Your browser does not support JavaScript!
 28 Aug 2019    08:00 WIB
Komplikasi Apa Yang Diakibatkan Pecahnya Implan Payudara Silikon ?
Pecahnya implan payudara silikon dapat menyebabkan rasa sakit pada payudara dan perubahan bentuk dari payudara. Pecahnya implan payudara silikon secara tidak terduga dapat menyebabkan kanker payudara, masalah reproduksi atau penyakit jaringan ikat, seperti artritis reumatoid (rematik sendi) Saat implan payudara silikon dimasukkan di dalam tubuh Anda, implan tersebut akan dikelilingi jaringan fibrosa/jaringan ikat. Ketika implan tersebut pecah, hal tersebut tidak dapat diketahui secara langsung karena silikon tersebut terjebak di dalam jaringan ikat, sehingga hal ini disebut sebagai "Silent Rupture". Pecahnya implan payudara dapat menyebabkan jaringan ikat sekitar payudara meradang. Selain itu dapat terbentuk jaringan parut. Hal ini akan menyebabkan: Nyeri atau bengkak pada payudara yang terkena Perubahan ukuran dan bentuk dari payudara Benjolan pada payudara yang terkena Terjadinya pelunakan atau pengerasan payudara yang terkena Apabila Anda memiliki implan payudara silikon dan menduga bahwa implan tersebut pecah, segera konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan melakukan Tes Pencitraan seperti MRI Payudara untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Apabila Anda memiliki "Silent Rupture" dan tidak mempunyai gejala, maka pengobatan yang bisa dilakukan terserah pada Anda. Pada beberapa wanita akan menunggu dan melihat reaksi yang akan terjadi, namun ada juga yang lebih memilih untuk mengeluarkan dan mengganti implan tersebut. Tanyakan kepada dokter Anda untuk membantu menimbang baik dan buruk dari kedua pilihan tersebut. Pada keadaan implan payudara silikon yang pecah dan menimbulkan gejala, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan operasi pengangkatan implan tersebut, dan dapat langsung dimasukkan implan yang baru apabila hal itu diinginkan. Jika Anda memutuskan bahwa Anda tidak ingin implan payudara lagi, implan dapat dikeluarkan setiap saat. Anda mungkin perlu mengangkat payudara atau operasi korektif lainnya untuk membantu payudara Anda mempertahankan penampilan estetis.  Apabila seseorang memutuskan untuk tidak lagi menggunakan implan payudara, implan ini dapat diangkat kapan saja. Namun perlu dilakukan operasi pengangkatan implan dan operasi perbaikan untuk mempertahankan keindahan bentuk payudara. Perlu diingat bahwa implan payudara tidak dijamin untuk seumur hidup Bahkan, FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan untuk melakukan MRI payudara secara rutin. Hal ini perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya "Silent Rupture". Tiga tahun pertama setelah implan tersebut dimasukkan dalam tubuh dan diulang setiap dua tahun sekali setelahnya.  Terjadi perdebatan mengenai pemeriksaan rutin MRI Payudara karena hal ini akan memakan biaya yang mahal dan bisa menyebabkan dilakukan operasi yang tidak perlu. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk menentukan tindakan yang terbaik untuk Anda. Sumber : Mayoclinic 
 04 Jul 2019    16:00 WIB
5 Hal yang Dapat Membuat Payudara Menjadi Kendur
Memiliki anak, menyusui, dan bertambahnya usia dapat membuat elastisitas kolagen, suatu jaringan ikat yang berada di bawah kulit; hilang dan membuat payudara Anda tampak "turun" atau menjadi kendur. Selain itu, payudara yang kendur juga dapat disebabkan oleh faktor genetika. Jadi, bila ibu Anda mengalaminya, maka Anda pun mungkin akan mengalaminya. Sebuah penelitian baru di Amerika menemukan bahwa ternyata jaringan payudara menua 2-3 tahun lebih cepat dibandingkan dengan sisa tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin harus berhenti melakukan beberapa hal yang dapat mempercepat proses pengenduran payudara seperti yang disebutkan di bawah ini. 1. Diet Sangat Ketat Mengalami penurunan dan peningkatan berat badan sebanyak 2.5-5 kg berulang kali mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada payudara Anda, akan tetapi bagaimana bila Anda mengalami penurunan dan peningkatan berat badan hingga 15 kg? Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa setiap kali Anda mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, maka jaringan payudara Anda akan menjadi lebih kendur. 2. Merokok Setiap kali Anda merokok, berapa pun banyaknya maka rokok dapat menyebabkan kulit Anda menjadi lebih lemah dan lebih tua dengan cara menurunkan suplai darah pada permukaan kulit tersebut. 3. Tidak Menggunakan Tabir Surya Paparan sinar UV pada kulit yang tidak dilindungi oleh tabir surya dapat menyebabkan terbentuknya kerutan prematur. Hal ini juga berlaku bagi kulit payudara Anda. Paparan sinar UV dapat membuat payudara Anda menjadi lebih kendur karena menyebabkan kerusakan jaringan kolagen dan kulit pada payudara. 4. Menggunakan Jenis Bra yang Salah Tidak menggunakan bra yang tepat merupakan salah satu penyebab utama mengapa payudara menjadi kendur. Selain itu, semakin banyak payudara Anda bergerak naik turun, maka tekanan pada kulit dan jaringan kolagen pada payudara Anda pun akan semakin meningkat. 5. Olahraga Tertentu Walaupun masih sedikit penelitian yang meneliti mengenai apa sebenarnya efek olahraga pada payudara wanita, akan tetapi beberapa orang ahli mengatakan bahwa olahraga yang membuat payudara terus bergerak naik turun misalnya saat Anda berlari dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kolagen di payudara. Sumber: womenshealthmag
 01 Jul 2019    16:00 WIB
Berbagai Hal yang Bisa Membuat Payudara Membengkak dan Nyeri
Pembengkakan pada payudara dapat merupakan gejala dari pubertas, menstruasi, kehamilan, atau menopause. Akan tetapi, pembengkakan pada payudara juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Beratnya gejala dan lamanya dapat berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya.  Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai hal yang dapat membuat payudara membengkak dan terasa nyeri.   Pubertas Pertumbuhan dan pembengkakan sementara pada payudara selama masa pubertas merupakan hal yang normal. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormonal di dalam tubuh. Nyeri biasanya ringan dan hanya berlangsung sementara. Akan tetapi, dapat pula terjadinya nyeri hebat atau nyeri yang berlangsung lama. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Menstruasi Karena peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen, maka payudara dapat menjadi membengkak selama menstruasi. Nyeri payudara ini biasanya akan mereda setelah menstruasi selesai.   Kehamilan Salah satu gejala awal kehamilan adalah pembengkakan payudara. Untuk memastikan kehamilan Anda, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack atau segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan.   Menopause Nyeri dan pembengkakan pada payudara selama masa menopause merupakan hal yang normal. Jika nyeri yang dirasakan cukup hebat atau tidak juga mereda atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari puting susu, segera cari pertolongan medis.   Menyusui Saat hamil dan setelah melahirkan, payudara biasanya akan menghasilkan susu dan pembesaran kelenjar susu pada payudara seringkali akan membuat payudara terasa nyeri. Menyusui dapat memperberat pembengkakan yang terjadi dan pertumbuhan gigi pada anak dapat menyebabkan terjadinya memar pada puting susu. Kecuali bila nyeri yang dirasakan cukup hebat, maka nyeri dan pembengkakan payudara saat menyusui merupakan hal yang normal.   Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, yang berarti juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan dan nyeri pada payudara.   Gangguan Medis Tertentu Walaupun adanya benjolan pada payudara dapat merupakan gejala dari kanker, akan tetapi benjolan juga dapat terbentuk secara alami. Benjolan pada payudara dapat merupakan kelenjar susu yang membengkak. Selain itu, benjolan pada payudara juga dapat merupakan sebuah kista jinak.   Kanker Payudara Jika benjolan pada payudara Anda menyebabkan nyeri yang cukup hebat, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Hal ini dikarenakan pembengkakan payudara yang disertai oleh nyeri hebat pada payudara, nyeri pada lengan, ketiak, atau pada puting susu dapat merupakan gejala dari kanker payudara.   Baca juga: Tips Untuk Memperlambat Proses Penuaan Pada Payudara Anda   Pembesaran Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening dapat mengalami peradangan, membengkak, dan terasa nyeri akibat adanya suatu infeksi pada daerah sekitarnya. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.   Mastitis Mastitis merupakan infeksi bakteri yang seringkali disertai oleh demam dan peradangan pada daerah sekitar puting susu. Mastitis biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran susu di dalam payudara. Mastitis dapat menyebabkan nyeri hebat pada payudara. Diperlukan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mengurangi gejala.   Ektasia Saat kelenjar susu tersumbat oleh susu, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan, pembengkakan, nyeri, dan keluarnya cairan dari puting susu. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini. Pemberian antibiotik atau tindakan pembedahan mungkin diperlukan.   Fibrokistik Payudara Fibrokistik payudara bukan merupakan suatu penyakit atau infeksi, tetapi merupakan suatu keadaan di mana jaringan payudara terasa keras seperti tali. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara membengkak dan terasa nyeri. Gejala biasanya terjadi pada bagian ujung dari payudara dan seringkali terjadi berdekatan dengan waktu menstruasi. Gejala lain yang mungkin ditemukan adalah keluarnya cairan berwarna hijau atau cokelat dari puting susu. Gejala ini merupakan tanda gangguan sudah cukup berat dan membutuhkan pengobatan segera.   Nekrosis Trauma, tindakan biopsy, atau tindakan pembedahan dapat menyebabkan kematian jaringan (nekrosis) lemak pada payudara. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya benjolan yang terasa nyeri pada payudara. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 07 Jun 2019    11:00 WIB
Tips Untuk Memperlambat Proses Penuaan Payudara
Bingung mengapa payudara Anda tidak sekencang dulu? Sebuah penelitian menemukan bahwa jaringan payudara ternyata mengalami proses penuaan yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan tubuh lainnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat proses penuaan tersebut.   Gunakan Pelembab Jaringan payudara Anda mengalami perubahan drastis setiap kali Anda mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, selama kehamilan berlangsung, dan sebelum menstruasi Anda dimulai setiap bulannya.  Salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit payudara Anda adalah dengan menggunakan pelembab, seperti minyak kelapa.   Gunakan Bra Selain menggunakan bra khusus olahraga saat berolahraga, jangan lupa untuk selalu menggunakan bra di sepanjang hari untuk mencegah payudara Anda menjadi "turun" karena efek gravitasi.   Lakukan Pemeriksaan Payudara Secara Teratur Lakukanlah pemeriksaan pada payudara Anda satu kali setiap bulannya, sehingga Anda dapat segera mengetahui saat terjadi perubahan pada payudara Anda. Setiap bulannya, setelah menstruasi selesai, maka periksalah payudara Anda mulai dari atas ke bawah, dari satu sisi ke sisi berikutnya, dan dari depan ke belakang. Pastikan Anda memperhatikan ada tidaknya perubahan yang tidak biasanya seperti adanya benjolan, lekukan, bercak kemerahan, keluarnya cairan abnormal dari puting susu, dan perubahan ukuran atau sensasi.   Olahraga Dengan melakukan olahraga yang benar, Anda dapat menjaga payudara Anda agar tetap kencang. Lakukanlah berbagai olahraga yang melatih otot tubuh bagian atas, terutama otot dada.   Duduk Tegak Selain daripada tindakan pembedahan dan menggunakan bra push-up, salah satu cara terbaik untuk menjaga kekencangan payudara Anda adalah postur tubuh sempurna. Duduk tegak akan membuat payudara Anda terlihat lebih besar.   Obati Jerawat Pada Payudara Dengan Cermat Jerawat tidak hanya dapat tumbuh pada kulit wajah Anda, tetapi juga pada kulit payudara Anda. Pastikan Anda tidak memencet jerawat tersebut karena hal ini dapat meninggalkan bekas luka. Hal ini dikarenakan kulit pada payudara merupakan bagian kulit yang cukup sering terkena paparan sinar matahari sehingga proses penyembuhan pun tidak sebaik bagian kulit lainnya. Oleskanlah salep anti jerawat pada jerawat di payudara, terutama bila Anda memiliki kulit yang sensitif. Pilihlah pembersih yang lembut.   Hindari Paparan Sinar Matahari Jangan mengira bahwa Anda hanya memerlukan tabir surya pada payudara Anda saat menggunakan bikini. Mengenakan pakaian dengan potongan atas yang pendek dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.    Jangan Khawatirkan Stretch Mark Setelah berbagai hal yang terjadi pada payudara Anda setiap bulannya, tidaklah aneh bila payudara Anda memiliki beberapa bekas luka. Selain itu, faktor genetika juga turut berperanan dalam proses pembentukan stretch mark ini. Stretch mark baru ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan berlalunya waktu.   Sumber: womenshealthmag
 24 Apr 2019    11:00 WIB
Berbagai Hal yang Menyebabkan Payudara Kesemutan
Sebagian besar wanita akan mengalami rasa kesemutan pada payudaranya selama hidupnya. Rasa kesemutan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya, akan tetapi kadangkala rasa kesemutan ini dapat berlangsung lama dan terasa mengganggu. Jika rasa kesemutan pada payudara Anda berubah menjadi rasa nyeri atau mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Di bawah ini anda dapat melihat apa saja hal yang dapat menyebabkan payudara Anda terasa nyeri atau kesemutan (mastalgia).   Hormon Perubahan kadar hormonal di dalam tubuh, baik karena penyebab alami atau penyebab lainnya, dapat menyebabkan jaringan payudara membengkak atau membuat cairan tertahan di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan payudara terasa tidak nyaman, membengkak, atau kesemutan. Selama kehamilan, perubahan ini terjadi karena meningkatnya kadar hormon progesterone dan estrogen. Bila disebabkan oleh hal ini, keluhan biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila keluhan terasa lebih berat atau lebih lama daripada biasanya, maka mungkin ada hal lain yang menjadi penyebabnya. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami hal ini. Perlu diketahui bahwa wanita akan selalu mengalami perubahan kadar hormonal setiap bulannya dan selama hidupnya. Jadi, merupakan hal yang normal bila payudara Anda mengalami kesemutan akibat perubahan kadar hormonal ini.   Obat-obatan atau Tindakan Medis Tertentu Obat-obatan yang mempengaruhi kadar hormon di dalam tubuh dan tindkan pembedahan dapat membuat kulit atau otot menjadi tegang sehingga menyebabkan timbulnya sensasi tertentu seperti kesemutan. Pil KB juga memiliki efek yang sama.   Tindakan Pembedahan Payudara Tindakan pengangkatan jaringan payudara, pembesaran payudara, dan tindakan pembedahan lain pada payudara dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan saraf pada payudara. Rasa nyeri pada payudara akibat tindakan pembedahan ini biasanya hanya bersifat sementara hingga luka menyembuh.   Kerusakan Saraf Walaupun kerusakan saraf biasanya terjadi paska tindakan pembedahan, akan tetapi kerusakan saraf juga dapat terjadi akibat trauma. Kerusakan saraf dapat menyebabkan gejala ringan seperti kesemutan ringan atau gejala berat seperti rasa tidak nyaman pada payudara. Berkonsultasilah dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.   Ketidakseimbangan Jaringan Kesehatan jaringan lemak, kelenjar, dan otot dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Terjadinya gangguan pada kesehatan dapat menyebabkan ketidakseimbangan jaringan yang dapat mengganggu atau mengubah struktur alami tubuh. Hal ini dapat menyebabkan payudara menjadi lebih sensitif, teriritasi, nyeri, dan kesemutan.   Kanker Payudara Nyeri dan kesemutan pada payudara dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Keduanya biasanya juga disertai oleh berbagai gejala lain seperti benjolan, keluarnya cairan abnormal dari puting susu, penebalan kulit payudara, atau kelenjar getah bening yang terasa nyeri. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila menemukan adanya benjolan pada payudara Anda.   Kostokondritis Kostokondritis merupakan peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Peradangan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri atau kesemutan. Gejala biasanya terjadi pada dada bagian bawah. Nyeri akibat kostokondritis biasanya berlangsung untuk waktu singkat atau terus berlangsung hingga akhirnya diobati. Gejala biasanya hampir tidak disadari dan biasanya tidak mengganggu aktivitas.   Infeksi Infeksi bakteri dan virus seperti pilek juga dapat menyebabkan nyeri pada payudara. Nyeri ini biasanya berasal dari dada dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada payudara. Nyeri biasanya juga dirasakan pada otot dan sendi.   Baca juga: Tips Mengatasi Nyeri Payudara   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 23 Mar 2019    16:00 WIB
Seperti Apa Bra Yang Sesusai Dengan Bentuk Payudara Anda ?
Jika Anda mengira hanya ada 2 bentuk payudara di dunia ini, yaitu besar dan kecil; maka Anda mungkin akan merasa terkejut akan fakta yang akan disebutkan di bawah ini. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan bra, ThirdLove, wanita memiliki 7 bentuk payudara yang berbeda, yang membutuhkan bra yang berbeda-beda pula. Walaupun semua bentuk payudara merupakan hal yang normal dan indah, akan tetapi mengetahui apa bentuk payudara Anda dapat sangat membantu dalam menentukan bra mana yang paling sesuai bagi payudara Anda tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai bentuk payudara dan jenis bra mana yang paling sesuai bagi payudara tersebut.   Baca juga: Apa yang Terjadi Pada Payudara Anda Saat Hamil dan Setelah Melahirkan?   Asimetris Salah satu payudara tampak lebih besar daripada payudara lainnya. Perbedaan ukuran payudara kanan dan kiri dapat bervariasi mulai dari hampir tidak terlihat hingga sangat terlihat. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah bra yang memiliki pad yang bisa dilepas. Jadi Anda dapat menggunakan pad pada payudara yang lebih kecil untuk membuatnya terlihat hampir sama dengan payudara lainnya.   Bell Shape Payudara tampak lebih penuh, di mana bagian atas payudara tampak lebih kecil (kosong), sedangkan bagian bawahnya tampak lebih penuh. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah full coverage style. Hal ini dikarenakan payudara lebih berat dan dapat menarik bahu turun sehingga membuat tali bra mudah terlepas.   East West Payudara bagian atas dan bahwa tampak hampir sama, akan tetapi kedua puting susu mengarah ke sisi yang berbeda. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah push up bra atau T-shirt style, yang akan membuat payudara Anda tampak lebih rata dan berdekatan satu dengan yang lain.   Side Set Jarak di antara kedua payudara cukup lebar, di mana puting susu mengarah agak ke depan (tidak terlalu ke samping). Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah balconette style, yang memiliki lebih banyak penutup pada bagian atas untuk menutupi jarak di antara kedua payudara.   Slender Payudara tampak lebih penuh di bagian atas dan lebih kecil di bagian bawah. Secara umum, payudara tampak kurus dan tidak memiliki banyak jaringan payudara. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah plunge style, baik yang memiliki busa push up atau tidak. Busa ini dapat membantu mengumpulkan payudara ke bagian tengah untuk membentuk sedikit belahan dada.   Tear Drop Payudara ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan bell shape tetapi dengan lekukan yang lebih sedikit. Hal ini dapat dengan mudah terlihat dari bagian samping. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah plunge style, baik yang memiliki busa push up atau tidak. Busa dapat membuat payudara bagian atas tampak lebih penuh.   Bulat Payudara bagian atas dan bawah tampak penuh secara merata. Bra terbaik bagi bentuk payudara yang satu ini adalah balconette style, yang akan membuat bentuk payudara Anda tampak lebih menonjol. Akan tetapi, sebenarnya semua jenis bra cocok bagi Anda.   Sumber: womenshealthmag
 17 Feb 2019    16:00 WIB
Apa yang Terjadi Pada Payudara Saat Hamil dan Paska Melahirkan ?
Tahukah Anda bahwa payudara Anda mengalami banyak perubahan selama Anda hamil? Perubahan ini bahkan akan terus berlangsung hingga Anda melahirkan dan menyusui. Perubahan terbesar yang akan terjadi pada payudara Anda adalah ukurannya. Payudara Anda akan menjadi lebih besar saat Anda hamil dan perubahan ini masih akan tetap berlangsung hingga Anda melahirkan, bahkan dapat lebih besar saat Anda baru mulai menyusui. Akan tetapi, pembesaran ini tidak akan berlangsung lama. Payudara akan kembali mengecil bahkan hingga menjadi lebih kecil atau tetap lebih besar daripada sebelum Anda hamil kira-kira 1 tahun setelah Anda berhenti menyusui. Mengapa demikian? Menurut seorang ahli, perubahan payudara ini merupakan hal yang normal terjadi pada para ibu sebagai cara tubuh untuk mempersiapkan diri untuk proses menyusui, di mana perubahan ini mungkin hanya berlangsung sementara dan atau justru permanen. Berbagai perubahan yang terjadi pada payudara ini berhubungan dengan hormon. Berbagai jenis hormon seperti hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin akan menstimulasi kelenjar susu payudara untuk bertumbuh sebagai persiapan untuk menyusui bayi Anda yang akan lahir nanti. Setelah para wanita berhenti menyusui, maka ukuran payudaranya pun akan mengalami perubahan, beberapa orang memiliki payudara yang lebih kecil, beberapa orang lainnya memiliki payudara yang lebih besar daripada sebelum hamil, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan bagi beberapa orang wanita, menyusui dapat membuat jaringan payudara menjadi lebih padat sehingga lemak dan jaringan ikat di dalam payudara Anda dapat berpindah tempat, yang berakibat pada perubahan bentuk payudara. Perubahan tidak hanya terjadi pada jaringan payudara saja, tetapi juga pada puting susu. Berbagai hormon kehamilan akan membuat puting susu menjadi lebih menonjol dan akan membuatnya tampak turun atau menciut setelah Anda berhenti menyusui. Penciutan ini biasanya hanya berlangsung sementara dan puting susu Anda akan kembali ke bentuk dan ukurannya semula.   Sumber: womenshealthmag
 03 Jan 2019    16:00 WIB
Benarkah Jahe Dapat Membunuh Sel Kanker Payudara?
Sebuah penelitian baru di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya.   Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini.   Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat.   Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara.   Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker   Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik).   Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: themindunleashed  
 02 Dec 2018    16:00 WIB
Nyeri Payudara Sebelum Menstruasi, Normalkah?
Nyeri yang terjadi di payudara merupakan sesuatu yang dikeluhkan oleh wanita. Nyeri payudara paling sering terjadi pada masa sebelum menstruasi dan saat masa menstruasi. Nyeri dada juga bisa terjadi setelah masa menstruasi juga. Tetapi apakah nyeri payudara itu normal? Nyeri payudara merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dan merupakan bagian dari  premenstrual syndrome (PMS). Sindrom pada PMS juga termasuk nyeri pada perutbawah, perubahan mood yang tiba-tiba dan kesulitan beritirahat. Pada artikel ini kita akan membahas apakah nyeri payudara itu normal dan kondisi apakah yang menyebabkan nyeri payudara ini menjadi kondisi yang serius dan berat. Fluktuasi hormonal Alasan utama mengapa tidak terjadi nyeri payudara adalah karena peningkatan sekresi dari hormon esterogen. Estrogen ini merupakan salah satu hormon yang paling penting untuk tubuh. Keluarnya hormon esterogen yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya kekakuan pada jaringan payudara, dan payudara menjadi lebih keras. Oleh karena itu tidak munculnya nyeri payudara sebelum masa menstruasi merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya terjadi pada hari ke 21 siklus menstruasi. Oleh karena itu tanda ini sering sekali terjadi pada banyak wanita sebelum masuk masa menstruasi. Jika nyeri payudara yang muncul tidak terlalu berat dan mengganggu seharusnya tidak perlu membuat Anda khawatir. Mengamati Pada kebanyakan wanita, gejala nyeri payudara menjelang masa menstruasi merupakan hal sering sekali terjadi. Anda tidak perlu menjadi tegang dan khawatir mengenai nyeri payudara yang Anda alami. Kecuali nyeri payudara yang Anda alami sangat berat dan tidak bisa ditoleransi maka Anda tidak harus menganggapnya serius. Efek samping Terkadang pada wanita yang sudah menikah sering mengkonsumsi pil kb untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Tetapi ketika mereka berhenti mengkonsumsinya, keseimbangan hormon menjadi kacau dengan tiba-tiba dan dapat memunculkan nyeri payudara. Hal ini merupakan kondisi yang sepenuhnya normal. Jika Anda khawatir dengan gejala ini maka Anda dapat menghubungi dokter kandungan Anda. Obesitas Berat badan berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan keluhan nyeri payudara. Hal ini tidak berbahaya karena penyebab utama dari nyeri payudara disebabkan oleh peningkatan berat badan. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri payudara ini maka Anda harus menjaga pola makan yang sehat dan menurunkan berat badan Anda. Meminum banyak air putih juga dapat menurunkan nyeri payudara yang Anda rasakan.   Perubahan menjadi wanita dewasa Nyeri payudara sangat mungkin dialami seorang gadis muda, terutama saat mulai mendapat menstruasi. Nyeri dada merupakan hal yang normal terjadi pada seorang gadis mda. Untuk itu Anda tidak harus khawatir jika mengalami nyeri payudara saat pertama kali mendapat menstruasi.   Sumber: boldsky