Your browser does not support JavaScript!
 28 Nov 2016    18:00 WIB
Treadmill Test, Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui…
Treadmill test dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan pada jantung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak stress yang dapat ditanggung oleh jantung Anda sebelum jantung mengalami suatu gangguan (misalnya irama jantung menjadi abnormal atau mulai menunjukkan tanda-tanda iskemia karena aliran darah yang masuk ke dalam otot jantung tidak mencukupi). Pada pemeriksaan ini, pasien biasanya diminta untuk berjalan pada sebuah treadmill atau sepeda statis, di mana tingkat kesulitan akan terus ditingkatkan. Selama pemeriksaan berlangsung, dokter akan memonitor EKG, denyut jantung, dan tekanan darah Anda. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memonitor berapa lama Anda dapat berjalan atau berlari di atas treadmill dan apakah anda mengalami nyeri dada atau perubahan irama jantung pada EKG, yang menunjukkan bahwa jantung Anda tidak mendapatkan cukup darah.   Mengapa Anda Perlu Melakukan Pemeriksaan Ini? Para dokter biasanya menggunakan pemeriksaan ini untuk: Menentukan apakah aliran darah yang masuk ke dalam jantung mencukupi saat terjadi peningkatan aktivitas Mengevaluasi efektivitas obat jantung yang Anda konsumsi untuk mengatasi nyeri dada dan serangan jantung Menentukan resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan perlu tidaknya evaluasi lebih lanjut Memeriksa efektivitas tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke dalam jantung pada orang yang menderita penyakit jantung koroner Mengidentifikasi irama jantung yang abnormal Memeriksan fungsi katup jantung jika ditemukan kelainan Membantu mengetahui keamanan program olahraga   Baca juga: Cegah Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Dengan Konsumsi Kayu Manis   Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Melakukan Pemeriksaan? Sebelum melakukan treadmill test, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti: Jangan makan atau minum apapun kecuali air putih 4 jam sebelum pemeriksaan dilakukan Jangan minum atau mengkonsumsi makanan yang mengandung kafein 12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Hal ini dikarenakan kafein dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan Jangan mengkonsumsi obat jantung berikut ini pada hari pemeriksaan dilakukan kecuali dianjurkan oleh dokter Anda atau bila pengobatan diperlukan untuk mengatasi nyeri dada pada hari pemeriksaan. Obat jantung yang dimaksud adalah isosorbide dinitrate (ISDN), isosorbide mononitrat, dan nitrogliserin Jika Anda perlu menggunakan inhaler untuk membantu pernapasan, jangan lupa untuk membawanya pada hari pemeriksaan   Bagaimana Bila Saya Menderita Diabetes? Bila Anda menderita diabetes dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan treadmill, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti: Jika Anda mengkonsumsi insulin untuk mengendalikan kadar gula darah, bertanyalah pada dokter Anda berapa dosis obat yang boleh Anda konsumsi pada hari pemeriksaan. Seringkali, Anda akan dianjurkan untuk mengkonsumsi hanya setengah dosis harian pagi Anda dan makan ringan 4 jam sebelum pemeriksaan dilakukan Jika Anda mengkonsumsi obat anti diabetes oral untuk mengendalikan kadar gula darah, maka jangan mengkonsumsi obat Anda hingga pemeriksaan selesai dilakukan Jangan mengkonsumsi obat diabetes dan jangan makan sebelum pemeriksaan dilakukan Jika Anda memiliki alat monitor gula darah, maka jangan lupa membawanya untuk memeriksa kadar gula darah sebelum dan setelah pemeriksaan dilakukan. Jika Anda merasa kadar gula darah Anda terlalu rendah, segera beritahu petugas Segera makan dan konsumsi obat diabetes Anda setelah pemeriksaan selesai dilakukan   Apa yang Akan Terjadi Selama Pemeriksaan Berlangsung? Saat pemeriksaan berlangsung, pertama-tama, seorang petugas akan membersihkan 10 area dada Anda dan menempelkan elektroda pada area tersebut. Elektroda ini akan dihubungkan dengan sebuah monitor EKG untuk mencatat aktivitas listrik jantung Anda selama pemeriksaan berlangsung. Sebelum Anda mulai berolahraga, petugas akan melakukan pemeriksaan EKG untuk mengukur denyut jantung Anda saat istirahat dan mengukur tekanan darah Anda. Anda akan memulai pemeriksaan dengan berjalan kaki pada sebuah treadmill atau sepeda statis. Tingkat kesulitan olahraga ini akan ditingkatkan secara bertahap. Anda akan diminta untuk berolahraga hingga Anda merasa sangat lelah. Secara teratur, petugas akan bertanya mengenai apa yang Anda rasakan. Segera beritahu petugas bila Anda merasa nyeri dada, nyeri lengan, nyeri rahang, rasa tidak nyaman pada dada, sesak napas, pusing, kepala terasa seperti melayang, atau gejala tidak normal lainnya. Peningkatan denyut jantung, tekanan darah, laju pernapasan, dan berkeringat merupakan hal yang normal terjadi selama pemeriksaan dilakukan. Petugas akan memantau adanya gejala atau perubahan apapun pada monitor EKG yang mengindikasikan bahwa pemeriksaan harus dihentikan. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, Anda akan diminta untuk tetap berjalan atau mengayuh sepeda statis dengan perlahan selama beberapa menit untuk pendinginan. Denyut jantung, tekanan darah, dan irama jantung Anda akan terus dimonitor hingga ketiganya mencapai nilai normal. Walaupun pemeriksaan berlangsung selama 60 menit, akan tetapi waktu olahraga yang sebenarnya biasanya hanya berlangsung sekitar 7-12 menit. Bertanyalah pada dokter Anda mengenai berbagai hal lain yang ingin Anda ketahui sebelum melakukan pemeriksaan treadmill.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 24 Nov 2016    18:00 WIB
Pemeriksaan Kesehatan Penting yang Harus Dilakukan Para Pria…
Melakukan pemeriksaan kesehatan yang sesuai pada waktu yang tepat merupakan salah satu hal terpenting yang harus dilakukan pria untuk menjaga kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan atau screening dapat membantu menemukan adanya penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum Anda mengalami gejala apapun, sehingga pengobatan pun lebih mudah dilakukan. Saat ditemukan pada stadium dini, kanker usus besar dapat segera diatasi. Menemukan diabetes sedini mungkin juga dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi seperti kebutaan dan impotensi. Pemeriksaan kesehatan yang Anda perlukan tergantung pada usia dan faktor resiko yang Anda miliki.   Kanker Prostat Kanker prostat merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada pria di Amerika setelah kanker kulit. Perkembangan kanker prostat biasanya cukup lambat, akan tetapi ada pula tipe kanker prostat yang agresif dan cepat berkembang. Pemeriksaan kesehatan dapat menemukan penyakit ini pada tahap awal, kadangkala sebelum gejala muncul, di mana pengobatan paling efektif. Pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kanker prostat adalah rectal touché (pemeriksaan colok dubur) dan pemeriksaan prostat specific antigen (PSA). Dianjurkan untuk mulai melakukan pemeriksaan PSA saat berusia 50 tahun bagi pria yang sehat, 45 tahun tahun bagi pria beresiko tinggi (termasuk pria keturunan Afrika-Amerika), dan 40 tahun bagi pria yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker prostat.   Kanker Buah Zakar Walaupun jarang, akan tetapi kanker buah zakar (kanker testis) dapat terjadi pada para pria. Sebagian besar kasus kanker buah zakar terjadi pada pria yang berusia antara 20-54 tahun. The American Cancer Society menganjurkan agar semua pria melakukan pemeriksaan buah zakar saat mereka melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pria yang beresiko tinggi, yaitu yang memiliki anggota keluarga yang menderita kanker buah zakar atau yang salah satu atau kedua buah zakarnya tidak turun; harus berkonsultasi dengan seorang dokter mengenai pemeriksaan apa saja yang diperlukannya.   Kanker Usus Besar Kanker usus besar merupakan penyebab kematian terbesar kedua akibat kanker. Pria memiliki resiko sedikit lebih tinggi daripada wanita. Sebagian besar kanker usus besar berkembang secara perlahan dari polip usus besar. Polip usus besar merupakan pertumbuhan jaringan pada dinding dalam usus besar. Saat sel kanker berkembang, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Cara mencegah terjadinya kanker usus besar adalah dengan menemukan dan mengangkat polip sebelum ia berubah menjadi kanker. Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dimulai saat seorang pria berusia 50 tahun, bila ia sehat. Pemeriksaan kolonoskopi merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan untuk mendeteksi polip dan kanker usus besar. Pemeriksaan lainnya adalah sigmoidoskopi fleksibel yang dapat memeriksa usus besar bagian bawah.   Baca juga: Tes Medis Penting Untuk Sehat Sempurna   Kanker Kulit Kanker kulit paling berbahaya adalah melanoma. Pria berusia lanjut beresiko 2 kali lebih besar untuk menderita melanoma dibandingkan wanita yang berusia sama. Pria juga memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi untuk menderita kanker sel basal non melanoma dan kanker sel skuamosa dibandingkan wanita. Resiko terjadinya kanker kulit akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya paparan Anda terhadap sinar matahari dan atau tanning bed. The American Cancer Society dan the American Academy of Dermatology menganjurkan pemeriksaan kulit secara teratur untuk memeriksa adanya perubahan pada tahi lalat di kulit, misalnya pada bentuknya, warnanya, dan ukurannya. Periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kulit atau ke seorang dokter secara teratur. Pengobatan kanker kulit akan lebih efektif bila kanker ditemukan pada stadium dini.   Tekanan Darah Tinggi Resiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Resiko ini juga berhubungan dengan berat badan dan gaya hidup. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi serius tanpa gejala apapun sebelumnya, seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah arteri yang sangat berbahaya). Tekanan darah tinggi dapat diobati. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Intinya adalah ketahui berapa tekanan darah Anda dan bila tekanan darah Anda tinggi, segera periksakan diri ke seorang dokter. Tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Seseorang didiagnosa menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya adalah 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah di antara kedua batas tersebut disebut dengan prehipertensi. Seberapa sering tekanan darah Anda harus diperiksa tergantung pada seberapa tinggi tekanan darah Anda sebelumnya dan faktor resiko apa saja yang Anda miliki.   Kadar Kolesterol Kadar kolesterol LDL yang tinggi di dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya plak lemak di dinding dalam pembuluh darah arteri. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Aterosklerosis, pengerasan dan penyempitan pembuluh darah dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Bila tidak diobati, aterosklerosis dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung. Bila seorang pria beresiko tinggi menderita gangguan jantung, dianjurkan untuk mulai melakukan pemeriksaan kadar kolesterol saat ia berusia 20 tahun. Setiap pria yang berusia 35 tahun, harus melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah secara teratur.   Diabetes Tipe 2 Sekitar sepertiga penderita diabetes di Amerika tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Diabetes yang tidak terkendali dengan baik dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung, stroke, gangguan ginjal, kebutaan akibat kerusakan pembuluh darah retina, kerusakan saraf, dan impotensi. Bila ditemukan sejak dini, diabetes dapat dikendalikan dengan baik dan terjadinya berbagai komplikasi pun dapat dicegah dengan diet, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan. Pemeriksaan screening yang biasa dilakukan untuk mendeteksi diabetes adalah pemeriksaan kadar gula darah puasa, tes toleransi glukosa, dan HbA1C. setiap orang dewasa harus melakukan pemeriksaan ini setiap 3 tahun sekali, dimulai saat mereka berusia 45 tahun. Jika Anda beresiko tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, dan menderita tekanan darah tinggi; maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di atas lebih awal dan lebih sering.   HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV merupakan virus yang menyebabkan terjadinya AIDS. Virus ini dapat ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lain penderitanya, bahkan bila penderita belum mengalami gejala apapun. Virus ini dapat ditularkan dari penderita ke orang lain saat cairan tubuh ini berkontak dengan vagina, dubur, mulut, mata, atau kulit yang luka. Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan atau mencegah terjadinya HIV. Berbagai pengobatan yang tersedia hanya berfungsi untuk mencegah berkembangnya infeksi HIV menjadi AIDS. Berbagai obat HIV memiliki efek samping yang berat. Seseorang yang telah terinfeksi oleh HIV dapat tidak mengalami gejala apapun hingga bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang telah terinfeksi oleh HIV atau tidak adalah melalui berbagia pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah pertama yang dapat mendeteksi infeksi HIV adalah ELISA atau EIA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari antibodi terhadap HIV di dalam darah. Akan tetapi, pemeriksaan ini dapat menunjukkan hasil positif palsu yaitu hasil pemeriksaan positif walaupun sebenarnya tidak ada antibodi terhadap HIV di dalam tubuh. Pemeriksaan darah yang kedua adalah Western blot assay. Pemeriksaan ini dilakukan untuk konfirmasi ulang. Jika Anda baru saja terinfeksi, maka hasil pemeriksaan ini mungkin negatif. Lakukan pemeriksaan ulang bila diperlukan. Bila Anda menduga bahwa Anda telah terpapar atau terinfeksi oleh HIV, segera minta dokter Anda untuk melakukan berbagai pemeriksaan yang diperlukan. Sebagian besar hasil pemeriksaan orang yang baru terinfeksi oleh HIV akan positif dalam waktu 2 bulan paska infeksi. Akan tetapi, sekitar 5% penderita menunjukkan hasil negatif hingga 6 bulan paska infeksi. Tidak berganti-ganti pasangan seksual atau selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dapat membantu mencegah Anda terinfeksi oleh HIV dan berbagai penyakit menular seksual lainnya. Bagi para pecandu narkoba, jangan gunakan jarum yang sama dengan orang lain.   Glaukoma Gangguan mata yang satu ini biasanya akan menyebabkan kerusakan saraf optikus secara perlahan dan dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Gangguan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki dapat muncul sebelum penderita menyadari adanya gejala lain. Pemeriksaan tekanan bola mata merupakan pemeriksaan screening bagi glaukoma. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi glaukoma sedini mungkin sebelum terjadinya kerusakan pada saraf optikus. Pemeriksaan mata untuk mendeteksi glaukoma biasanya dilakukan berdasarkan pada usia dan resiko orang tersebut. Bila Anda berusia kurang dari 40 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 2-4 tahun. Bila Anda berusia 40-54 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 1-3 tahun. Bila Anda berusia 55-64 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 1-2 tahun. Bila Anda berusia 65 tahun atau lebih, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan bola mata setiap 6-12 bulan. Jika Anda memiliki resiko tinggi, misalnya karena merupakan keturunan Afrika-Amerika, memiliki anggota keluarga yang menderita glaukoma, pernah menderita cedera mata, atau menggunakan obat-obatan golongan steroid; maka pemeriksaan tekanan bola mata mungkin perlu dilakukan lebih sering.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd