Your browser does not support JavaScript!
 10 Dec 2016    08:00 WIB
Selama 24 Tahun, Seorang Wanita Hidup Tanpa Otak Kecil dan Tidak Menyadarinya
Para dokter di Cina telah dikejutkan dengan sebuah fakta bahwa seorang wanita muda dapat hidup dengan normal selama lebih dari 20 tahun walaupun tidak memiliki sebuah bagian penting dari otaknya. Kondisi aneh yang dialami oleh seorang wanita berusia 24 tahun ini diketahui saat ia pergi ke dokter dengan keluhan mual dan muntah selama 1 bulan. Wanita ini juga mengatakan bahwa ia selalu merasa pusing seumur hidupnya. Selain itu, ia mengatakan bahwa ia juga tidak dapat berjalan hingga ia berusia 4 tahun dan tidak pernah dapat berjalan dengan normal dan stabil. Saat para dokter melakukan pemeriksaan CT scan dan MRI pada otak wanita tersebut, mereka menemukan bahwa ia tidak memiliki serebelum (otak kecil), yaitu suatu bagian otak yang sangat penting untuk mengatur cara berjalan dan pergerakan seseorang.  Pada pemeriksaan radiologi tersebut, para dokter menemukan bahwa daerah yang seharusnya terisi dengan serebelum justru diisi dengan cairan otak (cairan serebrospinal) dan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda adanya suatu jaringan otak, yang menunjukkan bahwa wanita tersebut memang sama sekali tidak memiliki serebelum. Serebelum merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur koordinasi dan gerak tubuh seseorang, misalnya seperti gerakan mulut dan lidah yang diperlukan saat seseorang berbicara.  Orang yang mengalami gangguan pada bagian otak ini biasanya mengalami gangguan gerak tubuh. Akan tetapi, wanita berusia 24 tahun ini hanya mengalami gangguan motorik ringan hingga sedang dan hanya sedikit cadel.  Para ahli menduga hal ini dikarenakan otak yang masih muda cenderung lebih fleksibel dan lebih mudah beradaptasi terhadap berbagai kelainan yang terjadi di dalamnya.  Saat seseorang dilahirkan dengan suatu kelainan otak atau mengalami kelainan otak saat masih berusia sangat muda, maka sisa bagian otak yang lainnya pun akan berusaha untuk membentuk suatu hubungan untuk mengkompensasi kehilangan atau kelainan tersebut. Kemampuan menakjubkan dari otak ini diduga akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, maka kemampuan otaknya untuk menghadapi kerusakan pun akan semakin terbatas. Walaupun kasus ini bukanlah kasus pertama di mana seseorang dilahirkan tanpa suatu bagian otak, akan tetapi kasus ini merupakan kasus pertama di mana penderitanya tidak mengalami gangguan mental berat atau gangguan motorik berat atau bahkan dapat bertahan hidup begitu lama.       Sumber: foxnews
 16 Nov 2016    08:00 WIB
Mengapa Bicara Anda Terkadang Menjadi Gagap?
  Pernahkah Anda merasa kesulitan mengucapkan kata-kata yang ingin Anda ucapkan alias tergagap saat berbicara? Hal ini biasanya terjadi pada saat yang paling tidak Anda duga. Gagap terjadi bukan karena Anda tiba-tiba lupa bagaimana caranya menyusun suatu kalimat, gagap terjadi karena pusat kendali berbicara Anda mengalami sedikit gangguan sistem alias eror. Hal ini dapat terjadi karena otak Anda harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus saat Anda berbicara. Tidak hanya harus menyusun berbagai kata yang berbeda, otak Anda juga harus mengkoordinasikan gerakan mulut, lidah, bibir, dan pita suara agar Anda dapat mengucapkan kata-kata atau kalimat yang ingin Anda ucapkan. Masalah yang terjadi adalah kadangkala otak Anda bergerak lebih cepat daripada mulut Anda, terutama bila Anda sedang berbicara dengan cukup cepat, akibatnya kata-kata yang ingin Anda ucapkan pun menjadi berantakan. Keadaan ini dapat bertambah parah bila Anda merasa cemas mengenai bagaimana penampilan atau suara Anda saat Anda berbicara, yang biasa terjadi bila Anda sedang berbicara di hadapan banyak orang. Keadaan ini dapat membuat lidah Anda lebih sering "tersandung" saat berbicara.   Baca juga: 8 Jenis Kanker yang Paling Sering Ditemukan Pada Anak   Untuk menghentikan keadaan memalukan ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini.   Perlambat Kecepatan Bicara Anda Gugup buat Anda berbicara semakin cepat? Bila ya, cobalah tenangkan diri Anda karena semakin cepat Anda berbicara, maka semakin sering lidah Anda akan "tersandung". Perlambat kecepatan berbicara Anda, bayangkan Anda sedang membaca sebuah teks pidato. Dengan demikian, otak dan mulut Anda pun dapat bergerak dengan kecepatan yang sama. Selain itu, sesekali berhenti sejenak saat berbicara juga membuat Anda lebih terhubung dengan para penonton di sekitar Anda.   Ubah Gaya Berbicara Anda Para ahli menemukan bahwa beberapa orang Amerika yang mengalami gagap hebat atau gangguan berbicara yang cukup berat dapat mengatasi gangguan mereka tersebut dengan berbicara menggunakan aksen Inggris atau menaikkan atau menurunkan intonasi suaranya. Hal ini dikarenakan saat Anda berbicara dengan gaya yang berbeda daripada gaya Anda yang biasanya, maka perhatian Anda pun akan lebih terfokuskan pada bagaimana cara Anda berbicara daripada pada apa yang akan Anda bicarakan. Dengan demikian, lidah Anda pun lebih jarang "tersandung" saat berbicara. Untuk mencegah otak Anda bekerja lebih cepat daripada mulut Anda, bicaralah dengan jelas dan perlahan.   Tingkatkan Rasa Percaya Diri Yakin orang lain juga mendengar suara Anda yang terbata-bata? Belum tentu. Kalau pun orang lain mendengar Anda terbata-bata saat berbicara, hal ini pun bukanlah sesuatu hal yang abnormal. Hal ini sering terjadi dan semua orang pun pernah mengalaminya. Jadi, mereka mungkin tidak akan terlalu memperhatikan atau bahkan menyadari bahwa lidah Anda sempat "tersandung" tadi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 15 Nov 2016    18:00 WIB
Mengapa Tidur di Hotel Tidak Senyaman Tidur di Rumah Sendiri???
Tidak peduli seberapa mewah hotel Anda, Anda tetap saja akan mengalami kesulitan untuk tidur. Sebuah penelitian baru dari Brown University menunjukkan bahwa tidur di tempat baru akan membuat kepala Anda terasa pusing saat bangun. Para ahli menemukan bahwa saat seseorang tidur di tempat baru yang tidak dikenalnya, maka otaknya menunjukkan gelombang asimetrik, di mana salah satu bagian otak tetap "terbangun" sementara bagian otak lainnya "tertidur". Dengan bantuan alat pemeriksaan yang canggih, para ahli menemukan bahwa otak kiri sering mengalami interupsi, yang membuat Anda keluar dari tidur nyenyak tanpa benar-benar terbangun, dan memiliki respon yang lebih besar terhadap suara saat tidur (Anda lebih mudah terbangun saat mendengar suara). Hal ini tentu saja dapat membuat tidur nyenyak Anda terganggu, membuat Anda merasa tidak segar saat terbangun di keesokan hari.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Kanker   Memang benar bahwa Anda merasa sangat mengantuk, akan tetapi sebenarnya otak Anda sedang membantu Anda lho! Otak Anda yang menjadi sangat "siaga" ini sebenarnya hampir mirip dengan seorang penjaga malam yang ingin melindungi Anda. Jadi, bila ada suatu ancaman tertentu di tempat yang tidak Anda kenal tersebut, otak Anda pun dapat merespon dengan lebih cepat karena ia memang tidak "tidur" nyenyak. Untuk mengurangi tingkat "kewaspadaan" otak, Anda dapat "membohonginya" dengan membawa sejumlah benda yang familiar saat berpergian, seperti selimut atau bantal. Hal ini akan membuat otak Anda dapat beristirahat dengan lebih baik. Jika Anda harus benar-benar segar, pertimbangkanlah untuk pergi 1-2 hari lebih awal dari hari H. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan "kewaspadaan" otak ini biasanya hanya terjadi selama semalam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 30 Apr 2015    20:00 WIB
Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?
Setiap orang, rata-rata akan tidur selama 24 tahun sepanjang hidupnya. Selama beberapa tahun belakangan, penelitian seputar tidur telah banyak dilakukan oleh ilmuwan untuk menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan, misalnya: berapa lama waktu yang ideal untuk tidur, bagaimana tidur bisa berdampak pada kita, dan mengapa banyak fenomena terjadi saat tidur.   APA YANG TERJADI PADA OTAK KETIKA KURANG TIDUR? Pada kenyataannya, orang yang tidur hanya 4 jam juga bisa sesegar dan seaktif seperti orang yang tidur selama 7,5 jam. Hal itu juga dikuatkan oleh penelitian yang menyatakan bahwa, “orang kurang tidur pada kenyataannya bisa memberikan dampak yang sama persis seperti seseorang yang tidak kurang tidur, ketika keesokan paginya.” Temuan utama ini menemukan bahwa otak pada orang yang kurang tidur bisa bekerja normal kadang-kadang, tapi sebentar-sebentar akan mengalami fenomena yang mirip dengan mati listrik. Jadi, orang yang hanya tidur 4 jam masih bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan sadar dengan apa yang dikatakannya.  Masalahnya terletak pada, ketika sesorang kurang tidur ia tidak memiliki kemampuan otak  untuk mengarahkan fokus setelah mereka kehilangan perhatian. Bahkan lebih buruknya lagi, orang kurang tidur tidak sadar akan penurunan dalam kinerjanya. “Orang kurang tidur mungkin tidak tahu pekerjaannya terganggu. Pada periode untuk menormalkan fungsi otak, mereka hanya bisa memberikan rasa aman palsu pada kompetensi dan keamanan. Pada kenyataannya, inkonsistensi otak bisa memiliki konsekuensi yang membahayakan,” ujar Saper. Mitos tidur 8-9 jam ini memang sudah menyebar luas. Namun, secara ilmiah mitos ini tidak pernah dibuktikan. Dalam penelitian Kripke, ia menemukan bahwa “orang yang tidur antara 6,5 jam dan 7,5 jam setiap malam memiliki umur yang paling lama, lebih bahagia dan paling produktif. Menariknya lagi, ternyata tidur lebih lama dari 7,5 jam justru akan berdampak kurang baik bagi kesehatan”. Demikian info, bagimu yang terlalu sering begadang, atau terlalu banyak tidur informasi berikut mungkin dapat membantumu mengatur waktu tidur yang efektif. Jangan keseringan ngebo ya ;P Baca juga : Laba-Laba Bermukim di Perut Dylan selama Tiga Hari   Sumber: Info Kesehatan
 30 Apr 2015    18:00 WIB
Brain Up! Cara Unik & Mudah Pertajam Daya Ingat
Lupa tentang hal-hal kecil seperti pembahasan meeting di kantor, tempat menaruh kunci mobil atau lupa mematikan TV ketika meninggalkan rumah memang mengesalkan dan bisa menghambat aktivitasmu. Lupa terhadap persoalan sederhana tersebut, berarti ada sedikit masalah dalam kemampuan otak yang disebut 'working memory'. Tapi tak perlu khawatir, mari pertajam daya ingat dengan empat cara unik ini: CORET-CORET KERTAS Duduk lama ketika mengikuti meeting atau mengikuti kelas kuliah, seringkali ada saja penjelasan dari rekan kerja atau dosen yang terlupakan. Sebab ketika duduk terlalu lama tanpa ada sesuatu yang dikerjakan, sejumlah kemampuan memori di otak akan mati. Atasi dengan mencorat-coret gambar atau tulisan di kertas. Menulis secara random saat telinga mendengar dapat mencegah memori hilang lho.   RAJIN MEMBACA Membaca adalah 'olahraga' terbaik bagi otak, karena bisa meregangkan otot-otot memori untuk mengingat kembali informasi dari halaman dan bab sebelumnya. Otak akan mengantisipasi informasi yang datang berikutnya, menafsirkan kata-kata, kalimat dan ide selagi membaca. Tingkatkan kemampuan mengingat dengan membaca buku-buku baru dari penulis dengan gaya penulisan yang berbeda.   MASAK TANPA RESEP Baca buku resep, ingat-ingat, lalu masak tanpa melihat lagi resep. Cara ini akan 'memaksa'mu untuk mengingat bahan-bahan dan langkah-langkahnya, sekaligus menerapkannya dalam tindakan fisik. Aktivitas multi-tasking sederhana yang sangat bagus untuk melatih kemampuan mengingat.   HIRUP ROSEMARY Rosemary memiliki aroma yang merangsang produksi acetylcholine, hormon yang berperan penting dalam menjaga pikiran tetap fokus. Teteskan sedikit minyak esensial rosemary di sapu tangan atau tisue, dan hirup aromanya. Baca Juga: Mau Coba Pakai Kosmetik Dari Saripati Kecoa?     Sumber: Daily
 28 Apr 2015    09:00 WIB
Otak Pria Ternyata Lebih Besar dari Wanita
Otak manusia sebagai organ paling kompleks di alam semesta, karena segala hal yang diciptakan manusia berasal dari otaknya, sehingga dapat dikatakan bahwa otak adalah fitur paling menakjubkan dalam tubuh. Otak sebagai pusat komando sistem saraf dan  melayani manusia dengan kemampuan fisik dan kognitif. Ketahui berbafai fakta menarik tentang itak ini: SEL OTAK BEREGENERASI Pada awalnya orang-orang beranggapan, bahwa sel otak tidak beregenerasi. Tapi, selama satu dekade belakangan, diketahui bahwa sel otak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Baca Juga: Orang yang Sedang Jatuh Cinta Semakin Sehat Jasmani dan Rohaninnya OTAK MENGKONSUMSI SEBAGIAN BESAR ENERGI TUBUH Walaupun hanya memiliki berat sebesar 2% dari semua berat badan, otak membutuhkan 15% dari keluaran jantung dan 20% dari total asupan oksigen ke dalam tubuh. Lebih menarik lagi, sejumlah besar oksigen ini masih dibutuhkan ketika otak berisitirahat, dan masih belum diketahui juga jawaban atas pertanyaan, mengapa kebutuhan ini tetap ada. OTAK TIDAK MERASA SAKIT Mengapa orang bisa operasi otak tanpa dibius? Otak tidak memiliki reseptor sakit, sehingga tidak dapat merasakan sakit sama sekali! Sakit kepala bukan karena adanya rangsangan terhadap reseptor di otak, tapi di selaput otak, yang disebut durameter. Durameter inilah yang merasakan sakit pada saat kita pusing. OTAK TELAH TUMBUH SEMPRURNA SEJAK BERUSIA 7 TAHUN Otak ternyata telah tumbuh sebanyak 95% dari ukuran penuhnya ketika kita berusia 7 tahun. Perkembangan ini mungkin menjawab pertanyaan mengapa energi yang masuk ke otak pada saat usia 2 tahun telah membutuhkan energi sebesar otak orang dewasa. OTAK PRIA LEBIH BESAR DARI OTAK WANITA Otak pria lebih besar daripada otak wanita. Tapi, bukan berarti bahwa ada keuntungan tertentu bagi mereka yang punya otak lebih besar. Perbedaan ini muncul malah karena perkembangan tertentu di daerah tertentu, misalnya wanita punya hippocampus yang lebih besar, yang ada kaitannya dengan bau dan ingatan.     Sumber: Dokter Sehat
 23 Apr 2015    09:00 WIB
Hindari Stress! FYI Stress Membuat Kita Menjadi Pelupa
Orang yang kerap stres dan emosional mengalami kemunduran daya ingat atau dimensia. Tahukah Kamu Ternyata berpikiran positif tak hanya membuat hari-hari kita jadi lebih indah. Tapi juga menstimulus otak untuk mengolah informasi lebih baik, sehingga dalam jangka panjang otak akan selalu dalam kondisi fit.   Penelitian yang dilakukan pada 2007 menemukan bahwa responden yang selalu mengelilingi dirinya dengan energi positif mampu menekan risiko kemunduran fungsi kognitif otak hingga 60 persen. Sementara responden yang kerap stres dan emosional mengalami kemunduran daya ingat atau dimensia.   Thomas Crook, PhD, ahli pencegahan gangguan memori ini bercerita, setiap orang pasti memiliki peristiwa-peristiwa yang menguras emosi. Mulai dari kegagalan, kekecewaan, atau bahkan penghianatan. Ini adalah sumber-sumber stres emosi yang bisa mempengaruhi kerja otak.   “Kita boleh saja bersedih, namun reaksi kita untuk kembali optimis dan semangat adalah reward bagi otak sehingga fungsi kerjanya tak menurun,” paparnya. Crook mengajak kita untuk sesegera mungkin mengeluarkan stres emosional dari dalam kepala. Proses tersebut menurut Crook akan membuat otak kita memutar memori-memori yang dapat mengembalikan semangat. Oleh tubuh akan diartikan dengan mengeluarkan hormon endorfin untuk memberikan sensasi rasa bahagia dalam diri. Baca Juga: Hindari Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan ini   Itu mengapa para ahli saraf percaya, kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan stres adalah cara untuk melindungi jaringan-jaringan otak. Sebab emosi adalah pemicu bagi banyak area di dalam otak, mulai dari memori, kemampuan berpikir logis, hingga kemampuan berekspresi.   Jadi setiap kali stres menghadang, cobalah untuk berpikir positif agar otak pengendali emosi kita dapat memprogram ulang mood positif. Dengan begitu, kita bisa mengembalikan kesadaran fungsi otak akibat respons tubuh yang bekerja kembali normal. Ingat, jika tetap ingin otak bekerja maksimal, jangan mau lama-lama menyimpan emosi negatif dalam diri.   Sumber: Health & Care