Your browser does not support JavaScript!
 26 May 2018    08:00 WIB
Ini Dia Gerakan Ekstrim yang Justru Bantu Atasi Osteoporosis!
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa melompat sering menyebabkan terjadinya nyeri lutut, akan tetapi sebuah penelitian baru justru menemukan hal yang sebaliknya. Para peneliti menemukan bahwa melompat justru dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis (tulang menjadi rapuh karena penurunan kepadatan tulang) dan memperlambat perkembangan radang sendi atau osteoartritis pada wanita lanjut usia. Seperti telah Anda ketahui, wanita berusia lanjut memang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami osteoartritis dan osteoporosis. Osteoartritis sendiri merupakan suatu gangguan sendi yang paling sering dialami oleh para wanita lanjut usia.   Baca juga: Penyakit Radang Sendi Dapat Merusak Ginjal   Berolahraga, terutama olahraga high-impact diduga dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya osteoporosis, tetapi sayangnya berbahaya bagi seorang penderita osteoartritis. Untuk mengetahui benar tidaknya hal ini, para ahli pun melakukan sebuah penelitian. Untuk penelitian ini, para ahli merekrut sekitar 80 orang wanita yang berusia antara 50-65 tahun yang telah didiagnosa menderita osteoartritis ringan dan nyeri lutut. Peserta penelitian ini kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok training dan kelompok kontrol. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian di kelompok training untuk melakukan olahraga high-impact di bawah pengawasan mereka sebanyak 3 kali seminggu selama 12 bulan. Sementara itu, peneliti meminta para peserta penelitian di kelompok kontrol untuk melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa olahraga high-impact yang dilakukan oleh para peserta penelitian di kelompok training tidak menyebabkan mereka mengalami nyeri atau kekakuan lutut, mereka justru menyukainya. Para peneliti juga melakukan pemeriksaan MRI pada peserta penelitian di kelompok training dann menemukan bahwa olahraga high-impact yang mereka lakukan justru memperbaiki kualitas tulang rawan mereka, terutama di daerah lutut. Selain itu, olahraga high-impact yang mereka lakukan tampaknya juga dapat memperlambat perkembangan osteoartritis dan juga membantu mencegah pengeroposan tulang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: newmax
 18 Jun 2017    12:00 WIB
Tes Kepadatan Tulang Pada Osteoporosis
Pernahkan Anda bertanya-tanya kapan saatnya melakukan tes kepadatan tulang (bone density test)? Tes kepadatan tulang (juga dikenal sebagai bone density test, bone mineral density test atau bone scan) mengevaluasi kekuatan tulang dengan mengukur sebagian kecil dari satu atau beberapa tulang. Dengan mengetahui kepadatan tulang dapat membantu dokter Anda untuk merekomendasikan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan untuk osteoporosis, jika diperlukan, untuk mencegah patah tulang atau tulang rapuh. Siapa saja yang memerlukan tes kepadatan tulang? Menurut panduan dari National Osteoporosis Foundation, mereka yang memerlukan tes kepadatan tulang adalah: Wanita yang telah memasuki masa menopause dibawah usia 65 tahun Wanita usia 65 tahun keatas Wanita menopause yang mengalami patah tulang, walaupun tidak diharuskan karena pengobatan tetap akan dilakukan walaupun tidak dilakukan tes kepadatan tulang. Wanita dengan kondisi medis yang dihubungkan dengan osteoporosis. Wanita yang harus mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menggangu kepadatan tulang. Pria usia 70 tahun Pria usia 50-69 tahun yang memiliki faktor resiko osteoporosis. Apakah pihak asuransi bersedia membiayai tes kepadatan tulang? Saat ini banyak pihak asuransi yang bersedia membiayai tes kepadatan tulang sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan, tetapi ada baiknya Anda memeriksakan kembali kepada pihak asuransi yang Anda gunakan. Kebanyakan asuransi akan bersedia membayar untuk tes ini jika Anda memiliki faktor resiko seperti: Patah tulang Wanita menopause Wanita menopause dan tidak menjalani terapi esterogen Mengkonsumsi obat-obatan yang akan menyebabkan kerapuhan tulang Ada berapa tipe tes kepadatan tulang yang saat ini tersedia? Saat ini terdapat berbagai macam mesin yang dipakai untuk mengukur kepadatan tulang. Mesin "Central" mengukur kepadatan tulang di pinggul, tulang belakang dan keseluruhan tubuh. Mesin "peripheral" akan mengukur kepadatan tulang di jari, pergelangan tangan,tulang kering, tempurung lutut, dan tumit. Berikut adalah jenis-jenis mesin pengukur kepadatan tulang yang saat ini tersedia: DXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di tulang belakang, pinggul dan keseluruhan tubuh pDXA (Peripheral Dual Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan dan tumit SXA (single Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan dan tumit QUS (Quantitative Ultrasound) menggunakan gelombang suara untuk mengukur kepadatan tulang di tumit QCT (Quantitative Computed Tomography) bisanya digunakan untuk mengukur kepadatan tulang di tulang belakang, tetapi bisa juga digunakan untuk jenis tulang yang lain pQCT (Peripheral Quantitative Computed Tomography) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan RA (Radiographic Absorptiometry) menggunakan X-ray untuk mengukur kepadatan tulang di tangan Apakah tes kepadatan tulang dapat digunakan untuk memantau pengobatan osteoporosis? The American Medical Association dan beberapa organisasi kesehatan terkenal lainnya telah menentukan jika tes kepadatan tulang berulang (DXA scans) tidak perlu dilakukan untuk memonitor perkembangan pengobatan osteoporosis pada 3 tahun pertama atau jika merupakan tindakan pencehagan. Kepadatan tulang berubah dengan lambat pada saat pengobatan sehingga kemungkinan akan sulit dideteksi oleh mesin. Para ahli berpendapat scan ulangan tidak akan dapat membedakan antara peningkatan sesungguhnya ang terjadi pada pengobatan dengan variasi pada pengukuran mesin tersebut. Tetapi beberapa organisasi seperti the National Osteoporosis Foundation tetap menyarankan pemeriksaan ulangan setiap durasi 1-2 tahun selama pengobatan. Tanyakan kepada penyedia kesehatan Anda mana yang terbaik untuk Anda.   Sumber: webmd  
 08 Jul 2016    12:00 WIB
Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis
Minuman BersodaBanyak minuman bersoda mengandung asam fosfat yang dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui air kemih. Selain itu, hampir semua minuman bersoda tidak mengandung atau hanya sedikit mengandung kalsium. Kedua hal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita. Bukan berarti anda sama sekali tidak dapat mengkonsumsi minuman bersoda. Anda tetap dapat mengkonsumsinya sekali-sekali dan dalam jumlah yang terbatas (tidak lebih dari satu kaleng atau satu gelas). Untuk mencegah terjadinya osteoporosis, gantilah minuman bersoda anda dengan berbagai jenis minuman di bawah ini, yaitu:•    Jus jeruk yang telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D•    Campuran antara yogurt tanpa lemak dan buah (smoothie)•    Susu rendah atau bebas lemakKafeinKafein dapat meluruhkan kalsium dari dalam tulang anda dan membuat tulang anda menjadi lemah. Anda akan kehilangan 6 mg kalsium untuk setiap 100 mg kafein yang anda konsumsi. Kopi merupakan sumber utama kafein. Beberapa minuman bersoda pun mengandung kafein. Walaupun teh juga mengandung kafein, sebuah penelitian menemukan bahwa kandungan kafein di dalam teh ini tidak membahayakan. Para peneliti menduga bahwa teh mengandung suatu zat yang dapat melindungi tulang anda. Batasilah konsumsi kafein anda hanya hingga 300 mg setiap harinya dan konsumsilah cukup kalsium setiap harinya untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi konsumsi kafein anda, yaitu:•    Campurlah kopi anda, setengah mengandung kafein dan setengahnya lagi tidak•    Hindari minuman yang mengandung banyak kafein•    Konsumsilah teh yang tidak mengandung kafein•    Konsumsilah kopi susu bebas kafein Bila diperlukan, anda dapat mengkonsumsi suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen atau obat-obatan apapun.Sumber: webmd
 08 Mar 2016    12:00 WIB
7 Jenis "Penyakit Wanita" yang Harus Diwaspadai Pria
Karena adanya variari genetik, anatomi dan tingkat hormon, beberapa penyakit yang biasanya menyerang wanita dapat juga terjadi pada pria dan sebaliknya. Bagaimanapun juga, dengan berpikir ‘penyakit wanita" hanya akan menyerang wanita dapat sangat berbahaya untuk pria. Berikut adalah penyakit-penyakit yang tergolong "penyakit wanita" tetapi juga dapat menyerang pria. Jika Anda mengalami gejala-gejalanya, segera hubungi dokter untuk mendapat pengobatan. 1.  OsteoporosisSaat osteoporosis menyerang, terjadi penurunan kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan rentan untuk patah. 1 dari 3 wanita memiliki resiko terkena osteoporosis, sedangkan pria juga dapat terkena osteoporosis, bahkan 1 dari 5 pria terancam terkena osteoporosis.. wanita menopause sangat rentan terkena osteoporosis, begitu juga pria yang berusia 65-70 tahun akan  memiliki resiko yag sama Masalah ginjal, dan tiroid, kekurangan vitamin D, penggunaan steroid dalam jangka waktu yang lama, pengobatan kanker dan penggunaan obat anti kejang dapat meningkatkan resiko osteoporosis. Walaupun Anda tidak memiliki gejala-gejalanya, jangan ragu untuk meminta test kepadatan tulang kepada dokter Anda.   2.  Kanker payudaraWanita lebih sering terkena kanker payudara dibandingkan pria karena wanita memiliki jaringan payudara lebih banyak dibandingkan pria. Tetapi sebanyak 1% dari kanker payudara terjadi pada pria. Penelitian menunjukkan semakin banyak kasus kanker payudara yang terjadi pada pria sehingga pria harus lebih waspada terhadap tanda-tandanya untuk mencegah perkembangan lebih lanjut. Karena kurangnya kewaspadaan pada pria menyebabkan pria kurang dapat bertahan dibandingkan wanita saat diagnosa berhasil ditegakkan. Perhatikanlah jika timbulnya benjolan atau munculnya kelainan pada kulit di dada Anda.   3.  Masalah tiroidTiroid adalah kelenjar yang terdapat pada leher bagian bawah dan memproduksi hormon yang mengontrol metabolisme. Jika terlalu banyak tiroid yang dihasilkan dinamakan hipertiroid. Gejala-gejalanya adalah: •    Kelelahan•    peningkatan berat badan•    pelupa•    kulit kering•    rambut kering•    kelemahan otot•    gangguan tidur   4.  Gangguan makanSaat pria mulai merasakan tekanan untuk tampil kurus dan terlihat menarik, maka ia akan rentan terkena gangguan makan. Sebanyak 10-15% penderita anorexia atau bulimia adalah pria. Komplikasi yang mungkin timbul pada pria adalah masalah jantung, kerapuhan tulang, kegagalan organ bahkan kematian.   5.  Infeksi saluran kencing Infeksi saluran kencing lebih banyak terjadi pada wanita, tetapi pria juga mungkin terkena, teritama pria dengan pembesaran kelenjar prostat, batu ginjal dan pemendekan saluran kemih yang tidak normal. Gejala-gejala yang mungkin timbul: •    sering buang air kecil•    urin kemerahan atau urin berdarah•    tidak dapat menahan berkemih•    sensasi terbakar saat berkemih•    terkadang disertai demam ringan   6.  Depresi Wanita memiliki resiko 2 kali lebih besar dibanding pria, tetapi mungkin karena gejala yang dihasilkan pria dan wanita berbeda. Saat wanita merasa sedih mereka akan menagis lebih sering, sedangkan pria akan menunjukkan kemarahan, frustasi. Pris cenderung beralih ke obat-obatan terlarang dan alkohol, ataupun perilaku berbahaya lainnya. Pria juga memiliki kecenderungan bunuh diri lebih tinggi dibandingkan wanita.   7.  LupusSekitar 90% penderita lupus adalah wanita, tetapi penyakit autoimun ini juga dapat menyerang pria. Gejala-gejalanya mencakup: •    pembengkakan dan nyeri sendi•    kelemahan otot•    kelelahan yang luar biasa•    demam yang tidak dapat dijelaskan•    kerontokan rambut•    kaki membengkak•    luka-luka di mulut•    pembengkakan kelenjar •    ruam berbentuk kupu-kupu yang muncul di pipi.Jika tanda-tanda ini muncul maka Anda harus segera menghubungi dokter   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: foxnews
 22 Nov 2015    12:00 WIB
Osteoporosis Pada Pria
Ternyata osteoporosis tidak hanya mengenai wanita, pria pun dapat mengalaminya. Sekitar 20% penderita osteoporosis adalah pria. Osteoporosis merupakan suatu keadaan di mana tulang menipis sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah mengalami patah tulang.   Mengapa Resiko Osteoporosis Lebih Rendah Pada Pria? Karena sebagian besar pria memiliki aktivitas fisik yang lebih aktif daripada wanita, maka resiko osteoporosis pun menjadi lebih rendah karena penipisan tulang dan penurunan kepadatan tulang dapat dicegah dengan olahraga atau tetap aktif.   Beberapa Penyebab Osteoporosis Pada Pria Defisiensi Testosteron Penyebab paling sering dari osteoporosis adalah defisiensi (kekurangan) hormon testosteron. Perubahan testosteron menjadi estrogen pada pria pun memiliki peranan terhadap kepadatan tulang anda. Kekurangan enzim yang diperlukan untuk mengubah testosteron menjadi estrogen juga menyebabkan penderitanya mengalami osteoporosis. Rendahnya Kadar Kalsium dan Vitamin D Tulang terus terbentuk seumur hidup anda atau disebut juga dengan remodeling tulang, di mana kematian satu sel tulang akan digantikan oleh satu sel tulang baru. Untuk membentuk tulang baru ini, tubuh anda memerlukan banyak kalsium dan vitamin D. Kurang Olahraga Saat otot-otot menarik tulang, maka tulang akan meresponnya dengan membentuk sel tulang baru. Oleh karena itu, bila anda tidak berolahraga, maka otot dan tulang anda pun akan melemah. Berjalan atau jogging dapat meningkatkan kepadatan tulang panggul anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang dapat menyebabkan penipisan tulang adalah: Kortikosteroid yang digunakan sebagai obat anti peradangan yang juga dapat menurunkan reaksi sistem kekebalan tubuh anda seperti kortison, hidrokortison, glukokortikoid, dan prednison. Sebuah penelitian menemukan bahwa dosis prednison lebih dari 7.5 mg per hari dapat menghentikan pertumbuhan sel tulang baru dan mempercepat penipisan tulang Obat kanker prostat yaitu obat agonis GnRH dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan resiko patah tulang Obat anti kejang yang digunakan dalam waktu lama dan dosis tinggi dapat menyebabkan penipisan tulang, terutama bila anda juga tidak mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D Gangguan Kesehatan Lainnya Beberapa jenis gangguan kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan penurunan massa tulang (penipisan tulang) adalah fibrosis kistik, diabetes, artritis reumatoid, gangguan pencernaan, dan gangguan pembekuan darah. Bila anda memiliki penyakit kronik, walaupun anda teratur mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasinya, perhatikanlah diet anda (tinggi kalsium dan vitamin D) untuk menjaga kesehatan tulang anda. Merokok Perokok memiliki resiko patah tulang panggul yang lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok (hingga 55%). Selain itu, merokok juga dapat menurunkan kepadatan tulang anda. Nikotin bersifat racun bagi sel-sel tulang.   Tips Mengatasi Osteoporosis Terdapat 2 perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan tulang anda, sebelum maupun setelah anda mengalami osteoporosis. Olahraga Teratur Olahraga dapat menjaga kesehatan tulang anda, terutama kepadatan tulang anda. Bila anda banyak mengikuti kegiatan olahraga di masa muda anda, maka hal ini akan sangat membantu anda di kemudian hari. Berbagai jenis olahraga yang baik bagi kepadatan tulang anda adalah setiap olahraga yang menyebabkan kaki anda harus bertumbukkan dengan bumi, seperti jogging, basket, berjalan cepat, lompat tali, tenis, dan lain sebaginya. Berolahragalah selama setidaknya 30 menit setiap harinya atau setidaknya 5 hari dalam seminggu. Olahraga angkat beban selama setidaknya 2 kali seminggu juga dapat membantu. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D Anda Bila anda telah memiliki gejala-gejala penipisan tulang, maka disarankan agar anda mengkonsumsi 1.000 mg kalsium setiap harinya bila anda berusia 19-50 tahun, dan 1.200 mg kalsium setiap harinya bila anda berusia lebih dari 50 tahun. Selain itu, perhatikan juga konsumsi vitamin D anda. Setiap orang dewasa membutuhkan setidaknya 400 IU vitamin D setiap harinya. Bila anda telah mengalami osteoporosis, maka anda membutuhkan setidaknya 800 IU vitamin D setiap harinya. Bila anda tinggal di dataran tinggi dan jarang terkena matahari serta telah mengalami osteoporosis maka konsumsilah 1.200 IU vitamin D setiap harinya.   Sumber: webmd  
 20 Oct 2015    16:00 WIB
Mitos Tentang Osteoporosis
Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang lemah dan keropos. Osteoporosis sudah menjadi masalah serius yang menyerang banyak orang setiap tahunnya, terutama mereka yang berusia 50 tahun. Ada banyak mitos yang beredar seputar osteoporosis, manakah yang benar? Bagian dari proses penuaanOsteoporosis dan patah tulang mungkin lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, dan kejadian ini tidak bisa dihindari. "Padahal ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah patah tulang," kata Sellmeyer, yang mengepalai  Johns Hopkins Metabolic Bone Center di Baltimore, Maryland. Atas tiga pilihan kesehatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya yaitu: mencukupkan kebutuhan  kalsium, vitamin D, dan olahraga. Hanya wanita yang bisa mengidapnyaYa dan tidak. Memang benar lebih banyak wanita ditemukan mengidap osteoporosis, tetapi bukan berarti tidak ada pria yang terkena osteoporosis. Bahkan kenyataannya satu dari lima pria berusia diatas 50 tahun di Amerika menderita osteoporosis. Dan bahkan menurut penelitian pria usia muda lebih mungkin mengalami patah tulang dibanding wanita. Tidak perlu khawatir sampai nanti usia tuaSekitar 90% masaa tulang berhenti berkembang pada usia 18 di wanita dan 20 tahun di pria menurut NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center. Usia tersebut bukanlah waktu dimana seseorang memikirkan mengenai resiko patah tulang karena faktor menopause. Padahal tidak pernah ada kata terlambat untuk terus mengembangkan kepadatan tulang di usia berapapun. Bahaya yang mungkin terjadi adalah patah tulangOsteoporosis merupakan kondisi yang serius. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang pinggul dan sebanyak 25% diantaranya meninggal setelah mengelami patah tulang panggul. Mengapa? Karena operasi pergantian tulang panggul dapat menyebabkan aritmia, konplikasi anestesi, pneumonia dan serangan jantung. Patah tulang hanya terjadi saat terjatuhKebanyakan orang mengalami patah tulang setelah terjatuh, tetapi terkadang tulang yang rapuh dapat dengan mudah mengalami patah. Ada banyak orang yang mengalami patah tulang secara spontan.Anda dapat merasakan tulang Anda semakin melemah Sayangnya hal ini tidaklah benar. Anda tidak akan tahu tulang Anda bermasalah sampai ANda mengalami patah tulang. Anda tidak akan merasakan tulang Anda melemah karena menurunnya kepadatan tulang.Sumber: healthline
 20 Oct 2015    09:00 WIB
Pencegahan Osteoporosis
Setelah usia 30 tahun, tulang akan menipis yang merupakan proses natural yang tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Apakah Anda akan mengalami osteoporosis tidak hanya tergantung dari kepadatan tulang Anda sebelumnya, tetapi juga bergantung pada kesehatan, pola diet dan aktivitas fisik selanjutnya. Semakin tebal tulang Anda, semakin kecil kemungkinannya untuk patah. Wanita muda harus sepenuhnya waspada mengenai bahaya osteoporosis danmengambil langkah awal untuk memperlambat proses dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Terdapat banyak aktifitas selama masa pra-remaja dan remaja yang dapat meningkatkan masa tulang dan mengurangi resiko terjadinya osteoporosis di masa dewasa. Jika pola diet Anda cukup memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dan melakukan olahraga secara teratur dan melanjutkan kebiasaan hidup sehat, Anda dapat memperlambat atau menghindari proses osteoporosis. Pola diet yang kaya nutrisi, mencakup kalsium dan vitamin D yang cukup. Keduanya diperlukan untuk membentuk tulang yang sehat dan kuat. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium di tulang dan memingkatan kekuatan otot. Pada beberapa studi membuktikan asupan vitamin D dapat mencegah terjadinya patah tulang. Vitamin D bisa Anda peroleh di susu, supplemen tambahan kalsium dan supplemen multivitamin lainnya. Olahraga teratur seperti berjalan, jogging, naik tangga, menari atau angkat beban dapat membuat tulang lebih sehat karena gerakannya yang membuat otot dan tulang melawan gravitasi. Jangan minum alkohol. Berhenti merokok Home treatment untuk osteoporosis Pada orang dewasa dengan osteoporosis perlu untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk memperlambat proses pengeroposan tulang. Selain obat-obatan, hal-hal berikut dapat membantu Anda memperlambat proses pengeroposan tulang: Mendapat cukup kalsium dan vitamin D Mendapat cukup vitamin D diikuti kalsium adalah salah satu langkah penting dalam pencegahan atau mengurangi efek dari osteoporosis. Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium. Kalsiun dapat dengan mudah didapatkan melalui banyak makanan, misalnya produk susu seperti susu dan yoghurt. Jika Anda piker Anda tidak mendapat cukup kalsium pada diet Anda, konsultasikanlah ke dokter Anda apakah Anda perlu mendapat supplemen kalsium Olahraga Penelitian terbaru membuktikan bahwa latihan menahan beban (misalnya berjalan, berlari, naik tangga, menari atau angkat beban), aerobic dan latihan resistensi (mengguanakan beban untuk memperkuat otot) sangat efektif untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang, terutama pada di tulang belakang wanita menopause juga mencegah patah tulang pinggul pada orang tua. Pola makan sehat Batasi asupan alkohol Alkohol dapat menyebabkan kehancuran formasi pembentukan tulang dan juga dapat menyebabkan terjatuh Berhenti merokok Jika Anda harus mengkonsumsi suplemen kalsium, para ahli merekomendasikan Anda agar memilih suplemen kalsium dengan merk yang sudah terkenal dan terbukti khasiatnya.   Sumber: webmd
 11 Oct 2015    20:00 WIB
Osteoporosis dan Penuaan
Osteoporosis merupakan suatu penyakit di mana terjadi penurunan kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Osteoporosis dapat menyerang siapa saja dan usia berapa pun, mulai dari dewasa muda sampai pada orang lanjut usia dapat terkena. Resiko osteoporosis meningkat akibat beberapa hal di bawah ini, yaitu: Menopause dini dan tidak mendapatkan terapi sulih hormon Adanya keluarga yang menderita osteoporosis atau pernah mengalami patah tulang panggul Adanya riwayat gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia nervosa atau berat badan terlalu rendah Terapi hormon pada penderita kanker prostat Orang lanjut usia Adanya riwayat patah tulang Menderita penyakit tertentu, misalnya artritis reumatoid atau gangguan pencernaan Merokok Penggunaan steroid jangka panjang, misalnya untuk pengobatan asma Konsumsi alkohol berlebihan Bila dokter anda mencurigai adanya penurunan kepadatan tulang yang mengakibatkan patah tulang, maka dokter anda dapat menyarankan agar anda melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Salah satu cara mengetahui kepadatan tulang anda adalah melalui pemeriksaan foto rontgen, biasanya dilakukan pemeriksaan foto rontgen tulang panggul. Beberapa keadaan yang membuat anda sebaiknya memeriksa kepadatan tulang anda adalah: Wanita berusia 65 tahun atau lebih Wanita usia muda yang memiliki resiko osteoporosis Pria berusia 70 tahun atau lebih Pria muda yang memiliki resiko osteoporosis Osteoporosis merupakan tanda penuaan tetapi bukan merupakan hal yang harus selalu dan normal terjadi pada proses penuaan seperti memutihnya rambut anda. Osteoporosis dapat dicegah dengan mengkonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup, serta gaya hidup sehat. Yang termasuk gaya hidup sehat adalah olahraga teratur, tidur yang cukup, diet sehat rendah lemak, berhenti merokok, dan tidak atau kurangi konsumsi alkohol anda menjadi 1 gelas per hari. Satu hal lainnya yang juga perlu dilakukan adalah memeriksa kepadatan tulang anda setidaknya satu kali dapat membantu dokter mendiagnosa osteoporosis sedini mungkin dan dengan demikian anda dapat memperoleh penanganan secepatnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 15 Sep 2015    09:00 WIB
OMG! Kopi Ternyata Berbahaya Lho Bagi Wanita
Kopi memang terasa nikmat dan memiliki bau harum yang sangat menggoda bagi para pecinta kopi, akan tetapi tahukah Anda bahwa bagi seorang wanita, terlalu banyak mengkonsumsi kopi ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatannya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh kopi pada tubuh seorang wanita.   Baca juga: 6 Tanda Bahwa Anda Terobsesi Oleh Kopi   KECANDUAN Percaya atau tidak, kopi memang dapat menyebabkan kecanduan! Kecanduan pada kopi bukan berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 20 gelas kopi setiap hari. Kecanduan kopi berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 1 gelas kopi setiap harinya. Penderita kecanduan kopi berat biasanya tampak gelisah, berkeringat dingin, mudah marah, dan mengalami gemetar pada tangannya hingga mereka mengkonsumsi kopi.   INSOMNIA Anda tentunya telah mengetahui bahwa mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat mengganggu tidur malam Anda, terutama bila Anda meminum kopi di sore atau malam hari. Anda tidak merasakan efek tersebut? Hal ini bukan dikarenakan tubuh Anda berbeda, tetapi justru karena tubuh Anda sudah kebal terhadap kopi karena Anda telah mengkonsumsi terlalu banyak kopi.   TEKANAN DARAH TINGGI Kafein dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Efek ini biasanya hanya bersifat sementara, akan tetapi bila Anda terus mengkonsumsi kopi dalam jumlah besar, maka efek ini pun akan menjadi permanen. Gejala awalnya dapat berupa telinga berdengung dan nyeri kepala. Segera ganti kopi Anda menjadi kopi dekaf bila Anda mulai merasakan kedua gejala tersebut.   DISLIPIDEMIA Sering mengkonsumsi kopi yang tidak disaring dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan juga trigliserida Anda. Bila keadaan ini terus berlangsung, maka kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi ini akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.   Jadi, secara umum, kopi dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung. Oleh karena itu, bagi Anda yang memang telah memiliki gangguan jantung dianjurkan untuk menghindari atau setidaknya membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi.   DEHIDRASI Tahukah Anda bahwa untuk setiap 1 gelas kopi yang Anda minum, Anda pun membutuhkan 2 gelas air putih untuk mengkompensasi cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh Anda karena efek kafein di dalam kopi tersebut? Bila kebutuhan cairan tersebut tidak tercukupi, maka tubuh Anda pun akan mengalami dehidrasi, yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala dan mual.   SELULIT Walaupun berbagai jenis obat anti selulit mengandung kopi, akan tetapi mengkonsumsi kopi justru dapat meningkatkan resiko terjadinya selulit. Hal ini dikarenakan kafein yang terdapat di dalam kopi dapat membuat Anda mengalami dehidrasi dan membuat tubuh menahan cairan yang dimilikinya sebagai kompensasi terhadap dehidrasi yang sedang terjadi. Dan menahan cairan merupakan salah satu hal yang paling sering menyebabkan terjadinya selulit   GASRITIS Gastritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sakit maag adalah suatu kondisi di mana dinding dalam lambung mengalami peradangan. Penyebabnya beragam, namun kondisinya dapat diperparah dengan asupan kafein yang berasal dari kopi hitam, teh hijau, minuman bersoda, cokelat, atau makanan yang memicu produksi asam lambung secara berlebihan seperti makanan pedas dan asam.   KEMANDULAN Konsumsi kafein secara berlebihan dapat mempengaruhi kondisi alat reproduksi seorang wanita, yaitu dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran telur (tuba falopi) dan memicu terjadinya endometriosis (adanya jaringan rahim di luar rahim). Kedua hal ini dapat menyebabkan seorang wanita menjadi kurang subur atau bahkan mandul, yang tentu saja membuat wanita tersebut sulit atau bahkan tidak dapat hamil. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang berencana untuk memiliki momongan dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi kafein Anda.   OSTEOPOROSIS Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat penurunan kepadatan tulang, yang memang lebih sering terjadi pada seorang wanita, terutama pada mereka yang telah memasuki masa menopause.   Selain karena pengaruh hormon, berkurangnya kepadatan tulang ini ternyata juga dapat dipicu oleh konsumsi kopi yang berlebihan (lebih dari 3 gelas sehari). Hal ini dikarenakan kafein di dalam tubuh dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang, sehingga kepadatan tulang pun akan menurun. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami pengeroposan tulang ini adalah tulang punggung, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan pinggang.   PMS Para ahli menemukan bahwa seorang wanita yang sering mengalami PMS akan mengalami gejala yang lebih berat lagi bila ia mengkonsumsi kopi. Hal ini juga berlaku bila wanita tersebut mengkonsumsi coklat. Jadi, bagi Anda yang ingin mengurangi gejala PMS yang Anda alami sebelum menstruasi, hindarilah kedua hal tersebut.   SERANGAN PANIK Karena kafein dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, maka saat kadar kafein di dalam tubuh Anda tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda yang biasanya, Anda pun dapat mengalami serangan panik. Hal ini dikarenakan kafein dapat memicu dimulainya mekanisme “fight” atau “flight” di dalam tubuh Anda.   DEPRESI Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi kafein secara berlebihan ternyata dapat memicu terjadinya gangguan depresi dan membuat mood seorang wanita menjadi buruk. Hal ini dikarenakan kafein dapat mempengaruhi kadar dopamin di dalam tubuh. Dopamin merupakan suatu zat kimia yang diproduksi oleh otak yang berfungsi untuk memperbaiki mood seseorang.   Saat Anda mengkonsumsi kafein secara berlebihan, maka Anda pun akan mengalami suatu reaksi ketergantungan. Hal ini akan membuat Anda merasa tertekan, sedih, dan bahkan depresi bila Anda belum mengkonsumsi kopi karena rendahnya kadar dopamin di dalam tubuh.   Dosis harian kafein yang dianjurkan adalah sekitar 200-300 mg setiap harinya. Hal ini biasanya telah dapat dipenuhi dengan cara mengkonsumsi secangkir kopi atau minuman berkafein lainnya.   Kopi memang memiliki banyak manfaat yang dapat membantu Anda tetap beraktivitas di kala lelah, akan tetapi bukan berarti Anda boleh mengkonsumsinya secara berlebihan. Akan lebih baik bila Anda membatasi jumlah konsumsi kopi Anda menjadi hanya 1 gelas kopi di pagi hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: youqueen
 14 Sep 2015    20:00 WIB
Minum Soda = Minum Bahan Bakar?!
Hobi minum minuman bersoda? Anda mungkin harus berpikir ulang! Selain mengandung banyak gula yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes, minuman bersoda ternyata memiliki efek buruk lainnya seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini.   Mengandung Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa minuman bersoda ternyata mengandung sejenis zat kimia yang juga berfungsi sebagai bahan bakar? BVO atau brominated vegetable oil sebenarnya merupakan suatu zat yang berfungsi untuk membuat plastik tidak mudah terbakar. Negara Eropa dan Jepang telah melarang para pabrik pembuat minuman bersoda untuk memasukkan zat kimia berbahaya tersebut.   Membuat Tulang Menjadi Rapuh Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda ternyata juga berbahaya bagi kesehatan tulang dan gigi Anda? Minuman bersoda dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan membuat gigi menjadi rapuh. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal.   Memperpendek Umur Minuman bersoda, baik yang biasa maupun soda diet tetap mengandung asam fosfor, yang dapat membuat seseorang mengalami kecanduan. Hal inilah yang membuat Anda ingin terus mengkonsumsi minuman bersoda.  Selain dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, asam fosfor di dalam minuman bersoda juga membuat umur tikus percobaan menjadi lebih pendek.   Jadi, bagi Anda para penggemar minuman bersoda, ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan Anda tersebut, terutama bila Anda ingin hidup lama dan sehat!   Baca juga: Konsumsi Minuman Bersoda Membuat Umur Anda Menjadi Lebih Pendek, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost