Your browser does not support JavaScript!
 26 Aug 2018    16:00 WIB
Bagaimana Hepatitis C Menular ?
Hepatitis merupakan suatu infeksi pada hati yang disebabkan oleh berbagai virus hepatitis. Hepatitis C merupakan infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Penularan virus hepatitis C ini biasanya adalah melalui darah orang yang terinfeksi dan tidak dapat menular melalui batuk, bersin, berpelukan, berciuman, menyusui (kecuali bila terdapat luka atau darah pada puting susu), penggunaan alat makan bersama, bersentuhan, berbagi makanan dan minuman dengan penderita. Karena penularan hepatitis C terjadi melalui darah, terdapat beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan, yaitu: Jangan menggunakan alat cukur, sikat gigi, gunting kuku, atau berbagai peralatan lainnya yang mungkin mengandung darah anda bersamaan dengan anggota keluarga lainnya Segera tutup atau obati setiap luka dengan perban atau hansaplast Buanglah pembalut bekas pakai, tisu, perban bekas pakai, atau berbagai hal lainnya yang mengandung darah anda dengan hati-hati Jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian Jangan menyumbangkan darah, organ, jaringan, dan air mani   Seks dan Hepatitis C Hepatitis C dapat menular melalui hubungan seksual walaupun jarang. Tidak ditemukan bukti bahwa hepatitis C dapat menular melalui seks oral. Sebaiknya jangan berganti-ganti pasangan untuk menghindari penularan pada orang lain, juga menghindari tertular penyakit lainnya, seperti hepatitis B atau HIV atau penyakit menular seksual lainnya.   Kehamilan dan Hepatitis C Ibu hamil dapat menularkan virus hepatitis C ini pada bayinya, walaupun resikonya rendah, sekitar 5%. Penularan ini biasanya terjadi saat persalinan. Bila anda ingin tetap menyusui anak anda, tidak masalah. Akan tetapi, segera hentikan menyusui anak anda bila anda menemukan adanya luka atau bahkan darah pada puting susu anda.   Sumber: webmd
 04 Feb 2017    11:00 WIB
Bahaya Tersembunyi dari Teh Hijau Bagi Kesehatan
Akhir-akhir ini, teh hijau telah dikenal sebagai salah satu makanan super karena memiliki sangat banyak manfaat seperti anti radang, anti kanker, dan mengandung berbagai jenis antioksidan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa bagi beberapa orang, teh hijau ternyata berbahaya? Seseorang yang memiliki gangguan imunitas tertentu mungkin sebaiknya tidak mengkonsumsi teh hijau. Hal ini dikarenakan teh hijau dapat meningkatkan kadar sel B (salah satu jenis sel imun).   Jika Anda menderita suatu gangguan imunitas yang membuat kadar sel B di dalam tubuh Anda menjadi sangat banyak, maka Anda mungkin harus menghindari konsumsi teh hijau untuk mencegah timbulnya berbagai gejala yang tidak diinginkan.   Baca juga: Tips Cepat Turunkan Kolestrol   Beberapa keadaan yang membuat kadar sel B di dalam tubuh menjadi lebih banyak dari normal adalah:        - Alergi       - Asma       - Sinusitis kronik       - Berbagai jenis kanker       - Hepatitis B dan C       - Kolitis ulserativa (radang usus besar)       - Infeksi virus       - Sistemik lupus eritematosus       - Infeksi cacing   Jadi, bila Anda menderita salah satu gangguan di atas, maka dianjurkan agar Anda menghindari konsumsi teh hijau.     Selain teh hijau, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman lainnya yang perlu Anda hindari seperti red wine (minuman anggur merah), buah anggur, dan kunyit.   Sementara itu, bila Anda memiliki kadar sel T (jenis sel imun lainnya) yang lebih tinggi dari normal karena menderita suatu gangguan sistem kekebalan tubuh, maka konsumsi teh hijau mungkin dapat membantu mengurangi gejala. Hal ini dikarenakan berbagai komponen di dalam teh hijau dapat membantu menyeimbangkan kadar sel T dan sel B di dalam tubuh Anda. Walaupun demikian, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi teh hijau.   Beberapa gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat kadar sel T di dalam tubuh Anda meningkat adalah: Sklerosis multipel Penyakit Crohn/IBD Diabetes tipe 1 Penyakit Hashimoto Penyakit Grave Psoriasis Artritis reumatoid Ulkus peptikum yang disebabkan oleh infeksi helicobacter pylori Bila Anda memiliki kadar sel T yang tinggi di dalam tubuh, maka terdapat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari karena dapat meningkatkan kadar sel T di dalam tubuh seperti jamur, beberapa jenis suplemen seperti Echinacea, dan beberapa jenis ginseng.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth
 01 Nov 2015    18:00 WIB
Bagaimana Mencegah Penyebaran Virus Hepatitis?
Virus hepatitis adalah virus yang menyebabkan pembengkakan di hati. Pembangkakan ini disebabkan oleh salah satu dari 5 jenis virus hepatitis. Saat in terdapat 5 jenis virus hepatitis yaitu virus hepatitis A,B,C,D dan E. walaupun virus-virus ini sama-sama menyebabkan penyakit hati, mereka sangat berbeda dalam hal pola penyebaran, pencegahan, diagnosis dan pengobatan, tetapi semua jenis hepatitis ini dapat dicegah penyebarannya. Setiap tahun, sekitar 4 juta orang terkena virus hepatitis. Lebih dari tiga perempatnya akan menjadi infeksi hepatitis kronik. Bahkan saat ini diperkirakan 170 juta orang di seluruh dunia hidup dengan infeksi hepatitis kronis tersebut, yang jika tidak ditanggulangi dapat menjadi masalah kesehatan publik. Di kebanyakan Negara, virus hepatitis merupakan penyebab utama dilakukannya transplantasi hati. Transplantasi hati merupakan pengobatan tahap akhir yang sangat mahal, terbatas dan sangat sulit untuk dijangkau. Virus hepatitis kronis juga menyebabkan penurunan tingkat produktifitas. Kondisi apakah yang memicu hepatitis? Beberapa komunitas masyarakat mempunyai kemungkinan lebih tinggi terserang virus hepatitis dibandingkan yang lain. Pada komunitas dimana makanan dan sanitasi tidak tersedia dengan baik, hepatitis A dan E lebih sering terjadi. Hepatitis B dan C lebih sering terjadi pada penerima organ tubuh, penerima donor darah dan pada orang yang bekerja pada bidang pelayanan kesehatan. Pencegahan virus hepatitis Pencegaha yang mudah dilakukan, seperti vaksinasi, pemeriksaan donor darah, pembuangan alat suntik yang aman dan makanan yang terjaga kesehatannya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi virus hepatitis. Hal-hal tersebut tidak hanya mengurangi kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi virus hepatitis tetapi juga penyebaran infeksi virus lainnya. Sejauh ini,terapi yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan untuk mengobati virus hepatitis B dan C cukup efektif untuk memerangi penyakit tersebut. Cara terbaik untuk mencegah Hepatitis B adalah dengan vaksinasi. Untuk orang dewasa, vaksin hepatitis B diberikan dalam 3 serial suntikan dalam jangka waktu 6 bulan. Serial suntikan ini diperlukan untuk proteksi jangka panjang. Dosis tambahan tidak disarankan. Anak-anak perlu diimunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi yang sudah ada, yang saat ini tersedia diberikan bersamaan dengan vaksin DPT pada usia 6,10 dan 14 minggu setelah kelahiran. Sebagai tambahan, seluruh bayi baru lahir diberikan satu dosis suntikan vaksinasi hepatitis saat baru lahir. Hepatitis C dapat diobati. Pada banyak instansi, hepatitis C dapat diobati dan disembuhkan dengan obat-obatan anti virus, tetapi penyakit ini tetap saja kurang ditangani dengan baik di seluruh dunia karena kurangnya kesadaran terhadap penyakit dan cara pengobatan penyakit tersebut, dengan demikian banyak penyakit hepatitis C yang tidak dapat dideteksi pada stadium awal. Viral Hepatitis dapat diatasi dengan gabungan yang terkoordinasi antara pencegahan, pengobatan dan program-program penyuluhan.   Sumber: healthmeup