Your browser does not support JavaScript!
 19 Jul 2019    16:00 WIB
Benarkah Penurunan Berat Badan Menyebabkan Osteoporosis?
Penurunan Berat Badan dan OsteoporosisTahukah anda bahwa penurunan berat badan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis? Para ahli telah mengetahui bahwa seorang wanita yang menderita anoreksia (suatu gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan normal), yang sangat membatasi jumlah asupannya dalam jangka waktu lama, memiliki resiko menderita osteoporosis yang lebih tinggi. Gangguan makan ini mempengaruhi hormon yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Selain itu, kurangnya asupan makanan menyebabkan penderita anoreksia juga mengalami kekurangan berbagai nutrisi penting seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulangnya.Kapan Diet Meningkatkan Resiko Osteoporosis?Cara terbaik untuk melindungi tulang anda saat anda berusaha menurunkan berat badan anda adalah dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan sehat. Bila anda bersikeras untuk melakukan diet ketat karena ingin segera menurunkan berat badan anda dalam waktu singkat, maka pastikan bahwa anda mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D saat melakukannya. Resiko osteoporosis akan meningkat pada orang yang berusaha untuk selalu mempertahankan berat badannya pada batas normal atau bahkan kurang, yaitu bila indeks massa tubuh anda bernilai 18.5 atau kurang. Saat berat badan anda terlalu rendah hingga indeks massa tubuh anda di bawah normal (kurang dari 18), maka kepadatan tulang anda pun akan ikut terpengaruh. Akan tetapi, bukan berarti bahwa orang yang memiliki indeks massa tubuh normal juga memiliki kepadatan tulang yang normal. Banyak orang dengan indeks massa tubuh normal juga memiliki kepadatan tulang yang rendah.Efek Diet Ketat Pada TulangWalaupun anda bukanlah seseorang yang kurus, diet ketat dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan tulang anda. Jika anda hanya mengkonsumsi 800-900 kalori setiap harinya selama 6 bulan atau lebih, maka hal ini akan berdampak buruk bagi tulang anda. Untuk menjaga kesehatan tulang dan jaringan tubuh, anda memerlukan setidaknya 1.200 kalori setiap harinya. Jika jumlah kalori yang anda konsumsi setiap harinya kurang dari 1.200 kalori dan dalam waktu yang cukup lama, maka tulang anda mungkin sudah mengalami kerusakan.Cara Turunkan Berat Badan Tanpa OsteoporosisLakukanlah diet seimbang dan sehat untuk menurunkan berat badan anda. Jangan melakukan diet ketat yang mungkin membuat anda hanya dapat mengkonsumsi buah. Kalaupun anda tetap ingin melakukan diet ketat, perhatikanlah konsumsi kalsium dan vitamin D anda agar tetap mencukupi kebutuhan tulang anda. Apapun jenis diet anda, konsumsilah setidaknya 1.000 mg kalsium dan 400-800 IU vitamin D setiap harinya bila anda berusia di bawah 50 tahun. Jika anda berusia 50 tahun atau lebih, konsumsilah 1.200 mg kalsium dan 800-1.000 IU vitamin D setiap harinya. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung cukup banyak kalsium dan rendah kalori, seperti:•    Susu rendah lemak dan produknya•    Sayuran hijau•    Sereal gandum yang telah diperkaya dengan kalsium•    Jus buah yang diperkaya dengan kalsium•    Suplemen kalsium dan vitamin DSumber: webmd
 21 Mar 2019    18:00 WIB
Berjalan Kaki Mampu Melancarkan Sirkulasi Darah
Mungkin Anda sering disarankan untuk melakukan olahraga, namun tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Untuk itu Anda dapat melakukan olahraga yang mudah, murah dan menyenangkan yaitu berjalan. Berikut manfaat yang Anda dapatkan dari berjalan kaki: Meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh Sehingga berjalan kaki tidak hanya baik untuk Anda namun juga untuk seseorang yang mempunyai penyakit jantung karena dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperkuat otot jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Colorado dan Universitas Tennessee menemukan bahwa wanita yang berjalan kaki sebanyak 1-2 mil dalam sehari dapat menurunkan tekanan darah hampir 11 poin dalam waktu 24 minggu. Wanita yang berjalan kaki selama 30 menit sehari dapat mengurangi risiko stroke sekitar 20-40% tergantung kecepatan mereka berjalan, menurut para peneliti di Universitas Harvard. Berjalan kaki menurunkan risiko patah tulang Penelitian menunjukkan yang dilakukan sebuah rumah sakit di Boston bahwa wanita paska menopause yang berjalan kaki sekitar 30 menit sehari akan mengurangi risiko patah tulang pinggul sebesar 40 persen. Berjalan kaki adalah olahraga yang memperpanjang umur Berdasarkan sebuah penelitian terbaru dari Universitas Kedokteran Michigan mengatakan bahwa orang-orang yang berolahraga sekitar 35 persen mempunyai usia lebih panjang sekitar delapan tahun dibanding rekannya yang tidak melakukan jalan kaki. Berjalan kaki mendukung sendi dan tulang Berjalan kaki juga membantu mencegah terjadinya osteoporosis dan osteoartritis menurut Michael A. Schwartz, MD, seorang dokter ortopedi di New York. Berjalan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda Salah satu manfaat dari berjalan kaki juga mampu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda. Sumber: arthritistoday
 04 Feb 2019    11:00 WIB
Semangkuk Sayur Bayam Mampu Jauhkan Tubuh Dari Osteoporosis
Gejala osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi salah satu hal yang ditakuti oleh setiap orang. Jika tetap juga kita abaikan, bukan tidak mungkin gejala pengeroposan tulang akan menghampirimu. Berikut makanan relatif murah & mudah didapat, yang akan membantu memperkuat tulang: SAYUR BAYAM Inilah salah satu jenis sayuran yang berperan besar menjaga kesehatan tulang. Bayam mengandung sejumlah besar kalsium untuk menutrisi tulang. Dalam satu mangkuk bayam masak terkandung hampir 25% dari kebutuhan kalsium harian. TELUR Telur merupakan salah satu makanan yang dianjurkan untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tulang. Ini dikarenakan, kuning telur mengandung 6%  kebutuhan vitamin D harianmu. BAWANG MERAH & BAWANG PUTIH Kedua bumbu dapur tersebut tidak hanya membuat masakan lebih nikmat. Kandungan zat belerang didalamnya juga ikut membantu menjaga kesehatan tulang. SARDEN Ikan sarden mengandung vitamin D serta kalsium yang membantu menjaga kesehatan tulang dari waktu ke waktu. SUSU Susu mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang mulai dari kalsium, vitamin D, protein, kalium serta fosfor. BUAH-BUAHAN Buah-buahan yang dimaksud yaitu tomat, pepaya, jeruk serta pisang merupakan berbagai makanan yang mengandung potassium yang sangat baik dalam mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang. Demikian beberapa makanan yang dapat menjaga kesehatan Tulang. Semoga bermanfaat! Baca juga: Cegah Osteoporosis Dengan 6 Cara Sumber: Cara Sehat
 25 Jan 2019    18:00 WIB
Waspada! Kurang Gizi Bisa Bikin Anda Menderita Gangguan Kesehatan
Cukup makan atau bahkan makan berlebihan bukan jaminan bahwa anda telah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anda. Anda masih dapat mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) bila anda tidak memilih menu makanan anda dengan baik. Seperti halnya kelebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kekurangan gizi pun dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.   Beberapa jenis gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat malnutrisi dapat anda lihat di bawah ini:1.  Melemahnya Sistem Kekebalan TubuhNutrisi yang tidak adekuat (kurang) dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh anda dan membuat luka sulit menyembuh; terutama pada orang lanjut usia. Mengkonsumsi vitamin A, vitamin B kompleks, dan seng dalam jumlah cukup dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh anda tetap kuat. Walaupun diet sehat dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anda, anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai apakah anda perlu mengkonsumsi suplemen untuk mencegah terjadinya defisiensi nutrisi. 2.  AnemiaAnemia dapat terjadi akibat kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12 dalam diet anda. Anemia dapat menyebabkan penderitanya merasa sangat lelah, pusing, kepala terasa melayang, mudah marah, dan merasa kedinginan. Orang-orang yang beresiko tinggi untuk mengalami anemia adalah orang yang menderita gangguan daerah, wanita yang mengeluarkan banyak darah saat menstruasi, wanita hamil, dan orang yang mengalami kekurangan gizi. Anemia biasanya dapat diatasi dengan pemberian suplemen nutrisi yang anda butuhkan. 3.  Penyakit JantungMenurut sebuah penelitian di tahun 2011, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Dianjurkan agar setiap wanita dan pria yang berusia kurang dari 71 tahun mengkonsumsi setidaknya 15 mcg vitamin D setiap harinya. Sementara itu, orang dewasa yang berusia lebih dari 71 tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 20 mcg vitamin D setiap harinya. 4.  OsteoporosisOsteoporosis atau menurunnya kepadatan tulang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Hal ini terjadi akibat kurangnya konsumsi kalsium atau gangguan penyerapan kalsium di dalam tubuh anda. Orang-orang yang beresiko mengalami osteoporosis adalah wanita paska menopause, wanita yang mengalami gangguan makan (anoreksia), orang yang jarang mengkonsumsi susu dan produk olahannya, dan vegetarian. Sebenarnya anda tidak perlu mengkonsumsi susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anda. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis makanan yang telah diperkaya dengan kalsium dan suplemen kalsium. Sumber: healthyeating.sfgate
 13 Dec 2018    11:00 WIB
Kenali Gejala Osteoporosis
Halo sahabat, kalau mendengar kata Osteoporosis, pasti langsung muncul di benak kita, penyakit ini hanya menyerang para manula, eitsss!!! Belum tentu! maka itu hari ini kita akan membahas detail tentang Osteoporosis. Apa itu osteoporosis? Yang pasti namanya berasal dari bahasa Latin, yang berarti "tulang berpori." Osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak tulang, dan membuat tulang menjadi kecil, atau keduanya. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan mudah pecah atau retak ketika kita jatuh, bahkan ketika kita bersin atau jika mengalami benjolan kecil. Hal ini terjadi dalam kasus Osteoporosis yang sangat parah. Jika dilihat melalui mikroskop, kita bisa lihat bahwa, tulang yang sehat tampak seperti sarang lebah. Ketika osteoporosis terjadi, lubang dan ruang pada tulang yang menyerupai sarang lebah ini jauh lebih besar. Tulang yang mengalami osteoporosis telah kehilangan kepadatan tulang dan mengandung struktur jaringan abnormal. Ketika tulang menjadi kurang padat, tulang jadi melemah dan cenderung mudah patah. Jika kita berusia 50 tahun atau lebih dan pernah mengalami patah tulang, ada baiknya kita menjalani cek atau tes kepadatan tulang di rumah sakit. Apa saja gejala-gejala osteoporosis? Meskipun tulang kita biasanya sangat kuat, tulang-tulang itu terdiri atas jaringan hidup yang terus-menerus rusak dan terbangun kembali. Seiring bertambahnya usia, tulang tua dapat rusak lebih cepat daripada pembentukan tulang baru. Ini menyebabkan tulang kita berlobang dan menjadi lebih rapuh. Ketika penyakit menjadi lebih parah, gejala yang dialami akan lebih banyak. Mengobati osteoporosis pada tahap awal adalah cara terbaik untuk mencegah beberapa konsekuensi yang lebih serius, seperti kehilangan tinggi badan atau patah tulang. Sayangnya gejala Osteoporosis tidak terlihat pada tahap awal. Seringkali orang tidak tahu bahwa mereka memiliki tulang yang lemah (Osteoporosis) sampai mengalami masalah patah pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan. Beberapa tanda dan gejala Osteoporosis tidak hanya menyerang tulang, namun juga menyerang hal-hal ini: Gusi surut: Gusi kita dapat surut jika rahang kita kehilangan tulang. Untuk masalah ini kita perlu mengunjungi dokter gigi untuk memeriksa kekeroposan tulang di rahang.   Kekuatan cengkraman tangan menjadi lemah: Dalam sebuah penelitian terhadap wanita pascamenopause dan kepadatan mineral tulang secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa kekuatan cengkraman tangan adalah faktor fisik yang paling penting. Kekuatan cengkeraman yang baik, dapat menurunkan risiko kita terjatuh.     Kuku yang lemah dan rapuh: Kekuatan kuku dapat menandakan kesehatan tulang. Tetapi kita juga harus mempertimbangkan faktor-faktor luar seperti berenang, berkebun, dan latihan lain yang dapat memengaruhi kuku kita. Jika kita memiliki riwayat keluarga yang mengalami Osteoporosis, ada baiknya menjalani tes kepadatan tulang. Kita juga perlu mengenal tanda atau gejala osteoporosis tahap selanjutnya. Ketika tulang semakin memburuk secara signifikan, kita mungkin mulai mengalami gejala yang lebih jelas, seperti: Hilangnya tinggi badan, tekanan akibat jatuh dan mengenai tulang belakang, dapat menyebabkan hilangnya tinggi badan. Ini adalah salah satu gejala osteoporosis yang paling nyata.   Menderita sakit akibat jatuh dan mengalami patah tulang adalah salah satu tanda paling umum dari tulang yang rapuh.   Sakit punggung atau leher. Osteoporosis dapat menyebabkan fraktur (retak) tulang belakang. Fraktur ini bisa sangat menyakitkan karena vertebra (tulang punggung) yang tidak kokoh, mungkin mencubit saraf yang memancar keluar dari sumsum tulang belakang. Gejala nyerinya dapat berkisar dari nyeri ringan hingga nyeri yang melemahkan (menyakitkan).   Badan menjadi bungkuk. Keadaan ini dikenal sebagai Kifosis (yaitu penyakit kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan tubuh penderita melengkung ke depan melebihi batas normal atau bungkuk). Kifosis dapat menimbulkan rasa lelah serta rasa nyeri dan kaku pada punggung dan leher, bahkan mempengaruhi pernafasan kita, akibat adanya tekanan, yang menghalangi masuknya saluran udara yang kita hirup, menuju paru-paru kita. Sumber : www.healthline.com
 17 Sep 2018    08:00 WIB
Makanan Berbahaya yang Dapat Membuat Tulang Menjadi Rapuh!!
Memang benar diperlukan kombinasi antara kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu keadaan di mana tulang sangat rapuh (mudah patah) karena menurunnya kepadatan tulang. Selain vitamin dan mineral, ada hal lain yang juga penting untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang Anda. Hal lain yang dimaksud di sini adalah makanan! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari untuk mencegah terjadinya osteoporosis.   Garam Tahukah Anda bahwa garam ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tulang Anda? Para peneliti telah menemukan bahwa wanita yang telah memasuki masa menopause dan mengkonsumsi banyak garam akan mengalami penurunan kepadatan tulang yang lebih parah dibandingkan dengan wanita lain yang seumuran dengannya. Hal ini dikarenakan garam akan mengikat kalsium di dalam tulang, yang bila berlangsung lama akan membuat tulang menjadi rapuh. Untuk setiap 2.300 mg garam (anjuran konsumsi harian garam) yang Anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium akan dikeluarkan di dalam air kemih. Oleh karena itu, mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D setiap harinya dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang akibat konsumsi garam. Orang dewasa yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3 gelas susu atau 720 ml susu). Sedangkan untuk orang yang berusia lebih dari 50 tahun, mereka memerlukan sekitar 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3.5 gelas susu). Untuk vitamin D, orang yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 200 IU vitamin D, orang yang berusia 51-70 tahun membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D, dan orang yang telah berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D. Beberapa jenis makanan olahan yang mengandung banyak sekali garam adalah: Daging olahan seperti ham dan sosis Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng Makanan olahan seperti berbagai jenis makanan beku Makanan kalengan, sayuran kalengan, dan jus buah Makanan panggang seperti roti dan sereal sarapan pagi Bila Anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam harian Anda, maka tingkatkanlah konsumsi makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena dapat membantu mengurangi kehilangan kalsium.   Minuman Bersoda Banyak minuman bersoda mengandung asam fosfor, yang sebenarnya dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh melalui air kemih dan hampir semua jenis minuman bersoda tidak atau hanya sedikit mengandung kalsium. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.   Kafein Seperti halnya minuman bersoda, minuman berkafein juga akan "menarik" kalsium keluar dari dalam tulang Anda. Anda akan kehilangan sekitar 6 mg kalsium untuk setiap 100 mg minuman berkafein yang Anda konsumsi. Memang tidak banyak, akan tetapi hal ini tetap saja berbahaya bagi Anda yang tidak memperoleh cukup kalsium setiap harinya. Walaupun teh juga mengandung kafein, akan tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh tampaknya tidak membahayakan tulang dan justru membantu membuat kepadatan tulang tetap terjaga pada orang-orang lanjut usia. Para ahli menduga hal ini dikarenakan teh juga mengandung komponen lainnya yang dapat melindungi tulang.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Osteoporosis Pada Pria   Kedelai Walaupun berbagai jenis produk kedelai seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kacang mengandung banyak protein yang baik bagi pertumbuhan tulang, akan tetapi kedelai juga mengandung suatu zat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium. Oksalat yang terdapat di dalam kedelai akan berikatan dengan kalsium sehingga kalsium pun tidak dapat digunakan oleh tubuh. Masalah baru akan muncul bila Anda mengkonsumsi banyak kedelai tetapi tidak mengkonsumsi banyak kalsium. Berbagai penelitian menemukan hasil yang bervariasi mengenai kedelai. Beberapa penelitian kecil menemukan bahwa kedelai dapat mengganggu kepadatan tulang, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa jenis kedelai yang tepat (isoflavon genistein dan daidzein), kedelai justru dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Jadi, pastikan Anda mengkonsumsi cukup atau bahkan banyak kalsium setiap harinya untuk mencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis minuman susu kacang yang telah diperkaya oleh kalsium. Akan tetapi, jangan sampai Anda tertipu! Menurut para ahli, kalsium di dalam susu kacang dan berbagai jenis minuman lainnya akan tertinggal di dasar pembungkus dan tidak dapat kembali "masuk" ke dalam minuman tersebut, walaupun Anda telah mengocok minuman tersebut. Jika menu makanan Anda mengandung banyak kedelai di dalamnya, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 02 Aug 2018    08:00 WIB
Ternyata Kedelai Mampu Mencegah Osteoporosis!
Osteoporosis mungkin saat ini merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kita. Ini dikarenakan saat ini banyak orang mengalaminya. Di seluruh dunia, osteoporosis dialami 1 dari 3 wanita, dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50. Osteoporosis bertanggung jawab untuk sekitar 9 juta patah tulang setahun di seluruh dunia atau satu setiap 3 detik. Osteoporosis yang secara harfiah berarti tulang berpori merupakan suatu penyakit yang mengurangi kepadatan dan kualitas tulang. Fakta menunjukan bahwa kehilangan 10% massa tulang di pinggul dapat menyebabkan risiko patah tulang pinggul 2,5 kali lebih besar. Keropos tulang terjadi lebih cepat pada wanita setelah menopause ini disebabkan pada masa ini mereka menghasilkan estrogen lebih sedikit. Sedangkan hormon estrogen membantu melindungi tulang dari kekeroposan. Hubungannya dengan kedelai? Baru-baru ini ditemukan bahwa pola makan yang kaya akan protein dan isoflavon dapat melindungi wanita yang mengalami menapouse dari keropos tulang dan osteoporosis. Hasil temuan ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Hull di Inggris dan dipresentasikan pada konferensi tahunan Society for Endocrinology yang diadakan di Edinburgh. Penelitian ini merekrut 200 wanita yang baru saja mengalami menopause dan kemudian secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama, para wanita mengambil suplemen harian 30 g protein kedelai dengan 66 mg isoflavon. Sedangkan kelompok satunya, para wanita hanya mengambil jumlah protein kedelai yang sama tetapi tanpa isoflavon. Perlu diketahui bahwa isoflavon memiliki struktur kimia yang sama dengan estrogen. Maka didapatilah bahwa mereka yang mengkonsumsi protein kedelai dan isoflavon merupakan pilihan yang efektif dan aman untuk meningkatkan kesehatan tulang wanita yang mengalami menopause. Jadi sobat sehat perlu menambahkan menu bahan ini ke dalam diet sehat kita. Banyak makanan tradisional yang terbuat dari kedelai. Makanan ini selain sehat juga murah misalnya tahu, tempe, dsb. Tentu saja cara mengolahnya juga menentukan. Jika sobat sehat merasakan masih belum ada perkembangan dan sepertinya tulang makin keropis, ada baiknya sobat segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Sobat tentu tidak mau mengalami resiko patah tulang lebih besar yang mengakibatkan terhambatnya aktifitas kita. Tetap sehat, tetap semangat menjalani hidup kita. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber : www.medicalnewstoday.com
 21 Jul 2018    08:00 WIB
8 Olahraga Untuk Menguatkan Tulang
Jika anda bingung mengenai olahraga apa yang harus anda lakukan untuk memperbaiki kesehatan tulang anda karena osteoporosis, maka cobalah olahraga yang menyebabkan tulang dan otot di tubuh anda harus bekerja lebih keras daripada biasanya.   1.      Tai Chi Tai chi merupakan suatu jenis olahraga di mana dilakukan suatu gerakan lambat dan anggun untuk membentuk koordinasi dan kekuatan tulang. Sebuah penelitian menemukan bahwa tai chi dapat memperlambat proses pengeroposan tulang pada wanita menopause. Wanita yang melakukan olahraga tai chi selama 45 menit, 5 hari seminggu, dapat mengalami penurunan pengeroposan tulang hingga tiga setengah kali daripada wanita yang tidak melakukan tai chi.   2.      Yoga Sebuah penelitian menemukan bahwa yoga dapat meningkatkan kepadatan tulang belakang pada wanita yang melakukan yoga secara teratur. Yoga dapat meningkatkan kesehatan tulang panggul, tulang belakang, dan tulang pergelangan tangan anda. Ketiga tulang ini merupakan tulang yang sangat rentan terhadap terjadinya patah tulang. Selain itu, yoga dapat meningkatkan keseimbangan, koodinasi, konsentrasi, dan ketangkasan tubuh anda sehingga dapat mencegah anda dari jatuh.   3.      Jalan Cepat Jalan cepat merupakan salah satu olahraga yang paling sering dilakukan, terutama oleh wanita, dan merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan tulang anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang berjalan selama 4 jam seminggu dapat menurunkan resiko patah tulang panggul hingga 41% dibandingkan dengan orang hanya berjalan kurang dari 1 jam setiap minggunya. Bila anda tidak dapat berjalan dengan cepat, anda dapat menyesuaikan kecepatan jalan anda sesuai dengan kemampuan anda. Berjalan merupakan olahraga yang dapat anda lakukan tanpa harus membayar dan dapat anda lakukan kapanpun dan dimanapun anda mau.   4.      Golf Banyak orang beranggapan bahwa golf merupakan olahraga untuk orang tua. Seperti semua olahraga lainnya, golf pun bermanfaat bagi kesehatan tubuh anda, terutama bagian atas tubuh anda. Saat anda bermain golf anda akan banyak mengayunkan tangan, berjalan, atau bahkan berlari untuk mengejar bola anda. Hal ini membuat panggul dan tulang belakang anda harus bekerja lebih keras.   5.      Dansa Berbagai jenis dansa latin, seperti salsa, samba, rumba, tango, dan foxtrot dapat menguatkan tulang anda.   6.      Lintas Alam Berjalan dan berolahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang anda, terutama tulang panggul anda. Anda akan mendapatkan efek yang lebih banyak bila anda berjalan mendaki atau menurun, seperti saat anda berjalan di pegunungan.   7.      Olahraga yang Menggunakan Raket Berbagai olahraga yang menggunakan raket seperti tenis, squash, dan tenis meja dapat meningkatkan kepadatan tulang anda. Setiap kali anda memukul bola, maka anda melatih tulang di lengan dan pergelangan tangan anda. Sementara itu, saat anda berlari mengejar bola anda melatih tulang panggul dan tulang belakang anda.   8.      Angkat Beban Olahraga angkat beban menyebabkan otot dan tulang anda harus bekerja lebih keras. Lakukanlah olahraga angkat beban setidaknya 2 kali seminggu untuk menstimulasi pertumbuhan tulang.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan saat berolahraga bila anda telah mengalami pengeroposan tulang, yaitu: Hindarilah berbagai jenis olahraga yang membuat anda mudah terjatuh, seperti ski dan bermain seluncur es karena anda memiliki resiko patah tulang yang lebih tinggi daripada orang lainnya Bila anda telah mengalami pengeroposan tulang belakang, maka hindarilah berbagai gerakan yoga yang menekuk tulang belakang anda Periksakan diri anda ke dokter sebelum memulai olahraga apapun Pertumbuhan tulang tercepat pada dewasa muda adalah sekitar 3-4 bulan dan hal ini dapat berlangsung lebih lama saat anda menua atau saat anda mengalami osteoporosis. Oleh karena itu, bersabarlah karena anda tidak akan melihat hasil yang anda inginkan dalam waktu dekat.   Sumber: webmd  
 08 Jul 2018    16:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth