Your browser does not support JavaScript!
 14 May 2019    16:00 WIB
Benarkah Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Terjadinya Diabetes?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Israel menemukan bahwa pemanis buatan dapat mengubah komposisi normal dari bakteri baik di dalam usus seseorang. Hal ini tampaknya juga mempengaruhi bagaimana tubuh mengendalikan gula di dalam makanan yang Anda konsumsi, yang membuat kadar gula darah meningkat. Gangguan ini menyebabkan terjadinya gangguan toleransi glukosa, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya diabetes. Akan tetapi, banyak ahli lainnya menyarankan para pembaca untuk jangan salah mengartikan hasil penelitian ini. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai benar tidaknya hasil penelitian tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti meneliti 3 jenis pemanis buatan, yaitu sakarin, sukralosa, dan aspartam pada 20 hewan percobaan (tikus). Beberapa hewan percobaan tersebut diberikan salah satu pemanis buatan tersebut di dalam air minumnya, sementara yang lainnya diberikan air gula atau hanya air putih. Kira-kira 11 minggu kemudian, para peneliti memberikan semua hewan percobaan sejumlah gula dan mengamati bagaimana reaksi tubuh mereka terhadap gula dengan mengukur kadar gula darah hewan percobaan tersebut. Tikus yang diberikan gula memiliki respon yang sama terhadap pemberian gula dengan tikus yang hanya diberikan air putih. Sementara itu, tikus yang diberikan pemanis buatan mengalami respon yang berbeda. Kadar gula darah pada tikus ini lebih tinggi daripada tikus lainnya yang hanya diberikan air gula dan air putih. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada tubuh tikus terhadap gula. Penelitian lebih lanjut juga menemukan adanya hubungan antara hal ini dengan jumlah bakteri baik di dalam usus. Para peneliti kemudian melanjutkan penelitiannya pada manusia. Para peneliti mengamati sekitar 381 orang yang tidak menderita diabetes yang merupakan sukarelawan pada penelitian ini. Mereka diminta untuk mengisi suatu kuisioner untuk mengetahui seberapa banyak pemanis buatan yang biasa mereka konsumsi.  Sekitar 40 orang peserta penelitian yang paling banyak mengkonsumsi pemanis buatan juga menunjukkan kadar gula darah yang lebih tinggi daripada 236 orang peserta penelitian lainnya yang tidak pernah mengkonsumsi pemanis buatan. Pada penelitian pendahuluan lainnya, para peneliti memberikan sakarin selama seminggu pada 7 orang sukarelawan yang tidak menderita diabetes dan biasanya tidak mengkonsumsi pemanis buatan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa 4 orang di antara sukarelawan tersebut mengalami penurunan kemampuan untuk mengatur kada gula darah selama seminggu tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa jumlah bakteri baik di dalam usus mereka juga mengalami perubahan yang cukup signifikan selama seminggu, sedangkan ketiga orang lainnya hanya mengalami sedikit perubahan. Secara keseluruhan, berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan beberapa orang untuk mengatur kadar gula darah memang dapat terpengaruh oleh berbagai pemanis buatan tersebut. Walaupun penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh konsumsi pemanis buatan terhadap kemampuan seseorang untuk mengatur kadar gula darah, akan tetapi jumlah pemanis buatan yang diberikan pada para sukarelawan ini lebih banyak daripada yang biasa dikonsumsi oleh seseorang setiap harinya, walaupun masih dalam batas yang direkomendasikan setiap harinya. Sumber: foxnews
 01 Jun 2017    11:00 WIB
Pecinta Es Teh Manis, Berhati-Hatilah Terhadap Penyakit yang Satu Ini!
Bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya orang Jawa, es teh manis pastinya bukan suatu hal yang baru.  Minuman ini telah menjadi favorit sejak zaman dahulu kala, baik sebagai pelepas dahaga ataupun sebagai teman saat makan.   Baca Juga: Efek Samping Dari Terlalu Banyak Mengkonsumsi Teh Oolong   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman nikmat yang satu ini ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan Anda?  Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Loyola University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat; es teh ternyata dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan.   Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teh mengandung oksalat yang lama-kelamaan akan menyatu dan membentuk suatu kristal atau batu kecil di dalam ginjal. Batu ini dapat terus membesar dan menyumbat saluran kemih seseorang.   Selain dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang biasa Anda konsumsi, terbentuknya batu ginjal juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Jenis kelamin. Batu ginjal berkembang 4 kali lebih cepat pada pria dibandingkan pada wanita Usia. Orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki resiko menderita batu ginjal yang lebih tinggi Pernah menderita batu ginjal. Orang yang pernah menderita penyakit batu ginjal memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama Memiliki riwayat keluarga. Orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita batu ginjal akan memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini   Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, batasilah konsumsi teh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa minuman paling sehat adalah air putih. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 2 liter air putih setiap harinya untuk membantu menjaga kesehatan ginjal Anda.   Selain itu, kurangilah konsumsi garam Anda dan konsumsilah suplemen kalsium, yang dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh. Sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membantu mencegah terbentuknya batu di dalam ginjal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: everydayhealth