Your browser does not support JavaScript!
 02 Jan 2019    16:00 WIB
Jaga Daerah Kebersihan Kewanitaan Anda Dengan 7 Cara
Menjaga daerah kebersihan kewanitaan penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan karena selain mencegah bau, rasa gatal, dan ketidaknyamanan, selain itu mencegah infeksi dari bakteri yang dapat menyebabkan kemandulan, penyakit, kanker, dan masalah kesehatan lainnya.Berikut adalah cara untuk menjaga daerah kewanitaan Anda: 1.      Gunakan pakaian yang sesuaiGunakan pakaian yang longgar, terbuat dari bahan katun yang memungkinkan kulit untuk dapat bernapas Menggunakan celana yang terbuat dari kain sintetis dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar vagina dan menyebabkan berkeringat, sehingga dapat menimbulkan bau dan terjadinya infeksi. 2.      Ganti pakaian dalam AndaGanti pakaian dalam Anda minimal dua kali dalam sehari. Celana luar dan celana dalam yang basah dapat menyebabkan bakteri berkembang biak, sehingga dapat menimbulkan bau dan terjadinya infeksi. 3.      Cuci vagina Anda setiap hariCukup gunakan air. Hindari penggunaan sabun yang mengandung deterjen atau bahan kimia berbahaya lainnya. Sabun antibakteri digunakan bila benar-benar diperlukan misalnya Anda mengalami infeksi  atau keputihan hebat. 4.      Usahakan daerah kewanitaan Anda bersih dan keringLap vagina Anda setiap habis buang air kecil gunakan kertas toilet yang tidak mengandung pewarna atau bahan kimia berbahaya lainnya.Lap diri dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah kotoran kontak dengan vagina, yang dapat menyebabkan infeksi bakteri. 5.      Ganti pembalut atau pantyliner AndaUsahakan untuk menggantinya minimal dua kali sehari. Gunakan pembalut atau pantyliner yang tidak mengandung aroma atau pewarna, karena produk ini mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. 6.      Cuci vagina setelah berhubungan seksualCairan tubuh ataupun bahan dari kondom dan produk intim lainnya dapat menyebabkan infeksi, iritasi, dan bau bila tidak segera dibersihkan dari daerah vagina Anda setelah hubungan seksual. 7.      Makan makanan yang mempunyai nutrisi yang seimbangMakan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian seperti beras merah akan membantu mencegah tubuh Anda dan vagina mengalami infeksi atau penyakit. Sumber: wikihow
 17 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina
Kebersihan yang kurang, memakai tampon atau pembalut dalam waktu yang sama atau infeksi vagina merupakan penyebab umum timbulnya bau tidak sedap di vagina. Tetapi dengan mengubah kebiasaan dengan tips dibawah ini akan membantu Anda mencegah munculnya bau tidak sedap di vagina dan mempertahankan kesehatan vagina. DietHindarilah konsumsi gula dan ragi dan perbanyaklah konsumsi yoghurt. Gula dan ragi akan semakin meningkatkan resiko terjadinya infeksi jamur di vagina. Sementara yoghurt akan meningkatkan munculnya bakteri baik yaitu laktobasilus yang akan menjaga keseimbangan pH di daerah intim Anda. Obat-obatanBau vagina yang tidak enak bisa disebabkan berbagai penyakit misanya penyakit menular seksual, infeksi bakteri atau kanker serviks. Setelah mengetahui jenis infeksi yang terjadi, dokter Anda akan menyarankan obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati infeksi. Mandi Air HangatMandi air hangat akan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di vagina. Anda bisa juga berganti-ganti dengan mandi air dingin untuk menyeimbangkan jumlah bakteri di vagina. Pembalut Memakai pembalut dalam waktu yang lama akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Wangi yang timbul dari produk pembalut juga dapat merusak keseimbangan bakteri di vagina. Pakaian DalamPakailah pakaian dalam dari bahan katu yang baik untuk kulit dan membuat sirkulasi berjalan dengan baik. Sangat penting untuk memilih pakaian dalam yang baik agar kesehatan vagina tetap terjaga. SabunHindari penggunaan sabun yang keras pada daerah intim Ada. Sabun dan body washdapat meningkatkan kadar pH di vagina dan mematikan bakteri baik. Untuk mempertahankan kesehatan vagina gunakanlah sabun khusus untuk vagina atau Anda bisa hanya menggunakan air biasa. Baca juga: Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: healthmeup
 14 May 2017    12:00 WIB
Hati-hati, Ada Bahan Beracun Dalam Pembalut/ Tampon Anda!
Bagi setiap wanita tentunya memerlukan tampon atau pembalut pada saat datangnya menstruasi. Karena itulah tampon atau pembalut tak bisa dipisahkan dari kebutuhan seorang wanita. Namun sebagai wanita tentu tak  boleh memilih sembarang produk, apalagi saat ini banyak pembalut yang banyak mengandung zat berbahaya. berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bahan tampon : Residu Dioksin Kebanyakan pembalut dan tampon mengandung residu dioksin dari pemutihan kapas yang digunakan. Dioksin merupakan karsinogen (pemicu kanker) yang bisa langsung diserap ke dalam aliran darah tanpa penyaringan ketika kontak dengan kulit. Dioksin yang mengendap terus menerus di tubuh manusia, akan menyebabkan risiko kanker karena dapat mengacaukan hormon. Dioksin juga menyerap magnesium dari tubuh yang dapat mengakibatkan kekurangan mineral. Magnesium diperlukan untuk pergerakan saraf dan konduktivitas (kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik) sel pada otak, gerakan otot, untuk melepaskan kecemasan dan stres, dan ratusan fungsi biologis penting lainnya. Pestisida Kapas yang digunakan untuk membuat pembalut dan tampon ini kebanyakan disemprot dengan pestisida organofosfat. Suatu studi menerbitkan jurnal yang menghubungkan gangguan neurologis seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan parkinson dengan paparan organofosfat (insektisida paling beracun). Studi ini menemukan bahwa pestisida menghambat aktivitas gen yang mengendalikan gerakan tubuh. Seperti dioksin bahan kimia ini diserap melalui kulit secara langsung ke dalam aliran darah. Pestisida juga dikenal pengacau hormon, bahkan pada semprotan yang sedikit. Satu tampon sama dengan empat kantung plastik Suatu studi mengatakan satu pembalut setara dengan empat kantong plastik. Tentu saja ini membahayakan kesehatan dan lingkungan. Bahan kimia yang ditemukan dalam plastik juga dikaitkan dengan gangguan endokrin, penyakit jantung, dan kanker. Tampon wadah pembiakkan bakteri Khusus tampon, menurut peneliti memiliki bahan yang bisa mengembangbiakkan bakteri. Hal ini dikenal sebagai toxic shock syndrome (penyakit akibat bakteri). Bahan sintetis tampon ini sangat rentan terhadap bakteri Staphylococcus Aureus. Zat-zat beracun tersebut antara lain pestisida, pengharum, pemutih, dan zat-zat tambahan lainnya. Di Amerika Serikat, pembalut dikelompokan dalam alat medis oleh Food & Drugs Administration (FDA) sehingga tidak ada kewajiban oleh produsen untuk mencantumkan bahan-bahan pembuatnya. Kekhawatiran lainnya adalah penggunaan kapas, rayon, atau bahan serat lainnya yang kerap diputihkan dengan klorin. Meski sebenarnya kandungan klorin dalam produk tersebut sangat kecil, namun mereka tetap berpendapat produk itu berbahaya karena mudah diserap oleh jaringan vagina. Tak hanya itu, mereka juga menyarankan agar para wanita memilih produk pembalut yang bebas klorin atau pembalut yang bisa di cuci. Sayangnya hingga kini belum ada penelitian ilmiah untuk menguji secara akurat apakah produk tersebut berbahaya bagi kesehatan. Bagaimana memilih pembalut yang aman? Berikut cara memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi: Pilihlah pembalut dengan daya serap yang tinggi dan permukaannya halus. Pilihlah pembalut yang tidak lembab pada permukaannya ketika dipakai. Pembalut harus nyaman dipakai agar tidak mengganggu aktivitas. Pilihlah pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu. Saat membeli pembalut, pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tertutup rapat dan ada exp date-nya. Pilih pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur.  Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina.  Pastikan pembalut bukan terbuat dari kertas daur ulang (pulp). Caranya: Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti dalamnya Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit Lihat perubahan warna air (karena jika higienis dan bersih, seharusnya air akan tetap jernih) Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih.