengalami batuk yang terus-menerus, lebih dari 2 bulan, dan tidak kunjung membaik, kita harus segera ke dokter. Batuk terus-menerus tidak hanya menjengkelkan, dan membuat kita susah tidur, tapi juga bisa menular ke orang lain atau keluarga tercinta kita, melalui udara atau air liur kita, bahkan alat makan yang tercampur, tetapi juga merupakan tanda dari tubuh kita, bahwa ada sesuatu yang tidak benar - mungkin asma, penyakit refluks asam, atau gejala penyakit paru-paru.   5. Nyeri perut di bagian kanan bawah. Perut kram sering dialami semua orang, tetapi nyeri perut yang berada di lokasi tertentu - terutama daerah kanan bawah - perlu diperiksa segera, apalagi jika berlangsung selama lebih dari beberapa hari atau bersifat intens. Itu kemungkinan kita mengalami radang usus atau (appendicitis), rasanya seperti sakit yang menggerogoti dan menyayat-nyayat isi perut kita, hal ini tidak boleh dianggap remeh dan  berpikir itu hanya gangguan pencernaan biasa. Karena skenario terburuk akan kita alami, seperti usus buntu pecah, ini bisa menyebabkan kematian.   6. Nyeri kronis. Merupakan nyeri yang menetap dan tidak pernah benar-benar hilang. Nyeri kronis juga biasanya sudah mengganggu saraf sehingga saraf akan menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Perlu diketahui bahwa rasa sakit setiap hari, yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu dianggap kronis. Ini keadaan yang tidak normal pada seseorang. Ketika mengalami hal ini, kita perlu segera pergi ke dokter untuk didiagnosa.   Jadi sahabat, tubuh kita adalah komunikator yang hebat, sering memberi tahu kita apa yang salah, jadi jika kita mengalami 6 gejala di atas, jangan ada kata menunda atau berlambat-lambat di kamus kita, segera ambil tindakan medis di rumah sakit terdekat atau kunjungi dokter terdekat.   Sumber : blogs.webmd.com
 16 Jun 2018    11:00 WIB
Waspadai Penyakit Yang Muncul Setelah Lebaran
Lebaran merupakan hari kemenangan, setelah umat muslim selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saat-saat yang menyenangkan bertemu dengan sanak saudara dan saat Anda disuguhkan makanan  khas lebaran yang sangat nikmat. Anda harus waspada pada keadaan seperti ini.  Saat Anda berpuasa terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh Anda, namun saat berlebaran dan Anda mengkonsumsi makanan terlalu banyak. Hal ini akan membuat "kaget" tubuh Anda, sehingga terjadi perubahan metabolisme yang secara tiba-tiba. Hal ini dapat menimbulkan beberapa penyakit.  Penyakit apa sajakah yang dapat timbul?   Maag Makanan yang sering disajikan biasanya adalah makanan yang pedas dan bersantan. Apabila Anda mengkonsumsi secara berlebihan dan terburu-buru, hal ini bisa menyebabkan maag Anda kambuh.   Diare Makanan tersebut biasanya terdari berbagai macam  bumbu yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti diare   Radang tenggorokan Makanan yang terdiri dari berbagai macam bumbu yang kuat dapat memicu terjadinya radang tenggorokan   Kenaikan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat Saat Anda makan secara berlebihan ini akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dalam tubuh yang akan meningkatkan terjadinya penyakit kencing manis, kolesterol, asam urat meningkat.   Kecapean dan kelelahan Hal ini juga dapat terjadi, karena aktivitas yang terlalu banyak selain berkunjung ke rumah saudara dan mungkin melakukan perjalanan mudik    
 14 Mar 2018    08:00 WIB
10 Penyakit yang Menimbulkan Rasa Nyeri Paling Hebat
Anda mungkin mengira bahwa melahirkan merupakan penyebab nyeri yang paling menyakitkan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat daripada melahirkan? Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja gangguan kesehatan tersebut, mulai dari yang rasa nyerinya paling ringan hingga ke yang paling berat.   Nyeri Paska Operasi Apapun tujuan operasi Anda, resiko terjadinya kerusakan saraf tetaplah ada. Bila hal ini terjadi, maka Anda dapat mengalami nyeri konstan.   Batu Ginjal Walaupun berukuran sangat kecil, akan tetapi batu ginjal dapat membuat area pinggang, perut bawah, dan kemaluan terasa sangat sakit. Biasanya setelah batu ginjal berhasil keluar, maka rasa nyeri pun akan menghilang dengan sendirinya.   Nyeri Pinggang Kronik Seperti halnya katarak, semua orang pasti akan mengalami nyeri pinggang pada suatu saat dalam kehidupan. Sebagian besar penderita biasanya akan mengalami kesembuhan total, namun sebagian kecilnya akan mengalami nyeri pinggang kronik yang dapat sangat mengganggu kehidupannya sehari-hari. Seberapa parah nyeri pinggang yang terjadi tergantung pada seberapa parah cedera yang terjadi. Terapi fisik untuk menguatkan otot perut merupakan pengobatan paling efektif untuk mengatasi nyeri pinggang.   Neuropati Perifer Neuropati perifer merupakan gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan oleh diabetes. Neuropati perifer terjadi akibat kerusakan pada ujung-ujung saraf pada jari kaki, jari tangan, dan tangan. Penderita mungkin akan merasakan nyeri seperti tertusuk-tusuk. Obat anti kejang dapat membantu meredakan peradangan pada saraf yang rusak, akan tetapi penderita juga harus berolahraga secara teratur untuk memperbaiki sirkulasi darah.   Nyeri Akibat Kanker Baik karena kanker itu sendiri atau efek samping kemoterapi, rasa nyeri akibat kanker stadium lanjut sangatlah berat. Beberapa jenis kanker yang menimbulkan nyeri yang paling menyiksa adalah kanker pankreas, kanker otak,  dan sarkoma.   Neuralgia Paska Herpes Herpes zoster sebenarnya disebabkan oleh virus yang menyebabkan terjadinya cacar air. Saat daya tahan tubuh penderita menurun, maka virus yang sebelumnya dorman (tidak aktif) pada otak dan saraf tulang belakang akan kembali aktif. Penderita biasanya akan merasa sangat nyeri pada daerah tubuh yang terkena dan nyeri akan menghilang dengan sendirinya setelah penyakit membaik. Namun, pada beberapa kasus, rasa nyeri tetap ada.   Baca juga: Berbagai Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala   Neuralgia Trigeminal Infeksi, tumor, dan gangguan kesehatan lain dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada saraf trigeminal, yang berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari wajah ke otak. Penderita biasanya merasa wajahnya sangat panas dan sakit seolah-olah wajahnya sedang terbakar. Rasa nyeri biasanya sangat menyiksa dan pada beberapa kasus, rasa nyeri ini dapat terjadi setiap beberapa menit sekali dan paling sering mengenai wajah sebelah kanan. Untuk mengatasinya, biasanya diberikan obat anti kejang.   Sistitis Interstitial Sistitis interstitial atau peradangan kandung kemih biasanya terjadi akibat infeksi. Penderita biasanya mengalami nyeri perut bawah dan nyeri saat BAK. Penderita biasanya juga menjadi lebih sering BAK. Pada kasus ekstrim, penderita dapat BAK sebanyak 60x sehari. Terapi fisik, stimulasi saraf, dan obat-obatan anti radang dapat membantu mengatasi gejala.   Sindrom Nyeri Kompleks Regional Sindrom nyeri kompleks regional ini biasanya terjadi pada salah satu anggota gerak paska cedera, misalnya pergelangan kaki terkilir atau patah tulang lengan. Rasa nyeri dan pembengkakan biasanya bermula pada suatu area kecil, yang kemudian akan menjalar ke seluruh anggota gerak. Hingga saat ini para ahli masih tidak dapat memastikan apa sebenarnya penyebab sindrom ini dan mengapa wanita lebih sering mengalaminya daripada pria. Kombinasi antara terapi rehabilitasi, obat-obatan, dan stimulasi saraf dapat membantu mengurangi nyeri.   Nyeri Kepala Cluster Nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara mendadak, di mana nyeri cukup tajam dan biasanya terjadi pada sekitar salah satu mata atau salah satu sisi kepala. Satu serangan (episode) nyeri kepala cluster dapat berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Hingga saat ini para ahli juga masih belum mengetahui apa sebenarnya penyebab terjadinya nyeri kepala yang sangat menyiksa ini. Steroid, penghambat kanal kalsium, dan obat anti kejang dapat membantu mengurangi nyeri. Nyeri kepala ini lebih sering mengenai pria daripada wanita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 26 Feb 2018    16:00 WIB
Kaki Kurus Menandakan Metabolisme Tubuh Yang Buruk?
Selama ini kita mengandalkan indeks massa tubuh (BMI), sebagai indikator kesehatan, namun angka ini tidak selalu menceritakan kesehatan tubuh Anda. Menurut sebuah penelitian baru, salah satu tanda terbesar penderita metabolik yang tidak sehat, selain kurus, adalah kurangnya akumulasi lemak di kaki mereka.   Memiliki sedikit lemak di bagian bawah tubuh Anda meskipun memiliki BMI yang sehat mungkin merupakan indikasi masalah kesehatan lainnya: Individu ini tiga kali lebih mungkin mengalami kematian dan atau mengalami penyakit kardiovaskular bila dibandingkan dengan mereka yang berat badan sehat dan porsi lemak yang seimbang. Periset berharap temuan ini dapat membantu menghilangkan mitos bahwa berat badan rendah dan kesehatan selalu berjalan seiring, dan berfungsi sebagai alat pencegahan bagi mereka yang bertubuh kurus agar juga memperhatikan kesehatan.   Kesehatan metabolik berkaitan dengan proses kimia dalam tubuh yang kita gunakan untuk mengubah makanan menjadi energi. Enzim dalam tubuh memecah nutrisi yang ditemukan dalam makanan, seperti protein dan lemak, dan membawa mereka untuk digunakan sebagai bahan bakar di bagian tubuh yang lain atau menyimpannya di hati, lemak tubuh, atau otot untuk digunakan nanti. Ketika sesuatu dalam proses ini berjalan salah, kesehatan metabolik seseorang akan terganggu.   Biasanya, kesehatan metabolik dikaitkan dengan berat badan, karena akumulasi massa tubuh yang tinggi merupakan salah satu tanda pertama dan paling penting dari masalah metabolik. Namun, tidak semua orang dengan kelebihan lemak tubuh secara metabolik tidak sehat, dan seperti yang ditunjukkan dalam penelitian baru, tidak semua orang yang memiliki tubuh sehat maka sehat secara metabolisme.   Penelitian ini didasarkan pada informasi kesehatan dari 981 individu dengan berbagai ukuran tubuh. Para peneliti mengukur kesehatan metabolik bagi mereka yang memiliki lebih dari dua faktor terkait dengan sindrom metabolik. Dari 981 subjek, 18 persen dari populasi kurus ditemukan secara metabolik tidak sehat seperti yang diukur dengan memiliki dua atau lebih indikator kesehatan metabolik.   Menurut National Institutes of Health, sindrom metabolik adalah kelompok faktor risiko yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke. Beberapa faktor ini meliputi: ukuran perut yang besar, juga dikenal sebagai obesitas perut, tekanan darah tinggi, dan kadar trigliserida tinggi (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah).   Hasilnya juga menunjukkan bahwa penyimpanan lemak dalam jumlah rendah di kaki merupakan penentu terkuat dari risiko metabolik pada subyek kurus, sedangkan lemak intra-abdomen (lemak terletak di sekitar organ tubuh dan bukan di bawah kulit) dan penyakit hati berlemak nonalkohol adalah faktor penentu terbesar risiko metabolik pada individu obesitas.   Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sekitar 20 persen populasi AS yang dianggap memiliki berat badan sehat menurut BMI mereka sebenarnya tidak sehat secara metabolik dan berisiko tinggi meninggal atau memiliki penyakit.   Temuan ini tidak berarti bahwa mereka yang memiliki kaki kurus merupakan tanda mengalami gangguan metabolik; Namun, ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui hal tersebut benar atau tidak.   Baca juga: Hubungan Metabolisme dengan Berat Badan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medicaldaily
 24 Feb 2018    16:00 WIB
Penyakit Apa Saja Yang Dapat Mempengaruhi Kesuburan Pria?
Masalah kesuburan adalah hal yang menjadi momok bagi siapa saja. Tentu semua orang tidak ingin memiliki masalah dengan kesuburan. Ternyata ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang.   Ada beberapa kondisi yang dapat mengurangi kesuburan: Demam Influenza (flu), pneumonia dapat menyebabkan demam tinggi. Hal ini mempengaruhi produksi dan kualitas dari sperma. Keadaan ini akan kembali seperti semula dalam beberapa minggu. Diabetes/ penyakit kencing manis Penyakit kencing manis dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi "sistem saraf" yang dapat menimbulkan permasalahan dengan ereksi dan ejakulasi. Tekanan darah tinggi: hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat menyebabkan masalah dengan ereksi, baik secara langsung maupun karena efek samping obat. Penyakit arteri koroner Penyakit arteri koroner dapat menyebabkan masalah dengan ereksi. Hal ini bisa disebabkan karena terjadinya pengerasan pembuluh darah penis dan jantung. Obat yang digunakan untuk penyakit jantung juga dapat menimbulkan gangguan ereksi. Gangguan neurologis Stroke, dan cedera tulang belakang dan penyakit saraf lainnya dapat menimbulkan masalah dengan ereksi dan ejakulasi. Penyakit ginjal Gagal ginjal kronis, terjadi kegagalan dalam membuang limbah dalam tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas sperma dan kesuburan, selain itu juga dapat menimbulkan masalah ereksi. Kanker Kanker saluran genital atau sistem endokrin (kelenjar memproduksi hormon) dapat secara langsung mengurangi kesuburan. Selain itu obat-obatan dan radiasi digunakan untuk mengobati kanker dapat sangat mengurangi produksi sperma atau bahkan menghentikan sama sekali produksi sperma tersebut. Pecandu alkohol Alkohol adalah racun bagi sperma dan terlalu sering mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi kualitas sperma dan kesuburan. Stress Stress menyebabkan beberapa perubahan hormonal dalam tubuh yang dapat mempengaruhi kesuburan. Stress dapat disebabkan oleh berbagai hal termasuk gangguan cemas dan masalah kesuburan.   Sumber: netdoctor
 19 Jan 2018    08:00 WIB
Infeksi Zika, Bagaimana Cara Mengobatinya?
Sayangnya hingga saat ini belum ada pengobatan atau vaksin khusus untuk mengatasi infeksi virus zika. Berbagai pengobatan yang tersedia hanya bertujuan untuk mengobati gejala, misalnya obat penurun panas untuk mengatasi demam. Pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi infeksi zika adalah: Obati gejalanya Istirahat yang cukup Konsumsi cukup air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi Konsumsi obat penurun panas untuk mengatasi demam dan nyeri Jangan mengkonsumsi aspirin dan obat NSAID lainnya hingga diketahui tidak ada resiko terjadinya perdarahan Beritahu dokter Anda bila Anda mengkonsumsi obat lain untuk mengatasi gangguan medis lain   Baca juga: Bagaimana Cara Memastikan Apakah Anda Terinfeksi Oleh Virus Zika Atau Tidak?   Jika Anda berkontak dekat dengan seorang penderita zika atau merupakan petugas kesehatan, di bawah ini ada beberapa tips untuk membantu Anda terhindar dari infeksi zika, seperti: Jangan menyentuh darah atau cairan tubuh lain atau permukaan benda yang terpapar oleh cairan tubuh ini Cuci tangan Anda dengan sabun dan air bersih segera setelah berkontak dengan penderita Segera ganti dan cuci pakaian yang terkena darah atau cairan tubuh penderita. Cucilah pakaian dengan deterjen dan air. Tidak perlu menggunakan pemutih Bersihkan kamar teman penderita dirawat setiap hari Segera bersihkan permukaan benda yang terkena oleh darah atau cairan tubuh lainnya dengan pembersih rumah tangga dan disinfektan Pastikan Anda selalu mencuci tangan Anda sebelum dan setelah menyentuh penderita. Membantu penderita duduk atau berjalan biasanya tidak akan membuat Anda tertular virus zika.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cdc
 16 Jan 2018    12:30 WIB
Pengobatan Untuk Mengatasi Psoriasis di Kulit Kepala
Sekitar 50% penderita psoriasis mengalami gejala psoriasis di kulit kepalanya. Akibatnya, sel-sel kulit pada kulit kepala Anda akan tumbuh terlalu cepat dan menyebabkan terbentuknya bercak putih bersisik tebal atau seperti bedak. Area kulit di sekitarnya akan tampak kemerahan dan gatal. Psoriasis kulit kepala dapat menyebabkan timbulnya bercak pada suatu area kulit kepala, seluruh kulit kepala, atau bahkan menyebar hingga ke dahi, hidung, dagu, belakang telinga, atau di dalam telinga. Jika gejala yang Anda alami hanya gejala ringan, maka gejala biasanya akan membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, bila gejalanya cukup berat, maka Anda biasanya membutuhkan pengobatan. Biasanya dibutuhkan waktu beberapa bulan atau lebih lama untuk mengatasi ketombe berat. Setelah sembuh, gejala dapat kembali kambuh, biasanya akibat penggunaan shampo atau pelembab tertentu. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan psoriasis, akan tetapi telah tersedia pengobatan untuk mengatasi gejala. Pengobatan yang Anda perlukan tergantung pada beberapa hal seperti: Seberapa parah gejala yang Anda alami Bagaimana respon terhadap pengobatan Apakah Anda juga mengalami gejala di bagian tubuh lain Seberapa lebat rambut Anda Pengobatan yang paling sering diberikan untuk mengatasi gejala ringan adalah obat-obatan yang dioleskan langsung pada kulit kepala. Jika Anda memiliki gejala yang lebih berat atau juga mengalami gejala psoriasis di bagian tubuh lain, maka Anda biasanya membutuhkan obat yang dapat mengobati gejala di seluruh tubuh Anda. Obat ini dapat dikonsumsi melalui mulut (oral) atau melalui suntikan. Jika gejala psoriasis Anda tidak juga membaik dengan pengobatan, maka dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan terapi kombinasi atau mengganti pengobatan dengan jenis pengobatan lain. Langkah pertama dalam pengobatan psoriasis kulit kepala adalah untuk melunakkan dan mengangkat sisik dari kulit kepala sehingga obat lebih mudah meresap ke dalam kulit. Untuk membantu melunakkan sisik, dianjurkan untuk mengoleskan obat yang mengandung asam salisilat, asam laktat, urea, zinc pyrithione, atau selenisum sulfat pada kulit kepala. Berikut cara memulai pengobatan psoriasis kulit kepala yang benar: Lepaskan sisik dari kulit kepala dengan lembut dengan menggunakan sikat atau sisir bergigi halus Keramaslah rambut Anda dengan menggunakan shampo yang mengandung asam salisilat Kemudian oleskan pelembab seperti petroleum jelly pada kulit kepala saat kulit kepala masih lembab Bila Anda menggunakan obat berbentuk minyak atau lotion, buatlah belahan pada rambut Anda dan teteskan obat pada kulit kepala Anda Bila Anda menggunakan obat berbentuk krim atau salep, langsung oleskan pada kulit kepala Anda Kemudian tutupi kepala Anda dengan shower cap selama sejangka waktu untuk membiarkan obat meresap dan bekerja   Pengobatan Gejala Ringan Untuk mengatasi gejala psoriasis ringan pada kulit kepala, ada beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan, seperti: Menggunakan shampo, krim, gel, atau salep yang mengandung coal tar untuk membantu memperlambat pertumbuhan kulit dan mengurani radang. Caranya adalah keramaslah dengan shampo yang mengandung coal tar, pijat kulit kepala, dan biarkan selama 5-10 menit sebelum dibilas Untuk membantu melunakan sisik dan membuatnya mudah diangkat, dianjurkan untuk menggunakan shampo yang mengandung asam salisilat Suntikan obat steroid pada bagian kulit yang terkena Untuk membantu mengurangi rasa gatal pada kulit kepala, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah: Gunakan kondisioner setelah keramas Batasi penggunaan alat-alat penata rambut yang panas Gunakan handuk basah atau kompres dingin pada bagian kulit yang gatal Gunakanlah shampo yang mengandung tar atau mentol   Baca juga: Diet Bagi Penderita Psoriasis   Pengobatan Gejala Sedang Hingga Berat Untuk mengatasi gejala psoriasis sedang hingga berat, dokter mungkin akan memberikan beberapa jenis pengobatan di bawah ini: Anthralin. Oleskan krim ini 1x sehari selama 10-30 menit Calcipotriene. Calcipotriene merupakan sejenis vitamin D. Oleskan pada kulit kepala di malam hari kemudian tutup kepala Anda dengan shower cap, biarkan semalam. Pastikan obat tidak kena mata Calcipotriene dan betametason dipropionat. Ini merupakan kombinasi antara vitamin D dan steroid kuat, biasanya dalam bentuk cairan atau salep. Gunakanlah sekali sehari Tazarotene. Tazarotene merupakan vitamin A yang berbentuk krim, foam, atau gel. Jika digunakan pada malam hari, oleskan pada kulit yang bersih dan kering, kemudian diamkan hingga obat mengering sebelum tidur. Menggunakan pelembab setelah menggunakan obat ini dapat mencegah kulit kepala menjadi kering   Terapi Sistemik dan Sinar UV Jika Anda juga mengalami gejala psoriasis sedang hingga berat di bagian tubuh lain, maka dokter mungkin akan memberikan salah satu obat di bawah ini, yaitu: Methotrexate, yang dapat memperlambat kerja enzim yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit menjadi sangat cepat Retinoid oral, yang dapat membantu mengendalikan pertumbuhan sel Cyclosporine, yang dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat membantu mengurangi peradangan akibat psoriasis Terapi biologis, yang menargetkan bagian spesifik dari sistem imunitas yang bekerja berlebihan pada penderita psoriasis Terapi UV merupakan pilihan terapi lainnya. Akan tetapi, karena rambut dapat menghambat sinar UV mencapai kulit kepala, maka bila Anda memiliki rambut yang tebal, maka Anda perlu membuat belahan-belahan pada rambut. Kini sudah tersedia sisir UV yang dapat menyinari kulit kepala Anda secara langsung.   Apa yang Harus Dilakukan Bila Kulit Juga Mengalami Infeksi? Bila kulit kepala yang mengalami psoriasis juga mengalami infeksi, maka biasanya perlu pemberian antibiotika.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 12 Jan 2018    12:30 WIB
Bagaimana Cara Memastikan Apakah Anda Terinfeksi Oleh Virus Zika Atau Tidak?
Anda mengalami gejala seperti flu dan bingung apakah gejala flu ini memang hanya gejala flu biasa atau justru merupakan gejala dari infeksi zika? Untuk menentukan diagnosa zika, selain melakukan pemeriksaan fisik dan darah, dokter biasanya juga akan mengajukan beberapa pertanyaan pada Anda, termasuk ke mana Anda berpergian beberapa bulan belakangan ini. Untuk memastikan diagnosa zika, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan air kemih. Karena virus zika dapat ditularkan melalui hubungan intim; baik secara oral, vaginal, maupun anal, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri bila Anda mengalami gejala setelah berpergian ke daerah wabah zika atau berhubungan intim dengan seseorang yang baru saja berpergian ke daerah wabah zika, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Selain itu, Anda juga perlu memeriksakan diri ke seorang dokter bila Anda baru saja berpergian ke daerah wabah zika atau berhubungan intim dengan seseorang yang baru saja berpergian ke daerah wabah zika, walaupun Anda tidak mengalami gejala apapun. Jika Anda sedang hamil, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami demam, timbul bercak kemerahan pada kulit, nyeri sendi, atau mata merah (konjungtivitis).   Baca juga: Flu Babi, 8 Hal yang Perlu Diperhatikan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cdc